Anda di halaman 1dari 9

MASALAH KEPENDUDUKAN

DI PAPUA
 Carmila
 Febry Arwanda
 Fransisca Tan
 Indi Rachmawati
 M. Farhan
 Randy Febrian
 Yulia Amanda Yohana
 Zalikhah Ramadhantika
Angka Kematian bayi yang
Tinggi

Di Provinsi Papua angka kematian bayi pada tahun 2016 masih cukup tinggi, yakni 20
kematian per 1.000 kelahiran bayi di sembilan wilayah. Sembilan wilayah itu terletak di
daerah pegunungan tengah dan kepulauan di Papua yaitu Pegunungan Bintang,
Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Deiyai, Dogiyai, dan
Waropen.

Penyebab utama masih tingginya angka kematian bayi di


sembilan wilayah itu karena terbatasnya SDM dan fasilitas
yang menunjang imunisasi bayi seperti kotak penyimpan
vaksin yang disebut Cool C,

Dinas Kesehatan Provinsi Papua memiliki sejumlah kegiatan


untuk menurunkan kasus kematian bayi. Misalnya, kegiatan
pendampingan langsung di lapangan secara rutin,
penyediaan anggaran, dan memberikan penilaian secara
transparan bagi setiap pejabat dinas kesehatan dari
seluruh kabupaten di Papua ketika pelaksaan rapat kerja
daerah.
Kurangnya Pendidikan
dan Kesehatan
Penyelenggaraan pendidikan belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat dan pelayanan
kesehatan belum merata. Rendahnya kualitas pendidikan sumber daya manusia menjadikan
tingkat keterampilan dan penguasaan teknologi masyarakat Papua Barat juga rendah, sehingga
produktivitas pun sangat rendah.Permasalahan-permasalahan tersebut demikian kompleks dan
saling terkait antara yang satu dengan yang lain.
Kita merasakan meskipun pembangunan di Papua Barat telah mampu meningkatkan
kesejahteraan rakyat melalui berbagai program, tetapi meningkatnya kesejahteraan masyarakat
masih relatif kecil dan lamban, sehingga kesenjangan dengan wilayah-wilayah Indonesia yang lain
masih sangat besar.
Akses Transportasi

Pulau Papua adalah pulau terbesar kedua setelah Greenland. Wilayah Papua yang masuk dalam teritori
NKRI dibagi menjadi dua provinsi, Provinsi Papua Barat dan Papua. Khusus untuk Provinsi Papua, secara
astronomis terletak antara 20 25’- 900 LS dan antara 13000 – 1410 0 BT dengan luas 316. 553.07 KM2.
Kabupaten Merauke adalah kabupaten terluas 47.406.90 KM2 sedangkan Kabupten Supriori adalah
kabupaten terkecil dengan luas 634.24 KM2. Dengan wilayah yang luas tersebut jika tidak ditata dan
dikelola dengan baik tentu menjadi masalah. Provinsi Papua memiliki 28 kabupaten dan 1 kota.

Tapi yang dapat diakses langsung melalui darat dari Kota Jayapura
hanyalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten
Sarmi, sisanya harus menggunakan pesawat. Itupun ada beberapa
daerah yang harus diakses menggunakan pesawat yang dikeluarkan
kisaran harga 15 jutaan dan tidak semua tempat memiliki lahan luas untuk
landasan pesawat. Hal ini menyulitkan pemerintah untuk melakukan
sosialisasi tentang pentingnya KB (Keluarga Berencana) dan pemberian
akses kesehatan serta pendidikan yang layak.
Solusi Pemerintah

Di Papua kebutuhan untuk mendekatkan akses layanan juga penting dilakukan. Hal itu sudah
disadari oleh banyak pihak. Namun di sisi lain persoalan tidak mudahnya mendapatkan petugas
medis yang bersedia tinggal di daerah-daerah pedalaman. Ada banyak alasan yang menyertai
permasalahan itu sehingga terkesan seperti benang kusut.
Letak geografis Papua yang unik ini menjadi tantangan tersendiri. Kampung satu dengan yang lain
terpisahkan oleh sungai (kebanyakan adalah sungai dalam ukuran besar), air bersih bergantung
dengan hujan (air rawa dianggap air bersih tapi letaknya jauh dari kampung karena harus pergi ke
dusun/hutan) serta isu hak dasar lainnya (tak terkecuali masuknya pengaruh-pengaruh dunia luar
yang tidak terbendung). Namun bukan berarti hal itu menyulitkan pemerintah untuk melakukan
pembangunan di Papua berikut beberapa solusi yang dilakukan Pemerintah.

Proyek jalan Trans Papua menunjukkan perkembangan. Kementerian Pekerjaan


Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan hingga saat ini jalan Trans
Papua yang sudah tersambung mencapai 85 persen, meliputi Ilaga, Grasberg,
Wamena, Timika, dan Puncak Papua, dengan kehadiran Trans Papua diharapkan
dapat meningkatkan laju perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Proyek Trans Papua
Dinas Kesehatan Provinsi Papua tengah menyiapkan sejumlah program, drg. Aloysius
Giay mengaku, tahun ini Dinas Kesehatan Provinsi Papua mempunyai program strategis
untuk mengatasi masalah kesehatan di Papua yakni program quicks wins. Yang
dimaksud dengan program quick wins adalah program tercepat tapi terukur, karena
situasi angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi, lalu masalah imunisasi
yang cakupannya kurang, masalah penyebaran penyakit menular, dan masalah
kesehatan lainnya yang ada di Papua,
Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Kordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Pusat, DR. Ir. Dwi Listyawardani, M.SC mengatakan pembangunan KB di
Provinsi Papua berbeda dengan daerah lain. Sebab Papua memiliki wilayah geografis
yang sangat luas tetapi jumlah penduduknya sangat sedikit. Dengan adanya generasi
yang lahir secara terencana, Dwi yakin anak Papua ke depan memiliki daya saing yang
tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Papua, Drs. Simeon Itlay mengatakan,
Pemerintah Provinsi Papua sepakat dengan komitmen BKKBN untuk tidak membatasi
jumlah anak di Papua. Sebab dari sekitar 200 juta lebih penduduk di Indonesia, penduduk
Papua adalah salah satu penduduk dengan jumlah yang sangat sedikit, selain Papua
Barat, Maluku dan NTT.

Anda mungkin juga menyukai