Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam
Institut Pertanian Bogor
SENSOR DAN
TRANSDUSER
Dr. Ir. Irmansyah, M.Si
Dr. Ir Irzaman, M.Si
Dr. Heryanto Syafutra, S.Si, M.Si
Kuliah 3
SENSOR POSISI &
PERPINDAHAN
Sensor &
Sensor Resistif, Kapasitif dan Induktif
Sensor yang didasarkan pada perubahan sifat listrik (resistansi,
kapasitansi dan induktansi) akibat perlakuan atau pengaruh dari
luar (lingkungan).
Contoh: - Sensor kelembaban kapasitif (atau resistif)
- Sensor suhu resistif (thermistor)
- LVDT (induktif)
Sensor Perpindahan Resistif
Resistansi (R): ukuran kemampuan menghambat (melawan) arus listrik
pada sebuah bahan. Karena resistansinya, bahan dikategorikan sebagai:
isolator, konduktor, semikonduktor dan superkonduktor.
L ρ adalah resistivitas (hambatan jenis)
R
A L adalah panjag bahan
A=πr2 adalah luas penampang
Sensor resistif didasarkan pada perubahan nilai resistansi sebuah
elemen sensor ketika diperlakukan (diganggu) dari luar.
Sensor Perpindahan Resistif
• Potensiometer, atau pot, adalah transduser perpindahan.
• Transduser aktif ini terdiri dari gulungan kawat seragam atau
film dari bahan dengan resistansi tinggi – seperti karbon,
platinum, atau plastik konduktif, yang resistansinya sebanding
dengan panjangnya.
Sensor Perpindahan Resistif
Resistansi dengan kontak yang dapat bergerak (potensiometer) dapat
digunakan untuk mengukur perpindahan linier maupun rotasional
• Tegangan diterapkan ke ujung-ujung resistor variabel (potensiometer)
• Kontak-kontak dicantolkan ke objek bergerak
• Tegangan output pada kontak sebanding dengan pergeseran
KAPASITOR & KAPASITANSI
Kapasitor adalah piranti yang dapat menyimpan energi dalam bentuk medan listrik,
biasanya digunakan untuk mengatur frekuensi (tuning) pada rangkaian elektronik (radio) ,
terdiri dari sepasang plat logam yang dipisahkan oleh bahan dielektrik (isolator).
Kapasitansi (C) sebuah kapasitor adalah ukuran kemampuannya menyimpan medan listrik,
satuannya farad. Satu farad adalah kapasitansi yang akan menyimpan satu coulomb
muatan listrik pada potensial listrik 1 Volt, dirumuskan
Q
C
V
Kapasitansi (C) didefinisikan sebagai C=εoA/d, dengan εo adalah permitivitas ruang hampa,
A luas plat kapasitor dan d jarak antar dua plat. Jika diantara kedua plat diisi bahan
dielektrik, maka kapasitansi menjadi, C=KeεoA/d=εA/d
Kapasitansi sebuah kapasitor dengan luas pelat A (LxW), ketebalan lapisan
dielektrik T, dan konstanta dielektrik K, adalah:
0.0885KA( N 1) N adalah jumlah pelat identik
C ;
T
dielektrik
L
T
W
Pelat
logam
Nilai konstanta dielektrik K beberapa bahan :
Vakum 1.0000 Simbol-simbol kapasitor:
Udara kering 1.0006
Fixed capacitor
Kertas parafin 3.5
Glass 5-10
Mika 3-6 Variable capacitor
Karet 2.5-3.5
Kayu kering 2.5-8
Padder capacitor
Air murni 81
Kapasitor dalam Rangkaian AC
AC generator
Ketika potensial listrik diterapkan pada kapasitor, arus akan mengalir sebagai
muatan di dalam kapasitor. Karena muatan dalam kapasitor meningkat,
tagangan yang melintasi pelat-pelat kapasitor miningkat hingga sama dengan
potensial yang diterapkan, kapasitor termuati penuh. Dalam rangkaian AC,
tegangan berubah secara kontinu (sinusoidal).
+ - - +
Tegangan dan Arus dalam Rangkaian Kapasitor
I I
R
V
V
-Xc
Sifat kapasitor melawan perubahan tegangan (AC) yang diterapkan., akibatnya tegangan
(V) ketinggalan di belakang arus (I) sebesar 900.
+
Rangkaian Resistor-Kapasitor (Seri)
V
I +X
t 0
VR VC R
I
-Xc
- -X
VARIABLE CAPACITOR (Varactor)
Pada variable capacitor, pelat-pelat dikonstruksi dengan cara sedemikian
sehingga kapasitansinya dapat dirubah, berbeda dengan fixed capacitor
(kapasitansi tetap). Prinsipnya: dapat berubah jarak antara pelat-pelat atau luas
penampang pelat-pelat yang berhadapan.
Beberapa jenis variable capacitor, diantaranya: compression capacitor, piston
capacitor, padder capacitor.
Click to edit Master title style
SENSOR KAPASITIF
Bekerja atas dasar perubahan nilai kapasitansi
suatu bahan ketika diberi perlakuan dari luar.
Contoh: Sensor kelembaban kapasitif
menggunakan bahan polimer sebagai
elemen sensor. Kapasitansi polimer akan
berubah (bervariasi) ketika menyerap uap air
dengan jumlah berbeda.
Sensor Perpindahan Kapasitif
Kapasitansi kapasitor pelat sejajar
• d adalah jarak antara pelat-pelat, A adalah luas pelat-pelat, εo adalah
permitivitas udara dan εr adalah permitivitas relatif dielektrik
Catatan
• Sensor jarak variabel atau pergeseran (d) beroperasi hingga range beberapa
milimeter
Click to edit Master title style
Sebuah objek bergerak dicantolkan pada dielektrik atau pelat-pelat
sejajar untuk membangkitkan perubahan kapasitansi
Prinsip:
1. Kapasitansi berubah ketika bahan dielektrik digeser
2. Kapasitansi berubah ketika salah satu pelat digeser relatif terhadap
bahan dielektrik
3. Kapasitansi berubah ketika jarak pelat diperbesar atau diperkecil
“PERUBAHAN NILAI KAPASITANSI SEBANDING DENGAN PERGESERAN”
Sensor perubahan jarak atau pergeseran (d) beroperasi hingga range beberapa
milimeter
Sebuah sensor kapasitif, digunakan untuk mendeteksi perpindahan secara akurat.
Sensor terbuat dari dua pelat konduktor, seperti pada Gambar 5.5(a). Pelat dapat
bergerak sehingga jarak antar pelat berubah atau meluncur ke samping sehingga
luas permukaan pelat yang berhadapat berubah.
(a) Kedua pelat berukuran 4 mm x 4 mm dan bergerak ke arah atau menjauhi satu
sama lain dengan perpindahan minimum 0,1 mm dan perpindahan maksimum 1
mm (Gambar (a)).
(b) Kedua pelat berukuran 4 mm 4 mm dan dipisahkan pada jarak tetap 0,1 mm.
Mereka meluncur ke samping dengan jarak perpindahan 0–2 mm (Gambar (b)).
(c) Capacitance as a function of
(d) Capacitance as a function of
displacement (analytical and
displacement for the sensor in (b)
numerical) for the sensor in (a).
INDUKTOR & INDUKTANSI
Induktansi adalah sifat rangkaian listrik yang melawan perubahan aliran arus, biasanya di
dalam koil konduktor.
d
LN
dt
Induktor adalah piranti yang dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnet,
berbentuk lilitan konduktor (kawat) yang diisi inti (core) dari besi, disimbolkan
Ketika induktor dialiri arus listrik, muncul GGL (ε)
I
L
t
Rangkaian seri induktor: Ltotali=L1+L2+L3+…+Ln
Rangkaian paralel induktor: Ltotal=L1L2/L1+L2
Induktor dalam rangkaian AC
Reaktansi induktif sebuah induktor, XL=2πfL sehingga impedansi sebuah
rangkaian bolak-bailk (AC) RC seri adalah z=(R2+XL2 )1/2
XL
+
+XL
I
0
V I t
R
-
VR
VXL +XL
VR
XL
R L R
I Z=(R2+XL2)1/2 R
VR
SENSOR INDUKTIF
Memanfaatkan sifat induktif sebuah koil kawat (induktor), dengan merangkai induktor dalam
sebuah rangkaian listrik.
Sensor pergeseran jembatan induktif
∆X Sensor jembatan Wheastone induktif,
Diagfragma untuk menentukan pergeseran posisi (∆X).
atau aktuator
Vo=0, ketika R1/R2=XL1/XL2
R1
L1 XL adalah reaktansi induktif
Vo Ketika core bergerak oleh tekanan atau
gaya, induktansi relatif L1 dan L2 berubah
R2 L2
Core sehingga reaktansinya tidak sama,
akibatnya muncul tegangan keluaran.
Tegangan keluaran sensor tergantung pada posisi (pergeseran) core.
Sensor LVIS
(Linear Variable Inductance Sensor)
Dalam sensor ini, semakin jauh inti bergerak masuk semakin besar induktansi. Jika
inti terbuat dari bahan feromagnetik (besi, , induktansi meningkat,sedangkan bahan
konduktor nonferromagnetik (Alumunium, tembaga, platina) mengurangi
induktansi.
Sensor LVDT
Sensor Perpindahan Induktif
Linear Variable Differential Transformer (LVDT)
• Koil primary, V(t) = VSsin(ωt)
• GGL induksi koil sekunder: V1= k1 sin(ωt+ϕ) dan
V2 = k2 sin(ωt+ϕ)
k1 dan k2 bergantung pada jumlah kopling antara koil
primer dan sekunder, yang sebanding dengan posisi
koil
• Ketika koil pada posisi pusat, k1=k2 ⇒ VOUT=V1-V2=0
• Ketika koil digeser sejauh x, k1≠ k2 ⇒ VOUT=(k1-k2)
sin(ωt+ϕ)
• Pergeseran positif atau negatif ditentukan dari fase
VOUT
displacement
Sensor Perpindahan Induktif
Karakteristik-karakteristik LVDT
LVDT kebanyakan beroperasi pada 5V, 2kHz
LVDT dapat mengukur dari orde mm hingga μm
Due to small variations in the windings, a small residual voltage appears at
the output when the coil is in the central position
Keuntungan LVDT dibandingkan sensor pergeseran lainnya
No mechanical wear ensures a long life
Complete electrical isolation
DC versions with integrated oscillators are available
SEKIAN
Tugas
1 Problem 5.1.
2. Problem 5.8
Buku : Nathan Ida Sensor. Actuator dan Interface
3. Diskusikan Mekanisme kerja GPS dapat digunakan untuk tracking
dan perangkat yang dibutuhkan untuk membuat alat pelacak posisi
kendaraan atau benda menggunakan GPS