Anda di halaman 1dari 17

Pengaruh

Logam Lain
Terhadap
Korosi Besi
1.Erika Prabawati (11)
2.Fajar Ahsani (12)
3.Fathan Nurohmah S. (13)
4.Guntur Faturachman S. (14)
5.Handhayani Sri Fatika L (15)
1.Tujuan
Mempelajari pengaruh logam Zn, Mg, Cu, dan Sn pada
korosi besi.

2.Dasar Teori
Korosi adalah degradasi logam akibat reaksi redoks dengan
suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa
yang tidak dikehendaki. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang
bersifat alamiah yang berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi
tidak dapt dikendalikan atau lajunya diperlambat sehingga memperlambat
proses perusakannya.
Dampak dari peristiwa korosi bersifat merugikan. Contoh nyata
adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi
lainnya. Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda
negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda
positif, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah
peristiwa korosi.
Korosi pada besi dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat
keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan
logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam
besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).
Alat dan Bahan
Tabung reaksi Agar-agar bubuk
Pipet tetes Larutan Fe2+ (FeSO4)
Gelas plastik Larutan Fe3+ (FeCl3)
Paku besi Larutan Zn2+ (ZnSO4)
Logam Mg Larutan K3Fe(CN)6
Logam Zn Larutan basa (NaOH)
Logam Cu Phenolptalein
Logam Sn
Langkah Kerja
A. Percobaan Pendahuluan

1. Menyiapkan 4 tabung reaksi.


2. Memasukkan masing-masing 20 tetes larutan
K3Fe(CN)6 ke dalam 3 tabung reaksi.
3. Menambahkan 5 tetes ion Fe2+ ke dalam tabung 1,
ion Fe3+ ke dalam tabung 2, dan ion Zn2+ ke dalam
tabung 3.
4. Memasukkan 20 tetes larutan basa (NaOH) ke
dalam tabung 4 dan menambahkan 5 tetes
indikator phenolptalein.
5. Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi.
B. Percobaan Pengaruh Logam Lain Terhadap
Korosi Besi

1. Menyiapkan 5 paku besi yang bersih dan


mengkilap.
2. Menyiapkan 5 gelas plastik bekas air mineral
kemudian memotong bagian alas gelas plastik
untuk dijadikan wadah paku besi.
3. Melilitkan logam magnesium pada paku besi
dengan erat dan meletakkannya pada wadah 1.
4. Melakukan langkah nomor 4 dengan
menggunakan logam lain dan meletakkannya
dalam wadah lain.
5. Membuat campuran 6 gram agar-agar, 500 ml air,
serta 15 gram NaCl dan mendidihkannya.
6. Mematikan api, kemudian menambahkan 10 ml
larutan K3Fe(CN)6 5% dan 4 ml phenolptalein.
Mendiamkannya sampai suhu kamar.
7. Menuangkan agar-agar ke dalam masing-masing
wadah hingga menutupi permukaan paku.
8. Mengamati dan mencatat data pengamatan
Data Pengamatan
Pengamatan I
No Larutan yang Dicampur Hasil Pengamatan

1 Fe2+ + K3Fe(CN)6 Berubah menjadi hijau kebiruan

2 Fe3+ + K3Fe(CN)6 Berubah menjadi hijau kekuningan

3 Zn2+ + K3Fe(CN)6 Berubah menjadi kuning kecoklatan

4 NaOH + Phenolptalein Berubah menjadi bening keunguan


Pengamatan II
Pengamatan
Setelah beberapa menit Setelah beberapa hari
Pada paku Pada logam lain Pada paku Pada logam lain

Berwarna merah muda di


Paku tanpa lilitan Terdapat warna hijau pada tepi paku - ujungnya & warna hijau -
bertambah pada tepi paku

Terdapat serat & warna agar-agar Bewarna putih dan ada Terdapat warna hijau
Magnesium Bewarna kemerahan
menjadi merah gelembung sedikit di ujungnya

Berwarna merah pada


Seng Bewarna merah pada permukaan paku Warna tetap ujung & berwarna hijau di Warna tetap
tepi
Paku yang
dililiti
Warna logam semakin
Timbul banyak gelmbung & warna hijau Berwarna hijau kebiruan Terdapat warna merah
Tembaga cerah & terdapat
pada tepi paku pada ujung paku disekitar logam
warna merah sedikit

Bewarna hijau kebiruan &


Timah Bewarna hijau kebiruan di ujung paku Warna tetap sedikit warna merah pada Warna tetap
tepi paku
Jawaban Pertanyaan
1. Dari data tabel, sebutkan mana logam yang bertindak sebagai anoda dan
katoda?
Magnesium
Anode : Mg
Katode : Fe
Nilai potensial reduksi Mg lebih kecil dibandingkan dengan Fe

Seng
Anode : Zn
Katode : Fe
Nilai potensial reduksi Zn lebih kecil dibandingkan dengan Fe

Timah
Anode : Fe
Katode : Sn
Nilai potensial reduksi Sn lebih besar dibandingkan dengan Fe.

Tembaga
Anode : Fe
Katode : Cu
Nilai potensial reduksi Cu lebih besar dibandingkan dengan Fe
2. Dengan menggunakan data E0 apakah data hasil penga-
matan tabel 2 sudah sesuai dengan yang diharapkan?
Jelaskan!

 Potensial reduksi magnesium (-2,37 V) lebih kecil (negatif) dibanding-


kan dengan besi (-0,44 V).
Sehingga paku besi dililitkan dengan magnesium akan terbentuk sel elektro-
kimia di mana magnesium akan bertindak sebagai anode yang akan me-
ngalami oksidasi dan besi akan bertindak sebagai katode yang akan me-
ngalami reduksi. Magnesium dapat melindungi besi dari korosi.

 Potensial reduksi seng (-0,76) lebih kecil terhadap besi (-0,44 V).
Sehingga ketika paku besi dililitkan dengan seng akan terbentuk sel elektro-
kimia di mana seng akan bertindak sebagai anode yang akan mengalami pe-
ristiwa oksidasi dan besi akan bertindak sebagai katode yang akan me-
ngalami reduksi. Seng dapat melindungi besi dari korosi.
 Potensial reduksi timah (-0,14 V) lebih besar dari besi (-0,44).
Ketika paku besi dililitkan dengan timah akan terbentuk sel elektro-
kimia di mana timah akan bertindak sebagai katode yang akan me-
ngalami reduksi dan besi akan bertindak sebagai anode yang akan
mengalami oksidasi. Namun timah tahan terhadap korosi, maka timah
dapat digunakan sebagai pelindung besi dari korosi selama lapisan
timah yang menutupi besi tidak rusak/tergores.

 Potensial reduksi tembaga (+0,34) lebih besar dari besi (-0,44 V).
Ketika besi dililitkan dengan tembaga akan terbentuk sel elektrokimia
di mana tembaga akan bertindak sebagai katode yang akan menga-
lami reduksi dan besi akan bertindak sebagai anode yang akan me-
ngalami oksidasi. Namun tembaga rentan korosi sehingga tembaga
tidak dapat digunakan sebagai pelindung besi.
3. Logam manakah yang dapat melindungi besi dari korosi dan logam manakah
yang dapat mempercepat korosi? dan bagaimanakah harga E0 logam itu
dibandingkan Eo besi?

Logam-logam yang dapat melindungi besi dari korosi ialah:


a.Magnesium
Magnesium dapat melindungi besi karena mempunyai potensial reduksi lebih kecil
{(-2,37 V) lebih kecil (negatif) dibandingkan dengan besi (-0,44 V)}.
Maka magnesium akan mengalami oksidasi, sedangkan besi akan lebih mudah
mengalami reduksi. Jadi, besi tidak mengalami korosi. Itu dikarenakan logam itu
tidak terlalu aktif sehingga tahan lama dan fungsi perlindungannya tetap baik.

b.Seng
Seng dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini
terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena
potensial reduksi besi lebih positif daripada seng {Potensial reduksi seng (-0,76)
lebih kecil terhadap besi (-0,44 V)}.
Maka besi yang kontak dengan seng akan membentuk sel elektrokimia dengan besi
sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan seng yang mengalami
oksidasi (berkarat).
c.Timah
Timah dapat melindungi besi dari korosi.Proses pelapisan dilakukan secara
elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat.
Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada seng {Potensial reduksi
timah (-0,14 V) lebih besar dari besi (-0,44)}, lapisan timah hanya melindungi besi
selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak,
misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi.

 Logam yang dapat mempercepat terjadinya korosi pada besi ialah tembaga.
Tembaga dapat mempercepat terjadinya korosi besi karena nilai potensial reduksi
tembaga lebih besar daripada besi {(+0,34) lebih besar dari besi (-0,44 V)}.
Jika tembaga kontak langsung dengan besi, maka akan terbentuk sel elektrokimia
dengan tembaga sebagai katode dan besi sebagai anode sehingga besi akan
mengalami oksidasi (berkarat).
4. Sebutkan dan jelaskan cara - cara pencegahan korosi besi ?
1.Pengecatan.
Jembatan, pagar, dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak dengan udara dan
air. Cat yang mengandung timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena keduanya
melindungi besi terhadap korosi.

2.Pelumuran dengan Oli atau Gemuk.


Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak
dengan air.

3.Pembalutan dengan Plastik.


Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik.
Plastik mencegah kontak dengan udara dan air.

4.Tin Plating (pelapisan dengan timah).


Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi
selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, maka timah
justru mendorong/mempercepat korosi besi.

Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu,
besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai
anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang
diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
5.Galvanisasi (pelapisan dengan Zink).
Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda
dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak
utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode.
Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang
kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode.
Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi (berkarat).
Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.

6.Cromium Plating (pelapisan dengan kromium).


Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan
pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga
dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi
perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.

7.Sacrificial Protection (pengorbanan anode).


Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat)
daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium
itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja
yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang
magnesium harus diganti.
Setelah beberapa menit :

Setelah beberapa hari :

Paku biasa Paku + Mg Paku + Zn

Paku + Cu Paku + Sn
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat ditarik kesimpulan :
Semua logam pada dasarnya mengalami korosi, namun cepat-lambatnya
suatu logam mengalami korosi tergantung pada potensial reduksinya. Makin kecil
potensial reduksi suatu logam, maka makin cepat logam tersebut mengalami reduksi.
Sebaliknya, makin tinggi potensial reduksi suatu logam, maka makin sukar suatu
logam mengalami korosi.

Logam yang dapat melindungi besi (dalam hal ini paku) agar tidak cepat
korosi ialah Magnesium (Mg) dan Seng (Zn), karena potensial elektrodanya lebih
kecil dari besi

Logam yang dapat mempercepat korosi besi ialah timah (Sn) dan tembaga
(Cu) karena potensial elektrodanya lebih besar dari besi.