SISTEM EFI
SISTEM BAHAN BAKAR
SISTEM EFI SISTEM INDUKSI UDARA
SISTEM KONTROL ELEKTRONIK
KONSTRUKSI DASAR EFI
SENSOR
Sistem EFI adalah sistem dimana bahan bakar yang masuk ke
ruang bakar di kontrol secara elektronik. Pada dasarnya sistem ini
memiliki 3 komponen utama yakni sensor, ECU dan aktuator.
Sensor memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan mesin mulai
dari bukaan throtle gas, suhu mesin, kevakuman pada intake
manifold dan lain sebagainya.
Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ECU dan
kemudian diteruskan ke aktuator. Dalam sistem bahan bakar,
aktuatornya adalah injektor yang berfungsi menyemprotkan
bahan bakar ke ruang bakar. Jadi besarnya bahan bakar yang
disemprotkan diatur oleh ECU berdasarkan informasi dari sensor
sensor pada mesin EFI itu sendiri
1. Sensor
SensorAirAir
Flow Meter
Flow Meter
Sensor ini memiliki fungsi mendekteksi aliran udara (volume) yang
masuk ke intake manifold. Air flow meter berupa potensio yang
dilengkapi dengan pegas pengembali dan measuring plate. Besar
kecilnya udara yang masuk akan berpengaruh pada putaran
potensiometer. Karena potensiometer berputar maka tegangan output
dari potensiometer juga berubah. Besarnya tegangan dari
potensiometerini diterima ECU sebagai signal.
Air Flow Meter (AFM)/Manifold Absolute Pressure (MAP)
AFM biasanya diletakkan sebelum throttle body.
Sensor ini mengukur kecepatan dan volume aliran udara masuk.
Jika tidak menggunakannya, berarti ECU memerlukan MAP untuk membaca
kevakuman di dalam intake manifold. Makanya MAP diletakkan setelah
throttle body.
L EFI
• L = Luft (Jerman) yang artinya udara
• Udara masuk disensor volumenya
• Alat sensor udara masuk : Air Flow Meter
D EFI
• D = Druck (Jerman) yang artinya tekanan
• Udara masuk disensor tekanannya
• Alat sensor udara masuk : MAP atau Vacum
Sensor
Sensor udara masuk berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jumlah udara yang
masuk kedalam saluran intake, sensor ini terdiri dari beberapa jenis tergantung tipe L-EFI
atau D-EFI dan juga tentunya pabrikan pembuat kendaraan.
Sensor udara masuk tipe L-EFI
Sensor udara masuk yang dipakai untuk tipe L-EFI terletak sebelum katup gas dan
setelah filter udara, sensor ini mengukur aliran udara masuk. Jenis dari sensor ini adalah
sebagai berikut :
1. sensor flap (inpact pressure), pengukur volume udara
2. Karman vortex, pengukur volume udara
3. Kawat panas, pengukur massa udara
4. Film panas, pengukur massa udara
Pada umumnya keluaran/ sinyal dari sesor udara masuk berupa tegangan, kecuali
karman vortex dengan sinyal berupa frekuensi.
Keterangan :
1.Bypass Udara masuk
2.IAT Sensor (Thermister)
3.Massa Udara
4.Kawat panas (Platinum)
5.Pengolah sinyal
Sensor Udara Masuk tipe D-EFI
Sensor udara masuk untuk tipe D-EFI berupa sensor tekanan yang terletak di saluran
masuk (intake manifold). Prinsipnya mengukur tekanan absoulut pada saluran masuk,
aliran udara akan membuat tekanan pada sistem berubah.
Sensor pada sistem ini dikenal dengan istilah Manifold Absolute Pressure (MAP).MAP
terbuat dari bahan piezo resistive. Berfungsi sebagai sensor utama untuk mengatur
campuran bahan bakar
2. Manifold Absolute Pressure Sensor
Manifold Absolute Pressure Sensor
Selain menggunakan air flow meter, volume udara yang masuk juga bisa
dihitung dengan MAP sensor. Sensor ini menghitung kevakuman atau
tekanan pada intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold
diubah menjadi nilai tahanan pada MAP Sensor.
3. Throttle Position Sensor
Throttle Position Sensor
TPS terpasang pada throttle body. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle
dalam bentuk nilai tahanan. Sama seperti air flow meter, TPS juga menggunakan
potensiometer. Cara kerjanya sama, ketika throttle berputar, potensiometer juga
berputar dan nilai tahanan juga berubah. Karena nilai tahananya berubah,
tegangan yang dikirim ke ECU juga ikut berubah. Nilai tegangan tersebut diterima
ECU sebagai signal.
TPS merupakan sebuah tahanan geser dengan bahan karbon arang, berfungsi untuk
mengetahui posisi (derajat) pembukaan katup gas guna mengkoreksi AFR (Air Fuel Ratio),
mendeteksi sinyal idle dan beban maksimum.
TPS terletak pada throttle body bagian ujung dari katup gas, macam sensor ini ada 3 yang
berupa saklar, potensio 3 terminal dan potensio 4 terminal dilengkapi dengan sensor idel.
Keterangan :
1. Throttle valve shaft
2. Karbon tahanan geser 1
3. Karbon tahanan geser 2
4. Plat geser
5. Konektor
Cara Kerja :
Tegangan 5 volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka akan membuat
perbandingan tegangan yang berasal dari perbandingan tahanan, sehingga
mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d 4,7 Volt. Untuk yang 4 pin perbedaan terletak
pada sinyal saklar idel, untuk yang 3 pin informasi idel didapat dari tegangan sinyal
sedang untuk 4 pin didapat dari saklar idel.
4. Water Temperatur Sensor
Water Temperatur Sensor
Pada dasarnya sensor pada mesin mobil EFI menggunakan variable resistor atau
resistor yang nilai tahananya bisa berubah ubah. Selain potensiometer, variable
resistor yang digunakan untuk sensor lainya adalah thermistor. Resistor ini nilai
tahananya berubah tergantung pada suhu. Thermistor digunakan pada water
temperatur sensor atau WTS untuk mengetahui sushu air pendingin.Semakin dingin
suhu air, maka bahan bakar yang disemprotkan semakin banyak.
Jumlah bahan bakar yang disemprotkan dan waktu pengapian saat kondisi mesin dingin dan
di suhu kerja normal harus berbeda.
Untuk mengetahui kondisi ini, tentu ECU memerlukan data yang diperoleh dari suhu air
pendingin mesin.
WTS (Water Temperature Sensor)
Water temperature sensor (WTS) atau Engine Coolant Temperature (ECT) adalah sensor yang
berguna untuk mendeteksi suhu air pendingin. Suhu air pendingin mengimplementasikan
suhu mesin. WTS akan menjaga suhu mesin tersebut agar tidak berlebihan melalui sistem
pendingin. Sinyal dari WTS akan digunakan untuk menghidupkan cooling fan untuk
mendinginkan radiator. Biasanya dalam sebuah mesin terdapat dua buah WTS. Pertama
terletak sebelum radiator yang berfungsi mendeteksi suhu air pendingin dari mesin. Sensor
kedua terletak setelah radiator berfungsi untuk mengoreksi pendinginan dari radiator.
Sensor temperature mengunakan bahan NTC (Negative Temperature Coefficient) adalah
Thermistor yang nilai tahananya berkurang bila temperatur naik (Nilai tahanan
berbanding terbalik terhadap Temperatur. Pada temperatur 0ºC mempunyai tahanan 5
KΩ, dan pada temperatur 80ºC tahanan 250 Ω.
ECT dan IAT Sensor
Sensor temperatur pada kendaraan terdiri dari engine coolant temperatur (ECT), terletak
pada block mesin yang mempunyai fungsimengukur temperatur mesin dan intake air
temperatur (IAT), terletak pada saluran masuk berfungsi mengukur temperatur udara
masuk
Prinsip kerja :
ECT atau IAT dihubungkan seri dengan tahanan yang berada dalam ECU, sumber tegangan
5 V diberikan pada rangkaian tersebut. Bila tahanan pada ECT atau IAT berubah (karena
temperatur) maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja 4,5 s/d 0,2 Volt.
Dari dingin ke panas
5. Intake Air Temperatur Sensor
Intake Air Temperatur Sensor
Seperti namanya, IATS berfungsi untuk mengetahui suhu udara yang masuk
melalui intake manifold. Sensor ini juga berupa thermistor. Semakin dingin suhu
udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor
semakin banyak. Biasanya, sensor ini terletak berdekatan dengan filter udara.
6. Crankshaft Position Sensor
Crankshaft Position Sensor
Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi putaran mesin dan menentukan timing
pengapian. Fungsinya mirip dengan pulser pada sepeda motor. Pada
beberapa mobil, sensor ini diletakan dekat noken sehingga bernama
Crankshaft Position Sensor
CKPs (Crankshaft Position sensor)
Crankshaft Position Sensor atau disingkat CKPs, adalah sensor yang berfungsi untuk
mengetahui kecepatan mesin (RPM). Sensor ini biasanya terletak dibagian blok mesin.
CKPs memanfaatkan perpotongan ggm untuk mengetahui kecepatan mesin.
Nantinya data dari CKPs akan digunakan untuk menentukan beberapa sistem seperti
sistem pengapian dan sistem pengisian.
.
Sensor Putaran.
Ada berbagai macam sensor putaran yang dapat ditemui di berbagai kendaraan dan
jenisnya beranekaragam diantaranya jenis induktif, jenis hall dan foto dioda.Fungsi
dari sensor putaran adalah untuk mengetahui posisi dari langkah silinder.
Selanjutnya proses saat injeksi bensin dan saat pengapian dapat diatur oleh ECU.
Sensor putaran pada tipe lama yang masih memakai distributor biasanya terletak
pada distributor dikenal dengan sensor putaran, sedang untuk model baru yang
sudah tidak menggunakan distributor terletak di poros engkol dikenal dengan CKP
sensor (Crankshaft Position Sensor), dan yangterletak pada poroes cam dikenal
dengan CMP sensor (Camshaft Position Sensor).
7 CMPs (Camshaft Position sensor)
Sensor ini pada dasarnya sama dengan CKPs. Namun, Camshaft position
sensor digunakan pada camshaft dan terletak di head cylinder. Fungsi utama
sensor ini adalah untuk mengetahui posisi "top" pada salah satu silinder.
Posisi "top" adalah kondisi dimana piston disalah satu silinder berada pada
posisi akhir kompresi dan akan melakukan proses usaha.
Biasanya, CMPs akan menentukan posisi "top" pada silinder satu. Nantinya
data ini berguna untuk menentukan timing dasar sistem pengapian
8. Oxygent Sensor
Oxygent Sensor
Oxygen sensor terletak di exhaust manifold untuk mendeteksi emisi gas buang.
Sensor ini berfungsi untuk mengevaluasi apakah campuran bahan bakar sudah
tepat atau belum.
Itulah beberapa sensor pada mesin mobil EFI. Jadi konsep dari sensor sensor
tersebut adalah menggunakan variable resistor, dimana ada tegangan input dan
tegangan output. Tegangan output akan berubah ubah tergantung nilai tahanan
pada sensor. Tegangan tersebut kemudian ditangkap oleh ECU sebagai signal
untuk kemudian di kalkulasi untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang
disemprotkan ke ruang bakar.
Sensor gas buang sering juga disebut lambda sensor atau O2 sensor. Lambda sensor
terbuat dari Zirconium Dioxide (ZrO2) dan platina (sebagai elektroda). Bila ada
perbedaan jumlah O2 gas buang dengan O2 udara luar, akan terjadi beda potensial
antara kedua elektroda sensor oksigen. Tegangan yang dibangkitkan max 1 volt.
Temperatur kerja min 400 C.
Fungsi sensor gas buang untuk membaca kualitas gas buang yang selanjutnya
digunakan untuk mengkoreksi penginjeksian bensin. Sistem yang menggunakan logika
ini disebut dengan Sistem Closed-loopA/F Rasio.
Keterangan :
1. Lapisan proteksi keramic
2. ZrO2 (Zirconium Dioxide)
3. Electroda
4. Saluran Buang
9. Knocking Sensor
Merupakan sensor yang memberi data untuk menyesuaikan waktu pengapian,
ketika kadar oktan bahan bakar yang dikonsumsi tidak sesuai dengan standar.
Knock sensor adalah komponen mesin yang berfungsi mendeteksi ketukan
(knocking) pada mesin. Ketukan atau knocking terjadi akibat pembakaran yang
tidak sempurna, hasilnya akan menimbulkan suara ketukan di dinding silinder
mesin.
Knock sensor menggunakan bahan piezeo electric yang akan mengeluarkan
tegangan saat mendeteksi getaran. Tegangan tersebut dikirimkan ke control
module untuk memperbaiki pengapian. Sensor ini terletak di tengah blok
mesin, beberapa mesin ada pula yang mengusung dua buah knock sensor
10. Pedal Position Sensor
Untuk meningkatkan efisiensi mesin, teknologi throttle by wire mulai banyak
diterapkan.
Walau Anda menekan pedal gas penuh atau secara kasar, throttle body akan
bergerak mengikuti kebutuhan udara di mesin.
Hasilnya, tarikan lebih halus dan konsumsi bbm pun semakin irit.
.
12. Oil pressure sensor
Oil pressure sensor akan mendeteksi tekanan oli didalam mesin, sebelumnya ada
komponen bernama oil level switch yang akan mematikan mesin saat ketinggian
oli berkurang. Namun komponen ini tidak bekerja efektif saat mesin bekerja
Oil pressure sensor bekerja saat mesin sedang menyala. Saat tekanan oli didalam
mesin berkurang, sensor ini akan mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui
indicator oli. Namun, Jika tekanan oli drop, secara otomatis mesin akan berhenti.
13. Fuel level sensor
Sensor ini terletak jauh dari mesin namun, secara tidak langsung berhubungan dengan
kinerja mesin. Fuel level sensor akan mendeteksi jumlah bahan bakar didalam tanki bahan
bakar. Sinyal dari sensor ini akan dikirimkan ke MID dengan fuel bar.
MID = Mobile internet devices
14. Fuel tank pressure sensor
Fuel tank sensor juga terletak jauh dari mesin. Karena komponen ini terletak didalam fuel
tank untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan
bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat mobil berjalan. Uap ini
kemudian diolah menggunakan sistem charcoal canister. (penetralisir tekanan di dalam
tangki tanpa harus menghasilkan emisi baru, dengan menyalurkan ke intake manifold agar
ikut terbakar)
15. Brake pedal sensor
Sensor berikutnya juga secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja mesin. Brake
pedal sensor akan mendeteksi apakah pedal rem berada pada posisi terinjak atau tidak.
Pada mobil-mobil matic, pedal rem akan menentukan saat starting. Saat pedal rem tidak
terinjak, maka mobil tidak akan bisa strart.
16. Fuel rail pressure sensor
Fuel rail pressure sensor adalah komponen sensor yang akan mendeteksi tekanan bahan
bakar pada fuel rail di mesin diesel. Sensor ini hanya terdapat pada mesin diesel yang
mengusung sistem common rail. Fungsi utama sensor ini adalah untuk menentukan pompa
tekanan tinggi untuk memompa agar tidak terjadi over pressure pada fuel rail.
Jika tekanan fuel rail berlebihan, berakibat pada penyemprotan bahan bakar di injector juga
berlebih yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan berpotensi merusak injector.
Sehingga pada mesin diesel sensor ini terbilang penting.
17. Fuel temperature sensor
Sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu pada bahan bakar yang melewati fuel line. Suhu
ini nantinya akan mempengaruhi kinerja mesin khususnya mesin diesel. Oleh karena itu,
beberapa mesin disesel memiliki pendingin bahan bakar.
18 Fuel line pressure sensor
Fuel line pressure sensor adalah komponen yang akan mendeteksi tekanan bahan bakar
dalam sistem bahan bakar. Sensor ini bertujuan untuk mengatur kinerja fuel pump sehingga
tekanan didalam sistem bahan bakar tidak drop dan tidak berlebih.
19. Refrigerant pressure sensor
Refrigerant adalah cairan yang berfungsi untuk menyerap panas latent didalam sistem AC.
Untuk membangkitkan tekanan refrigerant, digunakan komlressor AC yang digerakan oleh
mesin.
Tekanan refrigerant akan diukur oleh refrigerant pressure sensor. Tekanan ini akan
mempengaruhi RPM mesin. Saat kompresor AC terhubung secara otomatis, RPM mesin
akan meningkat untuk menerima beban kompresor, RPM kembali normal saat tekanan
refrigerant mencapai maksimal.
20. Turbo Boost Sensor
Sensor ini, hanya terdapat pada mesin yang memiliki turbo dengan variable noozle. Fungsi
turbo boost sensor adalah untuk mendeteksi tekanan udara yang disemburkan oleh
turbocharger. Tekanan ini tidak boleh kurang dan lebih karena akan berakibat pada
performa mesin.
Sehingga sensor ini akan mengatur tekanan intake melalui boost pressure control yang
lebih familiar dengan sebutan VNT atau VGT.
VNT = Variable Nozzle Turbocharger
VGT = Variable Geometry Turbocharger
Aktuator
Aktuator merupakan salah satu bagian utama dari sistem kontrol yang fungsinya
melaksanakan apa yang diperintahkan oleh ECU sebagai komputer yang ada di
kendaraan.
Macam-macam Aktuator pada Sistem Injeksi
Ada berbagai macam aktuator pada Sistem Injeksi, yaitu:
1. Relay Pompa Bensin
2. Injektor
3. ISC (Idle Speed Control)
4. Lampu Kontrol (Engine Check)
5. Lain-lain
Relay Pompa Bensin (Relay Kombinasi)
Untuk model yang lama relai pompa bensin diaktifkan oleh sebuah saklar yang terletak
pada Air Flow Meter. Tipe dari model tersebut dipakai oleh EFI tipe L yang memakai
flap sebagai sensor udara masuknya, seperti yang terihat pada gambar dibawah.
PETUNJUK:
Pada saat memeriksa DTC, DTC P1520/51 akan selalu ditampilkan jika:
1) Pedal akselerator ditekan
2) Switch air conditioner dihidupkan
3) Shift lever dalam posisi kecuali N dan P (hanya untuk kendaraan A/T)
Oleh karena itu, lakukan prosedur pemeriksaan hanya setelah memastikan bahwa pedal
akselerator tidak ditekan dan switch air conditioner telah diputar ke OFF (shift lever dalam
posisi P atau N).
PERIKSA DTC (menggunakan intelligent tester)
a. Hubungkan intelligent tester ke DLC3.
b. Putar switch pengapian ke-ON dan hidupkan intelligent tester ON
c. Pilih menu item berikut ini: Powertrain / Engine / DTC.
d. Periksa dan pastikan mencatat DTC dan freeze frame data.
PERIKSA DTC (tidak menggunakan intelligent tester)
a. Putar switch pengapian ke ON.
b. Gunakan SST, hubungkan terminal EFIT (12) dan E (4) pada DLC3. SST09843-18040
c. Baca DTC dengan mengamati MIL. Jika terdapat DTC yang tidak terdeteksi, MIL
berkedip seperti ditunjukkan dalam gambar
d. Contoh
• DTC 12 dan 31 terdeteksi dan MIL mulai menampilkan DTC, seperti ditunjukkan
pada gambar. Pola kedipan MIL dari DTC 12 akan ditampilkan pertama kali.
• Akan terjadi pause (jeda) 2,5 detik. Jeda ini akan terjadi antara pola kedipan MIL
setiap DTC.
• Pola kedipan MIL dari DTC 31 akan ditampilkan
• Akan terjadi pause (jeda) 4,0 detik. Pause ini akan terjadi saat pola kedipan MIL
terakhir dari mulaianya lagi pengulangan DTC.
• MIL akan ditampilkan ulang dari awal DTC.
e. Periksa detail malfungsi menggunakan bagan DTC (Lihat halaman Klik di sini
f. Setelah menyelesaikan pemeriksaan, lepaskan terminal EFIT (12) dan E (4) dan
putar off display.
PETUNJUK:
Pada saat terdeteksi 2 atau lebih, MIL pertama kali akan menunjukkan nomor DTC
paling kecil.
Konfirmasi detail dari DTC (Lihat halaman Klik di sini).
FREEZE FRAME DATA (menggunakan
intelligent tester)
a. Hubungkan intelligent tester ke DLC3.
b. Putar switch pengapian ke-ON dan hidupkan intelligent tester ON.
c. Baca DTC dengan memilih item menu sebagai berikut: Powertrain / Engine / DTC.
d. Pilih parameter untuk periksa menggunakan freeze frame data.
e. Catat DTC dan freeze frame data.
HAPUS DTC DAN FREEZE FRAME DATA
(menggunakan intelligent tester)
a. Hubungkan intelligent tester ke DLC3.
b. Putar switch pengapian ke-ON (jangan menghidupkan mesin) dan hidupkan
intelligent tester ke-ON.
c. Pilih menu item berikut ini: Powertrain / Engine / DTC / Clear.
d. Hapus DTC dan freeze frame data dengan menekan tombol YES pada tester.
HAPUS DTC DAN FREEZE FRAME DATA (jangan gunakan intelligent tester)
Lepas fuse EFI dari kotak relay ruang mesin selama
lebih dari 60 detik, atau lepaskan kabel negatif
baterai selama lebih dari 60 detik.
PETUNJUK:
Inisialisasi tidak akan sempurna dengan hanya
melepas kabel baterai.
Bila fuse EFI telah dilepaskan, penyetelan radio,
audio memory dan yang lain tidak terhapus.
Bagan Diagnostic Trouble Code 3SZ-VE
Kode DTC Item deteksi Area Gangguan MIL *1 Memori Lihat halaman
- Open atau short
circuit dalam
Sirkuit Tekanan
sensor tekanan
Absolute
P0105/31 absolute manifold Menjadi on DTC disimpan Klik di sini
Manifold / Tekanan
- Sensor tekanan
Barometric
absolut manifold
- ECM
- Open atau short
di sirkuit sensor
temperatur udara
Sirkuit Intake Air
intake
P0110/43 Temperature Menjadi on DTC disimpan Klik di sini
- Sensor
Malfungsi
temperatur udara
masuk
- ECM
- Open atau short
circuit dalam
sensor temperatur
Sirkuit Temperatur cairan pendingin
P0115/42 Cairan Pendingin mesin Menjadi on DTC disimpan Klik di sini
Mesin - Sensor
temperatur cairan
pendingin mesin
- ECM
- Open atau short dalam sirkuit
Malfungsi Sirkuit Sensor Posisi sensor posisi throttle
P0120/41
Pedal Throttle / Switch "A" - Sensor posisi throttle
- ECM
- Open atau short dalam sirkuit
sensor heated oxygen (sensor 1)
Sirkuit Sensor Oksigen (Bank 1 - Sensor heated oxygen (sensor 1)
P0130/21
Sensor 1) - Heater sensor heated oxygen
(sensor 1)
- ECM
- Open atau short dalam sirkuit
heater dari sensor heated oxygen
Sirkuit Heater Sensor O2 (Bank 1
P0135/23 (sensor 1)
Sensor 1)
- Sensor heated oxygen (sensor 1)
- ECM
- Open atau short dalam sirkuit
sensor oksigen (sensor 2)
P0136/22 *2 Sirkuit Sensor O2 (Bank 1 Sensor 2)
- Sensor oksigen (sensor 2)
- ECM
FUNGSI DIAGNOSA
Sistim yang menginformasikan ke ECU EFI bila terjadi signal – signal mesin yang
tidak normal. Jika terdapat ketidak normalan, fungsi diagnosa akan menyimpan
kode ketidak normalan tersebut. Dan akan menyalakan CHECK ENGINE LAMP .
Hal ini untuk menginformasikan ke pengemudi tentang adanya ketidak normalan.
Jika terminal “T” dan “E” pada DLC ( OBD ) dihubungkan, dan kunci kontak “ON”
maka CHECK ENGINE LAMP akan menyala berkedip memunculkan kode ketidak
normalan. Tetapi bila telah diperbaiki CHECK ENGINE LAMP akan mati, kode
ketidak normalan masih akan tersimpan sampai kode tersebut dihapus.
Untuk mengetahui kode diagnosa, pertama
posisikan kunci kontak pada posisi “OFF”
Selanjutnya hubungkan terminal “T” dan
“E” pada check connector yang terletak di
atas konsol ( dekat steer ), maka lampu
check engine lamp yang ada di kombinasi
meter akan menyala berkedip
MENGHAPUS KODE DIAGNOSA
Setelah dilakukan perbaikan pada gangguan, kode diagnosis yang tersimpan
didalam memory ECU EFI harus dihapus.
Cara menghapus kode diagnosa
Dengan melepas fuse stop selama 10 detik
Dengan melepas terminal baterai selama
minimal 15 detik