100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan34 halaman

Dasar Water Rescue

Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta memberikan pedoman dasar tentang keselamatan di air dan metode pertolongan dasar di air yang perlu diketahui setiap orang yang melakukan aktivitas di air. Pedoman tersebut mencakup ketentuan keselamatan serta kemampuan dasar seperti berenang, mengendalikan perahu, dan teknik pertolongan pertama. Metode pertolongan di air meliputi langkah REACH, THROW, ROW, GO, dan TOW yang harus diik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan34 halaman

Dasar Water Rescue

Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta memberikan pedoman dasar tentang keselamatan di air dan metode pertolongan dasar di air yang perlu diketahui setiap orang yang melakukan aktivitas di air. Pedoman tersebut mencakup ketentuan keselamatan serta kemampuan dasar seperti berenang, mengendalikan perahu, dan teknik pertolongan pertama. Metode pertolongan di air meliputi langkah REACH, THROW, ROW, GO, dan TOW yang harus diik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA

DASAR WATER RESCUE


Muhammad Rizaldy Fitrah
Kantor Pencarian dan Pertolongan BIODATA
Jakarta

Diklat yang pernah diikuti :


1.Pemadam Kebakaran Tk. I (Pusdiklatkar)
2.Diklat Dasar SAR (Baldiklat Basarnas)
3.Open Water Scuba Diving (Scubatec Academy)
4.Diklat Medical First Responder (Baldiklat Basarnas)
5.Diklat Hazard Identifiaction and Risk Assesment (PPSDM
Geominerba)
6.Diklat Penyuluh Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Tsunami, Gunung
Api, dan Gerakan Tanah (PPSDM Geominerba)
7.Training Pre Hospital Trauma Life Support (Medika Plaza)
Operasi SAR :
1.Kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP
2.Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
3.Bencana Longsor Cisolok, Sinar Resmi Sukabumi
4.Bencana Banjir Jabodetabek
5.KMM Orang tenggelam Jabodetabek
6.Kecelakaan Penanganan Khusus, Underpass Bandara Soekarno Hatta
SASARAN
1. Peserta mengetahui Pedoman Keselamatan di Air
2. Peserta mengetahui Metode Penyelamatan di Air
3. Peserta mampu menggunakan alat bantu pertolongan
Pedoman keselamatan
di air
Pedoman adalah

• kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana


sesuatu harus dilakukan;
• hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb)
untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu.
Pengertian Pedoman Keselamatan
di Air

• Pedoman keselamatan di air adalah ketentuan


mendasar yang berlaku bagi setiap orang yang
melakukan aktivitas di air.
• Seseorang yang melakukan kegiatan di air harus
dibekali dengan kemampuan khusus.
• Ketentuan mendasar yang berlaku ketika beraktivitas di air,
yaitu menggunaka peralatan safety di air (contoh : life jacket)
• Kemampuan mendasar yang harus dimiliki seseorang yang
beraktivitas di air yaitu :
Berenang
Mengendalikan perahu karet dengan dayung dan motor
tempel, .
Metode dan teknik pertolongan di air
Pertolongan pertama.
Memahami sistem penanganan keadaan darurat
Kemampuan penolong di air

A. Berenang dengan 3 (tiga) gaya.


 Gaya bebas dengan kepala rata dengan
permukaan;
 Gaya dada;
 Gaya punggung;
Gaya bebas
Gaya dada
Gaya punggung
Pencegahan Kedaruratan di Air

• Keberhasilan pertolongan di air adalah pada saat


kecelakaan baru saja terjadi.

• Kondisi ini biasanya ditemukan di tempat rekreasi seperti


kolam renang, pantai, dll, yang selalu diawasi oleh life
guard.
Untuk mengantisipasi kejadian yang berakibat
fatal bagi setiap orang yang beraktifitas di air,
maka perlu adanya :

• Papan Peringatan
• Papan peringatan ini ditempatkan pada tempat yang strategis
sehingga akan dibaca orang;
• Memberi tanda di tempat-tempat yang bahaya.
• Tanda ini harus selalu diperbarui, karena pengaruh arus
menyebabkan posisi bahaya akan bergeser;

• Memberi tanda kedalaman;

• Menyiapkan alat apung tipe IV, dekat dengan lokasi


keramaian;
• Mengetahui apa yang harus dilakukan pada kejadian keadaan
darurat di air;

• Menggunakan life jacket;


Memperhatikan kondisi cuaca dan ramalan cuaca;

Kesiapsiagaan penyelamat.
Menghadapi Kedaruratan di air

• Setiap orang yang mengetahui atau mendengar adanya


keadaan darurat di air dan ada korban, maka segera
lakukan:
a.bawa korban ke tempat yang aman “jika mampu”;
b.Pertahankan jalan napas korban;
c.Lapor kepada aparat terkait;
d.Beri pertolongan pertama yang diperlukan.
METODE
PERTOLONGAN
DI AIR
METODE
METODE PERTOLONGAN
PERTOLONGAN
DASAR PEMIKIRAN LANGKAH PERTOLONGAN
YANG SEDERHANA
MENDAPATKAN HASIL
YANG EFEKTIF

METODE PERTOLONGAN DI AIR ADALAH


TAHAPAN /LANGKAH UNTUK MEMUDAHKAN
PENOLONG MENGINGAT APA DAN BAGAIMANA
KETIKA MENGHADAPI KECELAKAAN DI AIR
URUTAN LANGKAH PERTOLONGAN

1. R REACH

2. T THROW

3. R ROW

4. G GO

5. T TOW
THROW

• Pertolongan ini di lakukan dari darat/pinggir


kolam. Bantuan pertolongan dengan cara
menjangkau atau meraih korban
1. REACH
DILAKUKAN

CARA TINDAK
Langkah-langkah reach
1. Perpanjang Jangkauan, Tim Penyelamat Dapat
Menggunakan Benda Ringan Yang Terdapat Di Sekitar
Kejadian Antara Lain Contoh: Galah, Kayu Panjang Dll
Dengan Alat Yang Ada Disekitarnya.
2. Teriakan, Bicara pada korban untuk menentukan jika
korban respon dan menenangkannya.
3. Mengamankan diri, posisikan diri pada tempat aman, serta
mengamankan dengan memegang/mengikat ke benda-
benda yang tidak labil.
4. Tarik Perlahan korban ketempat aman, gunakan tarikan
terukur, hindari sentakan yang dapat menyebabkan
pegangan lepas
5. Yakin Korban Sudah Aman Di Tepian
THROW

Metode Ini Adalah Lanjutan Dari Metode REACH Yaitu


Pertolongan Menggunakan Alat Apung Apapun
Yang Ada, Dengan Cara Melempar Ke Posisi
Korban Dari Daerah Yang Aman
Alasan : Posisi Korban Jauh, Jangkauan Tidak Sampai.
Cara : Melempar Benda Apung Yang Ada Disekitar
Penolong

1. Dengan Tali : Benda Yang Akan Dilempar Ikat Dengan


Tali Dan Amankan Tali Ke Dermaga / Bagian Tubuh
Penolong.
2. Tanpa Tali
3. Menggunakan Ringbouy pada orang yg tdk kooperatif
3. ROW
Dilakukan karena posisi korban terlalu jauh.
Penolong menggunakan alat seperti :
Canoe,Boat,Rubber Boat, Rubber Raft

Setelah dekat Gunakan Metode 1 dan


Metode 2

NAIKAN KORBAN KEATAS BOAT DAN YAKINKAN DULU


BAHWA BOAT SUDAH STABIL
4. Go
Pilihan Akhir
Alasan : Tidak ada alat/ ditempat yang
tidak memungkinkan boat
mendekat.
Standart : Dilakukan oleh orang yang sudah
terlatih

CARA TINDAK : Penolong berenang ke Korban


dengan membawa alat bantu
apung untuk korban.
Korban sadar dibawa ketempat
yang dapat dijangkau boat.
TOW
METODE yang sangat beresiko, penolong harus
kontak dengan korban, penolong mampu
DEFEND dan RELEASE

Digunakan :
1. Jarak jauh Metode 1 dan 2 tidak efektif
2. Tidak tersedia kapal/perahu kecil
3. Tidak dapat mengemudikan kapal kecil
4. Korban letih, cedera, tidak sadar.
LANGKAH PERTOLONGAN DI AIR:

1. Kenali (Recognize)
2. Penilaian (Assesment)
3. Tindakan (Action)
4. Saat berhadapan :
> Bicaralah dengan korban agar korban
merasa tenang
> Lakukan R,T,R
6. Tindak lanjut
Kenali (Recognition)

• Kenali tanda kedaruratan orang hampir


tenggelam
• Waktu sangat berharga
• Semakin cepat anda mengenali tanda
kedaruratan, semakin besar kemungkinan untuk
pertolongan.
Tindakan (Action)

• Komunikasi dengan korban;


• Lakukan metode pertolongan yang diperlukan;
• Lakukan perawatan korban sesuai dengan cidera
yang dialami
Penilaian (Assesment)

• Menentukan langkah yang dibutuhkan


dalam usaha menolong korban dengan
memperhatikan kondisi lingkungan.

Anda mungkin juga menyukai