0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
207 tayangan29 halaman

Pemodelan Proses Teknik Kimia

Model matematika sistem teknik kimia sederhana dibahas, termasuk pemodelan neraca massa dan energi dengan atau tanpa reaksi kimia, serta linierisasi sistem non-linier."

Diunggah oleh

anthony tiensun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
207 tayangan29 halaman

Pemodelan Proses Teknik Kimia

Model matematika sistem teknik kimia sederhana dibahas, termasuk pemodelan neraca massa dan energi dengan atau tanpa reaksi kimia, serta linierisasi sistem non-linier."

Diunggah oleh

anthony tiensun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHE183501.

03
Pemodelan Proses

Dosen: Herry Santoso


Materi Kuliah
 Gambaran umum dan konsep dasar analisis sistem teknik kimia

 Sistematika penyusunan model matematika untuk persoalan-persoalan teknik


kimia

 Pemodelan matematika sistem teknik kimia sederhana


(neraca massa dan energi, dengan/tanpa reaksi kimia)

 Linierisasi sistem non-linier

 Transformasi Laplace dan Model Input/ Output

 Kelakuan dinamik sistem orde 1, 2, dan lebih tinggi

 Latihan simulasi model


Bobot Penilaian & Referensi
Penilaian:
 Tugas dan Quiz : 20 %
 Ujian Tengah Semester : 40 %
 Ujian Akhir Semester : 40 %

Referensi:
1. Russel, T.W.F. & Denn, M.M., Introduction to Chemical Engineering
Analysis, John Wiley & Sons, 1972 (wajib dibaca)
2. Bequette, B.W., Process Dynamics: Modeling, Analysis, and Simulation,
Prentice Hall Int., 1998
3. Stephanopoulos, G., Chemical Process Control: An Introduction to
Theory and Practice, Prentice Hall Int., 1984
4. Sasmojo, S., Diktat Kuliah Pengantar Analisis Sistem Teknik Kimia, ITB,
1989
Kuliah 1 & 2

 Pengertian Dasar Analisis dan Model (berbagai definisi)


 Jenis-Jenis Masalah yang Umum dalam Teknik Kimia
dan Jenis-Jenis Persamaan Matematika yang digunakan
 Sistematika Proses Analisis/ Sumber-sumber
Persamaan Model (FDV, CDV, CV, Hk. Kekekalan FDV,
Hubungan Konstitutif, Analisis Dimensional)
 Contoh Sederhana Bagaimana Melakukan Proses
Analisis (pengisian/ pengosongan tangki)
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(1)
Fenomena/ gejala/ masalah:
segala sesuatu yang dapat kita lihat, rasakan, dan alami

Struktur suatu fenomena:


seluruh unsur pembentuk suatu fenomena dan
hubungan saling pengaruh antara unsur-unsur tersebut

Sistem:
fenomena yang diketahui strukturnya (the structure is
well understood)
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(2)
Fungsi-fungsi suatu sistem:
kemampuan-kemampuan yang dimiliki suatu sistem dan dapat
disediakan kepada lingkungannya sehingga sistem tersebut
dapat berperan di lingkungan tempatnya berada

Analisis:
usaha yang dilakukan untuk mengetahui struktur suatu fenomena

Hasil analisis (=model):


deskripsi/ gambaran/ representasi dari struktur fenomena dalam
bentuk uraian dan bentuk-bentuk komunikasi lain
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(3)
Macam-Macam Model:
representasi (lebih sederhana) dari struktur suatu sistem
- narrative
- iconic
- graphical
- mathematical (Chem. Pr. Analysis)
- etc.
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(4)
Jenis-jenis Fungsi dalam Teknik Kimia
 Fungsi-fungsi Utama:

reaksi
pencampuran
pemisahan
 Fungsi-fungsi Pembantu/ Tambahan:

pemanasan dan pendinginan,


kompresi dan pengurangan tekanan,
pengubahan bentuk dan ukuran,
transportasi bahan, handling dan storage, dst.
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(5)
Fenomena

diketahui

Struktur Fenomena
dikenali

Fungsi-fungsi sistem
Kelakuan sistem
dilacak
dan dipikirkan

Kemanfaatan sistem
Konsep Dasar Analisis & Definisi
(6)
Analisis:
usaha yang dilakukan untuk mengetahui struktur suatu fenomena 
hasilnya berupa model

Simulasi
mempelajari kelakuan sistem melalui modelnya

Merancang: (tidak dibahas lebih lanjut dalam ICE-301)


- mendefinisikan struktur suatu sistem yang perlu dibentuk
- merumuskan cara membentuk struktur tersebut

Mengendalikan: (tidak dibahas lebih lanjut dalam ICE-301)


- usaha untuk mempengaruhi kelakuan sistem sehingga sesuai
dengan apa yang diinginkan
Proses Analisis dalam Teknik
Kimia
FENOMENA Pengamatan thd Fenomena

START
Intelegesia Deskripsi Kualitatif Sistem Kelakuan Nyata Sistem
Intuisi
Pengalaman
Formulasi TIDAK
Model Matematika Sistem cocok?
Natural Laws:
Conservation Laws
Constitutive Eqs. YA
Simulasi

Pengamatan Kelakuan Model

MODEL
FINISH
DITERIMA
bandingkan: Fig. 2.1. Russell & Denn, page 16
Jenis-Jenis Masalah dalam
Pemodelan Suatu Sistem T. Kimia
1. Berdasarkan keadaan sistem proses:
spatially or time dependent/ independent
2. Berdasarkan keadaan operasi proses:
steady state/ tunak atau unsteady state/ dinamik
3. Berdasarkan mode operasi proses:
batch, semi-batch, atau kontinu
Spatially Dependent/ Independent
 Spatially Independent:
Sistem uniform, diperlukan MACROSCOPIC balance
total, lumped parameter model
 Spatially Dependent:
Sistem not uniform, diperlukan MICROSCOPIC balance
differential, distributed parameter model
Jenis-Jenis Persamaan
Matematika yang Akan Ditemui
 Persamaan Aljabar
pada sistem steady dan uniform
 Persamaan Diferensial Biasa (ODE)
pada sistem steady/ not uniform (1-axes)
pada sistem unsteady/ uniform
 Persamaan Diferensial Parsial (PDE)
pada sistem unsteady/ not uniform
pada sistem steady/not uniform (>1-axes)
Solusi terhadap Persamaan
Matematika yang Mungkin Ditemui

 Solusi Analitik tersedia/ mudah:


Selesaikan secara ANALITIK

 Solusi Analitik tidak tersedia/ sukar:


Selesaikan secara NUMERIK
Proses Analisis dalam Teknik
Kimia
FENOMENA Pengamatan thd Fenomena

START
Intelegesia Deskripsi Kualitatif Sistem Kelakuan Nyata Sistem
Intuisi
Pengalaman
Formulasi TIDAK
Model Matematika Sistem cocok?
Natural Laws:
Conservation Laws
Constitutive Eqs. YA
Simulasi

Pengamatan Kelakuan Model

MODEL
FINISH
DITERIMA
bandingkan: Fig. 2.1. Russell & Denn, page 16
Formulasi Model
Fenomena
Matematika
Pemilihan FDV

Pemilihan CDV

Pemilihan CV

no
Apakah CDV unik
dalam CV?
yes
Aplikasi Hukum Kekekalan

no Persamaan Model Dasar

Apakah Hukum no Apakah Jumlah yes Model


Kekekalan Sudah Terpakai Pers. Cukup? Matematika
Semua?
yes
Persamaan Konstitutif
Sistematisasi Proses Analisis
Sumber-Sumber Persamaan Model
(Sistematisasi Penurunan Persamaan Matematika Model):
1. Penentuan Fundamental Dependent Variables (FDV)
2. Penentuan Characterizing Dependent Variables (CDV)
3. Penentuan Volume Kerja (Control Volume/ CV)
4. Penerapan Prinsip Kekekalan FDV pada CV
5. Penggunaan Persamaan-Persamaan Konstitutif jika
diperlukan

bandingkan dengan Russel & Denn, page 45


Fundamental Dependent
Variables (FDV)
adalah (Russel & Denn, page 35):

Besaran-besaran (quantities) yang nilainya pada setiap waktu


memberikan seluruh informasi yang diperlukan ttg suatu proses.
Besaran-besaran ini diperlukan dalam mempelajari fenomena apapun

dalam sistem-sistem Teknik Kimia (3 FDV saja):


MASSA, ENERGI, MOMENTUM

Pada suatu situasi, dapat diperlukan penggunaan salah satu sampai


ketiga FDV sekaligus.

Dalam sistem TK yang umum FDV bersifat KEKAL!!!


Characterizing Dependent
Variables (CDV)
adalah (Russel & Denn, page 35):

Variabel-variabel yang dapat diukur dengan mudah, dan kemudian


dapat dikelompokkan untuk menentukan/ mewakili nilai sebenarnya
dari FDV
(“variabel-variabel turunan dari FDV”)

FDV dapat dinyatakan dalam:


densitas, konsentras, temperatur, tekanan, laju alir, dll (CDV)

Contoh:
Massa dapat dinyatakan dalam: m    V    A  h
m  q  t  v  A t
Control Volume (CV)
adalah:

suatu “ruang” dengan batas-batas yang jelas (Control Surface),


dalam mana berlaku hukum kekekalan FDV

Spatially independent DV: Spatially dependent DV:


Lumped model/ uniform Distributed model/ not uniform
Ex:   f ( x, y , z ) Ex:  = f ( x, y , z )

CV
z

Liquid in a tank CV Liquid in a tank


Hukum Kekekalan FDV (1)
pada intinya adalah:

NERACA Massa, Energi, dan Momentum (FDVs)

Hk. Kekekalan FDV (Russell & Denn, page 37):


“Jumlah X yg terdapat dalam suatu Control Volume pada t 2 akan
sama dengan jumlah X yang terdapat dalam CV tsb pada
t1ditambah jumlah X yang masuk ke dalam/ timbul di dalam CV
dalam interval waktu t1 sampai t2 oleh seluruh proses dikurangi
jumlah X yang keluar dari / hilang dalam CV dalam interval waktu
t1 sampai t2 oleh seluruh proses”

X = FDVs (massa, energi, atau momentum)


Hukum Kekekalan FDV (2)
definisi secara matematis (Russell & Denn, page 37 dgn
modifikasi):

X t2 = X t1 + jumlah X masuk / timbul selama (t1 , t 2 )


- jumlah X keluar / hilang selama (t1 , t 2 )
yang dimaksud dengan
“ jumlah X yang masuk ke dalam/ timbul di dalam CV atau keluar
dari/ hilang di dalam CV dalam interval waktu t1 sampai t2 oleh
seluruh proses”

adalah:
1. X yang masuk/ keluar CV melalui “aliran” melewati Control Surface
2. X yang timbul/ hilang di dalam CV oleh seluruh proses yg terjadi
dalam CV
Hukum Kekekalan FDV (3)
1. Contoh CARA/ MEKANISME X masuk/ keluar CV melalui
“aliran” melewati Control Surface:
MASSA: konveksi, difusi
ENERGI: konveksi, konduksi, radiasi
MOMENTUM: konveksi, molecular transport

2. Contoh CARA/ MEKANISME X timbul/ hilang di dalam CV


oleh proses-proses yg terjadi dalam CV:
MASSA: reaksi kimia
ENERGI: panas reaksi kimia, gesekan mekanis
MOMENTUM: gaya berat, gaya gesek
Hukum Kekekalan FDV (4)
persamaan di atas dapat juga ditulis ulang:

X t2 -X t1 = jumlah X masuk / timbul selama (t1 , t 2 )


- jumlah X keluar / hilang selama (t1 , t 2 )
yang setara dengan

Akumulasi X " Net Influx" " Net Generation"


dalam CV X ke dalam X
= +
(t1 , t 2 ) CV melalui CS di dalam CV
dengan: (t1 , t 2 ) (t1 , t 2 )
“Net Influx” = Influx-Outflux
“Net Generation” = Generated-Vanished
Aplikasi Analisis/ Pemodelan
dalam MK Lain:
Contoh Aplikasi Analisis/ Pemodelan dengan FDV pada MK
lain:

MASSA: Neraca Massa/ Azas TK, Operasi Teknik Kimia,


Teknik Reaktor, Peristiwa Perpindahan

ENERGI: Neraca Energi/ Azas TK, Operasi Teknik Kimia,


Teknik Reaktor, Peristiwa Perpindahan

MOMENTUM: Peristiwa Perpindahan


Persamaan-Persamaan
Konstitutif
Secara NYATA, dalam praktek engineering, untuk memformulasikan model
matematika semata-mata dari hukum kekekalan dan prinsip-prinsip
fundamental fisika lainnya seringkali:
- tidak perlu
- tidak praktis
- tidak dimungkinkan (terlalu kompleks)

Maka diperlukan PERSAMAAN-PERSAMAAN KONSTITUTIF:


Hubungan-hubungan antar variabel tambahan yang didapatkan bukan dari
Hukum Kekekalan FDV, tetapi dari:
1. Eksperimen
2. Teori, parameter didapat dari eksperiment
3. Murni dari teori
4. Gabungan dari cara-cara di atas (Russell & Denn, page 41)
Contoh Persamaan Konstitutif
Persamaan Keadaan Untuk Gas:
1. Persamaan Gas Ideal
pV = nRT

2. Persamaan van der Waals


( p + a v 2 ) ( V - b) = nRT

3. Persamaan Clausius
4. Persamaan Berthelot
5. Persamaan Virial, etc.
Persiapan Kuliah 2
1. Cari 3 lagi persamaan keadaan untuk gas (konstitutif) di samping yg
telah disebutkan dalam kuliah ini (nama dan bentuk persamaan, serta
referensi yg dikutip)
2. Pada kasus tangki bocor (Russell & Denn page 18-32), berikan FDV,
CDV, jenis CV yg digunakan dalam analisis (lumped or distributed?)
3. Berikan 2 sistem koordinat lain yg sering digunakan untuk
mendeskripsikan space dalam penurunan model selain koordinat
Cartesian
4. Pelajari contoh bagaimana melakukan analisa fenomena sederhana
(tangki bocor), page 18-32 Russell & Denn.
5. Review statistika dasar (regresi linier/ non linier)
6. Pelajari analisis dimensional dan persamaan konstitutif, page 45-71
Russell & Denn

Anda mungkin juga menyukai