Advance Trauma
Life Support
Residen 1.0 Ilmu Bedah UNPAD
Sejarah ATLS
• Pada tahun 1976, dokter orthopedi penggagas ATLS mengalami
kecelakaan dan mendapatkan penanganan yang kurang baik dari
rumah sakit dan mengakibatkan keluarganya meninggal karena
keterlambatan penanganan
• Pada tahun yang sama ia membuat grup American College of
Surgeon Commite on Trauma
• Pada tahun 1978 kursus ATLS pertama di Amerika
• Pada tahun 1980 ATLS pertama kali diperkenalkan ke seluruh
dunia
• Pada tahun 2018 sudah ada 60 Negara yang menyelenggarakan
ATLS
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
KONSEP ATLS
• Tangani yang paling pertama mengancam jiwa
• Belum tegaknya diagnosis definitif tidak menghalangi
pemberian pertolongan
• Anamnesis yang detail tidak diperlukan untuk
memulai evaluasi
• Pendekatan ABCDE
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Persiapan
Penilaian dan
Penanganan Awal Triase
Survei Primer (ABCDE)
Tambahan terhadap survey
primer dan resusitasi
Pertimbangan tentang perlunya
pemindahan pasien
Survei sekunder, pemeriksaan
fisik dan anamnesis
Tambahan terhadap survei
sekunder
Pemantauan dan re-evaluasi
paska-resusitasi
Penanganan definitif
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Persiapan
• Fase Pra Rumah Sakit
• Koordinasi dengan petugas RS
• Mempertahankan patensi jalan nafas
• Kontrol perdarahan dan syok
• Imobilisasi pasien
• Segera bawa ke rumah sakit terdekat yang memadai
• Kumpulkan keterangan yang nanti dibutuhkan untuk triase di rumah
sakit
• Fase Rumah Sakit
• Ruang khusus resusitasi
• Perlengkapan resusitasi jalan nafas yang mudah dijangkau
• Cairan kristaloid hangat untuk resusitasi cairan
• Perlengkapan monitoring
• Respon cepat dari tenaga medis penunjang (lab&radiologi)
• Terdapat sistem rujukan ke rumah sakit pusat trauma
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
TRIASE
Triase adalah cara pemilahan prioritas pasien
berdasarkan kebutuhan terapi dan sumber daya
yang tersedia.
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Triase
Multiple Casualities Mass Casualities
TIDAK MELEBIHI
MELEBIHI kemampuan
kemampuan rumah
rumah sakit
sakit
Prioritas: pasien gawat Prioritas: Kemungkinan
darurat survival yang terbesar
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
SURVEI PRIMER
• A : Airway, mempertahankan jalan nafas dengan
kontrol servikal (cervical spine control)
• B : Breathing, menjaga pernafasan dengan
ventilasi
• C : Circulation dengan kontrol perdarahan
(hemorrhage control)
• D : Disability ; status neurologis
• E : Exposure/environmental control : buka baju
penderita, tetapi cegah hipotermia
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
AIRWAY DENGAN KONTROL
SERVIKAL
• Jalan nafas harus dinilai patensinya
• Lihat adanya sumbatan jalan nafas karena benda asing; trauma pada
fasial, mandibula, trakea atau laring; dan sumbatan akibat darah atau
akumulasi cairan pada jalan nafas
• Apakah pasien mampu berkomunikasi secara verbal
• Anggap trauma servikal pada pasien:
• Multisistem trauma, terutama dengan adanya penurunan kesadaran atau
adanya jejas di atas klavikula
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
RESUSITASI AIRWAY
• Oksigenisasi
• Imobilisasi servikal
• Non definitif :
• Tanpa alat : Chin lift dan head tilt, Jaw thrust
• Dengan alat : Nasopharingeal tube, oropharingeal tube
• Definitif :
• Non sugical : Nasotracheal tube, orotracheal tube
• Surgical : Cricothyroidotomi, Tracheostomi
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
BREATHING DAN VENTILASI
• Patensi airway saja tidak menjamin ventilasi yang adekuat
• Fungsi yang baik dari paru, dinding dada dan
diafragma
• Pemeriksaan meliputi inspeksi, palpasi, pekusi, dan
auskultasi
• Penyebab gangguan ventilasi:
• Tension pneumothorax, massive hemothorax, open pneumothorax dan
tracheobronchial injury
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
RESUSITASI BREATHING
• Ventilasi dengan oksigen 100%
• Needle decompression jika dicurigai tension
pneumotoraks
• Pemasangan chest tube untuk
pneumothoraks/hemotoraks
• Occlusive dressing pada sucking chest wound
• Jika terintubasi, evaluasi posisi ETT
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
CIRCULATION DENGAN
KONTROL PERDARAHAN
• Syok hemoragik harus dipertimbangkan pada setiap
pasien trauma sampai terbukti ada penyebab lain
• Penilaian cepat status hemodinamik
• Tingkat kesadaran
• Perfusi pada kulit
• Denyut nadi
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
KLASIFIKASI SYOK PERDARAHAN
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
RESUSITASI CIRCULATION
• Monitor jantung
• Melakukan penekanan pada daerah yang mengalami
perdarahan eksternal
• Membuat akses IV
• 2 akses kateter IV ukuran besar dan pendek
• Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan
laboratorium dan cross match
• Dekompresi pada cardiac tampodane bila ada indikasi
• Volume Resusitasi
• 1-2 Liter atau 20 ml/kg untuk anak (cairan kristaloid)
• Suhu 39oC
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
RESPON TERHADAP
RESUSITASI CAIRAN AWAL
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
CIRCULATION DENGAN
KONTROL PERDARAHAN
• Volume darah dan cardiac output
– Tingkat kesadaran
– Warna kulit
– Nadi
• Perdarahan
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
DISABILITY
• Tingkat kesadaran GCS
• Ukuran dan reaksi pupil
• Tanda-tanda lateralisasi (parese dan SCI)
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
RESUSITASI DISABILITY
• Peningkatan Tekanan Intra Kranial
• Elevasi kepala
• Manitol
• Hiperventilasi
• Dekompresi emergensi
• Cegah cedera kepala sekunder
• Cegah Hipoksia
• Cegah Hipotensi
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
EXPOSURE / KONTROL
LINGKUNGAN
Tanggalkan seluruh pakaian pasien
Logroll untuk menginspeksi punggung
Selimuti dan sediakan ruang yang cukup hangat untuk
mencegah hipotermia
Beri cairan hangat intravena
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Pemeriksaan Tambahan Survei
Primer dan Resusitasi
• Monitoring EKG
• Pulse oximetry
• Ventilatory rate, Capnography dan Analisis gas
darah
• Pemasangan kateter urin dan gastric tube
• Pemeriksaan X-Ray (Foto thoraks AP dan
pelvis AP) serta FAST atau DPL
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
SURVEI SEKUNDER
Dilaksanakan setelah survei primer selesai
dilakukan.
• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik (Head to Toe) termasuk
reevaluasi tanda vital
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
ANAMNESIS
• Mekanisme Trauma
• AMPLE
• A : Alergi
• M: Medikasi (obat yang diminum saat ini)
• P : Past illness (penyakit penyerta)/ pregnancy
• L : Last meal
• E : Event/environment (lingkungan) yang berhubungan dengan
kejadian perlukaan
• Jenis perlukaan
• Trauma tumpul
• Trauma tajam
• Perlukaan karena suhu panas/dingin
• Trauma Kimia
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
PEMERIKSAAN FISIK
• Kepala
• Laserasi, kontusio atau krepitasi
• Pemeriksaan mata:
• Ketajaman visus
• Ukuran pupil
• Perdarahan konjungtiva dan fundus
• Luka tembus pada mata
• Lensa kontak (ambil sebelum terjadi edema)
• Dislocatio lensa
• Jepitan otot bola mata
• Maksiofasial
• Inspeksi dan palpasi seluruh kepala, wajah dan intraoral
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
• Vertebra serivikalis dan leher
1. Evaluasi adanya cedera tumpul dan tajam
2. Palpasi adanya nyeri, deformitas, dll
3. Auskultasi a.carotis
4. Foto servikal lateral, angiografi/
doppler sonografi
• Thoraks
• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi
• Rontgen
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
• Abdomen
1. Inspeksi
2. Auskultasi
3. Perkusi
4. Palpasi
5. Rontgen
6. USG abdomen atau CT scan
• Perineum/rektum/vagina : Hematom,
Laserasi, Perdarahan, Vulnus
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
• Muskuloskeletal
• Inspeksi dan palpasi lengan dan tungkai
• Palpasi semua arteri perifer
• Nilai pelvis untuk adanya fraktur dan perdarahan
• Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis dan lumbalis
• Foto rontgen
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Status Neurologis
• Pemeriksaan motorik dan sensorik
• Pemeriksaan tingkat kesadaran (GCS)
• Ukuran dan reaksi pupil
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Pemeriksaan Tambahan Survei
Sekunder
Pemeriksaan diagnostik yang lebih spesifik
1. Foto tambahan tulang belakang & ektremitas
2. CT scan kepala, dada, abdomen dan tulang belakang
3. Urografi kontras dan angiografi
4. USG transesofageal
5. Bronkhoskopi
6. Esofagoskopi
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
REEVALUASI
• Monitoring tanda vital dan SpO2
• Monitoring produksi urin
• ½ cc/kgBB/jam dewasa
• 1 cc/kgBB/jam anak
• Manajemen nyeri
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
TERAPI DEFINITIF
Interhospital Transfer Guidelines:
• Data fisiologis penderita
• Cedera anatomis
• Mekanisme trauma
• Penyakit penyerta
• Faktor-faktor yang dapat merubah prognosis
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Perbedaan Pada ATLS Edisi ke-10
• Penilaian awal
• Airway dan Ventilasi
• Syok
• Pemberian 1 liter cairan
• Penggunaan darah dan produk darah segera/awal
• Manajemen koagulopati
• Asam traneksamat
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Penilaian Awal
Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan penilaian
awal antara lain berfokus pada:
• Pemberian 1 liter cairan
• Fokus pada protokol transfusi masif
• Asam traneksamat
• Koagulopati
• Aturan Canadian C Spine Rule
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Airway dan Ventilasi
Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan airway
dan ventilasi antara lain berfokus pada:
• Perubahan Rapid Squence Intubation menjadi Drug
Assisted Intubation (pada pasien yang masih
memiliki gag réflex, khususnya pada kasus cedera
kepala berkelanjutan
• Penggunaan laringoskopi berbasis video
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Canadian C-Spine Rule
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Syok
Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan
syok antara lain berfokus pada:
• Perubahan tabel Kelas Perdarahan: Kelebihan Basa
• Penggunaan darah dan produk darah segera/awal
• Manajemen koagulopati
• Asam traneksamat
• Trauma team
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Pemberian 1 Liter Cairan
• Pemberian bolus cairan isotonik (kristaloid) 1 liter pada orang
dewasa dan 20 mL/kgBB untuk anak < 40 kg dapat diberikan
secara bertahap.
• Pada ATLS edisi ke-9 penanganannya 1-2L pada dewasa dan
20mL/kgBB untuk anak.
• Resusitasi cairan agresif sebelum dilakukan kontrol perdarahan
menunjukkan peningkatan mortalitas dan morbiditas.
• Jika pasien tidak respon terhadap pemberian terapi kristaloid
awal, maka harus mendapatkan tranfusi darah.
• Resusitasi volume yang agresif dan kontinu bukanlah pengganti
untuk kontrol perdarahan defenitif.
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Penggunaan Darah dan Produk
Darah Segera/Awal
• Resusitasi awal dengan darah dan produk darah
harus dipertimbangkan pada pasien dengan bukti
perdarahan/hemoragik kelas III dan IV.
• Pemberian produk darah segera/awal pada
rasio packed red blood cells (PRC) ke plasma dan
trombosit rendah dapat mencegah
perkembangan koagulopati dan trombositopenia.
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Manajemen Koagulopati
Perdarahan yang tidak terkontrol dapat terjadi pada pasien yang
mengkonsumsi obat anti platelet dan anti koagulan.
Pencegahan yang dapat dilakukan:
• Segera dapatkan daftar obat yang dikonsumsi
• Berikan agen reversal/pembalik secepat mungkin
• Bila tersedia, monitor koagulasi dengan thromboelastography
(TEG) atau rotational thromboelastometry (ROTEM)
• Pertimbangkan pemberian tranfusi platelet, bahkan pada kadar
platelet/trombosit normal.
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
Asam Traneksamat
Penelitian menunjukkan peningkatan harapan
hidup ketika asam traneksamat diberikan selama
10 menit hingga 3 jam awal cedera. Asam
traneksamat dapat diberikan secara bolus di
lapangan, diikuti dengan pemberian infus asam
traneksamat sebanyak 1 gram selama 8 jam di
rumah sakit.
ATLS 10th edition
ATLS 9th edition
TERIMA KASIH