Anda di halaman 1dari 27

4/18/12

Kelompok 4
Click to edit
Rosiana Budi R K7110145 Sari Dewi P K7110146 Master subtitle style Selly Perwitasari K7110147 Septian K K7110149 Soleh Wahyu H K7110150

PENDEKATAN

CARA BELAJAR SISWA AKTIF

4/18/12 CARA BELAJAR SISWA AKTIF RASIONAL PENDEKATAN CBSA

A. RASIONAL PENDEKATAN CBSA B. PENGERTIAN PENDEKATAN CBSA C . PRINSIP PENDEKATAN CBSA D. INDIKATOR PENDEKATAN CBSA E.RAMBU-RAMBU CBSA

A. RASIONAL PENDEKATAN CBSA

4/18/12

Mengapa harus CBSA ?

Karena belajar selalu berarti pembelajar harus aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar maka pendekatan CBSA harus dimaknai sebagai upaya mengoptimalkan keaktifan murid didalam pembelajaran agar hasil belajar menjadi optimal.

Alasan penerapan cbsa


a.

4/18/12

Alasan bersifat teknis psikologis Hakikat belajar adalah pengubahan pengetahuan menjadi pemahaman yang berkelanjutan melalui proses pemberian makna oleh pembelajar terhadap pengalaman dan lingkungannya.

b.

Alasan yang bersifat nilai terkait dengan pembentukan manusia dan masyarakat Indonesia dalam rangka

4/18/12

Kenyataan objektif dan harapan dimasa depan


1. 2. 3.

Perkembangan IPTEK Perkembangan TIK Perubahan fungsi sekolah dari seleksi menjadi pengembangan

b. Pengertian pendekatan cbsa


CBSA

4/18/12

adalah pendekatan, bukan suatu metode atau teknik mengajar. adalah cara umum atau asumsi dalam memandang dan menyikapi pembelajaran serta permasalahannya.

Pendekatan

Jadi pendekatan CBSA adalah suatu cara umum atau suatu gagasan konseptual tentang proses pembelajaran yang menurut T.Raka Joni (1993:57) yaitu

7 dimensi yang dapat menjadikan variasi kadar keaktifan dalam pembelajaran menurut mckeachie:
1.

4/18/12

Partispasi murid dalam menetapkan tujuan pembelajaran. Penekanan pada aspek afektif dalam pembelajaran. Pertisipasi murid dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar murid. Penerimaan guru terhadap perbuatan murid yang kurang relevan. Kekohesifan kelas sebagai kelompok.

2.

3.

4.

5.

Bentuk Keterlibatan pembelajar dalam proses pembelajaran


4/18/12

1.

Keterlibatan fisik melakukan pengukuran, pengumpulan data, dan memperagakannya.

2.

Keterlibatan mental
a.

Keterlibatan intelektual yang berbentuk mendengarkan informasi Keterlibatan intelektual keterampilan dalam bentuk

b.

c.

Keterlibatan emosional yang berbentuk penghayatan

Bagan hakekat pendekatan cbsa


Rentangan keaktifan
minimal

4/18/12

Keterlibatan: - fisik

maksim al Mental: intelektual emosional

Kognitif: Latihan + Akomodasi Meta kognisi

Psikomotori k: Penghayata n + Balikan

Afektif: Asimilasi / Internali sasi nilai

Klasifikasi kegiatan belajar mengajar 4/18/12 (K. Yamamoto, 1969, dalam t. Raka joni, 1985 : 3)
Murid belajar Ada intensional Ada insidental Guru mengajar Ada intensional
A.

Tidak ada

Pembelajara n optimal Hasil ikutan ( by product) murid sadar

B.

Brain washing

C.

Kegagalan pembelajara n Ada situasi, respons murid tidak ada Non intruksional
I.

Ada insidental

D.

E.

Hasil ikutan (keteladanan , osmosis)

F.

Tidak ada

G.

Murid belajar H. Rekreasi, tak mandiri niat belajar

4/18/12
C.

Prinsip pendekatan CBSA


Prinsip pemecahan masalah Prinsip Motiva si

Prinsip Menemuk an Prinsip Individual isasi

Prinsip menurut Conny semiawan, dkk, 1985:9-13 ;Sulo Lipu La Sulo, dkk, 2002: 11 prinsi[p Belajar sambil kegiatan lain

Prinsip Latar / kontek s Prinsip Fokus Prinsip Sosialisas i

4/18/12 Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rpp

1.

Mengupayakan variasi kegiatan dan suasanan pembelajaran Menumbuhkan prakarsa murid untuk aktif Mengembangkan pola interaksi dalam pembelajaran Menyediakan dan menggunakan berbagai sumber belajar Pemantauan intensif dalam kegiatan

2.

3.

4.

5.

4/18/12

dari segi guru


1.

4/18/12

Menyediakan pijakan dan tuntunan yang dapat membantu murid memberi magna terhadap pengalaman belajar.

Pijakan kognitif Tuntunan kognitif

2.

Guru menggunakan beragam kegiatan pembelajaran dengan multi metode sesuai tujuan yang akan dicapai. Guru memberi tugas kepada murid untuk berbuat langsung dalam pembelajaran dan dalam penerapannya.

3.

Dari segi murid


a)

4/18/12

Dalam pembelajaran tertampilkan: Murid bertanya pendapat. atau memberi

b)

Murid secara langsung melakukan pengkajian, pelatihan, dan penghayatan dalam situasi sarat nilai. Ada interaksi antar murid.

c)

Dari segi pesan-pesan kependidikan:

4/18/12

Ada keseimbangan antara tujuan pembelajaran dan tujuan yang lebih umum. instruksional, konsep serta materi pelajaran yang memenuhi kebutuhan, minat serta kemampuan siswa; merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan guru

Tujuan

Tertampilkan Situasi

Dari segi penempatan diri guru dalam pembelajaran:


4/18/12

sesuai tut wuri handayani.

belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar. suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajarmengajar.

Adanya

D.

4/18/12 Indikator dalam penerapan pendekatan cbsa

Indikator adalah gejala-gejala yang nampak dalam perilaku guru dan murid selama pembelajaran berlangsung serta oragnisasi kegiatan, iklim, dan alat di dalam pembelajaran itu.

1.

Keterlibatan murid dalam pembelajaran (fisik dan mental) Prakarsa murid dalam pembelajaran Peranan guru sebagai fasilitator. Belajar dengan pengalaman langsung (belajar experiensial) Variasi penggunaan multi metode dan multi media. Kualitas antar pembelajaran. murid dalam

Indikator penerapan pendekatan cbsa:


4/18/12

2. 3. 4.

5.

6.

e. Rambu-rambu CBSA
Yang

4/18/12

dimaksud dengan ramburambu CBSA adalah perwujudan prinsip-prinsip CBSA yang dapat diukur dan rentangan yang paling rendah sampai pada rentangan yang paling tinggi, yang berguna untuk menentukan tingkat CBSA dan suatu proses belajar-mengajar.

Pengelompokan kadar cbsa:

4/18/12

Berdasarkan pengelompokan siswa


4/18/12

Strategi

belajar-mengajar yang dipilih oleh guru harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran serta materi tertentu. Ada materi yang sesuai untuk proses belajar secara individual, akan tetapi ada pula yang lebih tepat untuk proses belajar secara kelompok. Ditinjau dari segi waktu, keterampilan, alat atau media serta perhatian guru, pengajaran yang berorientasi pada kelompok kadang-kadang lebih efektif.

4/18/12 Berdasarkan kecepatan masingrnasing siswa

Pada saat-saat tertentu siswa dapat diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Strategi ini memungkinkan siswa untuk belajar lebih cepat bagi mereka yang mampu, sedangkan bagi mereka yang kurang, akan belajar sesuai dengan batas kemampuannya. Contoh untuk strategi belajar-mengajar berdasarkan kecepatan siswa adalah pengajaran modul.

4/18/12 Pengelompokan berdasarkan kemampuan

Pengelompokan

yang homogen dan didasarkan pada kemampuan siswa. Bila pada pelaksanaan pengajaran untuk pencapaian tujuan tertentu, siswa harus dijadikan satu kelompok maka hal ini mudah dilaksanakan. Siswa akan mengembangkan potensinya secara optimal bila berada disekeliling teman yang hampir sama tingkat perkembangan intelektualnya.

4/18/12 Pengelompokkan berdasarkan persamaan minat

Pada

suatu guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk berkelompok berdasarkan kesamaan minat. Pengelompokan ini biasanya terbentuk atas kesamaan minat dan berorientasi pada suatu tugas atau permasalahan yang akan dikerjakan.

Berdasarkan domein-domein tujuan


4/18/12

Strategi belajar-mengajar berdasarkan domein / kawasan / ranah tujuan, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Menurut Benjamin S. Bloom CS, ada tiga domein ialah: 1) Domein kognitif, yang menitik beratkan aspek cipta. 2) Domein afektif, aspek sikap. 3) Dornein psikomotor, untuk aspek gerak. Gagne mengklasifikasi lima macam kemampuan ialah: 1) Keterampilan intelektual. 2) Strategi kognitif. 3)

4/18/12

grazie per la vostra attenzione