Materi 2 (Organisation Design)
Materi 2 (Organisation Design)
Course
Outline
Competency
2
about speaker
Andreas Nova Intacta., SS., MM
• Andreas Nova Intacta is management consultant of AGI, He worked intensively
with serviced company in developing human resources management. In addition,
he also has experiences in developing training material, recruitment and on the
job training program for private company, both in local also in multinational
companies. He had worked for HR auditor at Direktorat PSDM, Kelompok Kompas
Gramedia.
• He has project experiences in Human Resources development such as:
Counselling, Assessment Centre, Organizational Development, Training and HR
Mapping. He has experiences in developing Assessment Centre and conducting
recruitment with competency based human resources techniques (CBHR).
• He helds her bachelor degree in Santana Dharma University, Jogjakarta. Then,he
continued to take Master of Management, International Program at Gadjah Mada
University.
3
AGENDA
1. Memahami latar belakang dalam menentukan
struktur organisasi.
4
ORGANIZATION EFFECTIVENESS
5
MODEL KOMPREHENSIF UNTUK
MENDIAGNOSA ORGANISASI
System
General
Strategy Structure
Environment Organization
Effectiveness
Stakeholder
Expectations
People Culture
6
MODEL KOMPREHENSIF UNTUK MENDIAGNOSA ORGANISASI
A. ORGANIZATIONAL LEVEL
Sistem, kebijakan dan prosedur kerja
yang dijalankan oleh organisasi
System
Strategi Structure
Menunjukkan bagaimana Menunjukkan bagaimana suatu
organisasi merumuskan strategi struktur organisasi didesain untuk
untuk mewujudkan misi dan mengelola relasi antar unit
visinya didalamnya
People Culture
Kualitas kompetensi dan komposisi Nilai, norma dan kultur yang dianut
demografis/psikografis para anggota bersama dan tercermin dalam
organisasi perilaku para anggota organisasi
7
GML CONCEPT ON
ORGANIZATIONAL ALIGNMENT
Culture
People
Structure
System
Strategy
8
8
STRUCTURE
9
ORGANIZATION DEVELOPMENT
(RESTAURANT)
10
Peran (Role)
Sekumpulan tugas yang harus dilakukan seseorang karena
posisinya di organisasi.
Fungsi (Function)
Sebuah unit dalam organisasi yang terdiri dari sekumpulan
orang, yang bekerja bersama, memiliki kompetensi yang
sejenis, dan menggunakan alat atau teknik atau ilmu yang
sama dalam melakukan tugasnya.
Divisi (Division)
Sebuah unit dalam organisasi yang terdiri dari sekumpulan
Fungsi yang memiliki tanggung jawab yang sama dalam
memproduksi barang atau jasa.
11
Diferensiasi Vertikal
Cara organisasi mendesain
hirarki wewenang dan
DIFERENSIASI tugas secara vertikal
adalah suatu proses dimana organisasi
menciptakan beragam posisi beserta
rangkaian tugas yang harus dilakukan;
dan kemudian mengalokasikan para
karyawannya untuk mengisi posisi-
posisi tersebut. Diferensiasi akan Diferensiasi Horizontal
menentukan sejauh mana tingkat Cara organisasi mendesain
spesialisasi akan dijalankan dalam rangkaian tugas yang ada
suatu organisasi. kedalam berbagai
peran/posisi secara
horizontal
12
DIFERENSIASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL
Organizational
s i
Core Owners
s t ra
Competencies
Cafe Director Il u
Individual
Abilities and
Chef Dishwasher Waiter Busboy Bartender Other Roles
Knowledge Role Role Role Role Role (e.g., cashier,
Janitor)
Horizontal Differentiation
(Grouping of Organizational Task)
13
TANTANGAN dalam Mendesain Struktur Organisasi
Pola yang jelas tentang diferensiasi
Horizontal Differentiation vertikal dan horizontal akan
(Grouping of meminimalkan peluang terjadinya :
Organizational Task)
• Role Conflict
• Terdapat konflik pandangan
(The Distribution of mengenai tugas yang harus
Differentiation
• Role Ambiguity
• Tugas dan wewenang tidak
didesain secara jelas sehingga
terjadi kekaburan mengenai
tugas yang harus dilakukan oleh
seseorang
14
TANTANGAN dalam Mendesain Struktur Organisasi
Menyeimbangkan Diferensiasi dengan Integrasi
Diferensiasi horizontal didesain Akan tetapi, seringkali organisasi
dengan harapan akan menciptakan menemui proses spesialisasi (hasil dari
spesialisasi diantara para pegawai, diferensiasi horizontal) justru
dan dengan demikian mereka akan menciptakan keterputusan komunikasi
lebih terampil dan produktif antar unit/bagian -- dan menghambat
proses belajar satu unit dengan unit
lainnya
15
TANTANGAN dalam Mendesain Struktur Organisasi
Menyeimbangkan Diferensiasi dengan Integrasi
16
KESEIMBANGAN ANTARA DIFERENSIASI DAN INTEGRASI
A. Suatu organisasi memiliki level B. Suatu organisasi bersifat kompleks C. Suatu organisasi bersifat simple,
diferensiasi yang pas dengan level dan sangat terdiferensiasi; namun dan memiliki sedikit diferensiasi
integrasinya. Desain semacam ini mekanisme integrasinya bersifat horizontal dan vertikal; namun
memungkinkan organisasi untuk simple. Organisasi ini tidak mampu mekanisme integrasinya bersifat
mengkontrol aktivitasnya secara mengkontrol aktivitasnya secara kompleks. Desain semacam ini
efektif efektif; dan menimbulkan problem akan menambah birokrasi dan
koordinasi antar unit. biaya; serta memperlambat proses
pengambilan keputusan
17
HIRARKI DAN UKURAN ORGANISASI
• Penambahan jumlah level hirarki dalam suatu organisasi bergerak dalam
ritme yang lebih rendah dibanding penambahan jumlah pegawai
10
9
Number of Hierarchical Levels
0
1,000 3,000 9,000 10,000 100,000
Number of Employees
18
JUMLAH PEJABAT DAN JUMLAH PEGAWAI
• Penambahan jumlah pejabat (manajer) dalam suatu organisasi bergerak dalam ritme yang
lebih rendah dibanding penambahan jumlah pegawai
800
14% increase
700
Number of Managers
600
500
400
33% increase
300
200
66% increase
100 50% increase
0
1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000 10,000
Number of Organizational Members
19
Span of control adalah jumlah bawahan (subordinates) yang dikelola
secara langsung (directly) oleh manajer.
20
Span of Control
SPAN OF CONTROL SEBAIKNYA RENDAH
21
SPAN OF CONTROL DAN KOMPLEKSITAS SALING KETERKAITAN
1 1 2 3
2
3 4 5
Manajer dengan dua bahawan harus Dengan hanya tambahan satu anak buah,
mengelola tiga jenis relasi jumlah relasi yang harus dikelola bertambah
menjadi enam (dari semula hanya tiga relasi)
22
PRINCIPLE OF MINIMUM CHAIN OF COMMAND
23
THE PARKINSON'S LAW
Fenomena penambahan jumlah posisi/unit/manajer yang tidak terkontrol.
Jumlah posisi/unit yang makin besar, membuat diperlukan adanya posisi/unit baru baru
untuk mengelola jumlah posisi/unit yang makin besar tersebut -- dan antar posisi/unit yang
makin bertambah tersebut saling sibuk diantara mereka sendiri.
Dengan kata lain, jumlah posisi/unit yang makin bertambah itu saling sibuk menciptakan
pekerjaan untuk sesama diri mereka sendiri -- tanpa pernah berpikir apakah kesibukan itu
benar-benar menambah 'value' bagi organisasi atau tidak.
Fenomena ini sering terjadi pada organisasi -- mereka menambah berbagai fungsi baru; dan
kemudian berbagai fungsi ini saling sibuk diantara mereka sendiri -- sehingga seolah-olah
mereka memiliki begitu banyak pekerjaan yang harus dikelola.
24
ORGANIZATION’S VALUE CHAIN
Strategic Management
Internal Audit
Risk Management
25
HUBUNGAN ANTARA
STRUKTUR ORGANISASI & BISNIS PROSES
Pimpinan
26
26
Contoh
Exp
Pengadaan Barang Ops Mkt
Trade
Pengembangan Manajemen
Penjualan
Bisnis Inventory & Toko
Pengadaan Barang
Proj. Store Supply
Proc
27
28
Kasus Studi: MAJU MAKMUR (bagian 1)
PT. Maju Makmur adalah salah satu perusahaan pengembang yang mengalami perkembangan positif
dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini pada awalnya didirikan oleh Bapak Cahyadi dengan membangun
beberapa puluh unit rumah untuk proyek pertamanya. Selanjutnya, sampai saat ini perusahaan telah berkembang
semakin besar dan kompleks. Pangsa pasar perusahaan pun semakin berkembang, tidak hanya perumahan tetapi juga
perkantoran dan tempat wisata.
Namun demikian, perusahaan sempat mengalami masa krisis pada masa krisis ekonomi tahun 1990-an
yang mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajiban membayar gaji karyawannya. Sehingga
pada saat itu muncul istilah “ jual rumah untuk bayar gaji karyawan”. Kondisi demikian membuat direktur utama
perusahaan yang juga adalah pemilik, menerapkan dengan strategi “ cost based strategy”. Setiap kegiatan baik core
maupun supporting harus berdasarkan strategi ini.
Dalam perjalanannya, perusahaan berhasil melewati masa krisis ekonomi yang terjadi. Selanjutnya,
perusahaan semakin bertumbuh melalui beberapa langkah strategis seperti memperluas pasar dan melakukan initial
public offering (IPO). Namun demikian, direktur utama tetap menggunakan strategi yang sama dalam memimpin
perusahaannya yang telah terbukti mampu melewati masa krisis.
Baru-baru ini, direktur utama melihat bahwa proses yang terjadi pada Procurement Department berjalan
dengan tidak sebagaimana mestinya: banyak pengadaan terlambat yang menghambat pelayanan dan penjualan,
seperti pencetakan brosur pemasaran atau bahkan pengadaan bahan bangunan. Oleh karena itu, ia berpendapat
bahwa untuk meningkatkan proses yang terjadi, diperlukan training kepada anggota tim Procurement Department.
Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan proses pengadaan. Apakah langkah memberikan training ini merupakan
solusi yang paling tepat dalam memperbaiki kinerja proses pengadaan? Bagaimana menurut anda?
29
Kasus Studi: MAJU MAKMUR (bagian 2)
Struktur Organisasi
Direktur Utama
Keu Umum
Site A
Site BSite C
GA
Design
Proc.
QS
30
Tipe-tipe
Struktur Organisasi:
FUNGSIONAL
DIVISIONAL
HYBRID
MATRIX
31
TIPE-TIPE DESAIN ORGANISASI
Tipe Struktur Fungsional
Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada
dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi
as i1
Cafe Director
I lu s tr
32
TIPE-TIPE DESAIN ORGANISASI
Ilustrasi
as i2
Functional Structure
HR I lu s tr
Division Head
Manajer
Manajer Manajer Manajer
Penilaian Kinerja Manajer Manajer
Rekrutmen & Pelatihan dan Industrial
dan Perencanaan Kompensasi HRIS
Seleksi Pengembangan Relation
Karir
33
Fungsional
Approach
as i3
I lu s tr
CUSTOMER
34
TIPE STRUKTUR FUNGSIONAL
Kelebihan Kekurangan
• Mempromosikan ketrampilan yang • Menekankan pada rutinitas tugas --
terspesialisasi kurang memperhatikan aspek strategis
• Mengurangi duplikasi penggunaan sumber jangka panjang
daya yang terbatas • Menumbuhkan perspektif fungsional
• Memberikan kesempatan karir bagi para yang sempit
tenaga ahli spesialis • Mengurangi komunikasi dan koordinasi
antar fungsi
Relevan untuk Situasi: • Menumbuhkan ketergantungan antar-
• Lingkungan stabil fungsi -- dan kadang membuat koordinasi
• Tugas bersifat rutin dan tidak banyak dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit
perubahan terjadi dilakukan
• Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas
fungsional
35
TIPE STRUKTUR DIVISIONAL
Tipe Struktur Divisional
Pengelompokan posisi berdasarkan kesamaan produk, jasa, jenis pelanggan atau
geografis, misalnya: Divisi Barat dan Divisi Timur, Divisi Modern Account dan Divisi
Traditional Trade, Divisi Pakaian dan Divisi Makanan.
as i1
I lu s tr
Cafe Director
36
as i2
Economic
I lu s tr
Research
Division Head
37
TIPE STRUKTUR DIVISIONAL
Kelebihan Kekurangan
•Mendorong akuntabilitas yang lebih besar •Menuntut adanya 'multiple role' pada para
terhadap hasil akhir (output yang dihasilkan) karyawan sehingga dapat menimbulkan
•Memungkinkan terjadinya diversifikasi work stress Berpeluang menggunakan
ketrampilan (cross functional skills) ketrampilan dan sumber daya secara tidak
•Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi efisien
menjadi lebih mudah •Terfokus kepada kebutuhan masing-masing
•Mempercepat respon kepada pasar divisi, dan kepentingan jangka pendek, bukan
perusahaan
Relevan untuk Situasi: •Kompetisi sumber daya, kurang sinergi antar
•Lingkungan tidak stabil fungsi yang sama
•Ukuran organisasi (pasar, produk, atau
geography) relatif besar
•Mengutamakan spesialisasi produk/output dan
inovasi
38
TIPE-TIPE DESAIN ORGANISASI
Tipe Hybrid Structure
Pengelompokan posisi berdasarkan baik kesamaan fungsi maupun
divisi pada level yang sama dalam organisasi.
.
rasi
Cafe Director
us t
Il
Outlet Outlet
Marketing Non-Jabotabek
Jabotabek
39
Board of Directors
DuPont Corporation : An
Example of
Chief Executive Officer
Multidivisional (M-form)
Structure – HYBRID Top
Executive Committee ORGANIZATION Management
(Line and Staff
Corporate
Office
Treasurer Comptroller
Ad
Se Esta
Tr o p m
Pe
En
De eer
Pu sing
Re c
Le
Pu
rv
afi
v
rs
gi n
bli
ga
ve i ng
al
er t
r
i ce t e
on
ch
l
l
cR
i
s
as
el
i ng
el a
en
tio
es
t
fit
g
s
tics
n
itin
riti
ne
xe
Co
Ac
cu
ctis
Be
d
Ta
Au
s
c
Se
tA
ou
st a
na
Divisional
t in
li s
g
Office
is
Middle
Management
Fungsional
Department
c
.
h.
.
.
rch
s
les
affi
D
D
od
od
le
c
rc
.
R&
ffi
ct
R&
ct.
Sa
Sa
Pu
Pr
Pr
Ac
Pu
Tr
a
Ac
Tr
Operating Lower
Unit Management
TIPE STRUKTUR HYBRID
Kelebihan Kekurangan
• Menyelaraskan kebutuhan tujuan korporat • Potensi konflik antara fungsi korporat
dan divisi dan divisi
•Keuntungan fungsional: fokus, skala ekonomi •Biaya tinggi di overhead korporat
41
TIPE-TIPE DESAIN ORGANISASI
Tipe Matrix Structure
Mendesain struktur berdasar kombinasi antara tipe
fungsional dan tipe output-based.
Ilustrasi Economic as i1
Matrix Structure Research
I lu s tr
Division Head
Coordinator Staff
Staff R&D
Steel Production
Steel
Steel
Staff
Coordinator Staff R&D
Rubber Production
Rubber
Rubber
42
Matrix-based 2
s i
Approach s t ra
Ilu
CUSTOMER
Commercial
Residential
43
TIPE STRUKTUR MATRIX
Kelebihan Kekurangan
• Mendorong penggunaan orang secara • Berpeluang menumbuhkan role
fleksibel ambiguity
• Mengoptimalkan penggunaan sumber daya • Tanpa keseimbangan wewenang antara
keahlian yang dimiliki manajer fungsional dengan output-based
• Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang coordinator, kinerja akan terganggu
kohesif • Memberi kesempatan bagi inkonsistensi
permintaan antara fungsional dan output-
Relevan untuk Situasi: based people.
• Dorongan untuk mendistribusikan dan
membagi sumber daya/kapabilitas
• Fokus pada dual perspectives : keahlian
fungsional dan keandalan output
44
DAMPAK STRATEGI KEPADA STRUKTUR
• Organisasi yang memilih strategi differensiasi berbasis Product Leadership memerlukan
struktur yang mendorong R&D dan koordinasi peluncuran produk melalui matrix
• Sasaran Strategis yang menjadi fokus memerlukan kesiapan struktur untuk eksekusi, mis.
Penetrasi pasar asing memerlukan unit khusus pengelolaan ekspor
45
PENGGAMBARAN STRUKTUR DILAKUKAN
DENGAN BERJENJANG…
46
47
CONTOH URAIAN JABATAN
1 Job Identification 6 Working relationship
Job title : National Sales Manager Contact customer for order negotiation.
Department : Sales Contact CEC to communicate and implement sales strategy.
Reports to : Managing Director Contact CS Manager for order related problem.
Location : Jakarta
Contact Production & Logistic Manager for order related problem.
2 Job Purpose Contact Finance Manager for order related problem.
Contact ST Manager for system technic order related problem.
Develop and direct the implementation of sales strategy to achieve planned growth and
profitability of Industrial Automation business. 7 Challenges
5 Authorities
National Sales
Approve subordinate’s expense claims Manager
Contoh:
Nama posisi : National Sales Manager
Departemen : Sales
Kode posisi : NSM
Atasan : Managing Director
Lokasi : Jakarta
49
2. JOB PURPOSE
Uraian yang menjelaskan tujuan / alasan diciptakannya posisi tersebut, apa kontribusi posisi
tersebut. Menjawab pertanyaan ‘Mengapa posisi tersebut diperlukan?’
Contoh:
Fungsi utama Direktur Perbankan Syariah:
Mengarahkan dan menetapkan pelaksanaan kebijakan perbankan syariah dalam rangka
memastikan keberhasilan kebijakan
50
PEDOMAN ‘KATA KERJA’
Director Manager Supervisor Staff
• Menyetujui (approve) • Mencapai (achieve) • Memelihara (maintain) • Memeriksa (check)
• Authorize • Menganalisa (analyze) • Memonitor (monitor) • Mendistribusikan
• Menentukan (define) • Menilai (appraise) • Mengusulkan (propose) (distribute)
• Menetapkan (determine) • Meng-Assess • Merekomendasikan • Mengumpulkan (gather)
• Membangun (develop) • Mengevaluasi (evaluate) (recommend) • Mengadakan (make
• Mengarahkan (direct) • Mem-Forecast • Me-Review available)
• Mengembangkan (establish) • Mengidentifikasi (identify) • Men-Set • Mendapatkan (obtain)
• Mengontrol (control) • Mengimplementasikan • Men-Specify • Mengoperasikan (operate)
• Merencanakan (plan) (implement) • Men-Standardize • Melaksanakan (perform)
• Mempersiapkan (prepare) • Memperbaiki (improve) • Mendukung (support) • Mempresentasikan
• Meningkatkan (increase) • Menindaklanjuti (follow up) (present)
• Menerapkan (install) • Mengkoordinasikan • Memproses (process)
• Menginterpretasikan (coordinate) • Memproduksi (produce)
(interpret) • Menyediakan (provide)
• Men-judge) • Mengumpulkan (submit)
• Men-Justify • Mensuplai (supply)
• Melakukan (conduct)
• Membuat (create)
51
3. JOB DESCRIPTION
Menjelaskan tugas/kegiatan yang harus dilakukan oleh posisi tersebut dalam rangka
mencapai tujuan dari posisi. Menjawab pertanyaan ‘Apa yang dilakukan oleh Posisi
tersebut?’
Contoh:
Tugas Pokok Direktur Perbankan Syariah:
Mengarahkan pelaksanaan riset / kajian (industri syariah) dalam rangka mencapai research-
based policy making yang valid dan reliable.
52
4. JOB DIMENSION
Menggambarkan besarnya cakupan posisi baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat
membedakan antara suatu posisi dengan posisi lain yang serupa.
Contoh:
Annual Sales Target : National Target
Number of staff : 34
Area covered : Nationwide
53
5. AUTHORITY
Menggambarkan hak yang dimiliki oleh posisi untuk mengambil suatu keputusan atau
tindakan agar tugas yang dilaksanakan dapat berhasil dengan baik dan memastikan otoritas
yang cukup dalam batasan ruang lingkup tugasnya. Menjelaskan apa yang dapat diputuskan
oleh posisi tersebut terhadap tugas yang dijalankannya. Menjawab pertanyaan
“Wewenang apa yang diperlukan oleh Jabatan dalam melakukan tugasnya?”
Contoh:
Wewenang Direktur Perbankan Syariah:
Menetapkan topik riset.
54
6. WORKING RELATIONSHIP
Menjelaskan nama posisi/unit kerja/institusi yang terkait dalam menjalankan tugasnya dan
dalam hal apa hubungan kerja tersebut dilakukan. Memberikan gambaran pihak-pihak yang
mempengaruhi jalannya tugas, pencapaian kinerja dan kualitas produk yang dihasilkan.
Menjawab pertanyaan “Dengan siapa saja pemangku posisi berhubungan dalam
menjalankan tugasnya?”
Contoh:
Hubungan Kerja Direktur Perbankan Syariah:
Internal: Anggota Dewan Gubernur
Eksternal: Bank-bank Syariah
55
7. PRODUCT
Menjelaskan produk atau keluaran dari posisi tersebut, memberikan gambaran kontribusi
posisi secara lebih spesifik terhadap organisasi. Menjawab pertanyaan “Apa yang dihasilkan
dari pelaksanaan tugas posisi?”
Contoh:
Produk Pokok Direktur Perbankan Syariah:
Rekomendasi arah kebijakan strategis BI di bidang perbankan syariah yang disusun dengan
pendekatan research-based policy making.
56
8. PERFORMANCE INDICATOR
Contoh:
Tugas Pokok Direktur Perbankan Syariah:
Mengarahkan pelaksanaan riset / kajian (industri syariah) dalam rangka mencapai research-
based policy making yang valid dan reliable
57
DIREKTUR PERBANKAN SYARIAH
Tugas Pokok Produk Pokok
Wewenang
58
9. COMPETENCY
Contoh:
Kompetensi Perilaku Direktur Perbankan Syariah:
1.Leadership
2.Developing Others, ...
59
9 Kompetensi Direktur Perbankan Syariah
Pengetahuan Prinsip-
Mengarahkan pelaksanaan Leadership
prinsip Syariah
riset / kajian (industri
syariah) dalam rangka
mencapai research-based Developing Other Research-based policy
policy making yang valid dan making
reliable
60
10. JOB REQUIREMENT
Menjelaskan kualifikasi yang harus dimiliki oleh pemangku jabatan yang dapat berupa
kepangkatan, pendidikan formal, diklat/kursus, pengalaman kerja, dan persyaratan lainnya.
Dapat dianggap sebagai ‘kompetensi’ minimum untuk dapat menduduki posisi.
Contoh:
Pendidikan Direktur Perbankan Syariah:
Minimal S2 bidang studi Manajeman
61
11. ORGANIZATION CHART
Menggambarkan posisi-posisi yang berada di atas, di bawah, dan setara dengan jabatan ini
dalam satu bagian organisasi.
Contoh:
62
CONTOH PEMBANGUNAN
PROFIL PERSYARATAN JABATAN
63
MANFAAT JOB PROFILE
64
65
JOB ANALYSIS
66
JOB DESIGN
67
Job Design
Top
Focus GroupDiscussion
Down
TOP DOWN
VS Job
Profile
BOTTOM UP Observasi
Bottom Interview
Up
Questionaire
Job Analysis
68
JOB DESIGN METHODOLOGY
Job Dimention
Product 1.1.1
Product 1.1.2
Job Requirement
Job Description Authority 1.1.1
Job Purpose
1.1
Competency 1.1.1
Competency 1.2.1
Competency 1.2.1
69
CONTOH PEMBANGUNAN JOB PROFILE
(LEMBAGA PEMERINTAH)
Fungsi Utama Tugas Pokok Produk Pokok
Rekomendasi arah kebijakan
Mengarahkan dan strategis di bidang perbankan
menetapkan Mengarahkan syariah yang disusun dengan
pelaksanaan pelaksanaan riset / pendekatan research-based
kebijakan kajian (industri policy making.
perbankan syariah syariah) dalam rangka
dalam rangka mencapai research-
memastikan based policy making Tolok Ukur Keberhasilan
keberhasilan yang valid dan reliable Minimal S2
Index pertumbuhan industri
kebijakan
perbankan syariah Bidang
Studi
Hubungan Kerja Manajemen
INTERNAL : Seluruh Unit Kerja di
Direktorat
EKSTERNAL : Bank-Bank Syariah
Wewenang
Menetapkan topik riset
70
71