KONSTRUKSI ATAP
Pengertian
Atap adalah bagaian paling atas dari suatu bangunan, yang
melindungi bangunan beserta isinya.
Rancangan atap tergantung pada:
luas ruang yang harus dilindungi,
bentuk dan konstruksi yang dipilih,
lapisan penutupnya.
Macam Bahan Konstruksi Atap
• Kayu, bambu
• Beton
Macam Bahan Konstruksi Atap
• Baja
• Baja ringan
Kemiringan Atap
• Kemiringan atap dipengaruhi oleh bahan penutup atap
Bagian-Bagian Atap
1. BUBUNGAN, ialah sisi atap yang teratas dan
selalu dalam kedudukan mendatar. Sering kali
bubungan atap juga menentukan arah.
2. TIRISAN ATAP atau bagian terbawah garis
atap menentukan garis paling bawah atap
yang mendatar.
3. GARIS PATAHAN ATAP, pada tambahan
kasau miring atau pada atap mansard, adalah
garis pertemuan antara dua bidang atap yang
berbeda kemiringannya. Arahnya sejajar
dengan garis tirisan atap, berarti
kedudukannya mendatar (horizontal).
Bagian-Bagian Atap
4. JURAI LUAR, ialah bagaian tajam pada
atap berawal dari garis tiris atap sampai
bubungan (pertemuan dua bidang atap
bangunan dengan sudut mengarah ke luar).
5. JURAI DALAM, ialah bagian tajam
pada atap berawal dari garis tiris atap
sampai bubungan (pertemuan dua
bidang atap bangunan dengan sudut
mengarah ke dalam).
6. Titik pertemuan jurai dan bubungan
adalah tempat bertemunya 3 bidang atap
atau lebih.
Bagian-Bagian Atap
7. Bubungan penghubung miring adalah
garis jurai pada bidang-bidang atap yang
tinggi bubungannya berbeda dan bertemu
pada satu titik, juga berfungsi
menghubungkan dua titik pertemuan jurai
dan bubungan
8. Pinggiran gevel adalah bagian akhir dari
atap pada gevel (dinding berbentuk
segitiga).
Dasar Konstruksi Kuda-Kuda
Ide dasar untuk mendapatkan bentuk konstruksi kuda-kuda
seperti urutan gambar di bawah ini:
• a) Akibat adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-
kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke
P’, sehingga kaki kuda- kuda menekan kedua tembok ke arah
samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.
b) Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak
bergerak ke samping perlu dipasang balok
horizontal, balok tersebut bekerja untuk menahan
kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda. Batang
horizontal tersebut dinamakan balok tarik (AB).
c) Karena bentangan menahan beban yang
bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka
batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak
turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan,
tembok seolah-olah ke dalam.
• d) Untuk mengatasi adanya
penurunan pada batang tarik di
ujung atas kaki kuda-kuda dipasangi
tiang dan ujung bawah tiang
menggantung tengah-tengah batang
tarik AB yang disebut tiang gantung.
Detail kuda kuda
Konstruksi Atap Berbahan Kayu
BENTANG ≥ 9 – 12 METER
Elemen Atap
Kuda-kuda
Fungsi
-Kuda penopang (iga-
iga)pada kuda-kuda akan
menyalur gaya tekan
-Balok dasar pada kuda-kuda
di sebut balok tarik/balok
kuda-kuda dan berfungsi
sebagai penahan gaya tarik
-Tiang tengah (ander)
mendukung balok bubungan
dan menerima gaya tekan
• Gording
Penyangga kasau (usuk )ini terletak pada
kuda penopang,di butuhkan jika jarak
antara bantalan dan bubungan melebihi
2,0 m. Gording kayu memiliki dimensi;
panjang maksimal 4 m, tinggi 12 cm dan
lebar 10 cm. Jarak antar gording kayu
sekitar 1,5 sampai dengan 2,5 m.
• Usuk/kasau
- Kasau melintang di atas balok dinidng (bantalan) , peran , dan bubungan
dan berfungsi sebagai penyangga reng. ukuran 5/7 cm dan panjang
maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 sampai dengan 50 cm
- Ujung bawah kasau diteruskan menonjol pada dinding rumah keluar,
membentuk lebar teritisan yang dikehendaki
• Ring Balok
-Balok yang diletakkan di bagian puncak dinding dan yang berfungsi sebagai
pendukung balok kuda-kuda
• Listplank
-Papan tegak yang dipasangpada ujung bawah kasau berfungsi sebagai
pengikat ujung kasau.Harus dilindunginya terhadap cucuran air hujan yang
datang dari genting, panas matahari agar tidak cepat lapuk
• Listplank ujung gevel
-Papan tegak yang dipasang sepanjang ujung gevel mengikutikemiringan
atap dan berfungsi sebagai pelindung gording dan reng terhadap air hujan
dan panas matahari agar tidak cepat rusak