Anda di halaman 1dari 55

INDERA PENGLIHATAN

DAN ALAT OPTIK


PROSES MELIHAT
BAGAIMANAKAH SEBUAH BENDA
SAMPAI BISA TERLIHAT OLEH MATA,
JELASKAN !
SIFAT CAHAYA
1. Merambat lurus
2. Dapat dibiaskan
3. Dapat dipantulkan
4. Merupakan gelombang
elektromagnetik
Cahaya merambat lurus
Apa buktinya ?
Cahaya dibiaskan
Bila bagaimana cahaya akan
dibiaskan ?
PEMANTULAN CAHAYA

Hukum Pemantulan Cahaya


Hukum pemantulan cahaya
dikemukakan oleh W. Snellius,
menurutnya apabila seberkas
cahaya mengenai permukaan
bidang datar yang rata, maka
akan berlaku aturan-aturan
sebagai berikut :
Sinar datang (sinar jatuh), garis
normal, dan sinar pantul
terletak pada satu bidang
datar.
Sudut sinar datang (sinar jatuh)
selalu sama dengan sudut sinar
pantul (sudut i = sudut r )
PEMANTULAN CAHAYA
Pemantulan teratur

Pemantulan baur
Bayangan Pada Cermin datar

Cermin datar

Ketika kamu berdiri di


depan cermin datar,
bagaimanakah
bayanganmu? Tampak
bahwa kamu dapat melihat Bayangan di cermin datar
bayanganmu. Tetapi
bayanganmu tidak dapat
ditangkap oleh layar
Pembentukan Bayangan

Pembentukan bayangan di Sifat bayangan pada cermin


cermin datar datar
Bayangan yang terjadi sama
besar dengan benda.
Bayangan yang terjadi sama
tegak.
Jarak benda sama dengan
jarak bayangan
Bayangan cermin tertukar
sisinya, artinya bagian kanan
benda menjadi bagian kirinya.
Bayangan cermin merupakan
bayangan semu, artinya
bayangan tidak dapat
ditangkap oleh layar.
SINAR ISTIMEWA PADA CERMIN CEKUNG

Sinar istimewa 1

Sinar datang sejajar


sumbu utama
dipantulkan melalui
Lukisan jalanya sinar
titik fokus.
istimewa
Sinar Istimewa 2

Sinar datang melalui


titik focus dipantulkan
sejajar dengan sumbu
utama.
Sinar Istimewa 3

Sinar datang melalui


titik pusat
kelengkungan cermin
dipantulkan kembali
melalui titik pusat
kelengkungan juga.
Sinar Istimewa pada Cermin Cembung

Sinar Istimewa 1

Sinar datang sejajar


sumbu utama
dipantulkan melalui
titik focus.
Sinar Istimewa 2

Sinar datang menuju


titik focus
dipantulkan sejajar
dengan sumbu
utama.
Sinar Istimewa 3

Sinar datang
menuju titik pusat
kelengkungan cermin
dipantulkan kembali
seolah-olah dari titik
pusat kelengkungan
juga.
Melukis bayangan pada cermin cekung
Cara melukis bayangan

M F A A

Sifat bayangan

-Tegak
- Diperbesar
- Maya
Melukis bayangan pada cermin cekung
Cara melukis bayangan (benda di Ruang II)

A
M A F

Sifat bayangan

-Terbalik
- Diperbesar
- Nyata
Melukis bayangan pada cermin cekung
Cara melukis bayangan (benda di Ruang II)

A
M A F

Sifat bayangan

-Terbalik
- Diperbesar
- Nyata
Lukisan bayangan pada cermin cembung
Cara melukis bayangan pada cermin cembung

A O A F M

Sifat bayangan :
A : benda
- Diperkecil A : bayangan
- Tegak benda
- Maya O A : jarak beda
(So)
O A : jarak
bayangan (Si)
Persamaan pada cermin cekung

So

A
M A F

Si
So = Jarak benda
Si = Jarak bayangan
PEMBIASAN CAHAYA
Pembiasan cahaya terjadi
apabila cahaya melewati
dua buah medium yang
berbeda kerapatan
optiknya

Hukum pembiasan
cahaya
1. Sinar datang, garis
normal dan sinar bias
terletak pada satu
bidang datar.
2. Perbandingan proyeksi
sinar datang dengan
proyeksi sinar bias
adalah konstan
Pembiasan cahaya
Cahaya datang dari
medium kurang rapat
ke medium lebih
rapat dibiaskan
mendekati garis
normal
Cahaya datang tegak
lurus bidang batas
tidak dibiaskan
Cahaya datang dari
medium lebih rapat
ke medium kurang
rapat dibiaskan
menjauhi garis normal
Indeks Bias
Indeks bias suatu medium adalah perbandingan cepat
rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat
cahaya dalam medium itu. Indeks bias dirumuskan sebagai
berikut : Contoh soal :
Tentukanlah indeks bias air jika cepat
8
rambat cahaya di dalam air (2,25 x
10 m/s)!
n : Indeks bias
Penyelesaian :
C : Cepat rambat cahaya di
ruang hampa (3 x810 Diket : 8
Jawab :
m/s ) C = 3 x 10 m/s n = C/Cn
Cn: Cepat rambat cahaya Cn = 2,25 x 810 m/s =83 x 10
8
dalam m/s
medium 2,25 x 10 m/s
Dit : = 1,33
n=? Jadi indeks bias air =
1,33
Pembiasan pada prisma

Sudut deviasi

D=i+r
-

N
D = sudut deviasi
N D i = sudut datang
r
i r = sudut bias
i r = sudut pembias
prisma

Dmin = 2i
Atau
Dmin = 2r -

Dmin = sudut deviasi


minimum
Contoh soal

Seberkas cahaya0 datang Diket :


0
dit :
menuju prisma dengan 0 i = 50 D=?
0 0
r= 53 0
sudut datang 50 . Bila
= 40
sinar keluar dari prisma
dengan sudut 53 dan jawab :
sudut pembias prisma D = i + r
40 , hitung sudut deviasi 0 0 0
prisma ! = 500 + 53 40
= 62
Dispersi
Dispersi adalah penguraian
cahaya polikromatik menjadi
cahaya monokromatik.
Dispersi terjadi karena
adanya perbedaan indeks
bias.
Peristiwa dispersi yang
terjadi di alam adalah
D:\Pelangi.jpg
D:\dispersi.jpg
LENSA

Pengertian :

Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang


lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar.
Jenis lensa :
1. Cekung (konveks)
a. Bikonveks (cekung rangkap)
b. Plan konveks (cekung datar)
c. Konveks-konkaf (cekung cembung)
2. Cembung (Konkaf)
a. Bikonkaf (cembung rangkap)
b. Plankonkaf (cembung datar)
c. Konkaf-konveks (cembung cekung)
Lensa
SINAR ISTIMEWA PADA LENSA CEKUNG

Sinar Istimewa 1

Sinar datang sejajar


sumbu utama
dibiaskan seolah-
olah berasal dari
titik focus F1
SINAR ISTIMEWA PADA LENSA CEKUNG

Sinar Istimewa 2

Sinar datang yang


melalui titik pusat
lensa ( 0 ) tidak
mengalami
pembiasan.
SINAR ISTIMEWA PADA LENSA CEKUNG

Sinar Istimewa 3

Sinar datang yang


seolah-olah
menuju titik focus,
dibiaskan sejajar
dengan sumbu
utama.
Lensa cekung bersifat menyebarkan
sinar (Divergen)
SINAR ISTIMEWA PADA LENSA CEMBUNG

Sinar Istimewa 1

Sinar datang
sejajar sumbu
utama dibiaskan
menuju titik focus
Sinar Istimewa pada lensa cembung

Sinar Istimewa
2

Sinar datang
yang melalui
titik pusat
lensa ( 0 )
tidak
mengalami
pembiasan
Sinar Istimewa pada lensa cembung

Sinar Istimewa 3

Sinar datang
melalui titik focus
akan dibiaskan
sejajar sumbu
utama
Lensa cembung bersifat
mengumpulkan sinar (Konvergen)
Pembentukan Bayangan
MATA

Mata kita termasuk alat


optic yang memiliki
keterbatasan. Mata tidak
dapat melihat benda
yang ukurannya sangat
kecil seperti virus dan
bakteri. Mata kita juga
tidak dapat melihat
secara jelas benda-
benda yang sangat jauh
seperti bintang dan
bulan, untuk itu mata
memerlukan alat bantu,
yaitu alat optik.
PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA MATA

Bentuk mata menyerupai


bola, pada bola mata terdapat
benda bening yang disebut
lensa mata. Lensa mata
bersifat tembus cahaya, dan
berupa lensa cembung. Lensa
mata berfungsi membiaskan
sinar-sinar yang dating ke
mata, dengan demikian
bayangan jatuh di retina
mata. Syarat seseorang dapat
melihat benda adalah harus
adanya cahaya. Cahaya yang
dipantulkan oleh benda
kemudian masuk ke mata kita
melalui kornea terus
melewati lensa mata, dan
akhirnya terbentuk bayangan
di retina. bayangan benda
jatuh tepat dibintik kuning.
Bersifat nyata, terbalik dan
KELAINAN PADA MATA
Cacat mata adalah gangguan
penglihatan mata karena
menurunnya daya Cacat mata ada 3
akomodasi, tidak meratanya
bidang kelengkungan lensa yaitu :
mata, dan terjadinya
pengapuran pada lapisan
kornea. Agar dapat membaca
dengan normal, maka
Rabun dekat
penderita cacat mata perlu (Hipermetropi)
dibantu dengan
menggunakan kacamata. Rabun jauh (Miopi)
Pada mata normal memiliki
titik dekat 25 Cm (PP = Mata tua (presbiopi)
Punctum Proximum) dan titik
jauh ( Punctum Remotum) tak Astigmatisme
terhingga. Pada cacat mata
terjadi pergeseran titik
tersebut.
KELAINAN PADA MATA
Rabun dekat
(Hipermetropi)
lensa mata tidak bisa
menebal, bayangan jatuh
dibelakang retina

dapat ditolong dengan


kacamata berlensa cembung
(positif)
KELAINAN PADA MATA

Rabun Jauh (Miopi)


lensa mata tidak bisa menipis,
bayangan jatuh didepan
retina

dapat ditolong dengan


kacamata berlensa cekung
(negatif)
Kelainan pada mata

Presbiopi (mata tua)


tidak bisa melihat benda
dengan jelas dari jarak
yang dekat maupun
maupun jauh, disebabkan
karena daya akomodasi
mata sudah menurun.
Presbiopi bisa dibantu
dengan menggunakan
kacamata berlensa
rangkap.
Kelainan mata
Astigmatisme
Cacat mata yang
tidak bisa
membedakan
garis
tegak/vertikal dan
garis
mendatar/horizont
al secara
bersamaan.
Disebabkan
karena lengkung
kornea mata yang
tidak rata. Dapat
dibantu dengan
kacamata silindris.
Tes Astigmatisme
Tes butawarna
Tes butawarna
Tes butawarna
Cara membaca resep kacamata
Sferis Silindris Axis
OD(mata +2,50 +1,00 180
kanan)
OS(mata kiri) +1,75 +1,50 180
Resep dibaca sbb :
Mata kanan positif 2,50;positif 1,00; axis 180; mata kiri positif
1,75;positif 1,5;axis 180.
Sferis menunjukan miopi atau hipermetrop,
Silindris menunjukkan astigmata
Axis menunjukkan orientasi dalam derajat dari bidang horizontal
Angka silindris menunjukkan perbedaan dioptri antara lengkung
kornea terendah dan tercuram.
Lensa silindris salah satu sisinya lebih melengkung dibandingkan
dengan sisi yang lainnya.
Perbandingan Kamera dengan Mata

Kamera

Mata
Persamaan Kamera dengan mata

Kamera Mata
Lensa Lensa
Lubang lensa (aperture) Pupil
Diafragma Iris
Film Retina
PERSAMAAN CERMIN

Rumus persamaan
cermin :

KETERANGAN :
So = jarak benda
Si = jarak bayangan
R = jari jari kelengkungan cermin

M = perbesaran bayangan
hi = tinggi banyangan
ho = tinggi benda
Contoh Soal
Jawab :
a. 1/So + 1/Si = 1/f b. M = Si/So
Sebuah benda tingginya 3 cm
1/Si = 1/f 1/So = 12/6
terletak 6 cm di depan cermin
cekung yang memiliki jarak fokus 4 = - 1/6 = 2 kali
cm. = 3/12 2/12 c. - Nyata
Tentukanlah : = 1/12 - terbalik
a. Jarak bayangannya Si = 12/1 cm - diperbesar
b. perbesaran bayangannya = 12 cm d. M = hi/ho
c. sifat bayangannya hi = M x ho
d. tinggi bayangannya =2x3
e. lukisan bayangannya = 6 cm
e.
Penyelesaian :
Diket : Dit :
So = 6 cm a. Si = ?
f = 4 cm b. sifat bayangan A
ho = 3 cm c. M = ?
d. ho = ?
M A F O

e. lukisan bayangan
Cermin cembung dengan
jari-jari kelengkungan 6 cm
digunakan untuk melihat
Jawab :
benda yang terletak 12 cm
di depan cermin. a. 1/So + 1/Si = - 2/R
Tentukanlah : 1/Si = - 2/R 1/So
a. Jarak bayangannya = - 2/6 1/12
b. sifat bayangannya = - 4/12 1/12
= - 5/12
Penyelesaian : Si = - 12/5
Diket : = - 2,4 cm
R = - 6 cm (cermin cembung) = 2,4 cm (dibelakang
So = 12 cm cermin)

Dit : b. Sifat bayangan :


a. Si = ? - Maya
b. Sifat bayangan - tegak
- diperkecil
Melukis bayangan
Simulasi