Anda di halaman 1dari 24

ar Pemilih Tambahan

b)
Keputusan Komisi Pemilihan Umum
Nomor 227 Tahun 2019

TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH KHUSUS (DPK),


DAFTAR PEMILIH TAMBAHAN (DPTb), DAN PERBAIKAN DAFTAR PEMILIH TETAP
(DPT) DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM 2019.
Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
2. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan
Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum
3. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan
Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 Tahun 2018 tentang
Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Pemilih
Umum
4. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 32 Tahun 2018 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019
TAHAPAN JADWAL DAN TAHAPAN KEGIATAN
JADWAL
No PROGRAM /KEGIATAN
AWAL AKHIR
A. Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) 16 Desember 2018 18 Maret 2019
1 Tahap Pertama 16 Desember 2018 20 Pebruari 2019

1.1 Penyusunan DPTb oleh PPS 16 Desember 2018 15 Pebruari 2019

1.2 Rekapitulasi DPTb oleh PPK 15 Pebruari 2019 17 Pebruari 2019

1.3 Rekapitulasi dan Penetapan DPTb oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota 16 Pebruari 2019 18 Pebruari 2019

1.4 Rekapitulasi DPTb oleh KPU Provinsi/KIP Aceh 18 Pebruari 2019 19 Pebruari 2019

1.5 Rekapitulasi DPTb di KPU RI 19 Pebruari 2019 20 Pebruari 2019


TAHAPAN JADWAL DAN TAHAPAN KEGIATAN
JADWAL
No PROGRAM /KEGIATAN
AWAL AKHIR
2 Tahap Kedua 17 Pebruari 2018 18 Maret 2019

2.1 Penyusunan DPTb oleh PPS 17 Pebruari 2018 3 Maret 2019

2.2 Rekapitulasi DPTb oleh PPK 4 Maret 2019 9 Maret 2019

2.3 Rekapitulasi dan Penetapan DPTb oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota 10 Maret 2019 12 Maret 2019

2.4 Rekapitulasi DPTb oleh KPU Provinsi/KIP Aceh 13 Maret 2019 14 Maret 2019

2.5 Rekapitulasi DPTb di KPU RI 15 Maret 2019 16 Maret 2019

2.6 Penyusunan dan pendistribusian DPTb ke PPS dan KPPS 17 Maret 2019 18 Maret 2019

3 Pengumuman DPTb 19 Maret 2019 17 April 2019


1
PROSES PERBAIKAN DPT

B. Penyiapan Perangkat Kerja Penyusunan DPTb


1. Perangkat computer
2. Jaringan Internet
3. Data salinan DPT dalam bentuk Softcopy excel yang diunduh dari
Sidalih
4. Perangkat mobile (gawai)
5. Formulir dan Lembar Kontrol Internal
6. Media penyimpanan data dalam bentuk hardisk atau flashdisk
1

DPTb adalah pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang
karena keadaan tertentu atau kondisi tertentu pemilih tidak dapat
menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan
terdaftar dan memberikan suara di TPS lain.
Dalam PKPU Nomor 37 Tahun 2018 pasal 36 ayat (3), keadaan
tertentu dan kondisi tertentu meliputi:
1. Menjalankan tugas pada saat Pemungutan Suara.
2. Menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga
yang mendampingi.
3. Penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti
sosial/panti rehabilitasi.
1

4. Menjalani rehabilitasi narkoba.


5. Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan,
atau terpidana sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan.
6. Tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi.
7. Pindah domisili.
8. TerKelompok Kerjapa bencana.
9. Bekerja di luar domisilinya.
1
Pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan
(DPTb) dapat menggunakan haknya untuk memilih:
1. Calon anggota DPR apabila pindah memilih ke daerah
kabupaten/kota lain dalam 1 (satu) daerah provinsi dan di
daerah pemilihannya;
2. Calon anggota DPD apabila pindah memilih ke daerah
kabupaten/kota lain dalam 1 (satu) daerah provinsi;
3. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden apabila
pindah memilih ke daerah provinsi lain atau pindah
memilih ke suatu Negara;
4. Calon anggotaDPRD Provinsi apabila pindah memilih ke
daerah kabupaten/kota lain dalam 1 (satu) daerah
provinsi dan di daerah pemilihannya; dan/atau
5. Calon anggota DPRD Kabupaten/Kota apabila pindah
memilih ke kecamatan lain dalam 1 (satu) daerah
kabupaten/kota dan di daerah pemilihannya.
1

Prosedur Pindah Pemilih

Dalam proses pindah pemilih, mekanisme yang dilakukan sebagai berikut:


1. KPU/KIP Kabupaten/Kota mengumumkan DPT di tempat strategis dan
mudah dijangkau oleh masyarakat;
2. Pemilih melaporkan proses pindah pemilih kepada PPS atau KPU/KIP
Kabupaten/Kota asal atau tujuan;
3. PPS atau KPU/KIP Kabupaten/Kota asal atau tujuan meneliti kebenaran
identitas yang bersangkutan pada DPT dengan KTP-el.
4. PPS atau KPU/KIP Kabupaten/Kota asal atau tujuan menerbitkan surat
keterangan pindah memilih menggunakan formulir Model A.5KPU dengan
mengisi:
a. Tanggal penerbitan formulir Model A.5-KPU meliputi Hari,
b. Identitas pemilih meliputi No. Kartu Keluarga, Nomor Induk
Kependudukan, Nama lengkap dan Alamat lengkap;
1
c. Informasi domisili yang tercatat dalam DPT meliputi TPS, Desa/Kelurahan,
Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi;
d. Alasan pindah memilih sesuai dengan ketentuan yang diatur;
e. Mencatat informasi domisili tujuan pemilih meliputi Provinsi, Kabupaten/Kota,
Kecematan, Desa/Kelurahan. Ketentuan pengisian informasi TPS tempat untuk
memilih diisi oleh PPS atau KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan.
f. Dalam hal pemilih pindah memilih ke luar negeri, pengisian informasi PPLN
dan TPS LN dilakukan oleh PPLN negara tujuan.
g. Menandai jenis surat suara yang dapat digunakan untuk memilih dengan tanda
centang ( √ ) dan memberikan tanda ( x ) terhadap jenis surat suara yang tidak
dapat digunakan.
h. Menandatangani dan membuat 2 (dua) rangkap formulir Model A.5-KPU
dengan ketentuan:
i) Lembar kesatu untuk pemilih yang bersangkutan;
ii) Lembar kedua sebagai arsip PPS atau KPU/KIP Kabupaten/Kota asal
atau tujuan.
1

5. KPU/KIP Kabupaten/Kota asal mencatat pemilih yang pindah memilih pada


kolom keterangan DPT dengan keterangan pindah pemilih. Dalam hal pemilih
melaporkan pindah memilih ke KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan, KPU/KIP
Kabupaten/Kota tujuan wajib melaporkan ke KPU/KIP Kabupaten/Kota asal.
6. KPU/KIP Kabupaten/Kota menghapus pemilih DPT asal setelah proses
pindah pemilih selesai.
7. Pemilih melaporkan pindah memilih dengan membawa A.5-KPU ke PPS
atau KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan.
8. Formulir Model A.5-KPU distempel oleh PPS atau KPU/KIP Kabupaten/Kota
tujuan.
1

9. PPS, PPK, dan KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan menyusun DPTb dengan


menggunakan formulir Model A.4-KPU.
10. Proses penyusunan DPTb dilakukan paling lambat 60 hari sebelum
pemungutan suara guna mengalokasikan waktu untuk penyediaan kebutuhan
logistik Pemilu.
11. Dalam hal jumlah pemilih DPTb pada suatu tempat melebihi jumlah maksimal
pemilih di TPS, dapat dibentuk TPS berbasis pemilih DPTb.
1

Proses Pendataan DPTb


a. Proses Pendataan DPTb di Daerah Tujuan Hasil pendataan pemilih
DPTb dimasukkan ke dalam formulir Model A.4-KPU. Pengisian
formulir Model A.4-KPU dilakukan oleh PPS atau KPU/KIP
Kabupaten/Kota tujuan berbasis Desa/Kelurahan per-TPS dengan
ketentuan pengisian sebagai berikut:
1. Identitas pemilih meliputi NKK, NIK, Nama;
2. Alamat/domisili asal pemilih meliputi
i. Jalan;
ii. RT
iii. RW
3. Jenis Surat Suara yang digunakan;
4. Keterangan
1

b. Proses Pendataan DPTb di Daerah Asal


KPU/KIP Kabupaten/Kota atau PPS asal melakukan pendataan terhadap
pemilih yang melakukan pindah memilih keluar dari daerah asal. Proses
pendataan bersumber dari formulir Model A.5-KPU yang telah diterbitkan oleh
KPU/KIP Kabupaten/Kota atau PPS asal. KPU/KIP Kabupaten/Kota atau PPS
asal menyalin informasi pemilih yang melakukan pindah memilih ke dalam
softcopy formulir Daftar Pemilih Pindah Daerah Asal. Pengisian softco py
formulir Daftar Pemilih Pindah Daerah Asal dilakukan oleh PPS atau KPU/KIP
Kabupaten/Kota asal berbasis Desa/Kelurahan per-TPS dengan ketentuan
pengisian sebagai berikut:

1. Identitas pemilih meliputi NKK, NIK, Nama;


2. Alamat/domisili tujuan pemilih
3. Jenis Surat Suara yang Digunakan
4. Keterangan
Perbaikan DPT meliputi:

1
Restrukturisasi jumlah pemilih dalam TPS
2
Memperbaiki elemen data invalid
3
Mencoret Pemilih TMS
REKAP DPT NASIONAL

95.368.749 95.401.580
50,01%
49,99%
TPS 809.500
190.770.329

902.727 1.155.464
56,14%
43,86%

TOTAL 2.058.191
192.828.520 TPS 783 KSK 2.345 POS 429
Hasil Analisis DPTHP2
1 Kabupaten/kota tidak sesuai jumlah laki, perempuan antara BA dengan Sidalih 1
2 Kabupaten/kota tidak sesuai jumlah tps antara BA dengan Sidalih 3
3 Jumlah TPS yang melebihi 300 pemilih 438
4 NIK tidak 16 digit 106.980
5 NK 16 digit dan 4 angka belakang 0000 227.630
6 NKK tidak 16 digit 1.742.266
7 NKK 16 digit dan 4 angka belakang 0000 260.520
8 Nama 1 huruf 64
9 Tempat Lahir 2 huruf 22.863
10 Tanggal Lahir invalid 29.857
11 Usia diatas 150 tahun 7.523
12 Usia dibawah 13 tahun 12.396
13 Alamat 2 huruf 76.562
14 RT dan RW tidak lengkap 46.961.337
15 Ganda NIK 3.132.076
16 Ganda 4 elemen (nik,nama,tempat lahir, tanggal lahir) 675.460
2

UU Nomor 7 Tahun 2017


• Pasal 210 ayat 1,2,3, dan 4
• Pasal 348 ayat 1,2,3,4,5,6, dan 7
• Pasal 350 ayat 3
• Pasal 385 ayat 1 huruf b

PKPU 11 Tahun 2018


• Pasal 36
• Pasal 37
• Pasal 38
2 KETENTUAN PINDAH MEMILIH

Substansi perubahan dalam PKPU 37 Tahun


2018 terkait pindah memilih
1. Pasal 36 ayat 2 penambahan konteks keadaan tertentu atau kondisi tertentu
2. Pasal 36 ayat 3 penambahan jenis keadaan tertentu atau kondisi tertentu poin i. bekerja di luar
domisilinya.
3. Pasal 38 terkait proses pengadministrasian pindah memilih dilakukan dengan mekanisme :
a. Meneliti kebenaran identitas pemilih di DPT dengan KTP-el
b. Mengecek pemilih menggunakan softfile DPT dan/atau melalui Sidalih
c. Menghapus Pemilih dari DPT asal setelah proses pindah memilih selesai
d. Menerbitkan formulir A.5-KPU yang telah direvisi dengan penambahan informasi:
1) Tanggal penerbitan formulir A.5-KPU
2) Alasan pindah memilih
2

Penambahan ketentuan dalam Pasal 38 ayat 10


Dalam hal jumlah Pemilih DPTb pada suatu tempat melebihi jumlah
maksimal Pemilih di TPS, dapat dibentuk TPS berbasis Pemilih DPTb

Pemilih dapat melaporkan proses pindah memilih ke PPS atau


KPU/KIP Kabupaten/Kota asal ataupun ke PPS atau KPU/KIP
Kabupaten/Kota tujuan
3

DPK Kenapa dilakukan pendataan


lebih dini terhadap DPK?
Berisi data Pemilih
yang telah memenuhi 1. Menyiapkan kebutuhan logistik pemilih (surat suara
syarat yang tidak yang tersedia)
2. Mengantisipasi lebih dini apabila terdapat jumlah
terdaftar dalam Daftar
pemilih DPK di suatu wilayah berbasis
Pemilih Tetap (DPT) desa/kelurahan dan tidak dapat difasilitasi untuk
dan DPTb (Daftar menggunakan hak pilihnya di TPS yang ada di
Pemilih Tetap wilayah tersebut dimungkinkan untuk melakukan
perubahan DPT berkoordinasi dengan Bawaslu
Tambahan)
3. Memudahkan petugas KPPS dalam mencatat pemilih
potensi DPK ke dalam formulir daftar hadir Pemilih
di TPS
3

Persyaratan Pemilih kategori DPK


1. Belum terdaftar dalam DPT dan/atau DPTb
2. Memberikan suara pada hari dan tanggal Pemungutan Suara di yang berada di
wilayah atau nama lain sesuai alamat domisili yang tertera dalam KTP-el
3. Pemberian suara dilakukan 1 (satu) jam sebelum selesainya pemungutan suara di
TPS setempat
4. Membawa KTP-el
5. Dapat memilih apabila masih tersedia Surat Suara
Terima Kasih.

http://kpu.go.id
@KPURepublikIndonesia
@KPU_ID