0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan23 halaman

Pencabutan Gigi

Dokumen tersebut memberikan panduan tentang teknik manipulasi dan ekstraksi gigi dengan tangan, dengan menjelaskan gerakan rotasi, luksasi, dan ekstraksi yang sesuai untuk setiap jenis gigi di rahang atas dan bawah. Teknik-teknik tersebut dirancang untuk mengurangi trauma pada jaringan sekitar gigi selama proses ekstraksi.

Diunggah oleh

Rahma anggita sani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan23 halaman

Pencabutan Gigi

Dokumen tersebut memberikan panduan tentang teknik manipulasi dan ekstraksi gigi dengan tangan, dengan menjelaskan gerakan rotasi, luksasi, dan ekstraksi yang sesuai untuk setiap jenis gigi di rahang atas dan bawah. Teknik-teknik tersebut dirancang untuk mengurangi trauma pada jaringan sekitar gigi selama proses ekstraksi.

Diunggah oleh

Rahma anggita sani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANIPULASI DENGAN TANG PENCABUTAN GIGI

SUHARJONO
ROTASI
 Gerakan memutar sebesar ± 10º ke jurusan mesiopalatinal
pada rahang atas, sedang pada rahang bawah ke jurusan
mesiolingual atau destolingual.
 Gerakan ini dilakukan pada gigi yang mempunyai akar satu
dan berbentuk konus atau ½ konus, misalnya untuk gigi
Insisivus, Caninus dan kadang-kadang Premolar.
 Dengan gerakan ini membrana periodontalis yang melekat
pada gigi, pada dinding alveolus akan tersobek atau tertarik
LUKSASI
 Gerakan ke jurusan bukolingual atau labiopalatinal.
 Gerakan luksasi pada rahang bawah lebih mudah atau besar kearah
labial bukal, karena dinding sebelah bukal tersebut lebih tipis
dibandingkan bagian lingual
 Hanya pada regio Molar tiga gerakan luksasi ini lebih besar ke arah
lingual, karena dinding lingual lebih tipis dari pada bukal (anatomis
mandibula)
 Pada rahang atas gerakan luksasi sama banyaknya atau lebih banyak
sedikit ke arah labial-bukal
EKSTRAKSI

 Gerakan menarik gigi dari alveolus


 Dalam hal ini kita tidak boleh menggunakan kekuatan
yang terlalu besar, karena hal ini dapat menyebabkan
suatu trauma terhadap gigi antagonisnya
MANIPULASI DARI MASING-MASING GIGI

Rahang Atas
 Insisivus sentralis : berakar satu dan bulat
 Tang yang dipakai yaitu tang insisivus maksila yang mulutnya besar atau
kecil, tergantung dari besarnya gigi
 Gingiva dilepas dengan rasparatorium dari serviks gigi kemudian tempatkan
tang sedalam mungkin dan sesuai dengan poros gigi
 Gerakannya lebih banyak rotasi, dibantu dengan luksasi sedikit, baru setelah
gigi terasa lepas dari alveolus, kita bantu dengan gerakan ekstraksi
 Secara normal disini hanya terjadi robekan-robekan dari serabut periodontium
INCISIVUS LATERALIS :
 Berakar satu dan agak gepeng
 Pucuk akar kadang-kadang membengkok ke distal
 Mahkota dan akar lebih kecil dari Incisivus lateralis
 Tang yang dipakai yaitu tang Incisivus lateralis yang mulutnya lebih
kecil dari tang Incisivus lateralis
 Gerakan hanya luksasi, dibantu sedikit dengan rotasi
 Luksasi lebih banyak ke arah labial karena bagian labial tulangnya
lebih tipis sehingga ekstraksi mudah dilakukan
KANINUS

Sering terdapat dalam keadaan malposisi dan kebanyakan labioversi



Pada prinsipnya Kaninus tidak boleh dicabut karena untuk kepentingan estetis. Jadi

dapat dirawat secara orthodonsi, dimana kalau perlu dilakukan pencabutan gigi
Premolar
Kaninus akarnya satu dan paling panjang dari seluruh deretan gigi

Penampang melintang akar berbentuk segi tiga dengan sudut-sudut yang bulat

Tang yang dipakai yaitu tang Insisivus yang mulutnya lebar dan tidak saling bertemu

Gerakan yang dilakukan kombinasi luksasi dan rotasi

Luksasi lebih besar ke labial karena tulang di bagian labial lebih tipis, tetapi kita harus

lebih hati2, karena kemungkinan tulang di bagian labial turut pecah atau tercabut
KANINUS

 Ekstraksi Kaninus lebih berat karena akarnya panjang dan besar


dan pucuk akar sering membengkok hingga ekastraksi Kaninus
membutuhkan tenaga lebih dan kadang2 bisa terjadi fraktur gigi
dan tulang.
 Kalau terjadi fraktur tulang yang tetap pada tempatnya maka dapat
dibiarkan saja karena dapat terjadi persatuan kembali
 Tetapi bila fraktur tulang ini terikut saat gigi dicabut, maka biasanya
tl alveolus di bagian labial menjadi runcing akibat fraktur tersebut
KANINUS

 Tulang yang runcing ini harus dihaluskan dengan “knabel tang”


(rongeur forcep) atau dengan bur bulat kemudian diraba di atas
mucosa dan bila sudah tidak ada yang runcing, alveolus bekas
pencabutan dibersihkan.
 Kalau tulang yang runcing ini tidak dihaluskan, maka kalau kita raba
mukosa dibagian ini akan terasa tajam dan dapat menimbulkan rasa
sakit
PREMOLAR 1

 Akarnya sering 2 buah yaitu : 1 sebelah bukal, 1 sebelah palatal


 Kedua akar ini kecil dan mudah patah, maka pada gigi ini sering terjadi
fraktur akar. Kalau akarnya 1 biasanya pada pucuk akar terbelah menjadi
2dan kanalis apisisnya juga 2
 Tang yang dipakai yaitu tang premolar yang tangkainya berbentuk huruf S
untuk menghindarkan sudut mulut.
 Pemakaian tang tidak boleh terbalik, mulut tang bundar
 Gerakannya : luksasi dan harus hati-2 karena akarnya kecil dan mudah patah.
 Kalau terjadi fraktur akar maka pengambilannya di perluasan dari sinus
maksilaris yang sampai ke Premolar1 dan dapat menimbulkan perforasi sinus
PREMOLAR DUA

Pada umumnya hanya mempunyai 1 akar,


kalaupun terbelah hanya pada pucuk akarnya,
tetapi ini jarang terjadi
Tang yang dipakai dan gerakannya sama seperti
Premolar 1, hanya ekstraksi disini lebih mudah
MOLAR SATU

 Adalah gigi yang paling banyak dicabut di rahang atas karena


tumbuhnya pada umur 6–7 tahun, pada umur ini anak-2 belum
memelihara giginya dan ibu menyangka giginya akan bertukar kembali
 Gigi ini mrpk gigi yang terbesar dan ekstraksinya amat berat karena
akarnya 3 yaitu : 2 sebelah bukal dan 1 palatal dan arah akar divergen.
Jadi dengan menggunakan gerakan rotasi tidak mungkin
 Harus diingat bahwa tulang di regio bukal di daerah ini sangat tebal
karena merupakan lanjutan prossesus zigomaticus
MOLAR SATU

 Juga harus diingat sinus maksilaris berada di atas gigi ini meskipun
jarak diantaranya terdapat tulang yang tebal, tetapi pada sinus yang
luas kadang-2 pucuk akar gigi hanya terpisah oleh tulang yang tipis
atau hanya oleh mukosa sinus
 Sewaktu mencabut gigi kemungkinan dasar sinus dapat terbuka
hingga terjadi perforasi sinus yang ditandai dengan sewaktu kumur-
2, air keluar dari hidung.
 Yang paling berbahaya jika fraktur fragmen masuk dalam sinus maka
pengambilannya lebih sulit
MOLAR SATU

 Tang yang dipakai , tang molar yang mulutnya sebelah


palatal bundar dan sebelah bukal runcinghingga untuk
tang molar kiri tang berbeda drpd untuk Molar kanan
 Gerakan yg dilakukan : hanya luksasi yang sama
banyaknya sblh bukal dan palatinal, dan bila gigi telah
lepas (longgar) baru dilakukan gerakan ekstraksi.
MOLAR DUA

 bentuk lebih kecil dari Molar satu.


 Akarnya juga 3 tetapi divergensinya akar tidak begitu besar.
Tulang pada bagian bukal tidak begitu tebal tetapi harus juga
diingat perluasan dari sinus Maksilaris
 Tang yang digunakan sama seperti pada Molar 1
 Gerakan : luksasi lebih banyak ke bukal karena tulang di bagian
bukal lebih tipis dan ekstraksi biasanya tidak begitu sukar
RAHANG BAWAH
Insisivus satu dan dua
 Akar satu dan bentuknya gepeng
 Tang yang dipakai tang Insisivus bawah yang bersudut
90º
 Gerakan : seluruhnya luksasi. Lebih banyak ke labial dari
pada
lingual karena tulang bagian labial lebih tipis
INSISIVUS SATU DAN DUA

 Setelah gigi longgar baru dilakukan ekstraksi


 Kadang-2 gigi front bawah berjejal dan tulang interdental tipis sekali
sehingga pada waktu ekstraksi gigi tetangganya turut goyang
 Untuk menghindarinya, digunakan tang I bawah yang mulutnya
kecil
 Bila tidak dapat dipegang demgan tang ke jurusan lingual dan labial
maka gigi itu dapat kita pegang dengan mesial dan lateral (distal)
KANINUS

 Akar satu dan panjang


 Pada potongan melintang seperti Kaninus rahang atas
 Di bagian bukal tulangnya kadang-2 melekat pada gigi, shg pada
waktu ekstraksi dapat menyebabkan fraktur tulang rahang pada
sekitar gigi tsb
 Tang yang digunakan tang I bawah dengan mulut yang lebar atau tang
P
 Gerakan : kombinasi luksasi dan rotasi, ekstraksi biasanya agak berat.
PREMOLAR SATU DAN DUA

 Biasanya mempunyai akar 1 dan bulat, kadang-2 akarnya


2
 Tang yang digunakan tang Insisivus yang besar mulutnya
atau tang spesial Premolar
 Gerakan : luksasi dan rotasi, kadang-2 akarnya
membengkok ke distal sehingga agak sukar dicabut dan
hal ini harus dibantu dengan menggunakan bein
MOLAR SATU
 Gigi yang paling banyak dicabut di rahang bawah dan mrpk gigi
yang terbesar
 Akarnya dua mesial dan distal. Akar ini biasanya lebar dan gepeng
dan kadang-2 ujungnya membengkok ke distal dan biasanya akar
mesial dan distal ini terpisah oleh jarak yang agak lebar.
 Sering terdapat akarnya terdapat berlebihan yang letaknya
kebanyakan sebelah distolingual atau distobukal dan akar ini kecil
sekali serta sering bengkok hingga mudah terjadi fraktur pada akar
ini
MOLAR SATU

 Gerakan : seluruhnya luksasi ke bukal dan lingual sama


banyak
 Tang yang digunakan yaitu tang Molar bawah yang kedua
mulutnya runcing, untuk ditempatkan di bifurkasi akar
 Tang ini untuk kanan dan kiri sama
 Ekstraksi biasanya berat karena tulang bukal dan lingual sama
tebal, apalagi ada kelainan kelebihan satu akar, maka ekstraksi
lebih berat lagi.
MOLAR DUA

 Gigi dan akar lebih kecil dari Molar satu


 Tang yang dipakai sama dengan Molar satu
 Gerakan : luksasi sama banyak lingual dan bukal
 Divergensi akar lebih kecil sehingga ekstraksi tidak
sesukar Molar satu
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai