Anda di halaman 1dari 42

VERTIGO PERIFER

Oleh : RAHMANIA, S.Ked

Dosen pembimbing : dr. ALFINDRA TAMIN, Sp.S


BAB I PENDAHULUAN

• bahasa latin = vertere, yang berarti

memutar.

• Vertigo ditemukan dalam bentuk

rasa berputar - putar atau rasa

bergerak dari lingkungan

sekitar (vertigo sirkuler) /

keluhan berupa rasa didorong


54% kasus vertigo
Wanita : Pria = 2:1

88% episode
rekuren

Studi terbaru di Skotlandia, populasi anak


sekolah dilaporkan 15% paling tidak pernah
merasakan sekali serangan dalam periode satu
tahun
BAB II STATUS PASIEN
Identitas Pasien
• Nama : Nn. S
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Usia : 18 tahun
• Alamat : Kota Baru
• Status Perkawinan : Sudah menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : IRT
• Pendidikan : SMA
• Suku Bangsa : WNI
• Tanggal Masuk RS : 5 Februari2018
• Ruang Perawatan : Bangsal Neurologi
Anamnesis (Sabtu, 10 Februari 2018)
Keluhan Utama : Pusing berputar
Riwayat Penyakit Sekarang
Lokasi : Sistem Vestibular
Onset : Mendadak
Kualitas : Mengganggu aktivitas
Kronologis :
• Nn S, berusia 18 tahun, datang ke IGD Raden Mattaher dengan
keluhan:
• Pasien datang dengan keluhan pusing berputar. Pusing berputar
dirasakan mendadak sejak satu minggu SMRS. Pusing berputar
berlangsung 15-30 menit dan kemudian hilang. Pusing berputar
dirasakan semakin memberat saat pasien melakukan perubahan
posisi tiba-tiba, seperti saat berdiri setelah duduk, memutarkan
kepalanya kekanan dan membuka matanya, serta pusing dirasakan
mereda saat pasien berbaring dan memejamkan kedua matanya.
Keringat dingin (-).
• Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah telinga kanan nya terasa
berdenging dan penuh tetapi tidak ada keluar cairan. Pasien
merasakan mual dan muntah >5x SMRS. Penglihatan kabur (-)
Kesemutan (-) demam (-) Kejang (-) pandangan ganda (-) riwayat
trauma kepala (-).
Riwayat Penyakit Dahulu

• Tidak pernah merasakan keluhan seperti ini sebelumnya

• Riwayat trauma (-)

• Riwayat alergi obat-obatan, makanan ataupun debu


disangkal

• Riwayat Diabetes Melitus disangkal

• Riwayat hipertensi disangkal

• Riwayat Operasi disangkal


Riwayat Pengobatan

Pasien belum pernah berobat untuk keluhan ini.

Riwayat Penyakit Keluarga

Di keluarga pasien tidak ada yang mengalami hal serupa,


riwayat hipertensi (-), Riwayat diabetes melitus (-).

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien seorang seorang ibu rumah tangga akhir,


perekonomian menengah kebawah.
Pemeriksaan Fisik (Kamis, 18 Januari 2018)

Keadaan Umum

– Kesadaran : Compos Mentis

– Kesan Sakit : Tampak Sakit Ringan

– Kesan Gizi : Gizi cukup

Tanda Vital

– Tekanan Darah : 110/70 mmHg

– Nadi : 86 kali/ menit

– Respirasi : 20kali/ menit, pernapasan reguler

– Suhu : 36,6°C

– BMI : 50kg/ 1,552 m2= 21kg/m2

– Status Gizi : Normoweight


Status Generalis

• Kepala : Normocephal

Mata : Edema palpebra (-/-), conjungtiva anemis (-/-),


sklera ikterik (-/-), pupil bulat, isokor,  ± 3 mm/± 3 mm, refleks cahaya
(+)/(+), katarak -/-

THT : Dalam batas normal

Mulut : Bibir sianosis (-), mukosa kering (-), lidah


hiperemis (-), T1-T1, faring hiperemis (-).

Leher : pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)


Thorax

• Jantung:

Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS V

Perkusi : Batas jantung dalam batas normal

Auskultasi : BJ I dan BJ II regular, gallop (-), murmur (-)

• Paru:

Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris kanan dan kiri

Palpasi : Massa (-), Nyeri tekan (-), krepitasi (-), fremitus taktil sama
kanan dan kiri

Perkusi : Vocal fremitus sama kiri dan kanan, Sonor +/+

Auskultasi : Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)


Abdomen

• Inspeksi : Tampak datar, Distensi (-), masa (-).

• Palpasi : Soepel, nyeri tekan epigastrium (+), undulasi (-),


shifting dullness (-), hepar dan lien tidak teraba

• Perkusi : Timpani (+)

• Auskultasi : Bising usus (+) N

Alat kelamin

Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas

Akral hangat, edema (-)/(-), sianosis (-)/(-)


Status Neurologis

Kesadaran Kualitatif : Compos Mentis

Kesadaran Kuantitatif (GCS) : E4 V5 M6

Tanda Rangsang meningeal :

– Kaku kuduk :-

– Brudzinsky 1 :-

– Brudzinsky 2 : -|-

– Brudzinsky 3 : -|-

– Brudzinsky 4 : -|-

– Laseque : >700 / >700

– Kernig : >1350 / >1350


Pemeriksaan N.Cranialis
(+)
DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja: Diagnosis Neurologi
• Diagnosis Klinis : Pusing Berputar
• Diagnosis Topis : Sistem Vestibuler
• Diagnosis Etiologi : Vertigo Vestibuler Perifer

Diagnosis Banding :
• Meniere disease
• Benign Paroxysmal Position Vertigo
• Neuritis vestibuler
• Vertigo Central
TATALAKSANA

• Non Medikamentosa :

-Edukasi pasien untuk bangun dari tempat tidur secara perlahan-lahan.

-Memberitahu pasien tentang latihan Brandt-Daroff untuk latihan di rumah


agar pasien terbiasa dengan beberapa posisi sehingga tidak muncul keluhan
pusing berputar saat berpindah posisi.
• Medikamentosa

– IVFD Nacl 0,9% 20 tpm

– Betahistine 3x6mg

– Flunarizin 2x25mg

– Vitamin B Complex 2x1tablet


• PROGNOSIS

Quo Ad Vitam : Dubia ad Bonam.

Quo Ad Sanationam : Dubia ad Bonam.

Quo Ad Functionam : Dubia Ad Bonam.


BAB III TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI DAN

FISIOLOGI KESEIMBANGAN

• Reseptor organ keseimbangan :

Reseptor mekanik di vestibulum

Reseptor cahaya diretina

Reseptor propioseptif di otot, tendon dan


sendi
• Pusat-pusat keseimbangan

Nucleus Vestibularis
• Saraf Aferen
Serebellum (flokulonodularis)
N. Vestibularis
Korteks cerebri (lobus temporalis)
N. Optikus

N. Spinovestibuloserebralis
VERTIGO
• Definisi

Vertigo adalah presepsi yang salah dari gerakan seseorang atau lingkungan
sekitarnya.

• Klasifikasi

VERTIGO PERIFER

VERTIGO

VERTIGO SENTRAL
Patofisiologi Vertigo
VERTIGO
Penyebab Vertigo Perifer

• Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

-Penyebab utama vertigo. Onsetnya lebih sering terjadi pada usia rata-
rata 51 tahun. 5

-Disebabkan oleh pergerakan otolit dalan kanalis semisirkularis


pada telinga dalam. Pergerakan dari otolit distimulasi oleh perubahan
posisi dan menimbulkan manifestasi klinik vertigo dan nistagmus.

-Biasanya idiopatik tapi dapat juga diikuti trauma kepala, infeksi


kronik telinga, operasi dan neuritis vestibular sebelumny, meskipun
gejala tidak terjadi bertahun-tahun setelah episode.
• Ménière’s disease
Tanda: vertigo yang intermiten diikuti dengan keluhan pendengaran .
berupa tinnitus (nada rendah),dan tuli sensoris pada fluktuasi frekuensi
yang rendah, dan sensasi penuh pada telinga.

• Vestibular Neuritis
Vestibular neuritis ditandai dengan vertigo, mual, ataxia, dan
nistagmus. Hal ini berhubungan dengan infeksi virus pada nervus
vestibularis. Labirintis terjadi dengan komplek gejala yang sama
disertai dengan tinnitus atau penurunan pendengaran. Keduanya terjadi
pada sekitar 15% kasus vertigo otologik.
• Gejala Klinis
Lamanya vertigo berlangsung :
Episode (serangan) vertigo yang berlangsung beberapa detik

Paling sering disebabkan oleh vertigo posisional benigna. Dapat dicetuskan

oleh perubahan posisi kepala. Berlangsung beberapa detik dan kemudian

mereda. Paling sering penyebabnya idiopatik (tidak diketahui), namun dapat

juga diakibatkan oleh trauma di kepala, pembedahan di telinga atau oleh

neuronitis vestibular. Prognosis umumnya baik, gejala menghilang secara

spontan.

Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam

Dapat dijumpai pada penyakit meniere atau vestibulopati berulang. Penyakit


meniere mempunyai trias gejala yaitu ketajaman pendengaran menurun (tuli),
vertigo dan tinitus.
.
Serangan vertigo yang berlangsung beberapa hari
sampai beberapa minggu
Neuronitis vestibular merupakan kelainan yang sering
datang ke unit darurat. Pada penyakit ini, mulainya
vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya
ialah mendadak, dan gejala ini dapat berlangsung
beberapa hari sampai beberapa minggu. Fungsi
pendengaran tidak terganggu pada neuronitis vestibular.
Pada pemeriksaan fisik mungkin dijumpai nistagmus
• Faktor Pencetus

Faktor pencetus dan dapat mempersempit diagnosis banding pada vertigo vestibular

perifer.

o hanya ketika perubahan posisi, penyebab yag paling mungkin adalah BPPV.

o Infeksi virus pada saluran pernapasan atas kemungkinan acute vestibular neutritis

atau acute labyrhinti.

o Faktor yang mencetuskan migraine dapat menyebabkan vertigo jika pasien vertigo

bersamaan dengan migraine.

o Fistula perimfatik dapat disebabkn oleh trauma baik langsung ataupun

barotraumas, mengejan. Bersin atau gerakan yang mengakibatkan telinga ke bawah

akan memprovokasi vertigo pada pasien dengan fistula perilimfatik.

o Adanya fenomena Tullio’s (nistagmus dan vertigo yang disebabkan suara bising

pada frekuensi tertentu) mengarah kepada penyebab perifer.


Pemeriksaan Fisik

• pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus, tuli


sensorineural, nistagmus.

GAIT TEST PAST POINTING


TEST

ROMBERG’S TEST JALAN


SIGN ROMBERG TEST FUKUDA TEST TANDEM
DIPERTAJAM

PEMERIKSAAN
NISTAGMUS
Pemeriksaan Penunjang
• Tes audiometri : untuk indikasi gangguan pendengaran.
• Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab yang
jelas.
• Pemeriksaan laboratorium : pemeriksaan elekrolit, gula darah,
fungsi thyroid Untuk menentukan etiologi vertigo.
• Pemeriksaan radiologi: Pasien memiliki tanda dan gejala
neurologis, ada faktor resiko untuk terjadinya CVA, tuli
unilateral yang progresif.
• MRI kepala mengevaluasi struktur dan integritas batang otak,
cerebellum, dan periventrikular white matter, dan kompleks
nervus VIII
• Terapi
Antihistamin
o Penghambat reseptor histamin-1 (H-1 blocker) saat ini merupakan
antivertigo yang paling banyak diresepkan untuk kasus vertigo,dan
termasuk di antaranya adalah difenhidramin, siklizin, dimenhidrinat,
meklozin, dan prometazin.
o Antihistamin mempunyai efek supresi pada pusat muntah sehingga dapat
mengurangi mual dan muntah karena motion sickness
o Efek sedasi merupakan efek samping utama dari pemberian penghambat
histamin-1
o Obat ini biasanya diberikan per oral, dengan lama kerja bervariasi mulai
dari 4 jam (misalnya, siklizin) sampai 12 jam (misalnya, meklozin).
Histaminergik
o Obat kelas ini diwakili oleh betahistin yang digunakan sebagai
antivertigo di beberapa negara Eropa, tetapi tidak di Amerika.
o Betahistin sendiri merupakan prekrusor histamin.
o Efek antivertigo betahistin diperkirakan berasal dari efek
vasodilatasi, perbaikan aliran darah pada mikrosirkulasi di
daerah telinga tengah dan sistem vestibuler.
o Pada pemberian per oral, betahistin diserap dengan baik, dengan
kadar puncak tercapai dalam waktu sekitar 4 jam.
o efek samping relatif jarang, termasuk di antaranya keluhan nyeri
kepala dan mual.
Antidopaminergik

• Digunakan untuk mengontrol keluhan mual pada pasien dengan gejala


mirip-vertigo.

• Sebagian besar antidopaminergik merupakan neuroleptik.

• Efek antidopaminergik pada vestibuler tidak diketahui dengan pasti, tetapi


diperkirakan bahwa antikolinergik dan antihistaminik (H1) berpengaruh
pada sistem vestibuler perifer.

• Lama kerja neuroleptik ini bervariasi mulai dari 4 sampai 12 jam.


Beberapa antagonis dopamin digunakan sebagai antiemetik, seperti
domperidon dan metoklopramid.

• Efek samping dari antagonis dopamin ini terutama adalah hipotensi


ortostatik, somnolen, serta beberapa keluhan yang berhubungan dengan
gejala ekstrapiramidal, seperti diskinesia tardif, parkinsonisme, distonia
akut, dan sebagainya.
Antagonis Kalsium
• Menghambat kanal kalsium di dalam sistem vestibuler, sehingga akan
mengurangi jumlah ion kalsium intrasel.
• Penghambat kanal kalsium ini berfungsi sebagai supresan vestibuler.
• Flunarizin dan sinarizin merupakan penghambat kanal kalsium yang
diindikasikan untuk penatalaksanaan vertigo; kedua obat ini juga
digunakan sebagai obat migren.
• Selain sebagai penghambat kanal kalsium, ternyata flunarizin dan
sinarizin mempunyai efek sedatif, antidopaminergik, serta
antihistamin-1. Flunarizin dan sinarizin dikonsumsi per oral.
• Flunarizin mempunyai waktu paruh yang panjang, dengan kadar
mantap tercapai setelah 2 bulan, tetapi kadar obat dalam darah masih
dapat terdeteksi dalam waktu 2-4 bulan
Terapi Rehabilitasi Vestibular

Manuver
Manuver Epley Latihan Brandt-Daroff
Semont
Analisa Kasus
Hal ini sesuai dengan teori tentang
• Ny. S seorang wanita berusia vertigo perifer dimana dari keluhan
18 tahun datang dengan
keluhan pusing berputar pasien mengatakan pusing berputar
yang mendadak sejak satu yang timbul secara mendadak,
minggu SMRS. Pusing dipengaruhi oleh perubahan posisi
berputar berlangsung 15-30 kepala.
menit dan kemudian hilang.
• Pusing berputar dirasakan Hal ini dikarekan kemungkinan
semakin berat saat pasien
merubah posisi kepala dan adanya otolit yang bergerak
membuka matanya dan mengenai endolimfe pada system
pusing dirasakan mereda vestibular. Pasien juga tidak
saat pasien berbaring dan mengeluhkan adanya rasa
memejamkan kedua melayang dan mangembang untuk
matanya. Rasa melayang (-)
menyingkirkan vertigo yang
bersifat sentral/ non vestibuler
Analisa Kasus Hal ini juga sesuai dengan teori
• Keluhan lain yang dirasakan tentang gejala menier’s disease yang
pasien adalah telinga kanan merupakan bagian dari vertigo
terasa berdenging dan terasa perifer, gejalanya yaitu: 1). Vertigo :
penuh tetapi tidak ada keluar
2). Pendengaran menurun: 3). Tinitus
cairan
4). Rasa penuh di dalam telinga.

• Test Romberg (+) pada saat Hal ini sesuai dengan teori
mata tertutup pasien jatuh
menunjukan adanya kelainan pada
ke satu sisi , Test Romberg
Dipertajam (+) , Test Jalan perifer
Tandem (+) pasien dapat
berjalan setelah itu deviasi ke
sisi kanan, Test Fukuda (+)
pada langkah ke 20 deviasi
sisi kanan, dan Test Past
Pointing (-). .
• Terapi diberikan IVFD Nacl 0,9% 20 tpm,
• Betahistine 3x6mg, Efek antivertigo betahistin
diperkirakan berasal dari efek vasodilatasi,
perbaikan aliran darah pada mikrosirkulasi di
daerah telinga tengah dan sistem vestibuler.
• Flunarizin 2x25mg, merupakan penghambat
kanal kalsium yang diindikasikan untuk
penatalaksanaan vertigo serta mempunyai efek
sedatif, antidopaminergik, serta antihistamin-1
mempunyai efek supresi pada pusat muntah .
• Vitamin B Complex 2x1tablet. Bertujuan untuk
melindungi dan meregenerasi sel saraf.