Anda di halaman 1dari 40

Laporan Kasus

RANNY ANNELIZA (1210313056)


NILA PEBRYANTY (1201313092)

BAGIAN OBSTERTI DAN GINEKOLOGI


RSUP DR M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
DEFINISI

PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL (PUA)

Istilah yang digunakan untuk menggambarkan


semua kelainan haid baik dalam hal jumlah
maupun lamanya.
EPIDEMIOLOGI
Pada Agustus 2010 - Juli 2011, 2.109 (19,6%) dari 10.712 wanita yang
mengunjungi klinik pasien rawat jalan ginekologi RS Lady Willingdon,
Lahore didiagnosis perdarahan uterus abnormal. (Ahmed)
Kategorisasi PALM-COEIN dilakukan pada 991 (47%) kasus:
- 30 (3%) menderita polip
- 15 (15%) adenomiosis
- 250 (25%) Leiomioma
- 66 (6,6%) keganasan dan hiperplasia
- 3 (0.3%) koagulopati
- 236 (24%) disfungsi ovulasi
- 48 (5%) endometritis
- 53 (6%) iatrogenik
- 155 (15%) kasus yang tak terkategorikan.
KLASIFIKASI
BERDASARKAN JENIS PENDARAHAN

PERDARAHAN TENGAH (I
PUA AKUT PUA KRONIK NTERMENSTRUAL BLEE
DING)

Pendarahan haid yang


banyak sehingga perlu PUA yang telah Pendarahan haid yang
dilakukan penanganan terjadi lebih dari terjadi diantara 2 siklus
segera unt mencegah 3 bulan haid yang teratur.
kehilangan darah
KLASIFIKASI
KLASIFIKASI
Pertumbuhan endometrium berlebih yang bersifat lokal
mungkin tunggal atau ganda, berukuran mulai dari
POLIP beberapa milimeter sampai sentimeter. Polip endometrium
terdiri dari kelenjar, stroma, dan pembuluh darah
endometrium.

Invasi endometrium ke dalam lapisan miometrium, menye


babkan uterus membesar, difus, dan secara mikroskopik ta
ADENOMIOSIS mpak sebagai endometrium ektopik, non neoplastik, kelen
jar endometrium, dan stroma yang dikelilingi oleh jaringan
miometrium yang mengalami hipertrofi dan hiperplasia.

Tumor jinak fibromuscular pada permukaan myometrium.


LEIOMIOMA UTERI Berdasarkan lokasinya, leiomioma dibagi menjadi: submuk
osum, intramural, subserosum
KLASIFIKASI
Pertumbuhan abnormal berlebihan dari kelenjar
endometrium. Gambaran dari hiperplasi endometrium
MALIGNANCY AND
dapat dikategorikan sebagai: hiperplasi endometrium
HYPERPLASIA simpleks non atipik & atipik, dan hiperplasia endometrium
kompleks non atipik dan atipik

COAGULOPATHY Kelainan hemostasis sistemik yang mengakibatkan PUA

Kegagalan terjadinya ovulasi yang menyebabkan ketidakse


OVULATORY imbangan hormonal yang dapat menyebabkan terjadinya
DYSFUNCTION pendarahan uterus abnormal
KLASIFIKASI
Pendarahan uterus abnormal yang terjadi pada
ENDOMETRIAL perempuan dengan siklus haid teratur akibat gangguan
hemostasis lokal endometrium

PUA yang berhubungan dengan penggunaan obat-obatan


IATROGENIK hormonal (estrogen, progestin) ataupun non hormonal
(obat-obat antikoagulan) atau AKDR

Kategori ini dibuat untuk penyebab lain yang jarang atau


NOT YET CLASSIFIED sulit dimasukkan dalam klasifikasi (misalnya adalah
endometritis kronik atau malformasi arteri-vena).
ANAMNESIS
Jarak waktu antara siklus menstruasi (berapa hari, teratur atau
tidak)
Volumenya (banyak, sedikit atau bervariasi)
Durasi haid (normal, atau memanjang, konsisten atau bervariasi)
Mulainya perdarahan abnormal (menjelang waktu menstruasi,
mendadak, perlahan lahan)
Faktor pemicu (setelah berhubungan intim, setelah melahirkan,
setelah minum pil KB, setelah berat badan bertambah atau
berkurang)
Gejala lain yang berhubungan (gejala sindrom premenstrual,
dismenorea, dispareunia, galaktorea, hirsutisme)
Obat-obatan yang diminum (hormon, antikoagulan,dan lain-lain)
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Fisik Umum

Pemeriksaan fisik pertama kali dilakukan untuk menilai stabilitas


keadaan hemodinamik.
Pastikan bahwa perdarahan berasal dari kanalis servikalis dan
tidak berhubungan dengan kehamilan.
Pemeriksaan indeks massa tubuh, tanda tanda hiperandrogen,
pembesaran kelenjar tiroid atau manifestasi hipotiroid/hipertiroid,
galaktorea (hiperprolaktinemia), gangguan lapang pandang
(adenoma hipofisis), purpura dan ekimosis wajib diperiksa.
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Ginekologi

Pemeriksaan ginekologi yang teliti perlu dilakukan termasuk


pemeriksaan pap smear.
Harus disingkirkan pula kemungkinan adanya mioma uteri,
polip, hiperplasia endometrium atau keganasan
PEMERIKSAAN FISIK
Penilaian Ovulasi

Siklus haid yang berovulasi berkisar 22-35 hari.


Jenis perdarahan uterus abnormal karena gangguan ovulasi
bersifat ireguler dan sering diselingi amenorea.
Konfirmasi ovulasi dapat dilakukan dengan pemeriksaan
progesteron serum fase luteal madya atau USG transvaginal
bila diperlukan
PEMERIKSAAN FISIK
Penilaian Endometrium

Pengambilan sampel endometrium tidak harus dilakukan pada semua pasien PUA.
Pengambilan sampel endometrium hanya dilakukan pada:
Perempuan umur > 45 tahun
Terdapat faktor risiko genetik
USG transvaginal menggambarkan penebalan endometrium kompleks yang merup
akan faktor risiko hiperplasia atipik atau kanker endometrium
Terdapat faktor risiko diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, nulipara
Perempuan dengan riwayat keluarga nonpolyposis colorectal cancer memiliki risiko
kanker endometrium sebesar 60% dengan rerata umur saat diagnosis antara 48-50
tahun
Pengambilan sampel endometrium perlu dilakukan pada perdarahan uterus abnorma
l yang menetap (tidak respons terhadap pengobatan).
Beberapa teknik pengambilan sampel endometrium seperti D & K dan biopsi endom
etrium dapat dilakukan
PEMERIKSAAN FISIK
Penilaian Kavum Uteri

Bertujuan untuk menilai kemungkinan adanya polip


endometrium atau mioma uteri submukosum.
USG transvaginal merupakan alat penapis yang tepat dan
harus dilakukan pada pemeriksaan awal PUA.
Bila dicurigai terdapat polip endometrium atau mioma uteri
submukosum disarankan untuk melakukan histeroskopi.
Keuntungan dalam penggunaan histeroskopi adalah
diagnosis dan terapi dapat dilakukan bersamaan
PEMERIKSAAN FISIK
Penilaian Miometrium

Bertujuan untuk menilai kemungkinan adanya mioma uteri


atau adenomiosis.
Miometrium dinilai menggunakan USG (transvaginal,
transrektal dan abdominal), histeroskopi atau MRI.
Pemeriksaan adenomiosis menggunakan MRI lebih unggul
dibandingkan USG transvaginal
DIAGNOSIS
Gangguan Haid

Anamnesis dan Pemeriksaan


Ya Gangguan Kehamilan Tidak

Tatalaksana Gangguan Kehamilan Penyebab Iatrogenik

Stop Penyebab Iatrogenik Ya Tidak Penyakit Sistemik

Medikamentosa Ya Tidak Patologi Pada Panggul


Tidak
Ya Perdarahan Uterus Disfungsi

Penanganan Perdarahan Uterus Abnormal


PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan Pertama

Kondisi Hemodinamik

Tidak Stabil Stabil

Tatalaksana untuk
Masuk rumah sakit Perbaikan KU
menghentikan perdarahan
Perdarahan Akut dan Banyak

1. Remaja dengan 2. Dewasa dengan 3. Pemakaian obat


gangguan koagulopati mioma uteri antikoagulasi

Dilatasi dan Penanganan


Kuretase Medikamentosa
Dilakukan bila ada kecurigaan Kombinasi estroden progestin: dosis
keganasan dan kegagalan denga awl 2x1 tablet selama 5-7hari. Setelah
perdarahan<< dilanjutkan 1x1 tablet
terapi medikamentosa
selama 3-6 siklus.
PUA dengan risiko keganasan bila
Estrogen: estrogen konjugasi dengan
usia >35 tahun, obesitas, dan dosis 1,25 mg atau 17 estradiol 2 mg
siklus anovulasi kronis setiap 6 jam selama 24 jam.
Progestin: MPA 10 mg 1 x 1 tablet
sehari, pengobatan dilakukan selama
14 hari dan dihentikan selama 14
haridiulang selama 3 bulan

Dilatasi dan
Medikamentosa
kuretase
Perdarahan Ireguler
Periksa TSH: evaluasi penyakit hipotiroid dan
hipertiroid
Periksa prolaktin: bila ada oligomenorea atau
Evaluasi penyebab sistemik hipomenorea
Lakukan PAP smear: bila didapatkan
terlebih dahulu perdarahan pasca senggama
Lakukan biopsi endometrium dan USG
transvagina: bila curiga atau terdapat risiko
keganasan endometrium

Kombinasi estrogen progestin: berikan pil


Bila evaluasi tidak dapat kontrasepsi kombinasi dosis 1 x 1 tablet sehari,
diberikan secara siklik selama 3 bulan
dilakukan, dapat diberikan Progestin: MPA 10 mg 1 x 1 tablet sehari,
pengobatan dilakukan selama 14 hari dan
tatalaksana medikamentosa dihentikan selama 14 haridiulang selama 3
bulan
Tindakan bedah Ablasi endometrium
bila terapi
Reseksi histeroskopi
medikamentosa
Histerektomi
gagal
Menoragia

Kombinasi
estrogen Progestin
progestin

AKDR berisi
NSAID
levonorgestrel
Medikamentosa Nonhormonal

Meningkatkan kualitas NSAID: asam


hidup mefenamat 250-500
mg 2-4 kali sehari
Menurunkan risiko
anemia
Antifibrinolisis:
Mengurangi jumlah
Asam traneksamat
darah yang keluar
Terapi Bedah

Ablasi
Histerektomi Reseksi transerviks
endometrium

Histeroskopi Oklusi atau emboli


miomektomi
operatif arteri uterina
CONTOH KASUS 1
1. Wanita usia 16 tahun, belum menikah, datang dengan
perdarahan haid yang banyak

Perdarahan Uterus Disfungsional ec Susp Perimenarche


TATALAKSANA
CONTOH KASUS 2
2. Wanita usia 26 tahun, darah banyak setiap haid, tidak
ada perdarahan diluar siklus haid

PUA e.c. C?O?E?I?N?


TATALAKSANA
CONTOH KASUS 3
3. Wanita usia 26 tahun, haid jarang, berkumis, alis tebal,
darah haid banyak, siklus 1 kali setiap 2-3 bulan, sudah
menikah tetapi belum memiliki anak

Perdarahan Uterus Abnormal e.c. Susp. Sindrom Polikistik


Ovulatori
TATALAKSANA

First Line: Modifikasi gaya hidup (penurunan BB)


Second Line: Medikamentosa (Stimulasi Ovulasi)
Third Line: Operatif (Ovarium Drilling)
CONTOH KASUS 4
4. Seorang perempuan 30 tahun mengeluhkan haid yan
g banyak dan nyeri sekali saat haid sampai pingsan. Pasi
en sudah menikah, namun belum memiliki anak.

Diagnosa: PUA-A
DD: P0A1L0M0 C?O?E?I?N?
Recommendations for management of AUB-A

AUB-A (Adenomyosis)
1. For managing adenomyosis-A, it is suggested to consider the age, sympto
mology (AUB, pain and infertility) and association with other conditions (leio
myomas, polyps and endometriosis)
2. In women with AUB-A, desirous of preserving fertility but unwilling for im
mediate conception, progestin is recommended as first-line therapy
3. In patients with AUB-A, desirous of preserving fertility and resistant to pro
gestin, gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonists with add-back ther
apy is recommended as second-line therapy
4. In patients with AUB-A, and not desirous of preserving fertility, medical m
anagement using long-term GnRH agonists and add-back therapy can be ini
tiated.
5. Combined oral contraceptives, danazol, NSAIDs, and progestin can be offe
red for symptomatic relief
6. In case of failure/refusal for medical management, vaginal or laparoscopic
hysterectomy is indicated.
CONTOH KASUS 5
5. Seorang wanita 46 tahun datang dengan keluhan haid
tidak teratur dan apabila haid darah yang dikeluarkan ba
nyak

Diagnosa: PUA e.c susp. perimenopause


DD: P0A0L0M? C?O1E0I?N?
Tatatlaksana
Pemberian estrogen selama 3 minggu,
kemudian dihentikan untuk 1 minggu,
Keluhan ringan: Konseling yang baik
dan selanjutnya cara ini diulangi
sampai terapi tidak dibutuhkan lagi

Estrogen + progesteron secara


bersamaan atau berturut-turut.
CONTOH KASUS 6
6. Seorang perempuan 35 tahun datang dengan keluhan
sering mengalami perdarahan haid yang banyak baik di
dalam siklus haid maupun di luar siklus (menometroragi
a)

Diagnosa: PUA-L ec susp. mioma uteri


DD: P0A0L1M? C?O?E?I?N?
Tatalaksana

Bila kondisi pasien


Miomektomi atau
sangat buruk
Histerektomi
perbaikan KU
TERIMA KASIH