Anda di halaman 1dari 176

BY: BELA FIRMANTOYO, S.

ST
Tujuan pembelajaran:

“Memberikan bekal pengetahuan dan


ketrampilan yang berhubungan
dengan aircraft instrument.”
Peraturan perkuliahan:
1. Peserta hadir 10 menit sebelum kelas dimulai.
2. Keterlambatan 30 menit setelah jadwal kelas dimulai.
dianggap tidak hadir/mangkir, jika tidak ada alasan yang
kuat/significant.
3. Untuk ijin, absen maksimum 4% dari total kehadiran
Untuk sakit, absen maksimum 4% dari total kehadiran
Untuk mangkir, maksimum 2% dari total kehadiran
Penilaian: dari hasil evaluasi
- Nilai maksimum 100
- Nilai untuk lulus 70
- Nilai di bawah 70 tidak lulus
- Ujian ulang maksimum 2x
Buku referensi:
- E H J Phallet,United Kingdom,LFE
Coombs,1992
- Airframe Hand book FAA
- Airframe Text book, Jeppesen Sanderson,
USA, 2003
- Internet (Wikipedia)
I. PENGERTIAN AIRCRAFT INSTRUMENT

Instrumentation:

“ilmu yang mempelajari tentang pengukuran”.


Aircraft instrument:
adalah suatu alat yang digunakan
untuk menunjukkan kondisi dan
operasi pesawat terbang.
Kegunaan Aircraft instrument:
Untuk menentukan keamanan/Safe,ekonomis
dan reliability pengoperasian pesawat.
II. TERMINOLOGY AIRCRAFT INSTRUMENT
1. Accuracy

suatu kesamaan pengukuran instrument jika di


bandingkan dengan instrument Master.

instrument yg di uji: instrument Master:


2. PRECESSION: suatu hasil pengukuran dengan nilai yang
sama pada saat dilakukan pengujian.
Master

Test 1 Test 2 Test 3


3. SENSITIVITY:
merupakan perbandingan antara output dengan input. Contoh:
pointer ASI ind langsung menunjukan angka tertentu jika ada
input tekanan udara dari pitot tube

input dari pitot tube 200 knot output pada pointer ASI ind 200 knot
4. Calibration:
adalah suatu metode dalam pengukuran instrument
dengan mengkonversikan nilai hasil pengukuran dalam
suatu bentuk satuan/unit
dilakukan dalam jangka waktu satu tahun

5. Calibrate:
suatu pekerjaan penyesuaian (adjustment) pada suatu
instrument untuk mendapatkan suatu hasil yang akurat
6. Correction:
Penambahan atau pengurangan suatu bilangan dari
hasil pengukuran instrument untuk mendapatkan
suatu hasil yg akurat

7. Error:
perbedaan penunjukan pada suatu instrument jika di
bandingkan dengan instrument master
8. Tolerance:
suatu nilai yang di ijinkan untuk suatu nilai kesalahan
penunjukan yang tertentu (permissible error)

9. Hysteresis:
perbedaan pembacaan dari suatu kondisi maksimum
menuju minimum
III. INSTRUMENT REQUIREMENT, STANDARD
& CLASIFICATION

1. REQUIREMENTS
A. LOCATION
penempatan instrument pada pesawat terbang harus
sedemikian rupa sehingga mudah di baca:
- symmetrical position on pilot fwd vision
- comfortable line of vision
- minimum deviation
REQUIREMENT LOCATION OF AIRCRAFT INSTRUMENT
B. VISIBILITY
-Instrument harus diberi penerangan yang cukup (sufficient
illumination) khususnya untuk penerbangan malam (night
flying) atau cuaca buruk (bad weather).
-Penerangan tdk menyilaukan mata (minimum reflection).
-Dihindarkan dari pantulan langsung atau penyinaran
langsung(direct rays).
2. STANDARD
A. ICAO STANDARD
- International Standard of airworthiness
- Airworthiness Certification approval tags
B. FAA STANDARD
- FAR: Technical Standard Order (TSO) for electronic
equipment
C. DGCA
CASR (Civil Aviation Safety Regulation)
D. JAA (Joint Aviation Authority)
E. BCAA (British Civil Aviation Authority)
3. Classification

A. Based on function:
a. flight instruments
b. powerplant/engine instruments
c. navigation instruments
d. auxiliary instruments
a. Flight Instrument: istrument yang memberikan
gambaran/indikasi tentang pesawat saat kondisi
terbang dan membantu dalam mengontrol
pergerakannya.

1. Basic Six
Terdiri dari: ASI,Gyro horizon,VSI dan Altimeter,
Direction ind, To&Benk ind.
2. Basic “T” terdiri dari: ASI,Aproach
horizon,Altimeter
dan Horizontal Situation ind.
Basic “T” Basic Six
b. Power plant
instrument:
pengelompokan
instrument yg identik
untuk mencegah
kesalahan
pembacaan.
EX.powerplant instrument :
fuel pressure,oil temp & oil
pressure
C. Navigation instrument: instrument yang menyediakan
informasi yang memungkinkan pilot untuk memandu pesawat
dengan akurat sampai tujuan.
Ex.vor/localizer instrument, magnetic compass.
d. Auxiliary instrument: instrument yang di
kelompokkan dalam instrument tambahan.
Ex. oxygen ind,OAT ind,
Cabin Altimeter, Flap position
indicator.
B. Based on principle operation:
- mechanical instruments (ex: tacho meter ind,N1 ind,N2 ind)
- electrical instruments/electronic instruments (ex: battery
voltage ind,ampere meter ind)
- gyroscopic instruments (ex: AH,DGI,T & B)
- pressure instruments (ex: oil press ind,fuel press ind,cabin
press ind)
- temperature instruments (ex: oil temp ind,fuel temp
ind,cabin temp ind,OAT ind,TAT ind,EGT ind,TIT ind,TOT ind)
EVALUASI : 4 pilihan ganda dan 2 Essay.
Pilihan ganda : pilih salah satu jawaban yg anda anggap benar.

1. Di bawah ini merupakan persyaratan lokasi penempatan dari


aircraft instrument, kecuali…
a. Symmetris sehingga mudah dilihat oleh pilot
b. Comfortable/nyaman
c. Minimum deviation
d. Di samping kiri dan kanan pilot

2. Yang termasuk klasifikasi untuk flight instrument adalah…


a. Basic six
b. Basix “T”.
c. Basic instrument.
d. Jawaban a dan b benar.
3. Di bawah ini yang termasuk dalam aircraft powerplant
instrument adalah…
a. Oxygen indicator
b. Turn & Bank indicator
c. Exhaust Gas Temperature indicator
d. Vertical speed indicator

4. Cabin altimeter merupakan salah satu contoh dari…


a. Power plant instrument
b. Auxiliary instrument.
c. Basic “T”.
d. Navigation instrument.
Essay:

1. Jelaskan perbedaan antara basic six dan basic “T”


flight instrument?

2. Selain penentuan lokasi, visibility merupakan salah


satu persyaratan/requirement yang penting dari aircraft
instrument. Jelaskan jawaban anda?

3. Sebutkan macam2 standarisasi (5) ?


IV. INSTRUMENT DISPLAYS

1. QUANTITATIVE DISPLAY
2. QUALITATIVE DISPLAY
3. QUANTITATIVE & QUALITATIVE DISPLAY
( MULTI FUNCTION DISPLAY UNIT/MFDU )
4. HEAD UP DISPLAY ( HUD )
1. QUANTITATIVE DISPLAY
suatu cara penunjukkan pada instrument dengan
menggunakan angka/nilai/jumlah. Quantitative display
terdiri dari:
A. Circular Scale Display
penunjukan dg menggunakan pointer.
- High range long scale display -
Concentric scales
- fix & rotating scale
- triple pointer
Concentric scales Fixed & rotating scales

Common scales, triple pointers


dual indicator display:
-two different quantities of one system
-same quantities of two different system
-same quantities of two identical system
- Colored display
penggunaan warna pd instrument untuk menunjukkan
operasional range secara khusus/specific dan untuk membantu
mempercepat pembacaan kondisi dari suatu system.
Biasanya dalam bentuk Arcs & radial lines yg disebut range markings:
Red radial line: Maksimum & minimum limits
Yellow arc: Take –off & precautionary ranges
Green arc : Normal operating range
Red arc: Range in which operation is prohibited
B. STRAIGHT SCALE DISPLAY

Penunjukkan secara vertical dengan


menggunakan moving metal tape dengan
tujuan untuk mencegah parallax error

C. DIGITAL SCALE DISPLAY


Dengan menggunakan angka-angka dengan tujuan
membuat pembacaan lebih praktis tanpa melihat
pointer atau moving metal tape.
Straight scale & Digital display:
D. LIGHT EMITTING DIODE (LED)
- dikenal juga dengan dioda cahaya, karena perangkat elektronik ini
mampu menghasilkan cahaya.
- adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya
monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju.
- warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semi konduktor yang
di pakai.
E. CATHODE RAY TUBE (CRT)
- vacuum tube containing an electron gun (source of electron) & a
fluorescent screen, with internal/external means to accelerate & deflect beam, used
to create images in the form of light emitted from the fluorescent screen
- image represent osciloscop, picture (tv, computer monitor), radar
F. LIQUID CRYSTAL DISPLAY (LCD)
CRT VS LCD
2. QUALITATIVE DISPLAY
Suatu cara penunjukkan pada instrument dengan menggunakan
simbol atau gambar, disebut juga Director Display dengan
fungsi untuk mengarahkan pilot/flight crew.
Contoh qualitative display:
-Turn & Bank indicator
-Artificial Horizon indicator/Attitude indicator
-propeller symbol indicator/engine synchronize indicator
T&B Indicator ATTITUDE Indicator
3. HEAD UP DISPLAY
-Suatu cara penunjukkan pada instrument dengan
menggabungkan quantitative dan qualitative display
(multi function display) dan memindahkan posisi display
dari main instrumen panel ke windshield dengan
menggunakan layar transparan.
- Umumnya digunakan pilot pada saat Final Landing
Approach ketika airfield/airport tidak dilengkapi dengan
ILS (Instrument Landing System) atau perlengkapan
untuk landing yg lain. Disebut juga sebagai VAM (Visual
Approach Monitoring).
V. INSTRUMENT ELEMENTS AND
MECHANISM
1. ELEMENTS (MAJOR ELEMENTS)
1. Detecting element
2. Measuring element
3. Coupling element
4. Indicating element

2. MECHANISMS
1. Lever mechanism
2. Rod mechanism
3. Gear mechanism Mechanical
4. Hair spring mechanism
5. Temperature compensator mechanism
1. ELEMENTS (Major elements)

1. Detecting element
mempunyai fungsi sbg detector yg mendeteksi setiap perubahan-perubahan
secara fisik di sekitar elements tsb.

2. Measuring element
mempunyai fungsi mengukur perubahan yang terdeteksi oleh detecting element

3. Coupling element
merupakan penghubung antara measuring element & indicating element.
Mempunyai fungsi memperbesar hasil pengukuran dari measuring element

4. Indicating element
berfungsi sbg penunjukan hasil pengukuran setelah diperbesar atau diperkuat
oleh Coupling element
Elements (Major elements) :
2. MECHANISMS

1. Lever mechanism
Terdapat pada coupling element, terdiri dari:
- Lever link
- Lever arm
- Pinion gear
ada dua adjustment yg dpt dilakukan pada lever
mechanism: - lever length mechanism
- lever angle mechanism
2. Rod mechanism
Merupakan penghubung antara detecting,
measuring, coupling dan indicating element
Gear mechanism:
3. Gear mechanism
Berfungsi sebagai:
- mengatur gerakan
- merubah gerakan (linear motion –
rotary motion)

Terdapat kelemahan dari gear


mechanism:
- backlash
- jamming

Untuk menghindari kelemahan tsb


dipasang “Hair Spring”
4. Hair Spring mechanism:

Berfungsi sebagai :
- Anti Backlash
- Controlling Devices
- Restoration of element
membantu kembali mechanism ke posisi
semula.
5. Temperature compensator mechanism

Untuk mencegah perubahan temperature terhadap


instrument mechanism yang berpengaruh pada
penunjukan instrument.
Tiga jenis temperature compensator mechanism:
- bimetal strip
- thermo resistance
- thermo magnetic shunt
Bimetal strip:terdiri dari 2 metal yg digabungkan jadi satu.satu metal
adalah invar strip yg terbuat dari steel yg mengandung 36% nickel dan
bersifat low/negligible coefficient of linear expansion,sedangkan metal
yg lain terbuat dari brass/steel yg bersifat high linear expansion.
Thermo-resistance method:
- Disebut juga thermo-resistor (thermistor). Terdiri dari
bahan campuran metallic oxides yang mempunyai
coefficient resistance yg sangat tinggi terhadap
temperatur. Biasanya bernilai negatif.
- Untuk pengukuran temperatur umumnya instrument
di pswt menggunakan moving-coil type.
- Jika temperatur semakin tinggi maka nilai resistance
akan semakin berkurang (sifat dari thermistor).
- contoh: jika temperatur didalam indicator naik maka
arus listrik yg ke indicator akan berkurang karena
bahan copper/alluminium (moving coil type)
mempunyai sifat resistance makin naik,oleh karena
itu indicator akan underread. Sementara dg dipasang
Thermistor resistance akan turun, jadi dg perubahan
temperatur yg sama perubahan resistance akan
balance sehingga arus listrik akan tetap konstan. .
Thermo-magnetic shunt method:

- Adalah strip dari nickel-iron alloy yg sensitif terhadap perubahan


temperatur, di clamp melintang terhadap kutub permanent
magnet. Sehingga akan membelokkan airgap (jarak udara) medan
magnet melewatinya.

- Contoh: jika temperatur di dlm instrument naik, maka resistance


moving-coil akan naik dan berkebalikan dengan arus yg melewati
moving-coil. Tapi pada saat yg bersamaan Reluctance (magnetic
resistance) dari strip alloy akan naik juga sehingga airgap yang
dibelokkan medan magnet semakin kecil, karena torque yg
dihasilkan moving coil sebanding dg arus dan medan magnet, maka
airgap medan magnet akan bertambah dan meyeimbangkan
(counter balance) dari arus listrik yang berkurang untuk
mempertahankan torque dan indikasi pembacaan.
VI. INSTRUMENT PANEL & LAY OUT

1. INSTRUMENT PANEL
A. Accordance with: - number of instrument
- size of aircraft
- cockpit lay out
B. Instrument panel position in front of pilot. Typical
position of panel:
- Main instrument panel (primary flight instrument) within
normal line of vision
- Overhead
- On control pedestal
- Side (left & right)
C. Instrument panel made of light alloy, with:
- Sufficient strength
- Rigidity
- Shock proof mounting
- Non magnetic

D. Instruments panel normally mounted vertical


position (+/- 15 degree fwd from vertical) to
minimize parallax error
Instrument Panel:
2. METHOD OF MOUNTING
Two method commonly used:
A. Flange case method
B. Clamp method

3. ILLUMINATION OF INSTRUMENTS PANEL


Three method commonly used:
A. Pillar and bridge lighting
B. Wedge type lighting
C. Fluorescent
Pillar & Bridge lightingWedge:
BY: EKA DWI PURWASISWANTO, AMd
III. PITOT – STATIC INSTRUMENTS AND SYSTEM

PITOT - STATIC SYSTEM:


Suatu sistem dipesawat terbang dimana Total
Pressure (Pitot Pressure/Head Pressure) dan Static
Pressure dari atmosfer dideteksi dan diukur untuk
mengetahui:
- speed of the aircraft
- altitude of the aircraft
- rate of altitude change
BASIC PITOT STATIC SYSTEM COMPONENTS:

1. Pitot Tube
2. Lines: - Pitot line
- Static line
3. Drain system
4. Pitot Static Instruments
- Airspeed Indicator
- Altimeter
- Vertical Speed Indicator
1. PITOT TUBE

Type pitot tube umumnya ada dua yaitu:


- Pitot- Static type: dapat mendeteksi
Total pressure dan Static pressure
- Non Static type: hanya dapat
mendeteksi Total pressure saja .

Material dari Pitot tube yaitu Beryllium copper.


Construction of pitot tube:
Non Static Type pitot tube/Pitot pressure only:
Pitot-static type:
Maintenance (Proteck the pitot tube from FOD):
:
Pitot tube replacement(see Maintenance Manual):
Pada Pitot Tube dilengkapi dengan Heating system
untuk mencegah terbentuknya es pada pitot tube (Anti
Ice System).

Type of Heating system pitot tube :


1. DC power source : - Light and Relay
- Ammeter
- Magnetic Indicator
and Relay
2. AC power source
1. DC power source (28 vdc):
2. AC power source (115 vac):
Position Error:
Position Error dapat disebabkan oleh:
- Posisi instrument (pitot tube/detecting element)
- Arah aliran udara
- Turbulence
Akibat dari position error akan terjadi”Dinamic Pressure Effect”.
Dynamic Pressure Effect adalah masuknya Dynamic pressure
(total pressure) kedalam static pressure akibat dari pergerakan
pesawat.
• During cruising (normal position) on pitot tube:
• Position error during climbing on pitot tube:
• During Descending on pitot tube:
Untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat
dari position error tsb maka dipasang Static Vent
yang terpasang pada sisi kiri dan kanan pada
fuselage pswt (Non Static type pitot tube).

Dipasang pada sisi


kiri dan kanan
fuselage
Static Vent:
Replacement static vent:
2. LINE
Berfungsi untuk transmisi hasil pendeteksian tekanan dari pitot tube
(Detecting Element).
3. DRAIN
Berfungsi untuk membuang air (water accumulation) serta
kotoran yang terbawa kedalam system.
4. PITOT-STATIC INSTRUMENT
Berfungsi sebagai alat ukur untuk mengetahui:
- Speed of aircraft (Airspeed Indicator)
- Altitude of the aircraft (Altimeter)
- Rate of altitude change (Vertical Speed Indicator)
TUGAS: dibagi 3 kelompok.

1. Jelaskan (disertai gambar) Airspeed indicator mengenai


komponen2 di dalamnya dan fungsi dari komponen2 tersebut!

2. Jelaskan (disertai gambar) Vertical Speed indicator mengenai


komponen2 didalamnya dan fungsi dari komponen2 tersebut!

3. Jelaskan (disertai gambar) Altimeter indicator mengenai


komponen2 didalamnya dan fungsi dari komponen2 tersebut!
TERIMAKASIH
“SAMPAI JUMPA”
B. Capsule Deflection
Pada airspeed terjadi capsule deflection yang
kuadratis, sehingga akan mempengaruhi pada
display dari airspeed.
Untuk itu pada airspeed dibuatkan compensator untuk
membuat capsule deflection menjadi linear. Metode
yang digunakan dikenal dengan istilah “square law
compensation”. Beberapa metode yang digunakan:
- Rocking Lever Mechanism
- Banana slot
- Spring Type/ Tuning Spring
1. AIRSPEED INDICATOR (ASI)
Prinsip kerja:
Mengukur perubahan Dynamic pressure (Dp=1/2ρ.v²)
Dynamic pressure dideteksi dengan menggunakan Pitot tube. Pressure
yang terdeteksi yaitu Total Pressure.
Total pressure = Dynamic Pressure + Static pressure
( Dp=1/2ρ.v² ) ( Sp=ρ.g.h )
Static pressure yang terdeteksi akan memberikan pengaruh terhadap
penunjukan ASI . Untuk menghilangkan pengaruh static pressure maka
pada ASI diberikan static pressure yang dihubungkan ke instrument case.
Airspeed Indicator Symbology:
• White Arc – Flap
operating Range
• Green Arc – Normal
Operations
• Yellow Arc – Caution
Area (Only use in
smooth air)
• Red Line – Never Exceed
Speed
Macam2 pembacaan airspeed:

- IAS (Indicated Airspeed): pembacaan ASI


dikoreksi hanya terhadap instrument error.
- Computed airspeed: IAS yang di koreksi terhadap
Position Error (PE). “Computed” berarti airdata
computer secara otomatis mengkoreksi terhadap
PE.
- Calibrated airspeed (CAS): airdata computer mengkoreksi
terhadap non-linear/square law.

- Equivalent Airspeed (EAS): CAS yang secara otomatis (dilakukan


oleh airdata computer) mengkoreksi terhadap
tekanan udara compressibility).

- True Airspeed (TAS): EAS yang secara otomatis (dilakukan oleh


airdata computer) mengkoreksi terhadap perubahan
temperature dan density udara.
FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PENUNJUKAN ASI:

A. Position Error:
Posisi dari pitot tube yang tdk segaris dg arah
aliran udara, sehingga pembacaan airspeed
harus mengalami beberapa koreksi.
Capsule deflection quadratis:
SOAL:
1. Jelaskan 2 macam pitot static system?
2. Sebutkan dan jelaskan basic pitot static system
komponen?
3. Jelaskan prinsip kerja dari Airspeed Indicator?
4. Jelaskan macam2 pembacaan dari Airspeed
Indicator?
5. Jelaskan compensator pada Airsped indicator
untuk mengatasi masalah "square law
caracteristic”?
Bernoulli’s Equation principle:
Total pressure (pitot pressure/head pressure)=
Dynamic pressure + Static pressure= ½ ρ.v² + ρ.g.h
Total pressure diperoleh dari gerakan maju pesawat (ACFT fwd
motion).

Static pressure= ρ.g.h


Static pressure diperoleh dari perubahan posisi pesawat (altitude).

Menurut International Standard Atmosphere (ISA):


Static pressure pada Standard Sea Level Pressure 29.92”Hg
(1013.25 mbs),
Temperature 15 ⁰C rate of decreasing temperature 1,98 ⁰C/1000 ft.
2. MACH METER

Machmeter adalah alat yang dipergunakan


untuk menunjukkan Mach number.
Mach number merupakan perbandingan
antara kecepatan pesawat (True Airspeed/TAS)
dengan kecepatan suara (speed of sound/SOS)
Mach Number (MN)= True Airspeed (TAS)
Speed of sound (SOS)
Speed of sound at sea level=760 mph.
Mach meter tidak menunjukkan kecepatan
pesawat tetapi menunjukkan angka-angka
perbandingan.
Kegunaan Mach meter:
- sebagai kontrol pada pesawat memasuki
kecepatan super sonic.
- mengetahui Maximum Safe Air Speed agar
tidak melampaui limit yang disebut sebagai
Critical Mach Number (Mcrit).
Mach warning system:

- System ini menghasilkan aural warning ketika


kecepatan pswt mencapai nilai maximum
operating disebut Mach number. Contoh Mmo
(nilainya=0,84 M)
- Limit speed di batasi/di tandai oleh Reference
pointer atau bugs pada Mach/ASI.
- System ini terdiri dari switch unit yang di dlm nya
terdapat airspeed dan altitude sensing unit.
- Power source: 28V DC.
Mach warning system :
3. ALTIMETER (ANEROID BAROMETER/PRESSURE
ALTIMETER)
Fungsi: untuk menunjukkan ketinggian pesawat terhadap
suatu garis patokan.
Prinsip kerja: mengukur perubahan tekanan
statis.
Dua macam pengukuran static pressure :
- Mercury barometer: mengukur perubahan tekanan static dg
menggunakan air raksa.
- Aneroid barometer/pressure altimeter: mengukur
perubahan tekanan static dengan menggunakan
capsule/diapragm. Capsule dibuat dlm kondisi vacuum dg
tujuan untuk memudahkan dlm penyesuaian dg perubahan
tekanan di dlm maupun diluar capsule.
- Karakteristik capsule ditentukan oleh:
Tebal capsule,area capsule, jumlah
lekukan/corrugation, type material
- Capsule dibuat berlekuk/corrugation sbg “spring action”
- Material capsule : beryllium copper, phosphor bronze.
Kelemahan dari Aneroid Barometer/pressure
Altimeter:
Adalah perubahan tekanan barometric yang
selalu berubah dari suatu tempat dan
temperatur.
Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat
compensator: - Barometric compensator
- Temperatur compensator
Barometric adjustment:
Temperatur compensator:
“Q” CODE FOR SETTING ALTIMETER
Ada tiga macam cara yang digunakan:
1. QFE (Quarry Field Elevation)
Setting tekanan barometric pressure scale altimeter pada suatu airfield atau
aerodrome shg altimeter menunjukkan zero pd saat landing maupun take off.
Ketinggian yg ditunjukkan oleh altimeter terhadap airfield/aerodrome disebut
“Absolute Altitude”.
2. QNH (Quarry Nautical Height)
Setting tekanan barometric pressure scale altimeter pada Sea Level Pressure
sehingga altimeter menunjukkan ketinggian pd saat landing maupun take off.
Ketinggian yg ditunjukkan oleh altimeter terhadap sea level disebut “True
Altitude.
3. QNE (Quarry Nautical Elevation)
Setting tekanan barometric pressure scale altimeter pd Standard Sea Level
Pressure (29.92”Hg/1013.25 mbs)
shg altimeter menunjukkan airfield/aerodrome elevation. Ketinggian yg
ditunjukkan oleh altimeter terhadap Standard Sea Level disebut “Pressure
Altitude”.
SERVO ALTIMETER
Merupakan gabungan antara mechanical
dan electrical altimeter. Keuntungan: lebih
sensitive & High range
Block Diagram:

Amplifier
Capsule induction Servo Gear Pointer
Pick off tranducer motor
RADIO ALTIMETER
Prinsip kerja:
Memancarkan dan menerima gelombang radio.
Keuntungan: Sensitive & Accurate
Digunakan untuk menentukan Maksimum Safe Height.
Kelemahan : - Penunjukkan selalau berubah bergantung kondisi permukaan (ground).
- Maksimum range 2500 ft.
ALTITUDE ALERTING SYSTEM
System ini di design untuk peringatan/alert
flight crew dengan aural dan visual pada saat
pswt approach (mencapai ketinggian
tertentu), atau terjadi deviasi dari ketinggian
yang di setting/select.
STALL WARNING SYSTEMS
System ini yang dipakai oleh pswt kecil terdiri
dari hinge-vane-type sensor yang dipasang di
leading edge wing.Pd pswt turbofan
engine/pswt besar di samping kiri /kanan
nose pswt
Stall: sudut stall tergantung design aerofoil
antara 12⁰ dan 18⁰
4. VERTICAL SPEED INDICATOR (RATE OF
CLIMB INDICATOR)
Fungsi:
Untuk menunjukkan kecepatan terbang vertical saat climb atau
descend dlm unit feet/minute (ft/mnt).
Prinsip kerja:
Mengukur kecepatan perubahan tekanan static (rate of static
pressure change).Static pressure dihubungkan ke dlm capsule
terhubung langsung sehingga capsule akan langsung
menyesuaikan dengan perubahan tekanan statis sedangkan
pada instrument case melalui metering unit sehingga akan
terlambat menyesuaikan dengan perubahan tekanan statis.
Fungsi metering unit: - sebagai penghambat
- mengkonstankan rate of flow
Type metering unit: - Capillary orifice
- Ceramic type
INSTANTANEOUS VERTICAL SPEED INDICATOR
(IVSI)
- Basic element sama seperti convensional VSI,
tetapi ada penambahan accelerometer unit
- Di design agar penunjukkan differencial
pressure effect lebih cepat terutama saat awal
climb atau descend.
- Accelerometer terdiri dari cylinder
kecil/dashpot, yg di dlm nya terdapat piston
yang ditahan oleh spring dan oleh massanya
agar balance.
AIR DATA SYSTEM
- Computer yg prinsip dasarnya adalah electro-
mechanical analogue type.
- Computer menerima pressure data dari pitot-static
system pswt
- Computer menghitung (compute) electric signal dan
mengirimnya melalui synchronous link dan servo
system ke indicator.
- Electric signal juga di kirim ke automatic flight control
system.
- Sensing pressure berupa 2 unit pressure tranducer.
CENTRAL AIR DATA COMPUTER (CADC)
VIII. GYROSCOPIC INSTRUMENT
Gyroscopic :
- Benda yang berbentuk bola dapat berputar pada porosnya
- Benda yang berbentuk wheel/disc yang terbuat dari metal
(gyro rotor) yang dapat berputar bebas pada tiga buah
sumbu porosnya.
Pada gyro terdapat tiga gerakan rotasi :
- Lateral axis : Spinning
- Longitudinal axis : Topple/Tilting
- Vertical axis : Veering/Drift
Gyro dapat berputar pada tiga poros karena gyro mempunyai
frame yang disebut GIMBAL. Terdapat dua yaitu:
- Inner gimbal (Spinning)
- Outer gimbal (Tilting/Topple freedom)

(Casing inst)

Outer

Inner Gimbal
Dari gyro yang digunakan untuk instrument yaitu sifat dari gyro.
Ada dua sifat yang dimiliki gyro yaitu:
- Rigidity in space
- Gyro precession
Syarat dari kedua sifat tersebut adalah gyro rotor harus spinning.
1. Rigidity in space
Kemampuan gyro untuk dapat mempertahankan posisi poros
putar (position) dan arah bidang putar (Direction of Plane
Rotation). Syarat untuk mendapatkan rigidity adalah gyro harus
spinning.
2. Gyro Precession
Merupakan sifat kebalikan dari rigidity yaitu terjadi perubahan
posisi poros putar (Position) dan arah bidang putar (direction
of plane rotation). Syarat untuk mendapatkan precession
adalah gyro harus spinning dan adanya External force (gaya
ganggu). External force yang diterima oleh gyro akan
dipindahkan 90⁰ searah dengan putaran gyro.
Gyro precession :
Gyro rigidity :
Type gyro berdasarkan konstruksinya:
- Earth gyro
posisi gyro Horizontal, mempunyai dua gimbal yaitu inner dan
outer gymbal dan digunakan untuk instrument Artificial
Horizon Indicator (Attitude indicator).

spinning on Vertical Axis


- Tied gyro
Posisi gyro Vertical, mempunyai dua gimbal yaitu inner dan
outer gymbal dan digunakan untuk instrument Dyrectional
gyro indicator (course indicator).

spsS spinning on Lateral axis


- Rate gyro

Posisi gyro vertical, mempunyai satu gymbal yaitu inner


gymbal dan digunakan untuk instrument Turn & Bank
Indicator (Turn Coordinator).

spinning on Lateral axis


Cara memutarkan gyro pada pesawat terbang :
1. Pneumatic system
- Venturi tube
- Vacuum pump/compressor
2. Electrical system

Alternating Current (AC) atau Direct Current (DC)


DC : Battery 12/24 volt (T & B indicator)
AC : Inverter, Alternator
115 volt/400 Hz, 3 phase (AH indicator) & DGI
ARTIFICIAL HORIZON INDICATOR (ATTITUDE
INDICATOR)
ARTIFICIAL HORIZON INDICATOR:
Berfungsi untuk menunjukkan sikap (attitude) pesawat terhadap
suatu patokan (reference) yaitu garis cakrawala.
Posisi (sikap) pesawat yang dapat ditunjukkan oleh artificial
horizon indicator adalah :
- pitching attitude : up & down
- banking attitude : Right & left
Prinsip dasar yang dipakai oleh artificial horizon indicator adalah:
Aplikasi sifat Rigidity dari gyro yaitu maintain position, posisi gyro
dari artificial horizon indicator adalah Horizontal dengan
poros putar pada sumbu vertical yang disebut “EARTH GYRO”.
Spinning on
vertical axis

Pitching on lateral axis

Tilting/topple
on longitudinal axis

Mekanisme dari artificial horizon indicator terdiri dari dua yaitu:


- Artificial Horizon bar mechanism
- Gyro mechanism
Principle AH
ERECTING MECHANISM ON ARTIFICIAL HORIZON INDICATOR

Erecting mechanism adalah suatu alat yang digunakan untuk


menegakkan kembali gyro pada posisi semula atau normal
(horizontal position) pada artificial horizon indicator apabila
terjadi perubahan sifat rigidity atau terjadi precession akibat
adanya external force pada gyro dari artificial horizon
indicator.
prinsip kerja dari erecting mechanism adalah dengan
memberikan external force kepada gyro dengan nilai yang
sama besar tetapi dengan arah yang berlawanan dari external
force penyebab gyro precession.
Diagram terjadinya error akibat gyro precession :

External force Gyro rotor Precession Error on


(Rigidity) AH

Diagram dari erecting mechanism :

External force Gyro rotor Precession Error on


(Rigidity) AH

Rigidity External force Erecting mechanism


Ada tiga macam Erecting mechanism pada artificial horizon
indicator :
- Pendulus vane type erection unit
- Ball type erection unit
- Torque motor & levelling switch erection unit
DYRECTIONAL GYRO INDICATOR (COURSE INDICATOR)

Directional gyro indicator : mempunyai fungsi untuk


menunjukkan arah terbang pesawat
Prinsip dasar yang dipakai oleh Directional gyro indicator adalah
aplikasi sifat Rigidity dari gyro yaitu Maintain Direction of
Plane Rotation, posisi gyro dari Directional gyro indicator
adalah Vertical dengan poros putar pada sumbu horizontal
yang disebut “TIED GYRO”.
Directional gyro indicator digunakan sebagai backup system
untuk aircraft Compass terutama Direct Reading Compass.
Walaupun Backup system untuk aircraft Compass untuk setting
awal tetap refer kepada Compass.
Untuk menjaga agar Rigidity pada Directional Gyro indicator
tetap baik, ada dua macam Erecting Mechanisme:
- Knife edge Erection unit
- Semi circular baffle Erection unit
TURN AND BANK INDICATOR
Turn & Bank indicator berfungsi untuk menunjukkan:
-Direction of aircraft turning : Left & Right
- Rate of Turn (⁰/min)
- Quality of Turn :
- Normal Turn
- Slip in
- Skid out
Prinsip dasar yang dipakai oleh Turn & Bank indicator adalah:
Aplikasi sifat Precession dari gyro. Posisi gyro dari Turn & Bank
indicator adalah vertical dengan poros putar pada sumbu
Horizontal yang disebut “RATE GYRO”.
Mekanisme dari turn & bank indicator ada dua yaitu:
1. Pointer mechanism
Dikontrol oleh gyro untuk menunjukkan :
- Direction of Aircraft Turn
- Rate of Turn
2. Ball mechanism (inclinometer)
inclinometer berfungsi untuk menunjukkan :
- Quality of Turn
inclinometer bekerja berdasarkan dua gaya :
- Gaya Gravitasi (W=m.g)
- Gaya Centrifugal (Cf=mv²/R)
IX. AIRCRAFT COMPASS
Aircraft compass dibagi menjadi dua macam berdasarkan
konstruksinya yaitu :
- Direct indicating/Reading Compass
- Remote indicating/Reading Compass
1. Direct indicating/Reading Compass
Mempunyai empat komponen/element utama yang semuanya
berada dalam satu instruments case yaitu :
- Detecting element
- Measuring element
- Coupling element
- indicating element
Kelemahan dari direct indicating compass adalah sangat mudah
dipengaruhi oleh magnet lain yang lebih kuat.
2. Remote Indicating/Reading compass

Detecting element dipasang pada wing tip, nose tail section


atau tempat yang pengaruh medan magnetnya kecil.

Swing compass dilaksanakan pada :


- Renewal Certificate of Airwhorthiness (C of A)
- Major Modification
- New Compass Installation
- Hard Landing
- Light strike
- Report from pilot (compass error)
- etc.
CORRECTOR UNIT

Berfungsi untuk mengkoreksi Compass pada saat mengalami


Error.
Compass Error:
Penyimpangan penunjukkan arah compas terhadap kutub-kutub
magnet bumi. Hal ini disebut “Deviation Error”.
Error terjadi karena adanya medan magnet lain yang lebih kuat
yang mempengaruhi compass.
Penyebab deviation error ada dua yaitu :
1. Hard Iron
- Identik dengan permanent magnet
- Pengaruh terhadap compass tetap
2. Soft Iron
- Temporary Magnetism
- Pengaruh terhadap compass tergantung garis-garis
gaya magnet
1. Hard iron

Komponen Hard Iron magnetism


Hard Iron terdiri dari tiga komponen :
1. Komponen P
Medan magnet yang sejajar dengan longitudinal axis
2. Komponen Q
Medan magnet yang sejajar dengan lateral axis
3. Komponen R
Medan magnet yang sejajar dengan vertical axis
Penyimpangan atau deviasi yang diakibatkan oleh komponen
tersebut adalah :
1. Komponen P
- Maximum deviasi pada arah East dan West
- Minimum deviasi pada arah North dan South
2. Komponen Q
- Maximum deviasi pada arah North dan South
- Minimum deviasi pada arah East dan West
3. Komponen R
Tdk berpengaruh pada saat level flight, hanya pada saat nose
up/down akan memberikan maximum deviasi pada arah East dan
West
2. Soft Iron

Pengaruh soft iron pada posisi vertical (komponen R), yang


mempengaruhi adalah Earth Magnetic Field.
Methods of Compensating Deviation Error (Swing Compass) :

1. Preparation before swinging


Semua peralatan yang dapat menimbulkan efek magnetic
dijauhkan.
2. Equipment for swing compass
- Master Compass
- Sighting Equpment
- Worksheet (Form sheet Form KU-27)
- etc.
3. Step swing compass
* Diperlukan empat data yaitu :
- Deviation North
- Deviation South
- Deviation East
- Deviation West
* Determine Coefficient of Deviation :

- Coefficient C
Disebabkan oleh pengaruh Hard Iron pada komponen Q (lateral
axis).
Coefficient C = Deviation North – Deviation South
2
- Coefficient B
Disebabkan oleh pengaruh Hard Iron pada komponen P
(longitudinal axis).
Coefficient B = Deviation East – Deviation West
2
- Coefficient A
Disebabkan oleh pengaruh misalignment dari compass
Coefficient A = Deviation N+S+E+W+NE+NW+SE+SW
8
X. SYNCHRONOUS DATA – TRANSMISSION
SYSTEM
XI. FLIGHT DIRECTOR SYSTEM
XII. INERTIAL NAVIGATION/REFERENCE
SYSTEMS (INS/IRS)
XIII. ENGINE INSTRUMENTS
XIV. MEASUREMENT OF FUEL QUANTITY &
FUEL FLOW
XV. MEASUREMENT OF TEMPERATURE
XVI. MEASUREMENT OF PRESSURE
XVII. ENGINE POWER & CONTROL
INSTRUMENTS
XVIII. ELECTRONIC FLIGHT INSTRUMENT
SYSTEM
XIX. ELECTRONIC FOR ENGINE &
AIRFRAME SYSTEM CONTROL
XX. FLIGHT MANAGEMENT SYSTEMS