MASTITIS
BY ANNISA NURUL
ASTRI
DEFINIS
I Mastitis merupakan peradangan
payudara yang terjadi pada laktasi.
Manisfestasi klinik mastitis antara lain
kemerahan, pembengkakan payudara,
demam atau infeksi sistemik. Mastitis
klinis didefinisikan sebagai mastitis
yang menyebabkan perubahan yang
terlihat pada payudara. Ada dua jenis
mastitis, yatu mastitis yang terjadi
karena milk stasis adalah non infection
mastitis dan yang telah terinfeksi
bakteri (infective mastitis)
ETIOLOGI
Mastitis dapat terjadi sebagai akibat dari faktor ibu maupun faktor
bayi. Penyebab mastitis pada ibu meliputi praktik menyusui yang
buruk seperti kesalahan dalam posisi menyusu karena kurangnya
pengetahuan atau pendidikan tentang menyusui, saluran yang
tersumbat, puting pecah atau sistem kekebalan tubuh ibu yang
terganggu, yang dapat menyebabkan mastitis melalui mekanisme
sistemik yang meningkatkan kerentanan terhadap infeksi atau
mengurangi suplai susu sebagai respons terhadap nutrisi yang buruk,
stres dan kelelahan ibu. Mastitis dapat diperburuk oleh kesehatan bayi
yang buruk.
PATOFIOSIOLO
GI
Terjadinya mastitis diawali dengan peningkatan tekanan di
dalam duktus (saluran ASI) akibat stasis ASI. Bila ASI tidak segera
dikeluarkan maka terjadi tegangan alveoli yang berlebihan dan
mengakibatkan sel epitel yang memproduksi ASI menjadi datar
dan tertekan, sehingga permeabilitas jaringan ikat meningkat.
Beberapa komponen (terutama protein kekebalan tubuh dan
natrium) dari plasma masuk ke dalam ASI dan selanjutnya ke
jaringan sekitar sel sehingga memicu respons imun. Stasis ASI,
adanya respons inflamasi, dan kerusakan jaringan memudahkan
terjadinya infeksi. Komplikasi dari mastitis adalah abses payudara
FAKTOR
PENYEBAB
• Umur.
• paritas. mastitis lebih banyak diderita oleh primipara.
• penggunaan BH yang ketat. Penekanan oleh BH yang ketat dan
penggunaan kawat penyangga yang dapat mengakibatkan tekanan
berlebih pada payudara.
• Daya tahan tubuh yang lemah dan kurangnya menjaga kebersihan
puting payudara saat menyusui.
• Infeksi bakteri staphylococcus auereus yang masuk melalui celah atau
retakan putting payudara.
• Saluran ASI tersumbat tidaksegera diatasi sehingga menjadi mastitis.
• Puting pada payudara retak/lecet. Hal ini dapat terjadi akibat posisi
menyusui yang tidak benar.
• Payudara tersentuh oleh kulit yang memang mengandung bakteri atau
Tanda dan
•gejala
Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
• Menggigil
• Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
• Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak,
dan terasa sangat nyeri
• Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat
bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
• Timbul garis-garis merah ke arah ketiak
• Daerah merah, bengkak, dan nyeri pada payudara
yang terkena
• Kulit mungkin tampak mengkilap dan kencang dengan
garis-garis merah Umum
Pencegahan dan
pengobatan
• Kompres hangat dan pemijatan.
• Rangsang oxytocin dimulai pada payudara yang tidak
sakit, yaitu stimulai puting, pijat leher-punggung dan lain-
lain.
• Pemberian antibotik; selama 7-10 hari (kolaburasi dokter).
• Sebaiknya diberikan istirahat total dan bila perlu obat
penghilang nyeri.
• Kalau sudah terjadi abses sebaiknya payudara yang sakit
tidak boleh disusukan karena mungkin memerlukan
tindakan bedah.
KEWENANGAN BIDAN MENURUT
PERMENKES NO 28 TAHUN 2017
PASAL 19 AYAT 3
Bidan berwenang melakukan:
• Episiotomi
• pertolongan persalinan normal
• penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II
• penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan
• pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil
• pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
• fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini dan promosi air susu ibu eksklusif
• pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum
• penyuluhan dan konseling
• bimbingan pada kelompok ibu hamil; dan k. pemberian surat keterangan kehamilan
dan kelahiran.
DAFTAR
PUSTAKA
Elisabeth, Endang. 2017. ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS DAN MENYUSUI. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press
Ika, Nasriyah. 2019. MASTITIS (LITERARTURE REVIEW). Jurnal ilmu keperawatan dan kebidanan. 10(2): (330-
337)
Henny, p. 2018. ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Pemerintah Indonesia. 2017. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN
2017 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN. Jakarta: Sekretariat Negara.