Anda di halaman 1dari 31

Penapisan Masalah Keswa

Deteksi Dini Metode 2 Menit


Alasan mengapa perlu DETEKSI DINI Gg Jiwa di
layanan kesehatan tingkat dasar :
1. Masalah keswa sangat memengaruhi
kesehatan secara umum serta berdampak
besar terhadap disabilitas.
2. Menurut WHO 24% pasien yang ke layanan
primer memiliki D/ Gg Jiwa (World Health
Report )
3. Gangguan jiwa yang sering depresi, cemas
dan penyalahgunaan napza, baik sebagai
diagnosis tersendiri atau komorbid fisik.
Tujuan

Peserta mampu melakukan deteksi dini


masalah mental-emosional pasien dengan
METODE 2 MENIT dilanjutkan dengan
pemeriksaan sesuai algoritma utama
Deteksi 2 menit Keluhan Spontan
FISIK (F1 / F2) MENTAL
PSIKOSOMATIS
FISIK MURNI FISIK MURNI + EMOSIONAL
(PS)
F1 KOMORBIDITAS/ F2 (ME)

Batuk pilekKeluhan fisik murni Keluhan fisik diduga ada Keluhan


Panas badandisertai kecurigaan hubungannya dengan masalah terkait:
Diare akut terdapat gangguan kejiwaan: Tidur
Kardiovaskular: berdebar Perilaku
Mata merah mental emosional:
Gastrointestinal: perih ulu hati Emosi
Luka Batuk kronis
Respiratori: sesak napas Proses
Luka bakar dengan cemas Dermatologi: gatal pikir
dll atau putus asa Muskuloskeletal: pegal, nyeri kepala
Luka kecelakaan Endokrin: gangguan haid
dengan PGZ Serebrovaskular: kesemutan
Keluhan fisik banyak,berganti-ganti
Penyakit kronis
LANJUTKAN PEMERIKSAAN

ALGORITMA UTAMA
Pasien yang perlu diskrining
1. Pasien dengan penyakit fisik kronis
2. Pasien dengan keluhan fisik yang diduga ada
hubungannya dengan masalah kejiwaan ( keluhan
fisik timbul / memberat jika ada masalah psikis )
3. Keluhan fisik beraneka ragam / berganti-ganti,
gangguan fisik / kelainan organik (-)
Algoritma Utama

Untuk pasien dengan kode F2, PS, ME,


lakukan pemeriksaan sesuai Algoritma
Utama
Algoritma Utama

DEPRESI
IDE BUNUH DIRI
ANSIETAS
PSIKOSIS
PENYALAHGUNAAN ZAT DAN ALKOHOL
GANGGUAN PERKEMBANGAN
GANGGUAN PERILAKU
DEMENSIA
Algoritma Utama
1. Semua gejala terkait depresi, ide bunuh diri,
ansietas, psikosis, penyalahgunaan zat dalam
Algoritma Utama harus diperiksa
2. Untuk pasien anak / remaja, dilanjutkan dengan
wawancara gangguan perkembangan dan
gangguan perilaku
3. Untuk pasien lanjut usia, dilanjutkan dengan
wawancara terkait demensia
Algoritma Utama
Apakah merasa mudah sedih?
Apakah kehilangan minat dan ketertarikan
terhadap aktivitas yang biasanya ?
Apakah merasa lesu dan mudah lelah?

DEPRESI
Apakah mengalami gangguan lambung, sakit
kepala atau keluhan fisik lain yang
berkepanjangan?
Apakah pasien mengalami gangguan tidur?
Depresi
1. Merasa murung, mudah sedih
2. Hilang minat dan ketertarikan terhadap aktivitas
yang biasanya menyenangkan
3. Perasaan mudah lelah, gangguan lambung, sakit
kepala, atau keluhan fisik lain yang
berkepanjangan
4. Gangguan tidur, gangguan makan
Menyakiti diri / Usaha bunuh diri

Pikiran, rencana, tindakan menyakiti diri sendiri


atau bunuh diri yang dimiliki saat ini / riwayat
sebelumnya
Apakah ada orang yang membicarakan
pasien di belakang atau bermaksud
mencelakai ?
Apakah melihat bayangan atau mendengar

PSIKOSIS
suara yang tidak jelas sumbernya?
Apakah pasien merasa sangat
gembira,sangat bersemangat, lebih banyak
berbicara dari biasanya?*
Psikotik
1. Perilaku abnormal atau disorganisasi (pembicaraan
inkoheren atau tidak relevan, penampilan yang tidak
lazim, tidak rapi, perawatan diri buruk)
2. Delusi/waham (kecurigaan atau keyakinan yang jelas
keliru dan dipertahankan)
3. Halusinasi (mendengar suara atau melihat sesuatu yang
tidak nyata)
4. Mengabaikan tanggung jawab yang biasa dikerjakan
terkait dengan pekerjaan, sekolah, rumah tangga, dan
aktivitas sosial
5. Gejala manik (beberapa hari merasakan kebahagiaan
yang abnormal, terlalu bersemangat, banyak bicara,
sangat mudah tersinggung, tidak tidur, perilaku tidak bisa
tenang)
Algoritma Utama

Apakah pernah minum alkohol atau

PGZ
menggunakan zat-zat terlarang?
Algoritma Utama
Apakah mengalami keterlambatan
perkembangan, seperti lebih lambat belajar
dibandingkan anak seusianya dalam hal
tersenyum, duduk, berdiri, berjalan,

PERKEMBANGAN
GANGGUAN
bicara/komunikasi, membaca dan menulis?
Apakah pasien mengalami gangguan
kerkomunikasi seperti perilaku yang terbatas,
berulang?
Apakah pasien kesulitan untuk melakukan
aktivitas normal harian? (sesuai usianya)

Algoritma Utama
Apakah sulit memusatkan perhatian atau berhenti
mengerjakan tugas sebelum selesai secara berulang
untuk berpindah ke aktivitas lain ?
Apakah pasien beraktivitas secara berlebihan seperti

GANGGUAN PERILAKU
berlarian, kesulitan untuk duduk tenang, banyak bicara
atau gelisah?
Apakah pasien sering melakukan sesuatu secara tiba-
tiba tanpa berpikir lebih dahulu?
Apakah pasien menunjukan perilaku mengganggu yang
berulang dan berlanjut (seperti temper tantrum yang
tidak biasanya dan berat, perilaku kejam,
ketidakpatuhan yang menetap dan berat, mencuri)
Algoritma Utama
Apakah mempunyai masalah berat dengan
daya ingat?
Apakah orientasi pasien terhadap waktu,
tempat atau orang terganggu?

DEMENSIA
Apakah pasien mengalami perubahan emosi
seperti mudah marah, mudah kecewa atau
mudah menangis?
Apakah pasien menunjukkan gangguan
perilaku dan kesulitan menjalankan aktivitas
harian?
Tanda-Tanda PTSD
1. Merasa kembali peristiwa traumatik, muncul
dalam bentuk bayangan,mimpi buruk dan merasa
sangat menderita dan detak jantung hebat
berkeringat.
2. Menghindar pikiran, perasaan atau perbincangan
tentang traumatis. Juga menghindar orang atau
tempat yang mengingatkan traumatis, sulit
melakukan hal hal positif, merasa jauh dari
orang lain, sulit merasakan kesenangan dan
merasa kehidupan terputus
Pertanyaan Aktif

1. Apakah ada masalah kehidupan tertentu


yang sedang membebani pasien?
2. Apakah ada gangguan pada fungsi harian
pasien? ( fungsi peran, fungsi sosial dan
fungsi dasar / merawat diri )
Kapan Merujuk ?
1. Pasien menunjukkan ide / usaha bunuh diri atau risiko
membahayakan orang lain
2. Pasien mengalami disabilitas berat hingga tidak dapat
meninggalkan rumah, merawat anak, melakukan aktivitas
3. Ketika petugas puskesmas membutuhkan keahlian
spesialistik untuk konfirmasi diagnosis atau melakukan terapi
spesialistik
4. Ketika relasi D - P tiak berefek terapeutik
5. Ketika upaya yang dilakukan tidak membawa hasil optimal
6. Jika ada gangguan fisik berat atau pasien butuh obat spesifik
7. Jika pasien meminta dirujuk
Diagnosis Gangguan Jiwa ICD 10 PC
1. F00# Gangguan Mental Organik
Demensia (F00#)
Delirium (F05)
2. F10# Gangguan Penggunaan NAPZA
Gangguan penggunaan alkohol (F10)
Gangguan penggunaan zat (F11#)
Gangguan penggunaan tembakau (F17.1)
3. F20# Skizofrenia dan Gangguan Psikotik Kronik Lain
4. F23 Gangguan Psikotik Akut
5. F31 Gangguan Bipolar
6. F32# Gangguan Depresi
Diagnosis Gangguan Jiwa ICD 10 PC
7. F40# Gangguan Neurotik (ansietas)
Gangguan fobik (F40)
Gangguan panik (F41.0)
Gangguan ansietas menyeluruh (F41.1)
Gangguan campuran ansietas & depresi ( F41.2)
Gangguan obsesif kompulsif (F42)
Gangguan penyesuaian ( F43.2)
Gangguan somatoform ( F45)
8. F70 Retardasi Mental
9. F80-90# Gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja
Gangguan perkembangan pervasif (F84)
Gangguan hiperkinetik (F90)
10. G40# Epilepsi
Referensi
1. Buku Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan RI,
2011.
2. mhGAP Intervention Guide for mental, neurological and
substance use disorders in non-specialized health settings,
World Health Organization, 2010.
3. Modul Pelatihan Penatalaksanaan Masalah Kesehatan
Jiwa Bagi Tenaga Kesehatan Di Puskesmas, Kementrian
Kesehatan RI, 2013
Latihan ( 30 Menit )
1. Peserta dibagi kelompok yang terdiri 3 orang
1 orang pemeriksa
1 orang sebagai pasien
1 orang sebagai penilai
2. Wawancara dilakukan selama 10 menit
3. Pengamat menilai dengan tabel tilikan
4. Pengamat menyampaikan hasil penilai
5. Kemudian berganti peran
Korban ( D/ Depresi )
Keluhan utama sulit tidur
Ny A korban longsor Cililin sejak beberapa hari yang lalu mulai
sering mengeluh susah tidur, melamun dan menangis, tidak
ada gairah dan serta menyalahkan diri karena tidak dapat
menyelamatkan anaknya yang balita.
Roman muka murung
Penampilan kurang mengurus diri
Sikap tidak kooperatif, irritable dan marah
Perilaku hipoaktif, melamun dan kadang menagis
Afek dan emosi cemas dan depresif
Isi pikiran rasa bersalah dan ada ide bunuh diri
Korban ( D/ Cemas Stres akut )
Keluhan jantung berdebar-debar
Ny A korban longsor Cililin, rumah tempat tingganya tertimbun oleh tanah
longsoran. Sejak peristiwa itu Ny A mengeluh jantung berdebar-debar,
gemetar, cemas akan terjadi longsor kembali. Bila mendengar suara keras
panik. Malam hari tak bisa tidur terganggu mimpi buruk
Roman Muka cemas dan gelisah
Sikap Kooperatif
Penampilan Tegang dan ketakutan
Afek atau emosi Cemas dan khawatir berlebihan
Perilaku Agitasi seperti melakukan duduk kemudian
berdiri, meremas-remas saputangan atau
menggerak - gerakkan kakinya
Isi pikiran Preokupasi pada peristiwa longsor
Korban ( D/ Psikotik )
Ny A korban longsor Cililin, rumah tempat tingganya
tertimbun oleh tanah longsoran dan anaknya yang masih
balita meninggal tertimbun longsoran. Sejak peristiwa itu Ny
A sering melamun, berbicara kacau, marah-marah
mengatakan bahwa dirinya adalah turunan Nabi Muhamad
dan punya kesaktian menyembuhkan orang sakit.
Roman Bingung
Sikap Hostile atau bermusuhan
Penampilan Kacau dan tidak terurus
Afek dan emosi Irritable dan marah
Perilaku Perilaku dan bicara kacau serta hiper aktif
Isi pikiran Curiga berlebihan dan mengaku dapat
menyembuhkan orang sakit
Perhatikan kesehatan secara umum
1. Beri saran aktivitas fisik dan pemeliharaan BB yg sehat.
2. Edukasi bahaya penggunaan alkohol.
3. Hentikan penggunaan tembakau dan zat lainnya.
4. Sediakan pendidikan tentang perilaku berisiko lainnya
(contoh: seks bebas).
5. Adakan pemeriksaan kesehatan fisik secara reguler.
6. Persiapkan orang dengan perubahan perkembangan
hidup, seperti pubertas /menopause, berikan dukungan
7. Diskusikan perencanaan untuk hamil dan metode
kontrasepsi dengan perempuan di usia reproduksi.
Mh GAP Diagram Alur Pemeriksaan
Keluhan Utama

KU Fisik KU Mental-Emosional

KU Fisik Murni KU Fisik Terindikasi ME Keluhan berhubungan


dengan perasaan,
Keluhan Psikosomatik pikiran & perilaku:
Hipertensi Gangguan tidur
Rheumatoid Arthtritis Gangguan perilaku
Tirotoksikosis Gangguan emosi
Ulkus Peptikum Gangguan pikiran
Kolitis Ulserativa
Asma Bronkial
Neurodermatitis
Keluhan fisik banyak
dan berganti-ganti
Penyakit kronis

Pemeriksaan Fisik Master Chart


Pemeriksaan Status Mental
Pemeriksaan Fisik

Diagnosis Banding
DIAGNOSIS