0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
595 tayangan17 halaman

Tes Kraepelin

Tes Kraepelin adalah tes yang mengukur kecepatan, ketelitian, dan ketahanan dalam menjumlahkan angka-angka secara sederhana. Tes ini awalnya digunakan untuk menilai kepribadian namun kemudian berkembang menjadi tes bakat dengan mengubah cara skoring dan interpretasinya.

Diunggah oleh

Muh rafli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
595 tayangan17 halaman

Tes Kraepelin

Tes Kraepelin adalah tes yang mengukur kecepatan, ketelitian, dan ketahanan dalam menjumlahkan angka-angka secara sederhana. Tes ini awalnya digunakan untuk menilai kepribadian namun kemudian berkembang menjadi tes bakat dengan mengubah cara skoring dan interpretasinya.

Diunggah oleh

Muh rafli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TES KRAEPELIN (EMILE KRAEPELIN)

Tes Kraepelin dikenal sebagai Simple Arithmatic


Test, yang pada awalnya merupakan Tes
Kepribadian dan kemudian berkembang
menjadi Tes Bakat, dengan mengubah cara
skoring dan interpretasinya.

Tes Kraepelin sebagai tes kepribadian diguna-kan


untuk menentukan “Tipe Performance”
seseorang (Marcham Darokah):
1. Bila hasil menjumlah angka-angka rendah sekali dan tidak
pada ke dudukan minimum normal, diprediksi testee
mengalami depresi mental.
2. Bila terdapat salah hitung terlalu banyak dalam menjumlah
angka-angka dan di bawah minimum normal, diprediksi
testee mengalami mental disorder.
3. Bila terdapat salah hitung dalam menjumlah angka-angka
tertentu, misal 6 + 7 ditulis 12 atau 14, diprediksikan testee
mengalami trauma dengan angka 13.
4. Bila hasil tes menunjukkan ritme yg tajam, artinya pada
suatu ketika terjadi hasil yg rendah, diprediksikan testee
mengalami gejala epilepsi.
5. Bila terdapat range ritme terlalu besar pada hasil tes
sehingga di bawah minimum normal, diprediksi
testee
mengalami gangguan emosional.

6. Bila dalam grafik hasil tes menunjukkan garis naik


tegak lurus/tetap secara kaku, diprediksi adanya
gejala perfeksionisme.

7. Bila dalam grafik hasil tes menunjukkan penurunan


hingga minimum normal, diprediksikan adanya gejala
kelelahan pada diri testee.
Tes Kraepelin sebagai tes bakat digunakan untuk mengukur
“Maximum Performance” dg tekanan skoring dan interpretasi
didasarkan pada hasil tes secara obyektif, bukan
proyektifnya.
MARCHAM DAROKAH
Dari hasil tes kraepelin dapat diinterpretasi faktor-faktor bakat
yg terkandung di dalamnya yaitu faktor kecepatan, faktor
ketelitian, faktor keajegan, dan faktor ketahanan.
GUILFORD
Penjumlahan aitem yg berupa angka-angka satuan, bila
ditinjau dari fungsi mental tergolong dalam convergent
thinking. Bila ditinjau dari jenis isi aitemnya tergolong
numerical facility, yaitu kecakapan menggunakan angka
dengan cepat dan teliti.
FREEMAN
Hasil perhitungan dalam mengerjakan tes ini sangat
dipengaruhi oleh faktor sensory perception dan motor
response.
ANASTASI mengutip pendapat THURSTONE
Aitem-aitem dalam tes kraepelin mengandung salah satu
kemampuan mental primer yaitu faktor number, yaitu
kecakapan menghitung simple arithmatic secara cepat dan
teliti.
SPEARMAN
Aspek - aspek yang diungkap dalam tes kraepelin dapat
dianggap sebagai pernyataan dari energi mental (yaitu
mengandung unsur-unsur kecepatan, ketelitian, keajegan, dan
ketahanan), sehingga mengukur secara optimum apa yg telah
dicapai individu untuk dirinya dalam keadaan fungsi mental
yg normal.
PEDOMAN PELAKSANAAN TES
KRAEPELIN

Peralatan Yang Dibutuhkan


1. Lembar soal tes Kraepelin
2. Stopwatch
3. Bolpoin atau pensil
4. Meja yang longgar
5. Kursi yang nyaman
6. Papan tulis
Prosedur Pelaksanaan Testing

1. Bagikan kepada testi lembar soal tes Kraepelin.


2. Testi diminta untuk mengisi identitasnya.
3. Pada saat testi mengisi identitas, kutiplah contoh
soal tes Kraepelin persis di papan tulis yang
disediakan.
4. Buatlah 2 macam contoh mengerjakan yang benar,
dan 2 macam contoh mengerjakan yang salah.
5. Setelah point nomor 3 selesai dikerjakan, kemudian
tester membacakan instruksi sbb: “Dalam tes ini anda
diminta untuk menjumlahkan setiap dua angka yg
berdekatan dari bawah ke atas, secepat-cepatnya, seteliti-
telitinya, dan sebanyak-banyaknya, tanpa ada satu
penjumlahan pun yg dilewati. Waktu yg digunakan untuk
mengerjakan tes ini sangat terbatas. Apabila saya
memberi aba-aba atau tanda misalnya ketukan,
hendaknya anda segera berpindah pada lajur angka di
sebelahnya. Sekarang mari kita lihat contoh cara
mengerjakan yang benar”.
6. Kemudian instruksikan kepada testi untuk
mengerjakan contoh. Cara mengerjakannya sama
seperti pelaksanaan yang sebenarnya.
7. Periksalah hasil pekerjaan testi untuk melihat apakah
testi telah dapat mengerjakan tes secara betul.
8. Jelaskan lagi hingga testi benar-benar tahu apa yang
harus ia kerjakan.
9. Suruhlah testi untuk menulis angka dengan jelas
supaya tidak terjadi kesalahan dlm skoring.
Tahapan Dalam Skoring

1. Memeriksa seluruh hasil penjumlahan yg telah


dikerjakan testi dari lajur 1 sampai lajur 50. Caranya
adalah:
a. Hitung jumlah jawaban yg benar. Tuliskan
jumlahnya di bagian bawah tiap lajur.
b. Memberikan tanda lingkaran pada setiap hasil
penjumlahan yg salah.
c. Memberikan tanda chek mark pada setiap deret
yang terlampaui.
2. Memindahkan jumlah kesalahan yg dibuat testi ke
bagian yg bertuliskan “sum of errors” dan “sum of
skippeds”. Kemudian jumlahkan dan konsultasikan
dengan norma sehingga diperoleh skor TIANKER.

3. Memindahkan jumlah jawaban yang benar dari ke 50


lajur ke dalam grafik, kemudian buatlah garis grafik.

4. Mencari skor PANKER dengan cara mencari Mean/


Rerata dari distribusi skor yg diperoleh testi pada ke 50 lajur.

Rumus:
Mean = ∑ fy
N
5. Mencari skor TIANKER dengan rumus:
sum of errors + sum of skipped.

6. Mencari skor JANKER ada 2 cara:


a. Berdasarkan Range, yaitu dg mengetahui selisih antara
jumlah jawaban yg benar yg tertinggi dg jumlah jawaban
yg
benar yang terendah. Range = Yt - Yr

b. Berdasarkan Average Deviation.


Av. Dev. = ∑ fd
N
d = deviasi nilai mean dalam harga mutlak.
d = | y – mean |
Terlebih dahulu buat tabel distribusi frekwensi dan hitung
reratanya/mean.
TABEL JANKER
y f fy d fd

∑ f = 50
7. Mencari skor HANKER dg menggunakan rumus persamaan
linear.
Y = a + b.x dimana a = My - b. Mx

b b

X50 ........ Y = a + b . 50 = ..........................


X0 ........ Y = a + b . 0 = ..........................
Skor Hanker = .........................

Terlebih dahulu buat tabel persiapan utk mencari skor


Hanker
TABEL HANKER
CARA MEMBUAT NORMA TES
1. Kumpulkan data skor yang diperoleh pada sejumlah
subyek (minimum =30 subyek) dari suatu tes tertentu.
2. Dari data skor tersebut, cari Mean dan Standard
Deviasinya.
3. Kemudian masukkan ke rumus berikut ini:
BS = Mean + 1,8 . SD
B = Mean + 0,6 . SD
S = Mean - 0,6 . SD
K = Mean - 1,8 . SD
KS = < Mean – 1,8 . SD
CARA MENCARI KECERDASAN UMUM BERDASARKAN
TES PEMAHAMAN, TES PENALARAN, TES BERHITUNG
1. Kumpulkan data skor yang diperoleh pada sejumlah subyek
dari Tes Pemahaman, Tes Penalaran, Tes Berhitung.
2. Kemudian data skor dari setiap tes dicari Mean dan SD nya.
3. Kemudian masukkan ke rumus berikut ini utk masing2 tes.
St 10 = Mean + 27/11 . SD St 5 = Mean – 3/11 . SD
St 9 = Mean + 21/11 . SD St 4 = Mean – 9/11 . SD
St 8 = Mean + 15/11 . SD St 3 = Mean – 15/11.SD
St 7 = Mean + 9/11 . SD St 2 = Mean – 21/11.SD
St 6 = Mean + 3/11 . SD St 1 = Mean – 27/11.SD

Anda mungkin juga menyukai