Anda di halaman 1dari 66

CASE SKIZOFRENIA

REPORT
SESSION PARANOID
Atika Shalhi 1110311003
Marsya Rimadona 1740312093

PRESEPTOR:
dr. Heryezi Tahir, Sp.KJ

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


PENDAHULUAN

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


Latar Belakang
WHO : 10 penyakit yang 7 per 1000 dari populasi
berkontribusi terhadap orang dewasa, usia 15 - 35
beban penyakit global. tahun

Riskesdas 2013 dan


2013 : 450 juta orang dikombinasikan dengan
menderita gangguan data Pusdatin, gangguan
neuropsikiatri, termasuk mental berat (Skizofrenia) :
skizofrenia 0,17% atau secara absolut
sebanyak 400 ribu jiwa
Batasan Masalah
• Membahas tentang manifestasi klinis dan diagnosis
Skizofrenia Paranoid
Tujuan Penulisan
• Menambah pengetahuan dan pembaca mengenai
Skizofrenia Paranoid
Metode Penulisan
• Tinjauan pustaka dengan merujuk ke berbagai sumber dan
literatur
TINJAUAN PUSTAKA

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


Definisi

• Gangguan psikotik yang ditandai


dengan gangguan utama dalam pikiran,
emosi, dan perilaku, pikiran yang
terganggu, dimana berbagai pemikiran
Skizofrenia tidak saling berhubungan secara logis,
persepsi dan perhatian yang keliru, afek
yang datar atau tidak sesuai, dan
berbagai gangguan aktifitas motorik
yang bizzare (perilaku aneh).
Gejala skizofrenia (Bleuler)

1.Gejala – gejala primer:

Gejala – gejala sekunder:


a.Gangguan proses berpikir
b.Gangguan emosi
a.waham
c.Gangguan kemauan
b.halusinasi
d.Autisme
c.gejala katatonik atau gangguan
psikomotor yang lain
Jenis-jenis Skizofrenia

Skizofrenia Skizofrenia a.Skizofrenia


paranoid katatonik residual

Skizofrenia Skizofrenia
herbefrenik simplex
Pedoman Diagnostik

• Berikut ini merupakan pedoman diagnostik untuk


Skizofrenia berdasarkan PPDGJ-III :6
• Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat
jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-
gejala itu kurang tajam atau kurang jelas) :
• Thought echo : isi pikiran diri sendiri yang berulang atau
bergema dalam kepalanya(tidakkeras), dan isi pikiran
ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya
berbeda atau-
• Thought insertion or withdrawal : isi pikiran yang asing
dari luar masuk ke dalampikirannya(insertion) atau isi
pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya
Pedoman Diagnostik

• Thought roadcasting : isi pikirannya tersiar keluar sehingga


orang lain atau umum mengetahuinya

• b. Delusion of control : waham tentang dirinya


dikendalikan
• oleh suatu kekuatan tertentu dariluar; atau-

• Delusion of influence : waham tentang dirinya


dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dariluar; atau-

• Delusion of passivity : waham tentang dirinya tidak


berdaya dan pasrah terhadapsesuatukekuatan dari luar.-
Pedoman Diagnostik

• c. Halusinasi auditorik:
 Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap
perilaku pasien,
 Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara
berbagai suara yang berbicara).
 Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagi tubuh

• d.Waham - waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya


setempat dianggap tidak wajardan sesuatu yang mustahil, misalnya
perihal keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dam
kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan
cuaca, ataukomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain).
Pedoman Diagnostik

•Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada
secara jelas:
•e. Halusinasi yang menetap dari panca-indera apa saja, apabila
•disertai baik oleh waham yangmengambang maupun
setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas,
ataupun disertaiide-ide berlebihan (over- valued ideas) yang
menetap, atau apabila terjadi setiap hari selamaberminggu-
minggu atau berbulan-bulan terus berulang.

• f. Arus pikiran yang terputus (break) atau mengalami sisipan


• (interpolation), yang berakibatinkoherensi atau pembicaraan
• yang tidak relevan, atau neologisme;
Pedoman Diagnostik

•g. Perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh gelisah (excitement),


posisi tubuh tertentu (posturing), atau fleksibilitas cerea,
negativisme, mutisme, dan stupor;

• h. Gejala-gejala "negatif", seperti sikap sangat apatis, bicara yang


jarang, dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar,
• biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari
pergaulansosial dan menurunnya kinerja sosial; tetapi harus jelas
bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau
medikasi neuroleptika;
Pedoman Diagnostik

• - Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah


berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau
lebih.

• - Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan


bermakna dalam mutu keseluruhan (overallquality)
dari beberapa aspek kehidupan perilaku pribadi
(personal behaviour),bermanifestasi sebagai
hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat
sesuatu, sikap larut dalam diri sendir (self absorbed
atitude), dan penarikan diri secara sosial.
Pedoman Diagnostik
Skizofrenia Paranoid

•Berikut ini merupakan pedoman diagnostik untuk Skizofrenia


paranoid berdasarkan PPDGJ-III :
Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia.

Sebagai tambahan :
Halusinasi dan/atau waham harus menonjol;
•Suara-suara halusinasi yang mengncam pasien atau memberi
perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa
bunyi pluit (whistling), mendengung (humming), atau bunyi tawa
(laughing);

•Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat


seksual, atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin
ada tapi jarang menonjol;
Pedoman Diagnostik

• c.Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham


dikendalikan (delusion of influence) atau passivity (delusion of
passivity), dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam,
adalah yang paling khas.

• - Gangguan afetktif, dorongan kehendak dan pembicaraan,


serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata/ tidak menonjol.
Penatalaksanaan Skizofrenia

• A. Farmakoterapi
•Contoh obat antipsikotik antara lain:5
•1. Haldol (Haloperidol)
•2. Mellaril (thioridazine)
•3. Navane (thiothixene)
•4. Prolixin (fluphenazine)
•5. Stelazine (trifluoperazine)
•6. Thorazine (chlorpromazine)
•7. Trilafon (perphenazine)

•B. Psikoterapi dan Psikoedukasi.



• C. ECT (Electroconvulsive therapy)
TERIMAKASIH

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas