Anda di halaman 1dari 9

Eskalasi

Komitmen
Kelompok : 11
Nama : Riris Atifah (1910104043)
Aissa Dyas Risqiana (1910104045)
Ahmad Prabowo (1910104111)
Definisi dan Sudut Pandang Eskalasi Komitmen
Eskalasi komitmen merupakan suatu fenomena yang menggambarkan kecenderungan seseorang atau
pembuat keputusan untuk meneruskan keputusan (komitmen) awal secara tidak rasional. Eklasi
komitmen memiliki 2 sudut pandang yaitu :
 Tidakan Rasional
Eisenhard (1989) menyatakan bahwa eskalasi komitmen dapat dipandang sebagai tindakan
rasional apabila dikaitkan dengan isu kompensasi yang berupa adanya kontrak berbasis luaran
(outcomes) yang akan menyelaraskan kepentingan agen & prinsipal.
 Tindakan Irrasional
Bazerman (1994) menjelaskan eskalasi komitmen sebagai tindakan irrasional dengan
menggunakan dua paradigma yaitu :
a. Paradigma Unilateral. Timbul karena adanya satu pihak yang membuat keputusan mulai
dari keputusan awal sampai keputusan berikutnya.
b. Paradigma Kompetitif. Eskalasi terjadi karena terdapat kekuatan bersaing yang
mendorong timbulnya eskalasi komitmen.
Faktor – Faktor Pendorong Eskalasi Komitmen

Menurut Bazerman (1994) Sedangkan berdasarkan penelitian


menjelaskan terdapat empat Ross & Straw (1993) yang
faktor yang menimbulkan kemudian disempurnakan oleh
perilaku eskalasi komitmen Kreitner & Kenichi (2004)
yaitu : menyebutkan bahwa faktor –
1) Perceptual Bias faktor yang menyebabkan eskalasi
2) Judgmental Bias komitmen adalah :
3) Management Impression 1) Psikologi Sosial
4) Competitive Irrational 2) Karakteristik Proyek
3) Konstektual
4) Faktor Organisasional
Teori-teori yang menjelaskan eskalasi komitmen
Teori Penjelasan Eskalasi

Eskalasi dilakukan untuk menjustifikasi keputusan yang sudah dibuat sebelumnya. Manjer membutuhkan justifikasi
Self justification theory (SJT)
untuk membenarkan tindakannya

Manajer memiliki komitmen pada tindakan yang gagal, sebab antara rugi yang mengarah pada perilaku risk seeking.
Prosepect Theory (PT)
Sunk cost dipercaya untuk menentukan pilihan antara rugi yang mendorong perilaku eskalasi

Manajer memiliki komitmen pada tindakan yang merugi, sebab ini merupakan kepentingan terbaik mereka yang
Agency Theory (AT)
disebabkan adanya ketidakkongruenan antara manajer dan superior dan adanya kondisi asimetri informasi

Manajer memiliki komitmen pada tindakan yang merugi, sebab kekuatan yang mendorong mereka melakukan lebih
Approach Avoidance Theory
kuat daripada kekuatan yang mendorong untuk berhenti. Satu kunci utama yang mendorong eskalasi adalah kedekatan
(AAT)
dengan tujuan atau sering diberi label completion effect

Mental Budgeting Theory Individual mempertahankan proyek yang sepertinya merugi ketika berdasarkan data ternyata akan diperoleh manfaat
(MBT) yang lebih besar (marginal cost lebih rendah dibanding marginal benefit)
Dari hasil penelitian juga didapatkan tabel ringkasan sebagai berikut

Teori Variabel Penyebab Bukti Konsisten dengan Teori


Self justification theory (SJT) • Informasi Negatif Manager bertanggung jawab terhadap eskalasi secara individual yang
• Tanggung jawab personel mengusulkan projek atau yg mempunyai hubungan dgn projek tersebut
untuk periode jangka panjang.
Manager yg bertanggung jawab akan menunjukan perilaku face
saving,termasuk menolak feedback negative atau usaha utk menyalahkan
pihak lain atas hasil projek
Prosepect Theory (PT) • Frame Keputusan negatif Gagal mengabaikan sunk cost dalam rerangka keputusan apakah berhenti
atau melanjutkan
Manajer bertanggung jawab terhadap projek dan mereka terkait dengan
adanya investasi yang terlalu besar untuk dikeluarkan
Agency Theory (AT) • Lack of goal congruency Lingkungan operasional berprngaruh jika informasi negative disampaikan
• Informasi asimetri pada superior
Manager bertanggung jawab untuk suatu projek yang dapat menutupi
informasi status projek negative dari superior mereka
Cognitive Dissonance Theory (Festinger,1957) • Ketidak konsistenan diantara dua kognisi Dalam proses penganggaran modal,kognisi awal komitmen terhadap suatu
yang secara bersamaan dipegang oleh keputusan investasi disebut generative cognitic.
seseorang Umpan balik yang tdk konsisten dengan generative cognition munculkan
dissonant cognition.Dalam situasi diantara dua kognisi yg tdk konsisten
ini,manager dapat memilih :
Menghentikan projek(menerima dissonant cognition)
Eskalasi komitmen terhadap proyek (tetap memegang generative cognition)

Theory of Psychological Commitment • Pilihan yang diambil manager tergantung Manager akan menolak kognisi yang relatif lebih lemah
(Kiesler,1971) pada kekuatan realtif dari kedua kognisi yang
tidak konsisten
Strategi De-Eskalasi Komitmen

Beberapa penelitian memfokus pada pengujian terhadap terjadinya


eskalasi komitmen. Demikian juga untuk menginvestigasi
bagaimana mengurangi kecenderungan eskalasi komitmen, telah
banyak dilakukan antara lain :

 Penelitian yang dilakukan Gosh (1997) memberikan dukungan


bahwa faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan
eskalasi adalah menyediakan umpan balik yang tidak ambigu
dan jelas mengenai pengeluaran sebelumnya, menyiapkan
laporan perkembangan proyek atau laporan kemajuan dan
menyediakan informasi tentang keuntungan di masa taendatang
(future benefit) atau manfaat yang diharapkan dari investasi
tambahan.
 Staw & Ross (1987) mengidentifikasi bahwa strategi yang dapat
digunakan untuk mencegah eskalasi komitmen adalah dengan cara 1)
menetapkan target kinerja minimum, dan meminta pengambil keputusan
untuk membandingkan kinerja dengan target, 2) meminta individual yang
keterlibatannya dalam proyek, 4) memberikan umpan balik secara lebih
berbeda untuk membuat keputusan awal dan keputusan berikutnya dari
suatu projek, 3) mendorong pengambil keputusan untuk mengurangi ego
sering mengenai penyelesaian proyek, 5) mengurangi risiko atau penalti
atas Itegagalan, dan 6) menyadarkan pengambil keputusan mengenai
persistensi biaya

 Simonson & Staw (1992) menjelaskan strategi mencegah eskalasi


komitmen dengan cara membuat luaran negatif yang kurang mengancam
(negative outcome less threatening), menetapkan target pada level
minimum, dan jika tidak tercapai akan menyebabkan perubahan
kebijakan, evaluasi lebih didasarkan pada proses keputusan daripada
outcome.
Topik Eskalasi Komitmen Sangat Relevan Di Bar

Escalation of commitment berkaitan dengan perilaku individual


sehubungan dengan keputusan jangka panjang yang dibuatnya.
Contoh bahwa penelitian eskalasi komitmen relevan dengan praktik
akuntansi :
a. Riset oleh Ghost (1997) menguji eskalasi komitmen dengan previous
expenditure (sunk cost).
b. Ruchala (1999) mengkaitkan eskalasi komitmen dengan budget goal
attainment.
c. Ross & Staw (1993) mengenai investasi pada perusahaan nuklir yang
besar.
d. Cheng (2003) mengkaitkan dengan capital budgeting.
 
Thanks!
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icon by Flaticon, and infographics
& images from Freepik

Anda mungkin juga menyukai