Anda di halaman 1dari 22

MATA KULIAH

HIDROLOGI TERAPAN

MATERI : PENENTUAN HUJAN


MAKSIMUM BOLEH JADI
(PMP)
Dengan Metode Hersfield

1
Umum :
• Bangunan pelimpah pada bendungan besar didesain untuk
melimpahkan banjir maksimum bolehjadi (BMBJ) dengan
aman.
• Oleh karena itu, dibutuhkan perkiraan besarnya BMBJ atau
lebih dikenal dengan PMF (Probable Maximum Flood) yang
melewatinya.
• Besaran BMBJ diestimasi dengan metode hubungan hujan-
limpasan dengan hujan yang digunakan adalah hujan
maksimum bolehjadi (HMBJ) yang lebih dikenal dengan nama
PMP (Probable Maximum Precipitation)
Standar
SNI 03-3432-1994 : Tata cara penetapan banjir desain
dan kapasitas pelimpah untuk bendungan.

Pengertian
• Curah hujan maksimum bolehjadi (HMBJ) atau CMB
atau PMP (Probable Maximum Precipitation) adalah
Curah hujan terbesar dengan durasi tertentu yang
secara fisik dimungkinkan terjadi pada suatu Pos
atau DPS
• Secara Umum besar CMB berkisar antara 2 sampai 6
kali hujan kala ulang 100 tahun
• Data yang diperlukan adalah data hujan harian
maksimum tahunan > 30 tahun
Persyaratan data yang digunakan :
Persyaratan data sebagai berikut :
a. data sebaiknya berurutan. Jika memungkinkan dilakukan
upaya pengisian data;
b. data harus layak dan dapat dipertanggung-jawabkan;
c. data harus memenuhi kriteria statistik, yaitu :
ketidaktergantungan, keseragaman, dan stasionaritas.
• Ketidaktergantungan adalah tidak ada satu pun data di dalam seri data
yang saling mempengaruhi.
• Keseragaman adalah semua elemen dari keseluruhan seri data dalam
satu pos berasal dari satu populasi.
• Stasionaritas adalah tidak ada kecendrungan naik atau turun, tidak
ada loncatan, tidak terbentuk suatu pola.

Untuk memenuhi persyaratan di atas maka dilakukan


penyaringan data secara manual dan statistik .
Penyaringan Data :
A. Penyaringan data secara manual
1. Simbol data
a) ta, artinya tidak ada data,
b) 999, artinya tidak ada data,
c) 0, artinya tidak terjadi hujan, dan
d) -, artinya tidak ada data.
2. Data
a) Data hujan <20 mm tidak digunakan pada penghitungan ini.
b) Data hujan >= 400 mm diperiksa terhadap hujan harian sebelum dan
sesudahnya

B. Penyaringan data secara statistik


Pengujian ini terdiri dari 3 rangkaian uji yaitu :
a) Uji Wald-Wolfowitz untuk pemeriksaan ketidaktergantungan;
b) Uji Mann Whitney untuk pemeriksaan keseragaman;
c) Uji Grubbs & Beck untuk pendeteksian outlier.
Tata cara Perhitungan :
Metode Hershfield (1961, 1986) merupakan prosedur statistik yang
digunakan untuk memperkirakan nilai hujan maksimum bolehjadi.

Metode ini digunakan untuk kondisi dimana data meteorologi sangat kurang
atau perlu perkiraan secara cepat.

Hershfield mengembangkan rumus frekuensi Chow :


Lanjutan :
Faktor Pengali :
a. Setelah dilakukan penghitungan hujan maksimum
bolehjadi menggunakan persamaan hasil tersebut harus
dikalikan 1,13 (faktor pengali untuk durasi hujan 24 jam
atau lebih) agar dapat menghasilkan atau mendekati
hasil yang didapat dari hujan maksimum yang
sebenarnya.
b. Besaran 1,13 didasarkan pada penelitian dari ribuan pos
hujan untuk hujan durasi 24 jam yang berasal dari
pengukuran durasi tunggal, yaitu durasi 24 jam.
c. Faktor pengali ini tidak berlaku untuk hujan 24 jam yang
berasal dari pengukuran durasi lebih kecil misal 1 jam
atau 6 jam.
Gambar 2. Menentukan Harga Km
Gambar 3. Faktor penyesuaian rata-rata terhadap
pengamatan maksimum
Gambar 4 Faktor penyesuaian simpangan baku
terhadap pengamatan maksimum
Gambar 5 Faktor penyesuaian rata-rata dan simpangan baku
terhadap panjang pengamatan data
BAGAN ALIR :

Selesai
CONTOH PERHITUNGAN: