Anda di halaman 1dari 14

Diabetes Melitus

Ibu Dr. Suhatri, MS,Apt

Nama : RENI FITRI SARTIKA


BP : 1601124
Lokal : 4C
Definisi Diabetes Melitus

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan

metabolisme yang ditandai terjadinya hiperglikemia dan tidak normalnya

metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh

gangguan atau defisiensi produksi insulin atau disebabkan oleh kurang

responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.


Klasifikasi Diabetes Melitus

1.Diabetes melitus Tipe 1


Diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan
hormon insulin, dikenal dengan istilah insulin dependent diabetes mellitus
(IDDM).
Hal ini disebabkan karena hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau
langerhans pankreas. DM tipe ini banyak ditemukan pada balita, anak-anak, dan
remaja. DM tipe 1 ini hanya dapat diobati dengan pemberian terapi insulin.
2. Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes yang disebabkan karena tubuh menghasilkan insulin
tetapi tidak cukup dalam pemenuhannya atau bisa juga insulin yang
dihasilkan mengalami resistensi yang menyebabkan insulin tidak dapat
bekerja secara maksimal. Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti
kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau
berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin
yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin didalam darah
3. Diabetes Melitus Gestasional (DMG)
Diabetes karena dampak kehamilan yang disebabkan dari kombinasi
kemampuan reaksi dan pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup. biasanya terjadi
pada kehamilan dan akan sembuh setelah melahirkan.

4. Diabetes tipe Lain


Diabetes yang disebabkan karena kelainan genetik, penyakit
pankreas, obat, infeksi, antibody, sindroma penyakit lain.
Epidemiologi
Di Indonesia 8,4 juta orang pada tahun 2000 dan diperkirakan
terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebanyak 21,3 juta
orang penderita Diabetes Mellitus. Menurut hasil Riskesdas 2013,
prevalensi DM tertinggi berada pada daerah yogyakarta (2,6%),
DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%). sedangkan menurut
tempat tinggal, prevalensi DM lebih banyak di daerah perkotaan
daripada di pedesaan.
Etiologi
1.DM Tipe 1
Disebabkan karena faktor genetik, faktor imunologi, Virus dan
bakteri, bahan toksik atau beracun

2. DM Tipe 2
Disebabkan karena ras atau etnis, Obesitas, kurang gerak
badan, penyakit lain, usia

3. DM gestasional
Disebabkan dampak selama kehamilan
Faktor resiko
FAKTOR RESIKO

Yang dapat diubah :

1. Diet yang tidak sehat


Yang Tidak dapat diubah :
2. Obesitas 1. Usia
3. Tekanan darah tinggi 2. riwayat keluarga DM
4. Gaya hidup
Gejala
A.Gejala khas
1) Poliuria (banyak kencing) merupakan keadaan dimana volume air kemih
dalam 24 jam meningkat melebihi batas normal. Gejala pengeluaran urin
ini lebih sering terjadi pada malam hari dan urin yang dikeluarkan
mengandung glukosa
2) Polidipsia (banyak minum) merupakan rasa haus yang berlebihan yang
timbul karena kadar glukosa terbawa oleh urin sehingga tubuh merespon
untuk meningkatkan asupan cairan.
3) Polifagia (banyak makan) merupakan suatu keadaan dimana pasien DM
akan merasa cepat lapar dan lemas, hal tersebut disebabkan karena kadar
glukosa dalam tubuh semakin habis sedangkan kadar glukosa darah
cukup tinggi.
B. Gejala lain
1.Lemah, karena sel tidak bekerja dengan baik
2.kulit mengering
3.penderita menjadi kurus, karena banyak gula yang terbuang
Patofisiologi
Pankreas adalah kelenjar penghasil insulin yang terletak dibelakang lambung. Di
dalamnya terdapat kumpulan sel yang berbentuk seperti pulau pada peta sehingga
disebut pulau langerhans yang berisi sel beta yang mengeluarkan hormon insulin yang
sangat berperan dalam mengatur kadar glukosa darah.
insulin dikeluarkan oleh sel beta tadi diibaratkan sebagai anak kunci yang dapat
membuka pintu masuknya glukosa ke dalam sel, untuk kemudian di dalam sel glukosa
tersebut dimetabolismekan menjadi tenaga. Bila insulin tidak ada, maka glukosa
dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel dengan akibat kadar glukosa dalam darah
tidak dapat masuk ke dalam sel dengan akibat kadar glukosa dalam darah meningkat.
keadaan inilah yang terjadi pada DM Tipe 1.
Pada DM Tipe 2 jumlah insulin cukup tetapi kualitasnya kurang baik, sehingga
gagal membawa glukosa ke dalam sel. jumlah insulin bisa normal, bahkan lebih
banyak tetapi reseptor (penangkap) insulin di permukaan sel kurang. sehingga
glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit, dan sel kekurangan glukosa sementara
kadar glukosa dalam darah tinggi.
Komplikasi
1.Komplikasi metabolik akut, ada 3:
1.Hipoglikemia (Kekurangan glukosa dalam darah) timbul sebagai
komplikasi diabetes yang disebabkan karena pengobatan yang kurang
tepat.
2.Ketoasidosis diabetik (KAD) disebabkan karena kelebihan kadar glukosa
dalam darah sedangkan kadar insulin dalam tubuh sangat menurun
sehingga mengakibatkan kekacauan metabolik yang ditandai oleh trias
hiperglikemia, asidosis, dan ketosis.
3.Sindrom HHNK ( koma hiperglikemia hiperosmoler nonketotik) yaitu
komplikasi yang ditandai dengan hiperglikemia berat dengan kadar
glukosa serum lebih dari 600 mg/dL.
2. Komplikasi metabolik kronik
1. Komplikasi pembuluh darah kecil (mikrovaskuler) seperti
kerusakan retina mata, kerusakan ginjal, dan kerusakan
saraf.
2. Komplikasi pembuluh darah besar seperti panyakit jantung
koroner, penyakit serebrovaskuler.