Anda di halaman 1dari 20

MATERI/BAHAN MATA KULIAH

Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 14

Program Studi/Jurusan : Teknik Kimia Modul ke : 14

Mata Kuliah : Utilitas Jumlah Halaman : 20

Kode Mata Kuliah : 52113703 Berlaku : 2014

Dosen : Ir. Tuasikal Muhamad Amin, MSn


Motor-motor penggerak mula

MOTOR BAKAR TORAK


Ditinjau dari cara memperoleh energi termal, maka mesin
kalor dibagi menjadi dua golongan; yaitu:

1. Mesin dengan pembakaran di dalam.


2. Mesin dengan pembakaran di luar.

Contoh mesin dengan pembakaran dalam adalah motor


bakar.

Contoh mesin dengan pembakaran luar adalah mesin uap


dan turbin uap.
Pada motor bakar tidak terdapat proses pemindahan kalor
dari gas pembakaran ke fluida kerja.

Oleh karena itu jumlah komponen motor bakar lebih sedikit


dibanding dengan komponen mesin uap.

Motor bakar torak sangat menguntungkan terutama dalam


penggunaan pada transportasi dan sangat efisien dalam
penggunaannya.

Dengan demikian tidak berarti penggunaan mesin uap tidak


memiliki kelebihan.
Mesin uap lebih menguntungkan jika dilihat dari hal-hal berikut:

1. Mesin uap lebih leluasa dalam menggunakan bermacam-


macam bahan bakar. Termasuk bahan bakar padat.

2. Mesin uap lebih bebas dari getaran.

3. Turbin uap lebih praktis jika digunakan untuk mendapatkan


daya besar.
Motor Bakar

Motor bakar terbagi menjadi dua jenis utama; yaitu:


1. Motor bensin.
2. Motor diesel.
Perbedaan kedua motor bakar torak tersebut terletak pada
sistem penyalaannya.
Bahan bakar pada motor bensin dinyalakan oleh loncatan api
listrik.
Sedangkan dalam motor diesel terjadi proses penyalaan
sendiri; yaitu karena bahan bakar disemprotkan ke dalam
silinder berisi udara yang bertemperatur dan bertegangan
tinggi sehingga terbakar sendiri.
Kalau dilihat dari siklus kerja maka motor bakar dibagi dua

1. Motor Empat langkah


Proses Motor Empat Langkah
2. Motor Dua Langkah
Diagram P vs V siklus tekanan konstan
Hitungan

Panas yang dihasilkan tidak semua berguna karena ada yang


hilang
Panas yang berguna hanya = Qm – Qk

Randemen thermis (ηt) = Qm – Qk


Qm

Qm = panas yang dihasilkan.


Qk = panas yang hilang.
Daya (N)

Ni = Pi rata-rata x V x z x n x a x 1 PS.
60 x 100 x 75

Efisiensi thermal indicator (ηi) dihitung dengan :

ηi = Ni x 3600 x 75 atau ηi = Ni x 632


Gf x Qf 427 Gf x Qf
Keterangan:
Pi = tekangan (kg/cm2)
V = volume (cm3)
Z = jumlah silindar
n = putaran (rpm)
a = siklus : empat langkah ½
dua langkah 1

Gf = jumlah bahan bakar terpakai kg/jam


Qf = nilai pembakaran bahan bakar kal/kg

(sumber: Motor Bakar Torak. Wiranto Arismunandar)


Contoh Hitungan

Soal
Dari pengukuran diagram indikator motor bakar dua langkah,
diketahui:
Tekanan indikator efektif rata-rata 7,5 kg/cm2
Volume lankah piston 900 cm3
jumlah silinder 6
Putaran eksentrik 2.000 rpm
Jumlah bahan bakar terpakai 25,29 kg/jam
Nilai pembakaran bahan bakar 10.000 kcal/kg
Ditanyakan:
1. Daya yang dihasilkan (Hp).
2. Randemen indikator (%).
Jawaban

1. Daya (Ni) = Ni = Pi rata-rata x V x z x n x a x 1 PS.


60 x 100 x 75

2. ηi = Ni x 3600 x 75 %
Gf x Qf 427
Mesin uap

Prinsip mesin uap. Suatu mesin dengan


memanfaatkan tekanan uap untuk mengerakkan
torak/piston, berupa gerakan bolak balik dan oleh
poros engkol diubah menjadi gerakan putar (rotasi).

Atau sebuah alat yang dapat mengubah tenaga termis


secara teratur dan terus menerus menjadi tenaga
mekanik.
Gambar Mesin Uap

Uap masuk

torak

Ketel uap
Skema Mesin Uap
Keterangan

D = diameter silinder,
Pr = tekanan rata-rata kg/cm2
s = langkah piston (cm)
F = luas piston,
dimana F =π/4 x D2

Sehingga usaha satu langkah :


A = Pr x F x s kg m
Jika putaran = n maka
Daya (N) = Pr x F x s x n kg m/menit.

Karena 1 Hp = 75 kg m/det.
Sehingga daya indikatornya

Ni = Pr x s x F x n Hp
60 x 75
Soal