Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
2
Jenis Pengadaan Barang/Jasa
3
TAHAPAN PERSIAPAN PBJ
4
LANGKAH PENGKAJIAN ULANG RUP
1 2 3 4 5
PPK dapat Hal-hal yang Penyusunan PPK PA/KPA
mengundang dikaji ulang : Berita Acara mengajukan menetapkan
ULP/Pejabat • Rencana hasil Kaji usulan Rencana
Pengadaan dan penganggaran. Ulang RUP. perubahan Umum
tim teknis untuk • Kebijakan RUP kepada Pengadaan
melakukan umum PA/KPA. yang sudah
pengkajian ulang pengadaan dikaji ulang.
RUP. (hanya
Pemaketan).
• KAK
versi_9.1 5
KETENTUAN DALAM KAJI ULANG
RENCANA PENGANGGARAN
• Materi yang dikaji:
• Rencana biaya paket pekerjaan
• Rencana biaya pendukung pelaksanaan pengadaan
• Pengkajian ulang rencana pembiayaan pengadaan dilakukan untuk memastikan:
• Kode akun yang tercantum dalam dokumen anggaran sesuai dengan
peruntukan dan jenis pengeluaran;
• Perkiraan jumlah anggaran yang tersedia untuk paket pekerjaan dalam
dokumen anggaran mencukupi kebutuhan pelaksanaan pekerjaan atau biaya
paket pekerjaan;
• Tersedia biaya pendukung pelaksanaan pekerjaan
• Apabila kurang dianggarkan dan atau terdapat kesalahan administrasi dalam
dokumen anggaran, maka PPK dan/atau ULP/Pejabat Pengadaan mengusulkan
revisi dokumen anggaran, dokumen kaji ulang RUP ditanda tangani oleh pihak
yang membahas.
versi_9.1 6
KETENTUAN DALAM KAJI ULANG
KEBIJAKAN UMUM PENGADAAN
• Pada kebijakan umum, yang bisa dikaji hanya pemaketan saja
• Tujuannya meneliti dan memastikan apakah pemaketan yang
ditetapkan telah mendorong persaingan sehat, efisien,
meningkatkan peran usaha kecil dan memaksimalkan
penggunaan produksi dalam negeri
• Hasil survei pasar dapat digunakan sebagai dasar pengkajian
• Berdasarkan hasil pengkajian ulang, PPK dan/atau
ULP/Pejabat Pengadaan dapat mengusulkan untuk
menggabungkan atau memecah paket.
versi_9.1 7
KETENTUAN DALAM KAJI ULANG
KAK
Kerangka Acuan Kerja (KAK) merupakan dokumen yang
memuat uraian tentang acuan-acuan yang harus menjadi
pedoman dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa
versi_9.1 8
KETENTUAN DALAM KAJI ULANG
KAK
Hal yang harus dikaji dalam Kerangka Acuan Kerja
• Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan sudah jelas
• Jenis, isi dan jumlah laporan yang harus dibuat (apabila diperlukan) cukup jelas
• Spesifikasi teknis barang/jasa
• Total perkiraan biaya pekerjaan
• Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
• Pencantuman syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
• Pencantuman kriteria kinerja produk yang diinginkan
• Bila diperlukan dilengkapi dengan gambar-gambar brosur barang
• Persyaratan penyedia dan kualifikasi tenaga ahli serta jumlah personil inti
• Kejelasan analisa kebutuhan tenaga ahli. Pengecualian untuk pekerjaan yang
bersifat rahasia, tidak perlu analisis tersebut
• Dokumen-dokumen pendukung
versi_9.1 9
PENETAPAN RUP SETELAH
DI KAJI ULANG
TAHAPAN OUTPUT
versi_9.1 10
Organisasi Pengadaan
Organisasi Pengadaan Barang/Jasa untuk Pengadaan melalui Penyedia Barang/Jasa terdiri atas
12
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah :
1. Swakelola
2. Penyedia
a. Pengadaan Langsung
b. Penunjukan Langsung
c. Kontes
d. Sayembara
e. Pelelangan/Seleksi (e-tendering)
• Pelelangan/ seleksi sederhana / SPSE
• pemilihan langsung V.2.2-V.3.4 (2008-2012)
V.3.5 (2013-2015)
• Pelelangan/ seleksi umum V.3.6 (2015)
• Pelelangan/seleksi terbatas V.4.0 (2015/2016)
• Lelang/seleksi cepat
f. E-Purchasing 13
GARIS BESAR PROSES PENGADAAN B/J
MELALUI PENYEDIA
1. Persiapan dan
Pelaksanaan Kontrak
2. Pelaporan Penyerahan
PENANDATANGANAN B/J
& PELAKSANAAN
KONTRAK
1. Pengumuman
2. Pendaftaran dan Pengambilan
Dokumen Pengadaan
PELAKSANAAN 3. Penjelasan
PEMILIHAN 4. Pemasukan Dokumen penawaran
PENYEDIA 5. Pembukaan dan evaluasi dokumen
penawaran
6. Pengumuman Hasil Evaluasi
7. Sanggah
14
PERSIAPAN
1. Perencanaan Umum
(Identifikasi kebutuhan, anggaran, pemaketan,
cara pengadaan, organisasi, KAK)
2. Perencanaan Pelaksanaan Pengadaan
(Kaji ulang RUP, menyusun spesifikasi teknis,
PERSIAPAN HPS dan rancangan kontrak)
3. Perencanaan Pemilihan
(Pengkajian ulang spek dan HPS, pemilihan
sistem pengadaan, penetapan metode
penilaian kualifikasi, penyusunan jadwal
pelelangan, penyusunan dokumen pengadaan)
15
PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA
Penjelasan Lelang
PELAKSANAAN
PEMILIHAN
PENYEDIA Pengumuman
Penyampaian Undangan
Pascakualifikasi
versi_9.1 16
PENANDATANGANAN DAN
PELAKSANAAN KONTRAK
Pelaporan dan
Penyerahan
Barang/Jasa
PENANDATANGANA
N & PELAKSANAAN
KONTRAK
Persiapan dan
Pelaksanaan
Kontrak
versi_9.1 17
SPESIFIKASI BARANG/JASA
Ketentuan Umum
• Spesifikasi teknis benar-benar sesuai dengan kebutuhan
pengguna/penerima akhir;
• Tidak mengarah kepada merek/produk tertentu, kecuali untuk
pengadaan suku cadang;
• Memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri;
• Memaksimalkan penggunaan Standar Nasional Indonesia
(SNI)
versi_9.1 18
SPESIFIKASI BARANG/JASA
Tujuan
• Menyediakan informasi tentang barang/jasa yang dibutuhkan
oleh pengguna barang/jasa
• Spesifikasi ini digunakan oleh:
Penyedia barang/jasa sebagai acuan dalam menyampaikan
penawaran
ULP dalam menyusun dokumen pengadaan dan
mengevaluasi penawaran
versi_9.1 19
SPESIFIKASI BARANG/JASA
Rencana
Kaji Menetapkan Persyaratan Dokumen
Umum Ulang Spesifikasi Teknis Pengadaan
Pengadaan
PA PPK ULP/PP
Kualitas
Kuantitas/Jumlah
Tempat
Harga
Waktu
versi_9.1 21
HARGA PERKIRAAN SENDIRI
versi_9.1 22
Pasal 66
HARGA PERKIRAAN SENDIRI
Penyusunan HPS
Tahapan dan Pihak Terkait
Usulan
Usulan
Usulan
Dokumen Diumumkan
Dokumen
Dokumen
HPS
HPS
Ditetapkan Nilai Total
HPS
HPS
PPK ULP/PP
Dokumen
Dokumen SAH jika ditandatangani oleh PPK
Dokumen
HPS SAH
HPS
HPSSAH
SAH (sebagai yang menetapkan)
versi_9.1 23
FUNGSI HARGA PERKIRAAN SENDIRI
versi_9.1 24
DATA DAN INFORMASI PENYUSUNAN HPS (1) –
versi_9.1 25
Pasal 66 ayat (7)
DATA DAN INFORMASI (2) – HPS
g. Hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis, baik yang dilakukan
dengan instansi lain maupun pihak lain;
h. Perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana
(engineer’s estimate);
i. Norma indeks; dan/atau
j. Informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan
HPS untuk pelelangan/seleksi internasional dapat menggunakan
informasi harga barang/jasa di luar negeri
versi_9.1 26
Pasal 66 Ayat (7)
PENYUSUNAN HPS BARANG/JASA LAINNYA
Mempelajari Menghitung/
Mengecek Dokumen menetapkan harga
besarnya pagu Perencanaan satuan
dana dari DIPA/PO Umum (DIPA/DPA,
KAK dan RAB)
Menjumlahkan
Menghitung jumlah
Menghitung PPN semua biaya untuk
biaya untuk setiap
seluruh mata
mata pembayaran
pembayaran
versi_9.1 27
PENYUSUNAN HPS PEKERJAAN KONSTRUKSI
Menjumlahkan Menjumlahkan
semua biaya untuk jumlah biaya Menghitung/
seluruh mata untuk setiap mata menetapkan harga
pembayaran pembayaran satuan
Menentukan
Menghitung PPN besarnya HPS
versi_9.1 28
PENYUSUNAN HPS JASA KONSULTANSI
Menjumlahkan
semua biaya untuk
Menghitung PPN
seluruh item Menghitung jumlah
pembayaran biaya untuk setiap
item pengeluaran
versi_9.1 29
Perubahan Kebijakan Perpres No. 4 Tahun 2015
E-Tendering
a. Pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan ketentuan:
1) tidak diperlukan Jaminan Penawaran;
2) tidak diperlukan sanggahan kualifikasi;
3) apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta,
pemilihan
penyedia dilanjutkan dengan dilakukan negosiasi teknis dan
harga/biaya;
4) tidak diperlukan sanggahan banding;
31
Perubahan Kebijakan Perpres No. 4 Tahun 2015
E-Tendering Cepat
E-Tendering Cepat dapat dilakukan untuk pengadaan
dengan:
a. pekerjaan dengan spesifikasi/metode teknis yang
dapat distandarkan dan tidak perlu dikompetisikan;
b. metode kerja sederhana/dapat ditentukan; dan/atau
c. barang/jasa yang informasi spesifikasi dan harganya
sudah tersedia di pasar.
32
PENETAPAN METODE PEMILIHAN –
PENGADAAN BARANG
Penunjukan Pelelangan Pelelangan
Langsung Umum Terbatas
KEADAAN TERTENTU: Pada prinsipnya Penyedia yang
Penanganan darurat semua pemilihan mampu terbatas
Pekerjaan konferensi yang dilakukan melalui dan untuk pek.
mendadak dan dihadiri metode Pelelangan kompleks
Presiden/Wapres Umum
Pekerjaan bersifat rahasia
Pertahanan negara serta
Pelelangan
Sederhana
keamanan dan ketertiban Pemilihan
masyarakat Penyedia B/JL Bernilai paling
Pekerjaan spesifik hanya tinggi
bisa dilakukan oleh satu Rp 5.000.000.000
penyedia
Barang KHUSUS:
Pekerjaan berdasarkan tarif Pengadaan
resmi pemerintah Langsung Kontes
Pekerjaan kompleks dengan
teknologi khusus dan hanya Untuk pengadaan dengan • Tidak punya harga pasar
nilai s.d. Rp 200 juta • Tidak dapat ditetapkan
satu penyedia yang mampu • Kebutuhan operasional berdasarkan Harga
Distribusi obat/alkes tertentu • Teknologi sederhana Satuan
Kendaraan bermotor GSO • Resiko kecil
Pupuk dan Benih • Usaha perseorangan/BU
kecil dan koperasi kecil 33
Pasal 35
PENETAPAN METODE PEMILIHAN-
PEKERJAAN KONSTRUKSI
Penunjukan Pelelangan
Langsung Umum
Pelelangan
KEADAAN TERTENTU: Pada prinsipnya Terbatas
Penanganan darurat semua pemilihan
Pekerjaan konferensi yang dilakukan melalui Penyedia yang
mendadak dan dihadiri metode Pelelangan mampu terbatas dan
Presiden/Wapres Umum untuk pekerjaan
Pekerjaan bersifat rahasia kompleks
Pertahanan negara serta
keamanan dan ketertiban
masyarakat Pemilihan Pemilihan
Pekerjaan spesifik hanya bisa Langsung
Penyedia JK
dilakukan oleh satu penyedia
Bernilai paling tinggi
KONSTRUKSI KHUSUS: Rp 5.000.000.000
Pekerjaan kompleks dengan
teknologi khusus dan hanya satu Pengadaan
penyedia yang mampu Langsung
Pekerjaan konstruksi bangunan
yang merupakan satu kesatuan Untuk pengadaan dengan nilai s.d.
sistem konstruksi dan satu Rp 200 juta
kesatuan tanggung jawab atas • Kebutuhan operasional
resiko kegagalan bangunan • Teknologi sederhana
Sarana dan prasarana di • Resiko kecil
• Usaha perseorangan/BU kecil
perumahan 34
dan koperasi kecil
PENETAPAN METODE PEMILIHAN –
JASA LAINNYA
Penunjukan Pelelangan
Langsung Umum
KEADAAN TERTENTU: Pada prinsipnya
Penanganan darurat semua pemilihan
Pekerjaan konferensi yang dilakukan melalui
metode Pelelangan Pelelangan
mendadak dan dihadiri Umum Sederhana
Presiden/Wapres
Bernilai paling
Pekerjaan bersifat rahasia tinggi
Pertahanan negara serta Rp. 5.000.000.000
keamanan dan ketertiban
Pemilihan
masyarakat
Pekerjaan spesifik hanya bisa Penyedia B/JL
dilakukan oleh satu penyedia Sayembara
Jasa Lainnya KHUSUS: • Proses dan hasil dari
Pekerjaan berdasarkan tarif resmi gagasan, kreatifitas,
Pengadaan inovasi, budaya dan
yang ditetapkan pemerintah
Langsung metode pelaksanaan
Pekerjaan kompleks dengan
teknologi khusus dan hanya satu Untuk pengadaan dengan nilai tertentu
penyedia yang mampu s.d. Rp.200 juta • Tidak dapat ditetapkan
Sewa penginapan/ruang rapat • Kebutuhan operasional berdasarkan Harga
• Teknologi sederhana Satuan
Lanjutan sewa gedung
• Resiko kecil
Distribusi pupuk dan benih • Usaha perseorangan/BU kecil
dan koperasi kecil 35
PENETAPAN METODE PEMILIHAN –
JASA KONSULTANSI
Penunjukan
Langsung
Seleksi Umum Seleksi
Sederhana
Pada prinsipnya
Penanganan darurat semua pengadaan Bernilai paling
Pekerjaan yang menyangkut harus dengan tinggi
pertahanan/ keamanan dan Seleksi Umum Rp 200 juta dan
ketertiban masyarakat bersifat sederhana
Penyedia jasa tunggal atau
hanya bisa dilakukan Pemilihan
pemegang hak paten
Penyedia Jasa Sayembara
Konsultansi di bidang
Konsultasi
hukum (konsultan
hukum/advokat atau • Proses dan hasil dari
pengadaan arbiter) yang gagasan, kreatifitas,
inovasi dan metode
tidak direncanakan untuk
Pengadaan pelaksanaan tertentu
menghadapi gugatan • Tidak dapat ditetapkan
Langsung
dan/atau tuntutan hukum berdasarkan Harga
kepada Pemerintah, harus • Untuk pekerjaan Konsultasi Satuan
segera dengan nilai maksimum Rp 50
Juta
36
Pasal 41
Proses Pengadaan Barang/Jasa
Start
Penayangan Pengumuman
• Pelelangan Umum paling
kurang 7 (tujuh hari kerja
• Pelelangan
Pendaftaran sederhana/pemilihan
pendaftaran dan langsung/seleksi sederhana
pengambilan Dokumen paling kurang 4 (empat) hari
Pengadaan dimulai sejak kerja
tanggal pengumuman
sampai dengan 1 (satu) hari
kerja sebelum batas akhir
pemasukan Dokumen
Penawaran
37
Pemberian Penjelasan
dilaksanakan paling cepat 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal
pengumuman
38
Pengumuman Pemenang
Masa Sanggahan
• Pelelangan/Seleksi Umum 5 hari kerja setelah pengumuman pemenang
• Pelelangan/seleksi sederhana/pemilihan langsung 3 hari setelah pengumuman
pemenang
SPPBJ
39
Penandatanganan Kontrak
Pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan kontrak baik
jangka waktu pelaksanaan
maupun hasil
Serah Terima &
Pembayaran
Serah terima hasil pekerjaan
dari penyedia kepada PPK
sesuai kontrak dan
pembayaran
Finish
40
SWAKELOLA
DEFINISI SWAKELOLA
KETENTUAN UMUM
SWAKELOLA
versi_9.1 43
Pasal 26
KETENTUAN UMUM Pekerjaan dimana
Pekerjaan operasi dan
Pekerjaan untuk
pengembangan pemeliharaannya
industri meningkatkan
memerlukan
kemampuan teknis
pertahanan, partisipasi
industri alutsista SDM langsung
dan industri masyarakat
almatsus Pekerjaan yang
Penelitian dan dalam setempat atau
negeri tidak
dikelola diminati oleh
oleh
pengembangan
dalam negeri K/L/D/Ipenyedia
barang/jasa
Pekerjaan yang
Pekerjaan industri
Pekerjaan secara rinci/detail
kreatif, inovatif
tidak dapat
dan budaya dalam yang dihitung/ditentuka
negeri
dapat n terlebih dahulu
Pekerjaan yang dilakukan Penyelenggaraan
bersifat rahasia diklat, kursus,
bagi K/L/D/I yang dengan seminar,
Pekerjaan survei,
Pekerjaan untuk
bersangkutan Swakelola
pemrosesan data,proyekpenyuluhan, dll
pengujian,
percontohan dan
pengembangan survei yang
sistem bersifat khusus
versi_9.1 44
Pasal 26
SWAKELOLA TIPE 1
KETENTUAN UMUM
Swakelola oleh Instansi Penanggungjawab Anggaran
MENTERI/
PA/KPA
KEPALA DAERAH
TIM SWAKELOLA
versi_9.1 46
TAHAPAN PERENCANAAN
Swakelola oleh Penanggungjawab Anggaran
Penyusunan Rincian
K/L/D/I menyusun KAK
daftar kebutuhan dan
kegiatan yang akan Penyusunan Jadwal
dilaksanakan dengan Rencana Pelaksanaan
cara swakelola Pekerjaan
Tim Perencana
Pembuatan Rincian
Biaya Pekerjaan
Rencana Pengadaan
dan Kebutuhan Tenaga
Kerja/Bahan/Alat dll
Tim Pengawas
Mengusulkan pembentukan
ULP/Pejabat Pengadaan
kepada PA/KPA
(jika belum dibentuk pada
versi_9.1 tahap penyusunan RUP)47
12
PELAKSANAAN
Step 1
Merupakan tahapan implementasi dari
perencanaan yang telah disusun sebelumnya yang
Step 2 terdiri dari:
Step 3
Pengawasan Administrasi
Pengawasan Keuangan
terhadap dokumentasi pelaksanaan mencakup cara pembayaran serta
kegiatan dan pelaporan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan
Pengawasan Teknis
Evaluasi
untuk mengetahui realisasi
Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap 49
fisik pekerjaan lapangan
minggu terhadap pelaksanaan pekerjaa
POINTS OF INTEREST 14
Tenaga Ahli
1
Jumlah tenaga ahli tidak
boleh melebihi 50% dari
Pengadaan Barang/Jasa
jumlah pegawai K/L/D/I 2
yang terlibat Dilakukan oleh Kelompoka
Kerja ULP/Pejabat
Tim Swakelola
3 Pengadaan sesuai
Pembentukan Tim mekanisme pengadaan
Swakelola besarannya
disesuaikan dengan 4 Tim Swakelola
kompleksitas pekerjaan Tim Swakelola dapat
melibatkan lintas
Pengadaan Barang/Jasa 5 Kedeputian sesuai
Di dalam pelakssanaan dengan kebutuhan
swakelola dimungkinkan
keterlibatan penyedia
barang/jasa
50
SWAKELOLA TIPE 2
KETENTUAN UMUM
Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain
1
PA/KPA PIMPINAN
Nota kesepahaman
2 TIM
PPHP PPK ULP/PP
Kontrak PELAKSANA
TIM TIM
PERENCANA PENGAWAS
versi_9.1 52
TAHAPAN PERENCANAAN
Swakelola oleh Instansi Pemerintah Lain
Penyusunan Rincian KAK
K/L/D/I menyusun
daftar kebutuhan dan
kegiatan yang akan Tim Perencana di Penyusunan Jadwal
dilaksanakan dengan K/L/D/I Penanggung Rencana Pelaksanaan
cara swakelola jawab Anggaran Pekerjaan
Pembuatan Rincian
Penawaran tertulis dan Biaya Pekerjaan
Pembuatan MoU
dengan Instansi
Pemerintah Lain
Tim Pelaksana Pembuatan Gambar
Instansi Pemerintah Rencana Kerja dan
Lain Teknis (jika diperlukan)
Pembentukan
Tim Swakelola Rencana Pengadaan dan
Kebutuhan Tenaga
Kerja/Bahan/Alat dll
Tim Pengawas di
K/L/D/I Penanggung Mengusulkan pembentukan
Kontrak dengan jawab Anggaran ULP/Pejabat Pengadaan di
Tim Pelaksana instansi pemerintah lain
(jika belum dibentuk pada
versi_9.1 tahap penyusunan RUP) 53
Step 1
PELAKSANAAN 18
Pengawasan Administrasi
Pengawasan Keuangan
terhadap dokumentasi pelaksanaan mencakup cara pembayaran serta
kegiatan dan pelaporan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan
Pengawasan Teknis
Evaluasi
untuk mengetahui realisasi
Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap 55
fisik pekerjaan lapangan
minggu terhadap pelaksanaan pekerjaa
POINTS OF INTEREST 20
KLDI Pelaksana
Swakelola
1
Pemilihan KLDI
Pelaksana Swakelola
Pengadaan Barang/Jasa
memperhatikan 2
kompetensi dan keahlian Dilakukan oleh Kelompok
Kerja ULP/Pejabat
Tim Swakelola
Tim Perencana dan Tim 3 Pengadaan pda KLDI
Pelaksana Swakelola
Pengawasn diangkat PPK
penanggung jawab
anggaran. Tim Pelaksana
4 Tim Swakelola
diangkat KLDI Pelaksana Tim Swakelola dapat
Swakela melibatkan lintas
5 Kedeputian sesuai
Pengadaan Barang/Jasa dengan kebutuhan
Di dalam pelakssanaan
swakelola dimungkinkan
keterlibatan penyedia
barang/jasa
56
SWAKELOLA TIPE 3
KETENTUAN UMUM
Swakelola oleh Kelompok Masyarakat
PA/KPA
1
Usulan
2 PIMPINAN TIM
PPHP PPK
Kontrak POKMAS PENGADAAN
versi_9.1 58
TAHAPAN PERENCANAAN
Swakelola oleh Kelompok Masyarakat
Penyusunan Rincian
KAK
K/L/D/I menyusun
daftar kebutuhan dan
kegiatan yang akan Penyusunan Jadwal
dilaksanakan dengan Rencana Pelaksanaan
Tim Perencana
cara swakelola Pekerjaan
pada Pokmas
Pembuatan Rincian
Biaya Pekerjaan
Penetapan Kelompok
Masyarakat sebagai Tim
Pelaksana Swakelola
Tim Pelaksana Pembuatan Gambar
pada Pokmas Rencana Kerja dan
Teknis (jika diperlukan)
Kontrak dengan
Ketua Pokmas
Rencana Pengadaan
dan Kebutuhan Tenaga
Kerja/Bahan/Alat dll
Pembentukan Tim Tim Pengawas
Swakelola oleh pada Pokmas Pembentukan Tim
Pokmas Pengadaan
versi_9.1 59
24
PELAKSANAAN
Step 1
Merupakan tahapan implementasi dari
perencanaan yang telah disusun sebelumnya yang
Step 2 terdiri dari:
Step 3
Pengawasan Administrasi
Pengawasan Keuangan
terhadap dokumentasi pelaksanaan mencakup cara pembayaran serta
kegiatan dan pelaporan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan
Pengawasan Teknis
Evaluasi
untuk mengetahui realisasi
Tim Pengawas melakukan evaluasi setiap 61
fisik pekerjaan lapangan
minggu terhadap pelaksanaan pekerjaa
POINTS OF INTEREST 26
Masyarakat
Pelaksana Swakelola
1
Pelaksana Swakelola
memperhatikan
Pengadaan Barang/Jasa
kemampuan 2
melaksanakan pekerjaan Dilakukan oleh Kelompok
masyarakat dengan
Tim Swakelola
3 memperhatikan prinsip dan
Tim Perencana, Tim etika pengadaan
Pengawas dan Tim
Pelaksana diangkat 4 Pengadaan Konstruksi
kelompok masyarakat Bangunan
Pelaksanaan pekerjaan
Pembayaran 5 konstruksi hanya yang
Menggunakan bersifat sederhana
mekanisme 40% (telah
siap), 30% (apabila
pekerjaan telah menacpai
30%), dan 30% sisa
(apabia pekerjaan telah
60%)
62
Terima
Kasih
Terima Kasih
Konsultasi.lkpp.go.id