Anda di halaman 1dari 34

PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

 NAMA : Dr. DRS. MAXION SUMTAKY. M.Si


 TEMPAT/TGL/LAHIR : TERNATE, 18 SEPTEMBER 1958

 ALAMAT RUMAH : JL. BUKIT TANGGUL P. 16 MALANG

 PEKERJAAN : DOSEN FAKULTAS EKONOMI

o HP : 081357919844
o E mail :maxionsumtaky@gmail.com
Minggu Pokok Bahasan Kegiatan
ke

1 Gambaran umum pengelolaan keuangan publik. Kuliah : Ceramah, tanya


jawab
2 Proses penyusunan RPJP, RPJM Nasional dan Daerah serta Kuliah : Ceramah, tanya
Rencana Pembangunan Tahunan jawab
3 Siklus dan proses Penyusunan Anggaran berbasis kinerja Kuliah : Ceramah, tanya
jawab

4 Struktur Anggran Kuliah : Ceramah, tanya


jawab

5 Pelaksanaan Anggaran : Akuntansi pemerintah Daerah Ceramah, Studi Kasus


berbasis akrual sisten Home Office & Branch Office

6 Jurnal Pendapatan, Belanja, beban Pembiayaan di Ceramah, Studi Kasus


SKPD dan PPKD
7 Memindahkan akun yang terkait dari Jurnal ke buku Ceramah, Studi Kasus
besar di SKPD (Branch Office) dan penyusunan
Neraca Saldo
8 UTS Ujian/Tugas
Mingg Pokok Bahasan Kegiatan
u
ke
9 Proses Penyesuaian dan Penyusunan Kertas Kerja serta Kuliah : Ceramah, tanya
Laporan Keuangan SKPD/Brance office jawab
10 Akuntansi PPKD : Jurnal dan posting serta Neraca Saldo Kuliah : Ceramah, tanya
jawab
11 Proses Penyesuaian dan Penyusunan Kertas Kerja dan Kuliah : Ceramah, tanya
Laporan Keuangan PPPD, proses penyusuna laporan jawab
keuangan PPKD

12 Penutupan Buku Kuliah : Tanya Jawab


13 Laporan Keuangan Konsolidasi Ceramah, Studi Kasus

14 Evaluasi Kinerja organisasi Publik Ceramah, Studi Kasus

15 Evaluasi Kinerja organisasi Publik Ceramah, Studi Kasus

16 Ujian Akhir Semestre Ujian


HUSAINI FIA UB

REFERENSI :
1 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL,
Edisi Kedua. 2017.
Dr. Dwi Ratmono, M.Si., Ak., CA
Mahfud Sholikhin, Ph.D, Ak. CA
2. Analisis laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Edisi keempat.
2019. Dr. Mahmudi, SE., M.Si., Ak., CMA.
3. UDANG UNDANG NO. 17 TAHUN 2003 TENTANG KEUANGAN
NEGARA
4. UDANG UNDANG NO. 1 TAHUN 2004 TENTANG
PERBENDAHARAAN Negara DAERAH
5. UDANG UNDANG NO. 33 TAHUN 2004 TENTANG
PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH DAERAH
DAN PUSAT
MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH

Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pengawasan

RPJPD Rancangan Penatausahaan Akuntansi


Pendapatan Pembinaan:
DPA-SKPD Keuangan
• Pemberian
RPJMD Pedoman
Bendahara Laporan Keuangan • Bimbingan
Verifikasi Penerimaan Pemerintah • Supervisi
RKPD • Konsultasi
Penatausahaan • Laporan Realisasi • Pendidikan
DPA-SKPD Belanja Anggaran • Pelatihan
KUA PPAS • Neraca • Penelitian dan
• Laporan Arus Kas Pengembangan
Bendahara
Dasar Pelaksanaan • Catatan atas
Pengeluaran
Anggaran Laporan Keuangan
Nota
Kesepakatan Kekayaan dan Pengawasan
Kewajiban terhadap
pelaksanaan
• Pendapatan
Pedoman • Kas Umum Laporan Keuangan Peraturan tentang
• Belanja
Penyusunan • Piutang diperiksa oleh BPK APBN/D
• Pembiayaan
RKA-SKPD • Investasi
• Barang
• Dana Cadangan Pengendalian
RKA-SKPD Laporan Realisasi • Utang Intern
Semester Pertama Rancangan
Peraturan tentang
RAPBD Pertanggungjawaban Pemeriksaan
Akuntansi APBD Ekstern
Perubahan APBD Keuangan

APBD
SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASI0NAL/DAERAH

Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh


semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan
bernegara.

Perencanaan pembangunan terdiri atas perencanaan


pembangunan yang disusun secara terpadu oleh
kementerian/lembaga dan perencanaan pembangunan oleh
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.
ASAS SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

 Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi


dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan,
berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga
keseimbangan, kemajuan dan kesatuan Nasional.
 Perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis,
terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan.
 Sistem Perencanaan Pembangunan diselenggarakan berdasarkan
asas; kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara,
kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas,
profesionalitas, dan akuntabilitas.
TUJUAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

1. Mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan


2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar daerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah
maupun antar Pusat dan Daerah.
3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,
pengangaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan
5. Menjasmin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,
efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
 
Lingkup Perencanaan Pembangunan

Nasional Daerah Jangka


Waktu
 Rencana  Rencana Pembangunan  20 Tahun
Pembangunan Jangka Jangka Panjang Daerah
Panjang Nasional
Rencana Rencana Pembangunan  5 Tahun
 
Pembangunan Jangka Jangka Menengah Daerah
Menengah Nasional  5 Tahun
 Rencana Strategis  Rencana Strategis Satuan
Kementrian/Lembaga Kerja Perangkat Daerah

 Rencana Kerja  Rencana Kerja Pemerintah  1 Tahun


Pemerintah Daerah

 Tahun1
 Rencana Kerja  Rencana Kerja Satuasn Kerja
Kementrian/Lembaga Perangkat Daerah.
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (RPJP)
DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN UNTUK PERIODE 20 TAHUN YANG MEMUAT
VISI, MISI DAN ARAH PEMBANGUNAN NASIONAL. DOKUMEN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN UNTUK PERIODE 20 TAHUN YANG MEMUAT VISI, MISI DAN ARAH
PEMBANGUNAN DAERAH YANG MENGACU PADA RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
PANJANG NASIONAL.

PENYUSUNAN RPJP NASIONAL/DAERAH DILAKUKAN MELALUI


URUTAN KEGIATAN:
RANCANGAN AWAL RPJP
DISIAPKAN BAPPEDA

BAHAN MUSRENBANG- JARING


ASMARA
DIIKUTI SEMUA UNSUR
PENYELENGGARA NEGARA ( LSM,
PT, ASS PROFESI, P.AGAMA,P. ADAT,
DUNIA USAHA)

RANCANGAN AKHIR RPJP


DISIAPKAN BAPPEDA
DITETAPKAN DENGAN PERDA
ISI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG
Nasional Daerah

Penjabaran Tujuan Nasional Ke dalam Merngacu pada RPJP Nasional dan


memuat

• Visi • Visi

• Misi • Misi

• Arah Pembangunan Nasional • Arah Permbangunan Daerah


RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
(RPJM)
RPJM DAERAH MERUPAKAN PENJABARAN DARI VISI,
MISI, DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH YANG
PENYUSUNANNYA BERPEDOMAN PADA RPJP DAERAH
DENGAN MEMPERHATIKAN RPJM NASIONAL

RPJMD MEMUAT :
 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH,
 STRATEJIK PEMBANGUNAN DAERAH,
 KEBIJAKAN UMUM,
 PROGRAM SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD),
 LINTAS SKPD,
DISERTAI DENGAN RENCANA-RENCANA KERJA DALAM
RANGKA REGULASI DAN KERANGKA PENDANAAN YANG
BERSIFAT INDIKATIF.
HUSAINI FIA UB
PENYUSUNAN RPJM NASIONAL / DAERAH (RPJMD)
DILAKUKAN MELALUI URUTAN KEGIATAN:
RANCANGAN AWAL RPJM DISIAPKAN BAPPEDA,
PENJABARAN VISI,MISI,PROGRAM KPL DAERAH 
RENSTRA, KEBIJAKAN UMUM, PROGRAM
PRIORITAS, & ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

KEPALA SKPD, SIAPKAN RENSTRA-SKPD SESUAI


TUPOKSI, MEMUAT VISI,MISI, TUJUAN, STRATEGIK,
KEBIJAKAN, PROGRAM DAN EGIATAN
PEMBANGUNAN

RANCANGAN RENSTRA SKPD OLEH BAPPEDA SEBAGAI


BAHAN MUSREMBANG  RPJM, DILAKSANAKAN 2 BLN
STL KPL DAERAH DILANTIK DIIKUTI PENELENGGARAN
NEGARA & MASYARAKAT

RANCANGAN AKHIR DISUSUN BAPPEDA  HASIL


MUSREMBANG,
RPJMD DITETAPKAN 3 BLN STL KPL DAERAH DILANTIK,
SKPD SESUAIKAN RENSTRANYA DENGAN RPJMD YG
DISAHKAN
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUNAN
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD)

DOKUMEN PERENCANAAN UNTUK PERIODE SATU TAHUN.

RKPD : PENJABARAN DARI RPJMD DAN MENGACU RPJPD


RKPD MEMUAT:
 RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH,
 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH,

 RENCANA KERJA (RENJA)


 DAN PENDANAANNYA, BAIK YANG DILAKSANAKAN
LANGSUNG OLEH PEMERINTAH DAERAH MAUPUN
YANG DITEMPUH DGN MENDORONG PARTISIPASI
MASYARAKAT.
 
PENYUSUNAN RKPD DILAKUKAN MELALUI URUTAN
KEGIATAN:

RANCANGAN AWAL RKPD


DISIAPKAN BAPPEDA, RKPD DIJADIKAN PEDOMAN
PENJABARAN RPJM DAERAH PENYUSUNAN RAPBD

KEPALA SKPD, SIAPKAN RENJA- RANCANGAN AKHIR RKPD


SKPD SESUAI TUPOKSI, DISIAPKAN BAPPEDA DAN
MEMUAT KEBIJAKAN UMUM DITETAPKAN DGN
SKPD DAN KEGIATAN PERATURAN KPL DAERAH
PEMBANGUNAN DILINGKUNGAN
SKPD + MASY.

MUSREMBANG
KOORDINASI RANCANGAN RKPD
KAB/KOTADIIKUTI
 RENJA SKPD
PENELENGGARAN NEGARA &
DISIAPKAN KEPALA BAPPEDA
MASYARAKAT
Renstra - SKPD
Renstra-SKPD memuat antara lain tentang kedudukan dari setiap
SKPD, program/kegiatan apa yang secara garis besar
direncanakan serta cara (stratejik) untuk mencapai tujuan itu.
Renstra-SKPD memberikan petunjuk tentang cara untuk
mengerjakan sesuatu program/kegiatan yang benar. Pada
prinsipnya, terdapat beberapa langkah yang lazim dalam
melakukan perencanaan stratejik,
yaitu:
1. Merumuskan visi dan misi organisasi;
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal;
3. Merumuskan tujuan dan sasaran;
4. Merumuskan stratejik-stratejik untuk mencapai tujuan; dan
5. Merumuskan indikator-indikator penting dalam mencapai
sasaran-sasaran tersebut.
1. Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Penyusunan
Program

a. Penyusunan program bertujuan untuk mendukung


pencapaian tujuan dari masing masing satuan kerja
perangkat daerah.
b. Tujuan dari masing masing satuan kerja perangkat daerah
ditetapkan guna mendukung pelaksanaan kewenangan
pemerintah daerah (kabupaten/kota).
c. Pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangannya, kecuali
urusan pemerintahan yang oleh Undang-Undang ini
ditentukan menjadi urusan pemerintah pusat.
2. Mendefinisikan Program

Beberapa pertanyaan kunci untuk mendefinisikan


program dapat membantu penyusunan program antara
lain adalah sebagai berikut,:
a. Apa tujuan dari program?
b. Apakah program dapat dicapai?
c. Mengapa program diperlukan?
d. Apa efek dari mandat yang diberikan?
e. Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan?
f. Siapa saja pihak-pihak yang berkepentingan?
g. Aktivitas utama apa yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan pihak yang berkepentingan?
3. Informasi Sebagai Dasar Penyusunan Program

Pertanyaan kunci di atas membutuhkan berbagai informasi dan


data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai
bagian dari justifikasi penyusunan program. Data dalam
beberapa tahun terakhir dan proyeksi mendatang dapat
menggambarkan kecenderungan terhadap perekonomian,
perpajakan, dan kependudukan yang secara tajam akan
mempengaruhi lingkungan pemerintahan daerah. Harus
diperhatikan pula berbagai perubahan yang akan mempengaruhi
relevansinya program seperti halnya perubahan ekonomi,
perubahan sosial, opini publik, perubahan teknologi.
Renja – SKPD

Rencana kinerja SKPD memuat analisis dan


pengambilan keputusan kedepan untuk menetapkan
tingkat kinerja yang diinginkan di masa mendatang.
Pada prinsipnya perencanaan kinerja merupakan
penetapan tingkat pencapaian kinerja yang dinyatakan
dengan ukuran kinerja atau indikator kinerja dalam
rangka mencapai sasaran atau target yang telah
ditetapkan.
1. Jenis-Jenis Indikator Kinerja
a. Masukan (Input)
Masukan merupakan sumber daya yang digunakan untuk
memberikan pelayanan pemerintah. Indikator masukan
meliputi biaya personil, biaya operasional, biaya modal,
dan lain-lain yang secara total dituangkan dalam belanja
administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan, dan
belanja modal.
b. Keluaran (Output)

Produk dari suatu aktivitas/kegiatan yang dihasilkan


satuan kerja perangkat daerah yang bersangkutan
disebut keluaran (output). Indikator keluaran dapat
menjadi landasan untuk menilai kemajuan suatu
kegiatan apabila target kinerjanya (tolok ukur) dikaitkan
dengan sasaran-sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan
baik dan terukur.
Indikator keluaran (output) digunakan untuk memonitor
seberapa banyak yang dapat dihasilkan atau disediakan.
Indikator tersebut diidentifikasikan dengan banyaknya
satuan hasil, produk-produk, tindakan-tindakan, dan lain
sebagainya.
c. Efisiensi
Ukuran efisiensi biaya berkaitan dengan biaya setiap
kegiatan/aktivitas dan menjadi alat dalam membuat
Analisis Standar Belanja (ASB) serta menentukan
standar biayanya. Ukuran efisiensi merupakan fungsi
dari biaya satuan (unit cost) yang membutuhkan alat
pembanding dalam mengukurnya. Indikator ini berguna
untuk memonitor hubungan antara jumlah yang
diproduksi dengan sumber daya yang digunakan.
d. Hasil (Outcome)

Indikator ini menggambarkan hasil nyata dari keluaran


(output) suatu kegiatan. Pengukuran indikator hasil
seringkali rancu dengan pengukuran indikator output.
Indikator hasil (outcome) merupakan ukuran kinerja dari
program dalam memenuhi sasarannya. Pencapaian sasaran
dapat ditentukan dalam satu tahun anggaran, beberapa tahun
anggaran, atau periode pemerintahan.
Sasaran itu sendiri dituangkan dalam fungsi/bidang
pemerintahan.
2. Penetapan Target Kinerja

Penetapan target kinerja dimaksudkan untuk


mengetahui target (sasaran kuantitatif) dari
pelaksanaan kegiatan/program dan kebijaksanaan
yang telah
ditetapkan pemerintah daerah dan perangkat
pemerintah daerah. Untuk itu perlu dibuat ukuran
kinerja yang berkaitan dengan rencana stratejik yang
telah
dirumuskan
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
penetapan target kinerja:
a. Memilih dasar penetapan sebagai justifikasi penganggaran
yang diprioritaskan pada setiap fungsi/bidang
pemerintahan.
b. Memperhatikan tingkat pelayanan minimum yang
ditetapkan oleh pemerintah daerah terhadap suatu kegiatan
tertentu.
c. Kelanjutan setiap program, tingkat inflasi, dan tingkat
efisiensi menjadi bagian yang penting dalam menentukan
target kinerja.
d. Ketersediaan sumber daya dalam kegiatan tersebut: dana,
SDM, sarana, prasarana pengembangan teknologi, dan lain
sebagainya.
e. Kendala yang mungkin dihadapi dimasa depan.
Penentuan indikator kinerja harus memenuhi kriteria-
kriteria sebagai berikut:
a. Spesifik Berarti unik, menggambarkan obyek/subyek
tertentu, tidak bermakna ganda atau di interpretasikan
lain.
b. Dapat Diukur Secara obyektif dapat diukur baik yang
bersifat kuantitatif maupun kualitatif
c. Relevan Indikator kinerja sebagai alat ukur harus terkait
dengan apa yang diukur dan menggambarkan keadaan
subyek yang diukur, bermanfaat bagi pengambilan
keputusan.
d. Tidak Bias Tidak memberikan kesan atau arti yang
menyesatkan.

Anda mungkin juga menyukai