Anda di halaman 1dari 16

Program kesehatan KECAMATAN

JATILAWANG
A. Visi Puskesmas BLUD Jatilawang (Perbup Banyumas No.89 Tahun 2014)
“ Pelayanan Kesehatan Dasar Paripurna Menuju Masyarakat Sehat
Mandiri“

B. Misi Puskesmas Jatilawang


1. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat;
2. Meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan;
3. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia;
4. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral;
5. Meningkatkan tertib administrasi dan keuangan;
C. Kedudukan, Fungsi dan Tugas Puskesmas
 Puskesmas berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis pada
Dinas Kesehatan yang merupakan pelaksana teknis
operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang sesuai dengan
wilayah kerjanya.
 Puskesmas mempunyai fungsi sebagai penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan sebagai pusat pelayanan kesehatan perorangan
dan masyarakat strata pertama.
 Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan
teknis penunjang Dinas Kesehatan dalam pelayanan kesehatan
kepada masyarakat secara paripurna di wilayah kerjanya.
D. Program Kerja Puskesmas
1. Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
- Promosi Kesehatan
- Survailans
- Imunisasi
- TB Kusta
- ISPA dan Pneumonia
- Diare
- Kesehatan Haji
- kesehatan Lingkungan
- UKS
- Kesehatan Lansia
- Perkesmas
- IMS (Infeksi Menular Seksual)
2. Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
- Pelayanan Pemeriksaan Umum
- Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
- Pelayanan gawat Darurat
- Pelayanan Rawat Inap
- Pelayanan KIA-KB & PONED
- Pelayanan Penunjang
- Farmasi
- Laboratorium
- Klinik Konsultasi Gizi
- Klinik Sanitasi
- Puskesmas Pembantu
- PKD
PROFIL PUSKESMAS JATILAWANG
 Puskesmas Rawat Inap dengan 16 tempat tidur Memiliki 11 desa
binaan
 Luas wilayah = 48,16 KM²

 Jumlah penduduk = 70.857 jiwa


- Laki-laki = 35.587 jiwa ( 50,22 % )
- Perempuan = 35.270 jiwa ( 49,77 % )
 Jumlah KK = 16.333 KK
Gambaran
Kesehatan Ibu dan Anak

AKI KEMATIAN BAYI


Puskesmas Jatilawang Puskesmas Jatilawang
3 25
3 25 23

2.5
20
2 2013 2013
2 15
2014 15 2014
1.5 2015 2015
1 1 1 8
2016 10 2016
1
2017 2017
5
0.5
0
0 0
AKI KEMATIAN BAYI
E. Sumber Daya Puskesmas
1. Sarana dan Prasarana
- Puskesmas Pembantu : 2
- PKD : 17
- Posyandu : 95

2. Sumber Dana
- BLUD
- BOK

3. Ketenegaan
- Dokter Umum : 3 - Sanitarian : 2
- Dokter Gigi : 1 - Promkes : 2
- Perawat Umum : 13 - Analis Kesehatan : 1
- Perawat Gigi : 1 - Tenaga Non Kesehatan : 18
- Bidan : 23
- Apoteker : 1
- Asisten Apoteker : 1
- Gizi : 1
Angka pertolongan Persalinan di
Puskesmas Jatilawang
2016 s.d Sep 2017

550 550

435

340

Persalinan Rujukan
Persalinan VS Rujukan
Tahun 2017
45
45 42
38 39 38 3939
40 36 44 45 41
35
35 32 33
40 30
30 28
26
25
20 Persalinan
15 Rujukan
10
5
0
PROGRAM EMAS DI PUSKESMAS
JATILAWANG
1. INPUT
SDM :
 Memberdayakan fungsi dokter
umum dalam pelayanan
PONED dan deteksi dini faktor
resiko bumil
 Sosialisasi visi untuk mencapai
kesepahaman dan kebulatan
tekad semua BIDAN untuk
meningkatkan persalinan di
Puskesmas dengan dukungan
seluruh karyawan puskesmas
 Tercapai komitmen seluruh
karyawan puskesmas untuk
menurunkan angka kematian ibu
bersalin dan bayi
INPUT
RUANG VK dan NIFAS :
 Ruang NIFAS dan VK baru sesuai SBMR
(Standart Base Management and
Recognition “Menggapai mimpi”
TIM EMERGENCY :
 Meningkatkan kinerja Tim Emergency
Standby 24 jam
 Melengkapi sarana dan prasarana
EMERGENSI (Troli emergensi, Obat/
Alat, Ambulan)
 Melakukan Briefing petugas antar shift jaga
(Pelaksanaan POGC : Komunikasi-
Pengorganisasian Tempat Kerja-Privasi-
Pencegahan Infeksi-Dokumentasi, Monev
Indikator Dashboard & pembelajaran kasus
setiap shift jaga
ALAT :
 Realisasi usulan pengadaan infant incubator,
tabung oksigen +regulator,partus set,gyn
bed dan bed pasien
INPUT
SOP :
 Melengkapi SOP dan algoritma
emergensi (PEB/eklamsia dan
syok hipovelemik,HPP)
,melakukan sosialisasi & evaluasi
pelaksanaannya
 Menyusun SPO / pedoman
rujukan Neonatus sakit ke RS
dengan : BL < 2500 gram,
Sianosis/ Sulit bernafas, dan
Hipotonia
 Konsultasi dengan SPOG dan
SPA dalam penyusunan SOP
TRANSPORTASI :
 Mengusulkan ambulan tambahan
2. PROSES
PRIVASI:
 Melengkapi ruang VK dan Nifas
dengan tirai tambahan
PENGORGANISASIAN TEMPAT
KERJA:
 Menyempurnakan tata letak troli
emergency dan bed agar lebih efisien
DOKUMENTASI :
 Memperbaiki dan melengkapi
dokumentasi rujukan emergensi ibu
hamil/ bersalin/ post partum ke RS
 Memperbaiki dan melengkapi
dokumen rujukan emergensi neonatus
ke RS
 Melakukan pengkajian kasus rujukan
emergensi maternal dan neonatal 1 kali
dalam 1 minggu
 Memperbaiki sistem
pendokumentasian Asuhan Kebidanan
sesuai sistem SOAP
PROSES
PENERAPAN POGC :
 Melaksanakan Supervisi Fasilitatif
oleh Bikor secara kontinyu ke
Bidan Desa untuk menilai proses
yang sudah berjalan
UPDATE KLINIS :
 Membuat catatan yang berisi jadwal
latihan/ demo klinik secara rutin
(SYOK, HPP, MAK III, Eklampsia
dan Recuscitasi Neonatus) Beserta
daftar hadir peserta
EVALUASI PELAYANAN :
 Penyusunan dan sosialisasi
Maklumat Pelayanan Puskesmas
SOSIALISASI dan PRAKTEK SIJARI
EMAS DAN SIGAPKU
3. OUTPUT
 Penyempurnaan SBMR dan Dashboard
sebagai bagian upaya monitor dan evaluasi
terhadap indikator mutu pelayanan
 Penilaian ketrampilan bidan tentang
manajemen HPP, MAK III, Eklampsia,
Resuscitasi Neonatus, IMD dan PMK setiap
Triwulan TERIMAKASIH
 GSI tingkat kecamatan : Menginventarisasi
dan membuat mapping calon donor darah
dari tiap desa
 Menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
menjalani persalinan di Fasilitas Kesehatan
 Pelaksanaan sistem rujukan pada kegawatan
Maternal dan Neonatal sesuai dengan
Maklumat Pelayanan