SENSOR MAGNET
YOVI HERLIN SAPUTRA
40040317640015
STr TEKONOLOGI REKAYASA OTOMASI
Sensor Magnet
Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan
lingkungan fisik atau kimia.
S e n s o r M a g n e t Adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan
memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi
(on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya.
Banyak ditemukan di berbagai aplikasi sehari-hari dan industri, seperti kecepatan
rotasi, posisi linear, sudut linear, posisi pengukuruan di otomotif, serta penerapan
pada smartphone.
Lebih sederhana, tidak memerlukan kontak, dan digunakan dibanyak
perangkat dibandingkan sensor lain.
Sensor magnet terbagi menjadi dua yaitu primary magnetic sensor dan
secondary macnetic sensor.
Primary Magnetic Sensor
Disebut juga Magnetometers, Magnetometers adalah alat yang digunakan untuk
mendeteksi ada atau tidaknya suatu benda logam dengan cara mendeteksi anomali
magnetiknya.
Banyak digunakan dalam pengukuran biologi dan geofisika untuk
mendeskripsikan karakteristik dari objek luar angkasa dan bintang.
Juga digunakan pada aplikasi yang membutuhkan sensitivitas tinggi seperti dalam
perangkat yang digunakan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit
manusia. Contohnya adalah superconducting quantum interface devices (SQUIDs)
dan nuclear magnetic resonance (NMR).
Jenis - jenis magnetometer yang digunakan dalam elektronik instrumen portabel:
1 Hall-effect sensors
2 Magnetodiode and magnetotransistors
3 Magnetoresistive sensors
4 Magneto-optical sensors
5 Integrated magnetic field sensors
6 Magnetic thin films
7 Fluxgate magnetometers
8 Search coil magnetometers
Secara kemampuan pengukurannya, sensor magnet
dibedakan menjadi 2, yaitu pengukuran medan magnet
diatas 1 mT dan dibawah 1 mT.
Contoh +1mT (gauss meter)
• Hall Efect Sensor
• Magnetoresistive
• Magnetodiode
• Manetotransistor
1mT
Contoh -1mT (magnetometer)
• SQUIDs
• Fluxgate
• Search Coil Magnetometer.
Hall-Effect Sensors
Ditemukan oleh Edwin Hall pada tahun 1879
Adalah transduser yang tegangan output nya bervariasi sebagai respon terhadap
medan magnet. Terdiri dari lapisan silikon yang berfungsi untuk
mengalirkan arus listrik.
Sensor efek Hall dapat dibuat dengan menggunakan logam atau silikon, tetapi
umumnya dibuat dari semikonduktor dengan mobilitas elektron tinggi seperti
antimonide indium.
Hall effect sensors digunakan untuk mendeteksi medan magnet, switch
proximity, kecepatan deteksi, dan aplikasi sensing yang mendeteksi
arus,temperatur ,tekanan ,posisi.
Diproduksi dalam bentuk probe dengan sensitivitas turun ke 100 mikroT (T=
kepadatan flux). Half effect sensor yang terbuat dari silikon dapat merespon aliran
magnetik yang mempunyai frekuensi dari DC sampai 1Mhz, dalam rentang 1 mT
sampai 0.1T
Mempunyai karakteristik temperatur yang baik mulai dari 200∞C sampai
mendekati 0 mutlak
Struktur
Cara Kerja
Terdiri dari sebuah lapisan silikon dan 2 buah elektroda pada masing-masing sisi
silikon. Sehingga menghasilkan perbedaan tengangan output ketika lapisan silikon
dialiri arus listrik.
Tanpa adanya pengaruh dari medan magnet, arus yang mengalir pada silikon akan
tepat ditengah silikon tersebut dan menghasilkan beda tegangan pada output sebesar
0 v.
Ketika terdapat medan magnet yang mempengaruhi sensor, maka arus yang mengalir
akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang dipengaruhi medan magnet dan
menghasilkan beda tegangan output.
Semakin besar kekuatan medan magnet yang mempengaruhi sensor, pembelokan
arus di dalam lapisan silikon semakin besar dan menghasilkan beda tegangan yang
semakin besar pada output sensor.
Arah pembelokan arus pada lapisan silikon dapat digunakan untuk mengetahui polaritas
kutub medan hall effect sensor. Sensor ini hanya dapat berkerja jika salah satu sisi
dipengaruhi medan magnet
IC Sensor Hall-Effect
Contohnya adalah IC UGN3503. Sensor ini membutuhkan
supply 4,5 V-6V, dengan kepekaan perubahan
kekuatan medan magnet sampai frekuensi 23KHz.
Terdiri dari 3 buah kaki, yaitu untuk tegangan input,
output, dan ground.
Pada sensor ini jika mendapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub utara
maka akan menghasilkan pengurangan pada tegangan output, sebaliknya jika
terdapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub selatan maka akan
menghasilkan peningkatan tegangan output. Sensor ini dapat merespon perubahan
kekuatan medan magnet mulai kekuatan medan magnet yang statis maupun
kekuatan medan magnet yang berubah-ubah dengan frekuensi sampai 20KHz.
Penerapan Hall-Effect Sensors
Pengukuran arus listrik.
Digunakan pada printer.
Digunakan pada keyboard computer.
Saklar.
Detektor medan magnet.
Kelebihan & Kekurangan Half-Effect Sensors
Dapat dioperasikan sebagai switch.
Dapat dioperasikan sampai
100kHz. Fluks magnet disekitar sensor dapat
menurunkan akurasi pendeteksi.
Biaya lebih murah dari switch
Kekurangan Tegangan yang dihasilkan sangat
mekanis lainnya.
kecil sehingga harus diperkuat
Sensor ini tidak akan terpengaruh menggunakan amplifier sebelum
oleh kontaminasi lingkungan (tahan Kelebihan dihubungkan ke rangkaian induk.
debu, kotoran, air, dan lumpur).
Oleh karena itu dapat digunakan
dalam kondisi yang ekstrim.
Dapat digunakan sebagai posisi,
perpindahan dan sensor kedekatan.
Dapat bertahan lama.
Magnetodiode and Magnetotransistors Sensors
Terbuat dari substrat silikon dengan daerah undoped yang berisi
sensor daerah antara n-doped dan pdoped, membentuk pn, npn,
atau pnp junction.
Terdapat 2 collector.
Berdasarkan arah, medan magnet eksternalnya membelokkan
aliran elektron diantara emitter dan kolektor yang mendukung
salah satu kolektornya.
Pada dasarnya medan magnet luar tegak lurus terhadap beban
aliran yang mengalihkan holes dan elektron dalam arah yang
berlawanan, sehingga menyebabkan banyaknya variasi
resistansi dari lapisan silikon undoped.
Magnetoresistive Sensors
Sensor ini sebagian besar diproduksi dari garis permalloy yang
diposisikan pada silikon substrat.
Setiap garisnya disusun untuk membentuk satu lengan dari
Wheatson bridge, sehingga outputnya dapat langsung terhubung
pada kekuatan medan magnet.
Seperti dalam kasus Hall-effect sensors, penyebab dasar
magnetoresistivity adalah gaya Lorentz.
Kelebihan & Kekurangan Magnetoresistive Sensors
Kelebihan
Positive Kekurangan
Negative
Tidak ada kontak fisik antara inti dan bentuk kumparan, sehingga
tidak ada gesekan atau keausan.
Peka terhadap medan magnet, sehingga
Handal dan tahan lama. ketika ada medan magnet yang kuat
Untuk nilai yang kecil dari kekutan medan magnet, perubahan
resistansinya proprosional dengan kuadrat dari kekuatan medan
dapat merusak sensor.
magnet sehingga memberi sensitivitas yang baik.
Karakteristik temperatur yang jelek.
Operasi non kontak sehingga tidak ada keausan dan gesekan.
Oleh karena itu jumlah siklus operasinya tidak terbatas. Linier terbatas.
Karena sensitivitas yang tinggi dapat digunakan untuk
mengukur medan magnet lemah.
Rentang frekuensi operasional yang luas (0 Hz sampai 1 MHz).
Dapat digunakan dalam lingkungan yang ekstrim.
Biaya yang murah.
Ukuran kecil.
Respon yang cepat. diaplikasikan pada lingkungan yang
bervariasi.
Digunakan sebagai kontrol untuk mengukur posisi roll
dalam ketebalan lempeng baja yang panas di pabrik.
Penerapan Magnetoresistive Sensors
Sensor kecepatan roda.
Deteksi logam.
Pengukuran sudut.
Pengukuran medan magnet.
Kompas dan alat navigasi.
Pengukuran arus.
Magneto-optical Sensors
Sensor magneto-optik merupakan komponen penting
dari magnetometer.
Sensor magneto-optik didasarkan dari beberapa
teknologi sepeti fiber optic, polarisasi cahaya, efek
moire, efek zeeman.
Sensor tipe ini menyebabkan perangkat menjadi sangat
sensitif dan digunakan pada aplikasi yang
membutuhkan resolusi yang baik. Seperti fungsi
pemetaan otak manusia, pendeteksian anomali
magnetik.
Penerapan Magneto-optical Sensors
Kartu magnetic stripe.
Tinta magnetic (untuk tagihan atau dokumen
dilindungi dari penipuan).
Bagian tipis dari mineral magnetik.
Bahan Domain seperti magnet bentuk
paduan memori.
Encoder.
Integrated Magnetic Field Sensors
Biasa disebut semiconductor Magnetic microsensor. Teknologi ini
menggunakan
bahan-bahan baik yang berpermeabilitas tinggi maupun rendah.
Misalnya teknologi (MOS) Metal Oxide Semiconductor dan
(CMOS) Complementarty MOS. Digunakan untuk
memproduksi hall effect sensor dengan sensitivitas tinggi,
magnetotransistor, dan sensor semikonduktor lainnya.
Transduser yang mengubah medan magnet menjadi sinyal
elektronik.
Magnetic Thin Films
Merupakan bagian penting dari instrumentasi superkonduktor,sensor, dan
elektronik.
Terbuat dari amorphous alloy, amorphous gallium, dan sejensinya.
Magnetic thin film banyak ditemukan di aplikasi dalam perangkat memori
yang memerlukan kepadatan tinggi dan sensitivitas yang baik.
Magnetic thin films juga dikembangkan dalam magneto optics dimana
memungkinkan erasable optical media untuk high density magnetic storage.
Teknologi ini juga digunakan pada miniatur magnetoresistive sensor,hall effect
sensor, dan semikonduktor magnetik lainnya.
Teknologi ini juga dikembangkan dalam aplikasi magneto-optik di mana media
optik yang bisa dihapus untuk penyimpanan magnetik kepadatan tinggi.
Fluxgate Magnetometers
Fluxgate magnetometers diciptakan pada tahun 1930 oleh Victor Vacquier di
Gulf Research Laboratories
Vacquier menerapkan fluxgate magnetometers selama Perang Dunia II sebagai
instrumen untuk mendeteksi kapal selam, dan setelah perang, fluxgate
magnetometers digunakan untuk mengukur pergeseran dalam pola magnetik
di dasar laut.
Fluxgate magnetometer dapat merasakan sinyal dalam kisaran puluhan
microgauss.
Tipe yang sering digunakan adalah second harmonic device. Alat ini
mempunyai 2 coil yang meliit di sekitar inti ferromagnetic dengan prembilitas
tinggi.
Search Coil Magnetometers
Search Coil Magnetometers dibuat berdasarkan
hukum Faraday. Induksi yang menyatakan bahwa
tegangan induksi dalam kumparan sebanding
dengan perubahan medan magnet dalam
kumparan.
Supaya dapat bekerja, kumparan harus dalam
medan magnet yang bervariasi atau bergerak
melalui medan magnet.
Sensor Search Coil Magnetometers
biasanya ditemukan dalam sinyal kontrol
lalu lintas.
Secondary Macnetic Sensor
Sensor magnetik sekunder pada dasarnya merupakan sensor
induktif, yang menggunakan prinsip-prinsip sirkuit magnetik.
Parameter eksternalnya terbentuk dari variabel fisik lainnya
seperti gaya dan perpindahan.
Secondary Macnetic Sensor dapat diklasifikasikan sebagai sensor
pasif atau sensor aktif (self-generating).
Sensor Pasif dan Sensor Aktif
Sensor pasif memerlukan sumber daya eksternal sehingga
sensor terbatas pada modulasi sinyal eksitasi dalam
hubungannya dengan rangsangan eksternal.
Sensor aktif menghasilkan sinyal dengan memanfaatkan
prinsip generasi
elektrik berdasarkan hukum faraday akan induksi.
Terdapat beberapa tipe sensor induktif, antara lain:
i. Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors.
ii. Linear Variable-Differential Transformer (LVDT).
Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors
Dibuat berdasarkan pada perubahan reluctansi dari jalur fluks
magnet.
Sensor ini memiliki kekhususan dalam pengukuran kecepatan
dan gaya. Juga dapat digunakan untuk mendeteksi perpindahan
dan kecepatan.
Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors mempunyai
beberapa tipe yaitu single coil linear variable reluctance
sensor dan variable reluctance tachogenerators.
Single-coil linear sensor variabel reluctance
Single-coil linear sensor variabel reluctance terdiri dari
tiga unsur yaitu inti feromagnetik dalam bentuk cincin
setengah lingkaran, variabel celah udara, dan piring
feromagnetik.
Kinerja sensor tergantung pada geometri inti dan
permeabilitas bahan.
Single-coil linear variable reluctance sensor terdapat
masalah non-linear yang dapat diatasi dengan
memodifikasi sistem single-coil menjadi variable
differential reluctance sensor atau push-pull sensor.
Variable Reluctance Tachogenerators
Sensor ini dibuat berdasarkan hukum faraday yang
membahas induksi elektromagnetic sehingga sensor ini
juga bisa disebut elekctromagnetic sensor.
Pada dasarnya, gaya elektromagnetik induksi (ggl) di sensor
tergantung pada
kecepatan linear atau sudut gerak.
Terdiri dari gigi roda feromagnetik yang menempel pada poros
berputar, dan sebuah kumparan ke magnet permanen ,
diperpanjang oleh sepotong tiang besi lunak.
Cara Kerja
Roda bergerak ke dekat bagian kutub, menyebakan
fluks dihubungkan dengan
kumparan, sehingga mendorong gaya gerak listrik
dalam kumparan
Sirkuit reluctansi tergantung pada lebar celah udara
antara roda berputar dan potongan tiang. Ketika gigi
dekat bagian kutub, reluctansi adalah minimal.
Sehingga meningkatkan gigi bergerak menjauh dari
tiang
Jika roda berputar dengan kecepatan w, fluks secara
matematis dapat dinyatakan sebagai.
Y(q) = Ym + Yf cos mq
Dimana Ym merupakan fluks rata-rata, Yf adalah
amplitudo variasi fluks, dan m merupakan jumlah
gigi.
Linear Variable-Differential Transformer
(LVDT).
Merupakan transformator elektrik yang
digunakan
untuk mengukur perpindahan linear.
Mempunyai 3 kumparan solenoid yang
terletak pada ujung tabung. Kumparan
yang letaknya di pusat merupakan
lilitan primer sedangkan 2 kumparan
luarnya merupakan lilitan sekunder.
Kumparan dilitkan pada kaca polimer
berongga yang stabil terhadap suhu.
Skema Dan Gambar Linear Variable- Differential Transformer
Penerapan Linear Variable-Differential Transformer
Sensor-sensor (perpindahan, jarak, dan sensor
mekanik lainnya)
Level fluida
Automotive Suspension
Mesin ATM
Kelebihan & Kekurangan Linear Variable-
Differential Transformer
Kelebihan
Positive Kekurangan
Negative
Tidak ada kontak fisik antara inti Mahal.
dan bentuk kumparan, sehingga
tidak ada
gesekan atau keausan.
Handal dan tahan lama.
Dapat diaplikasikan pada lingkungan
yang bervariasi.
Digunakan sebagai kontrol untuk
mengukur posisi roll dalam
ketebalan lempeng baja yang panas
di pabrik.
Signal Conditioning Untuk Magnetic Sensor
Signal conditioning circuit untuk sensor magnet adalah dalam keadaan
disclosed.
Sensor magnet menghasilkan total sinyal output yang meningkat sebagai
fungsi dari kecepatan rotasi sensor dengan komponen noise tiruan yang
merupakan persentase yang relatif konstan tegangan sinyal yang sebenarnya
selama rentang kecepatan.
Pada penerapannya, sirkuit signal conditioning membedakan antara komponen
noise dan komponen sinyal dengan membandingkan total sinyal ke variabel.
Ambang variabel dibangkitkan sebagai fungsi dari amplitudo puncak dari total
signal. Pada wujud kedua, sirkuit signal conditioning memasukkan control
gain, yang memvariasikan amplitudo dari signal output total sebagai fungsi
dari puncak untuk menjaga ambangnya diatas noise komponen.
Penggunaan Sensor Magnetik pada Aplikasi Industri
Pasar sensor semikonduktor magnetik terdiri dari Hall efek dan
magneto- resistif semikonduktor integrated circuit (IC) yang
digunakan untuk melacak kecepatan rotasi dan sudut linier
dalam mesin dan perangkat, atau untuk mendeteksi dan
memproses medan magnet untuk mengatur positioning.
Jenis yang paling umum dari sensor magnetik yang digunakan
untuk aplikasi industri adalah sensor arus listrik, termasuk
resistor shunt, Hall efect integrated circuit, current-sensing
transformator, open dan close loop hall devices, dan fluxgate
transduser. Digunakan dalam banyak aplikasi mengukur arus
rendah yang kurang dari 50 ampere.
Magnetic position sensor / for cylinders
digunakan dalam conveying technology
dan elevator.
Dalam industri otomotif sensor magnet digunakan
dalam sistem ABS(Anti-lock Braking Systems),
Speedometer, Transmisi.
Penggunaan Sensor Magnetik pada Robotika
Sensor magnetik digunakan sebagai
sistem navigasi seperti sensor CMPS03
Magnetic Compass yang berguna untuk
mendeteksi medan magnet bumi.
Sensor magnet juga dapat digunakan
untuk mendeteksi medan magnet pada
robot. Dalam penerapanya, sensor
magnet tidak boleh berdekatan
dengan motor karena akan
mengganggu kerja motor.
Prinsip Kerja Primary dan Secondary Magnetic Sensors
Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet
dan input nya berupa
arus dan output nya berupa tegangan.
Secondary magnetic sensor memiliki input berupa Fluks
dan outputnya berupa arus. Cara kerja ini seperti pada
transformator, yang mana secondary magnetic sensor
tersebut hanya ada kumparan saja.
Perbedaan Primary dan Secondary Magnetic Sensor
Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet,
kumparan dan bahan - bahan magnet lainya.
Primary: Tingkat sensitivitas tinggi.
Secondary Magnetic sensor di dalam nya hanya ada
kumparan kawat saja.
Secondary: Tingkat sensitivitas dibawah sensor
primary
Kesimpulan
Nama Sensor Primary / Secondary Pasif / Aktif Absolute / Relatif
Hall-Effect Sensors Primary Aktif Relative
Magnetodiodes and
Primary Pasif Relative
Magnetotransistor Sensor
Magnetoresistive Sensors Primary Pasif Relative
Magneto-Optical Sensors Primary Pasif Relative
Integrated Magnetic Field
Primary Pasif Relative
Sensors
Magnetic Thin Films Primary Pasif Relative
Linear and Rotary
Variable-Reluctance Secondary Aktif Relative
Sensors
Linear and Rotary
Variable-Differential Secondary Aktif Relative
Transformer
Kesimpulan
Nama Sensor Prinsip Kerja Output Signal Conditioning Jenis Aplikasi
Hall effect sensor disuplai
Jika Hall-Effect Sensors 4,5-6V sehingga
tidak dipengaruhi medan mendapatkan frekuensi
magnet maka beda sampai 23kHz. Dan Sensor ini untuk mendeteksi
potensial nya 0 dan jika menghasilkan output 3V posisi, kecepatan, jarak.
Hall-Effect Sensors dipengaruhi, menghasilkan Tegangan jika tidak dipengaruhi Contoh nya digunakan pada
beda potensial yang medan magnet sehingga printer, keyboard monitor
nilainya sebanding dengan dibutuhkan op-amp untuk
kuat medan magnet memperkuat sinyal pada
output nya
Ketika arus melewati
material feromagnetik, Umumnya 4 buah sensor
vector magnet internal dihubungkan terhadap
Pengukuran sudut,
parallel terhadap arus. wheatstone bridge untuk
Magnetoresistive Sensors Ketika medan magnet Resistansi Pengukuran arus, kompas
mendapatkan signal
eksternal diberikan dan alat navigasi
conditioning yang
berlawanan arus maka maksimum
posisnya berubah
Sensor ini sangatlah
Pada magneto-optical ini sensitive oleh sebab itu
Encoder, plastic-terikat
Magneto-Optical Sensors prinsip kerja nya seperti Frekuensi digunakan pada aplikasi
magnet permanen
pemetaan otak manusia yang membutuhkan resolusi
yang baik