Anda di halaman 1dari 26

KONSERVASI

BIOLOGI
PENGANTAR
 Biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan.
 Bukan untuk memusnahkan kehidupan
melainkan untuk mempertahankan kehidupan itu
sendiri.
 Kehidupan itu sangat beraneka sehingga dikenal
istilah biodiversitas atau keanekaragaman hayati.
 Untuk mempertahankan keanekaragaman biologi
tidak dapat hanya dengan mempertahankan jenis-
jenis taksonnya.
 Suatu takson harus melakukan interaksi dengan
takson lain dan lingkungannya.
KEPUNAHAN DIMULAI DARI MATINYA
INDIVIDU

 Punahnya suatu takson tentu dimulai dari


kematian individu dalam populasi
 Diikuti oleh menurunnya populasi
 Berlanjut hilangnya atau punahnya populasi
takson tersebut dari suatu area.
KEMATIAN INDIVIDU DISEBABKAN
OLEH RUSAKNYA LINGKUNGAN
Kematian individu jelas dapat disebabkan
berbagai kemungkinan.
Penyebabnya dimulai dari lingkungan yang
tidak dapat mendukung individu tersebut
untuk tetap hidup.
Jelas bahwa ada hubungan yang sangat erat
antara hilangnya atau rusaknya suatu
lingkungan dengan menurunnya
keanekaragaman hayati di suatu wilayah
tertentu.
HUBUNGAN ANTARA RUSAKNYA SUATU HABITAT
DENGAN MENURUNNYA KEANEKARAGAMAN

Digambar ulang dari Allendorf dan Luikart (2007) hal 339


TUJUAN
Tujuan perkuliahan adalah
memberi pemahaman
tentang:
1.Konsep konservasi hayati
2.Satuan-satuan konservasi
hayati dan prioritas
3.Pemilihan objek biologi
yang akan dikonservasi.
PRINSIP KONSERVASI
KONSERVASI HAYATI PADA DASARNYA
(PADA PRINSIPNYA) ADALAH
MELINDUNGI KEANEKA RAGAMAN
HAYATI
DAN TELAH KITA KETAHUI BAHWA
KEANEKARAGAMAN HAYATI
MERUPAKAN HASIL PROSES EVOLUSI
SELAMA MILYARAN TAHUN.
KONSERVASI BIOLOGI ADALAH TUJUAN AKHIR DARI
ILMU DALAM MENGHADAPI KRISIS BIODIVERSITAS
(Campbell, dkk (2009)
UNTUK MEMPERTAHANKAN
BIODIVERSITAS DIPERLUKAN KONSEP

PERTANYAAN
1.Apakah yang harus kita lindungi supaya tujuan
mempertahankan biodiversitas tercapai?
2.Keanekaragaman hayati yang mana?
Pengingatan kembali
Menurunnya keanekaragaman hayati dimulai dari
punah atau menurunnya suatu populasi yang
dimulai dari kematian individu.
Kematian individu ini jelas disebabkan oleh
lingkungan yang tidak lagi mendukung.
Kematian karena organnya “aus”, hanya dapat
terjadi dilingkungan yang secara fiologis optimal
Kondisi ekologinya juga harus optimal.
Lingkungan seperti ini tidak mungkin ada di dunia
ini.
Tiga jenjang utama dalam biodiversitas
sebagaimana diperkenalkan oleh IUCN untuk
mendukung keberadaan dan keanekaragaman
hayati:

Aktivitas konservasi
biologi maka pasti
meliputi pelestarian
gen, jenis, populasi, dan
ekosistem tempat
organisme tersebut
dapat menjalankan
fungsinya.
Melestarikan ekosistem tanpa melestarikan jenis
atau bahkan tanpa organisme menjadi sia-sia
saja sebab ekosistem merupakan satu kesatuan
antara faktor biotik dan abiotik.

Suatu ekosistem yang dilestarikan tanpa organisme


berarti melestarikan faktor abiotik saja.

Aktivitasnya bukannya jelek dan juga tidak salah


melainkan bukan merupakan konservasi
keanekaragaman hayati.
Keaneragaman Hayati yang Mana?
Melestarikan takson monotipik :
 merupakan pelestarian keanekaragaman filogenetik;
 tidak diharapkan dapat menyumbangkan keanekaragaman
genetik di masa depan.;
 dapat digunakan untuk mempelajari penyebab punah suatu
takson;
 tidak dapat mengembangkan keanekaragaman hayati.

Sedangkan melestarikan takson politipik berarti


 melestarikan proses evolusi;
 memiliki kemungkinan untuk menyumbangkan atau
meningkatkan keanekaragaman hayati di masa depan.
TAKSON MONOTIPIK DAN POLITIPIK

Cabang evolusi I dan II merupakan takson


monotipik, cabang evolusi III dan IV
merupakan takson politipik.
SATUAN KONSERVASI

Evolutionary Significant Unit (ESU) adalah satu


populasi atau kelompok populasi yang dipilih untuk
dilestarikan sebab baik secara genetik maupun ekologi
berbeda dengan lainnya.

Manajement units (MUs) didefinisikan sebagai


populasi atau populasi-populasi yang secara demografis
bebas dari populasi lainnya.
PRIORITAS OBJEK UNTUK DILESTARIKAN
Kriteria untuk memilih jenis yang direncanakan untuk
dikonservasi dengan cara penangkaran (Allendorf dan
Luikart, 2007):
• Pertimbangan ekonomi. Jenis apa yang paling
ekonomis untuk ditangkarkan?

• Keberlanjutan program penangkaran. Jenis apa yang


dapat ditangkarkan dan berhasil tumbuh.
• Kemungkinan berhasil dilepaskan kembali. Jenis apa
yang berhasil dilepaskan kembali?
DASAR PEMILIHAN OBJEK BIOLOGI
Dalam memilih jenis yang dilestarikan tidak selalu
berdasarkan kelangkaannya atau mendekati
punah.
Konservasi dapat dilakukan dengan motivasi
dan tujuan yang berbeda yaitu menjamin
kelestarian biodiversitas, ekologi, ekonomi,
sejarah, sosial dan, estetika dan lain-lain.
Motivasi dan tujuan konservasi akan menentukan
pemilihan objek biologi yang harus dilestarikan.
Sangat mungkin dapat bersifat tumpang tindih.
KEDUDUKAN ILMIAH KONSERVASI DALAM
KAZANAH ILMU
Kedudukan konservasi dalam kazanah ilmu
pengetahuan berdasarkan pendapat dari para ahli:

• Soulé dan Wilocox (1980): Biologi konservasi


bukan suatu ilmu murni tetapi juga bukan ilmu
yang murni terapan.
• Norton (1988): Biologi konservasi adalah ilmu
yang memberikan petunjuk atau pengarahan.
• Murphy (1990): Biologi konservasi adalah
penerapan dari metodologi ilmiah klasik untuk
konservasi diversitas biologi
• Biologi konservasi bukan suatu ilmu murni:
ALASAN BIOLOGI KONSERVASI SULIT DIKATAGORIKAN
SEBAGAI TINDAKAN ILMIAH

Sebab dalam konservasi tidak pernah dilakukan prosedur


ilmiah seperti:
• Mengajukan hipotesis atau hipotesis alternatif
• Melakukan generalisasi data baru untuk menolak atau
menerima hipotesis
• Menggunakan data baru untuk menyusun hipotesis atau
menolak hipotesis alternatif.
Semua keputusan perlu tidaknya melestarikan suatu
keanekaragaman kebanyakan berdasar pada
kebijakan politik dan perundang-undangan
APA YANG BUKAN TERMASUK KONSERVASI?

 Suatu usaha atau aktivitas yang ditujukan semata-


mata untuk mempelajari keberadaan suatu objek
biologi.

 Dengan demikian pemeliharaan hewan di suatu


kebun binatang sebetulnya bukan usaha konservasi
biodiversitas melainkan usaha mendokumentasikan
biodiversitas.
DOKUMENTASI BIODIVERSITAS

Dokumentasi biodiversitas dapat dilaksanakan dengan


dua cara:
1. Pembangunan kebun binatang, kebun raya, kebun
fauna dan sebagainya yang pada dasarnya adalah
melakukan koleksi dalam bentuk hidup.
2. Pembangunan museum sejarah alam, atau museum
zoologi, atau herbarium.
Beberapa tindakan yang dapat menjaga dan
mendokumentasikan kekayaan sumberdaya :

1) Melakukan inventarisasi keanekaragaman


hayati baik secara konvensional maupun
modern.
2) Membangun gedung museum sejarah alam
atau setidaknya biodiversitas yang ada di
wilayah tertentu.
3) Untuk membangun koleksi flora dapat saja
digunakan setiap atap bangunan atau lantai
paling atas sebagai kebun koleksi
PELAKSANAAN KONSERVASI
Dalam pelaksanaan konservasi kita pasti akan
berhadapan dengan kenyataan yang ada di
lingkungan yaitu masyarakat dengan segala
peraturannya termasuk peraturan perundang-
undangan.
Peraturan perundang-undangan perlu diperhatikan
supaya upaya konservasi yang kita lakukan dijamin
secara hukum.
Tidak di semua lokasi boleh melakukan aktivitas
konservasi untuk semua organisme sebab dapat
menganggu aktivitas kehidupan bermasyarakat.
Batasan-Batasan Menurut Undang-Undang

1. Sumber daya alam hayati .


2. Konservasi sumber daya alam hayati.
3. Ekosistem sumber daya alam hayati .
4. Tumbuhan.
5. Satwa
6. Tumbuhan liar
7. Satwa liar
8. Habitat
9. Kawasan suaka alam
10. Cagar alam
11. Suaka margasatwa
12. Cagar biosfer
13. Kawasan pelestarian alam
14. Taman nasional
15. Taman hutan raya
16. Taman wisata alam
STUDI KASUS

1. KEBUN BINATANG
PERTANYAAN APAKAH PEMELIHARAAN HEWAN DI
KEBUN BINATANG MERUPAKAN AKTIVITAS
KONSERVASI?
BACA HAND OUT BAHAS BERSAMA

1. DAERAH ALIRAN SUNGAI


BACA HAND OUT
TUGAS
1. PILIHLAH 10 DIANTARA 16 ISTILAH PADA
SLIDE SEBELUM INI
2. BERI PENJELASAN MENURUT UNDANG-
UNDANG YANG BERLAKU DI NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA SAAT
INI.
3. SEBUTKAN UNDANG-UNDANGNYA
4. DITULIS DI KERTAS BERUKURAN A4
5. DIKUMPULKAN MINGGU DEPAN
TANGGAL 19 JUNI 2014
DAERAH ALIRAN SUNGAI
Daerah yang memasukkan airnya
ke suatu sungai disebut daerah
aliran sungai tersebut.
Daerah aliran sungai meliputi
gunung lembah, anak sungai
dan badan air lainnya yang
melimpahkan airnya ke sungai
tersebut.
Dengan demikian ekosistem
sungai tidak hanya tersusun dari
badan air sungai tersebut beserta
dasarnya tetapi juga meliputi
seluruh daerah aliran sungai
termasuk sungai itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai