PHANTOM
Modul Reproduksi
Bagian Obstetri Ginekologi
FK UNISSULA - SEMARANG
FISIOLOGI PERSALINAN
Kala 1, tanda dan gejala …. Fase-fase
….
Kala 2, tanda dan gejala ….
Kala 3, Manajemen aktif kala 3 …
Kala 4, pemantauan ….
DEFINISI
PHANTOM = SIMULASI PERSALINAN
PHANTOM BIDANG OBSTETRI :
BELAJAR MENGELOLA KASUS
OBSTETRI SEPERTI MENGHADAPI
PASIEN YANG SEBENARNYA.
MODAL DASAR :
1. TEORI YANG DIDAPAT PADA KULIAH
2. MENGUASAI BAGAIMANA TERAPAN
YANG AKAN DIAMBIL UNTUK
MENGELOLA PASIEN SESUAI DENGAN :
INDIKASI, KONTRAINDIKASI & SYARAT
Setelah memperhatikan keluhan
utama, Riw. Peny. Sekarang,
Anamnesis yang
terinci,Pemeriksaan fisik
generalis/obstetrik Pemeriksaan
penunjang yang sudah ada,
kemudian disusun dengan
KESIMPULAN SEMENTARA.
CONTOH KESIMPULAN
SEMENTARA
G .. P .. A .. umur ibu ….. th,
hamil …… minggu
Anak satu hidup intra uterin , Let
kep U pu ki
Inpartu kala I ….. jam
Anemia Ringan
Obesitas
Riwayat Infertilitas 5 thn.
SIKAP UTAMA DALAM
PHANTOM
1. VT, atas indikasi
…………………………………….
2. TUNGGU & PENGAWASAN, berapa
lama
3. PIMPIN MENGEJAN , berapa lama
4. AKHIRI PERSALINAN, atas indikasi
………………
SIKAP ANTARA DALAM
PHANTOM
1. Kosongkan VU dan REKTUM
2. Pasang infus
3. Pecah KK
4. Reposisi tali pusat
5. Pemeriksaan Penunjang :
USG/BNO/KTG /Laborat
6. Terapi Medikamentosa dll
VAGINAL TOUCHER
V T / PERIKSA DALAM VAGINA
Apa saja yang diperiksa yg
dilaporkan
I n d i k a s i : Perhatikan
indikasi ibu pada masa
kehamilan dan pada saat
persalinan
AKHIRI PERSALINAN
INDIKASI IBU
INDIKASI ANAK
INDIKASI WAKTU
INDIKASI OBSTETRI
INDIKASI IBU
Tumor ganas ginekologik
Ibu kelelahan
Ruptura Uteri Iminens
Dekompensatio cordis grade III – IV
Eklamsia
Pre Eklamsia Berat, hamil 37 minggu
Penyakit Paru kronik/berat
INDIKASI JANIN
Fetal Distress
IUGR
Makrosomia pada Ibu DM
INDIKASI WAKTU
Partus Lama
Partus Tak Maju
Partus Macet
Indikasi Pinard
INDIKASI OBSTETRI
Deep Transverse Arrest / DTA
Positio Occipitalis Posterior Persistent/
POPP
Positio Occipitalis Anterior Directa/POAD
Cephalo Pelvic Disproportion/CPD
Feto Pelvic Disproportion / FPD
Infertilitas lama, hamil dengan Upaya
khusus/berat
Plasenta previa dgn perdarahan banyak.
Solusio plasenta hamil viabel
CARA PENGAKHIRAN PERSALINAN
PADA LETAK KEPALA
Akhiri Persalinan pada LET KEP ANAK
HIDUP
1. Spontan
2. Ekstraksi Vakum
3. Ektraksi Forsep
4. Versi Ekstraksi
5. Bedah Caesar
Akhiri Persalinan pada LET KEP ANAK
MATI
1. Spontan
2. Embriotomi ( Perforasi Kranioklasi )
3. Bedah Caesar
4. Ekstraksi Vakum/Forsep bila janin
baru saja mati
LETAK SUNGSANG
MACAM LETAK SUNGSANG ;
1. Let. Bo. Sempurna (let bo-ki =
Complete breech)
2. Let.Bo. Murni (frank breech)
3. Let.Bo tak sempurna (Incomplete
breech)
4. Satu kaki menjulur kebawah
MACAM PERSALINAN
SUNGSANG
Persalinan per vaginam :
1. Spontan (Bracht)
2. Semi Spontan / Partial extraction
Manual Aids : Mueller, Klasik, Lovset
Melahirkan kepala : Mauriceau
3. Full Breech extraction
Ekstraksi kaki tidak dipakai
lagi
Ekstraksi bokong
Bedah Caesar
Bila bayi MATI : Selain cara tersebut
diatas dapat dilakukan EMBRIOTOMI :
Perforasi–Kranioklasi lewat for. magnum
bila terjadi AFTER COMING HEAD
MACAM PERSALINAN
LETAK LINTANG
ANAK HIDUP :
1. Versi Ekstraksi
2. Bedah Caesar
ANAK MATI :
1. Lahir Spontan :
Conduplicatio corpore
Evolutio Spontanea
2. Embriotomia :
Dekapitasi
Kleidotomi
Eviserasi
Spondilotomi
Eksenterasi
3. Bedah Caesar
KEHAMILAN GANDA
DIAGNOSIS PASTI :
1. Teraba 2 kepala, 2 bokong, dan 1 atau
2 punggung
2. Terdapat 2 DJJ dengan perbedaan
frekuensi lebih dari 10 x/menit
3. USG/Rontgen foto mendapatkan 2
janin
PRINSIP PENGELOLAAN
KEHAMILAN GANDA
Boleh per vaginam bila :
1. Anak I letak kepala UUK depan
2. Anak I letak sungsang hat-hati
bahaya interlocking
Bila anak I letak lintang/let su S C
Anak ke II tidak harus segera lahir
Pasang infus line, bila perlu pasang
DRIP OKSITOSIN 5 u / 1000 cc
D5%/RL
KOMPLIKASI KEHAMILAN
GANDA
1. Posisi interlocking
2. Collution / Compaction
3. Hidramnion dan kontraksi hipotonik
4. Plasenta previa, solusio plasenta,
kelainan letak, prolapsus tali pusat.
5. Retensio plasenta & Perdarahan post
partum
CONTOH KASUS
Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0
datang ke IGD dengan keluhan kenceng-kenceng. Usia
kehamilan 37 minggu, janin tunggal dan hidup. Pasien
mengeluh nyeri di perut yang hilang timbul dan keluar
lendir bercampur darah yang telah berlangsung
selama 8 jam. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah
130/80 mmHg, nadi 74x/menit, frekuensi napas
20x/menit, dan suhu 36,70C. pemeriksaan dalam
didapatkan pembukaan 4 cm, ketuban belum pecah,
dan janin presentasi belakang kepala.
Apakah sikap yang harus dilakukan pada kasus di
atas?
a. Pecah ketuban pada saat his agar memperlancar
proses persalinan
b. Tunggu dan evaluasi 4 jam
c. Memperbaiki his agar tidak terjadi partus lama
d. Siapkan infus dan partus set
e. Konsul dokter spesialis
Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0,
datang ke IGD dengan keluhan kenceng-kenceng. Usia
kehamilan 37 minggu, janin tunggal dan hidup. Pasien
mengeluh nyeri di perut yang hilang timbul dan keluar
lendir bercampur darah yang telah berlangsung
selama 8 jam. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah
130/80 mmHg, nadi 74x/menit, frekuensi napas
20x/menit, dan suhu 36,70C. pemeriksaan dalam
didapatkan pembukaan 4 cm, ketuban belum pecah,
dan janin presentasi belakang kepala. Jika 2 jam
kemudian ibu merasakan ketuban pecah.
Bagaimanakah langkah yang paling tepat dilakukan?
a. Memberitahu ibu bahwa sebentar lagi pembukaan
akan lengkap
b. Pimpin mengejan jika ada his
c. Periksa tanda vital ibu
d. Melakukan vaginal toucher
e. Persiapan operasi SC
Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0, usia
kehamilan 38 minggu dirujuk bidan ke UGD RS karena
persalinan macet. Pasien sudah dipimpin mengejan
selama 1 jam namun bayi belum lahir. Ketuban sudah
pecah satu hari sebelumnya. Pemeriksaan tanda vital
dalam batas normal, keadaan umum baik. Pemeriksaan
leopold didapat tinggi fundus uteri 32 cm, teraba satu
janin intrauterin, presentasi kepala, his kuat, denyut
jantung janin 180 x/menit. Pemeriksaan vaginal
toucher didapat vulva oedema, pembukan lengkap,
tidak didapat kulit ketuban, kepala turun di Hodge II+,
teraba ubun-ubun kecil kiri depan.
Bagaimanakah tindakan selanjutnya yang paling tepat?
a. Ekstraksi forceps
b. Pimpin mengejan
c. Ekstraksi vakum
d. Versi ekstraksi
e. SC
Seorang perempuan berusia 24 tahun, G2P1A0,
hamil 39 minggu, datang ke IGD RS dengan
keluhan keluar lendir darah dari jalan lahir.
Pemeriksaan fisik tanda vital tekanan darah 110/70
mmHg. Denyut jantung janin 120x/menit, His
dalam 10 menit didapatkan 4x kontraksi dengan
durasi 60 detik. Ibu tampak ingin mengejan, vulva
dan anus membuka, perineum menonjol.
Pemeriksaan vaginal toucher pembukaan 10 cm,
effacement 100%, kulit ketuban (+), ubun-ubun
kecil kanan depan. Sikap apakah yang harus anda
lakukan sebagai penolong persalinan?
a. Akhiri kehamilan
b. Amniotomi dan pimpin mengejan
c. Amniotomi dan pimpin mengejan saat ada His
d. Pimpin mengejan saat ada His
e. Akhiri persalinan dengan tindakan
SKENARIO KASUS
PHANTOM
Skenario 1
Wanita hamil, datang ke puskesmas
hendak bersalin.
INSTRUKSI
Anamnesis apa yang akan anda
tanyakan dan pemeriksaan fisik apa
yang akan anda lakukan ?
Identitas Ibu yang meliputi
Nama : Ny. Mutmainah
Umur : 29 tahun
Alamat : Genuk Indah Rt 08 Rw 09 No : 5, Kelurahan Genuk,
Kecamatan Semarang Utara
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Identitas suami yang meliputi :
Nama Suami : Tn. Sunarko
Umur : 35 tahun
Alamat : Genuk Indah Rt 08 Rw 09 No : 5, Kelurahan
Genuk, Kecamatan Semarang Utara
Pekerjaan : Buruh pelabuhan
Keluhan Utama :
Hendak Melahirkan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Sudah mulai kenceng-kenceng tapi masih jarang, kira-kira 15 menit
sekali selama 20 detik
Sudah keluar darah lendir
Tidak keluar darah segar
Belum keluar air ketuban
Gerak anak masih dirasakan
Riwayat Penyakit Dahulu :
Tidak ada riwayat DM
Tidak ada riwayat jantung
Tidak ada riwayat tiroid
Tidak ada riwayat asma
Tidak ada riwayat riwayat bawaan yan lain
Tidak ada riwayat riwayat penyakit kronis seperti TBC , hepatitis, ataupun
Sexual Transmitted Disease
Tidak ada riwayat riwayat operasi yang berhubungan dengan reproduksi
Riwayat Haid :
Menarce umur 10 tahun
Siklus Haid 28 hari, lamanya 7 hari, teratur
HPHT : 20 Februari 2016 Taksiran Persalinan : 27 Desember 2016
Riwayat Pernikahan :
Nikah 1 kali
Dengan Suami sekarang 3 tahun
Riwayat KB :
tidak ada
NO
Riwayat Keadaan
Kehamilan kehamilan, Umur dahulu Keadaan Anak Tempat
dan Persalinan
keguguran dan nifas Sekarang Perawatan
1. Laki-laki, spontan, 2 tahun Sehat Rumah
ditolong bidan, 3000 Bersalin
gram, tidak ada
penyulit saat
persalinan maupun
nifas
Riwayat ANC
Ya
Di : Puskesmas, tiap bulan sekali, terakhir 1
minggu yang lalu, tidak ada pesan khusus
dari dokter yang merawat
PEMERIKSAAN FISIK :
STATUS PRAESENS
Keadaan Umum : Baik, Sadar
Tanda Vital:
Tensi : 120/ 90 mmHg
Nadi : 80 x / menit, teratur, isi dan tegangan
cukup
RR : 16 x / menit
Suhu : 36,8 0 C
Berat Badan: 60 Kg
Tinggi Badan : 160 cm
Kulit : tidak pucat, tidak kuning
Kepala : mesosefal
Mata : Konjungtiva palpebra anemis tidak ada, sklera ikterik
tidak ada
Hidung : tidak ada nafas cuping hidung
Gigi geligi : dalam batas normal
Telinga : dalam batas normal
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe regional,
tidak ada pembesaran tiroid, trachea letak di tengah,
simetris
Tenggorokan : T1-1, tidak hiperemis,tidak ada vascular
injeksi
Thorax : Cor dan Pulmo dalam batas normal
Abdomen : tidak ada sikatrik, dalam batas normal
Genetalia :
genetalia externa : tidak ada fistula, tidak ada sexual
transmitted disease, tidak ada varises, tidak ada tumor,
tidak ada kelainan kongenital vagina
Ekstremitas :
Tidak oedem, tidak cacat panggul, tidak cacat kaki, tidak
varises
STATUS OBSTETRIK :
Inspeksi : bentuk membulat membujur
Palpasi :
Leopold 1 : Teraba bulat besar lunak, TFU : 31 cm,
Taksiran berat janin : ±3100 gram
Leopold 2 : Teraba bagian kecil-kecil janin
disebelah kiri dan teraba bagian memanjang di
sebelah kanan
Leopold 3 : Teraba bulat besar keras dan bagian
yang bulat besar keras tersebut sudah tidak bisa
digoyang
Leopold 4 : posisi tangan pemeriksa divergen
His : ada, 15 menit sekali lamanya 20 detik
Auskultasi :
DJJ 12 12 12
Penilaian kemajuan persalinan
VT :
Ø 3 cm , KK +, Eff 25 %
Bagian bawah letak kepala, kepala sudah masuk
PAP, puka
UUK kanan lintang
INTRUKSI
Buatlah diagnosis sementara anda
Bagaimana sikap anda ?
Jawab :
Diagnosis sementara :
G2 P1 Ao, umur 29 tahun, hamil 39 minggu
Anak 1 hidup intra uterine
Letak kepala, kepala sudah masuk, puka
Belum inpartu
Sikap :
Menunggu selama 4 jam atau sebelum 4 jam tetapi ada tanda-tanda
kenceng-kenceng yang semakin sering
Pengawasan 10 yang meliputi :
Keadaan Umum ibu
Tensi
Nadi
RR
Suhu
DJJ
His
PPV
Bundle Ring
Tanda- tanda Kala 2
Catatan :
sikap dalam fantom ada 4 yang meliputi : tunggu (pengawasan), VT,
Pimpin mengejan, Akhiri persalinan.
SKENARIO 3 :
Setelah menunggu 4 jam, dan selama 4 jam
pengawasan 10 , hasilnya adalah sbb:
Keadaan umum: kesadaran baik, ibu merasa
kenceng-kencengnya semakin sering,
T: 120/80mmHg, N: 70x/mnt, RR: 24x/mnt, t:
36,5ºC, Djj: 12-12-12, His: 3x dlm 10 mnt
lamanya 40dtk, diikuti relaksasi. PPV: lendir
darah +++, mekoneum -, bundle ring -, tanda-
tanda kala II -.
INSTRUKSI
Bagaimana sikap anda ?
Jawaban skenario 3: VT atas indikasi
menilai kemajuan persalinan
SKENARIO 4 :
VT :
Ø 5 cm, Eff 50 %, KK +, tidak teraba bagian
berdenyut, tidak teraba bagian kecil
Bagian bawah kepala, Point of direction
UUK, UUK kanan lintang, kepala turun
setinggi H II.
INSTRUKSI
Bagaimana diagnosis sementara anda?
Bagaimana sikap anda selanjutnya ?
Jawaban skenario 4 :
G2P1A0 , umur 29 tahun, hamil 39 minggu
Anak 1 hidup intra uterine
Letak kepala, kepala sudah masuk, puka
Inpartu kala 1
Sikap : Menunggu, pengawasan 10:
Pengawasan 10 :
Keadaan Umum ibu
Tensi : Tiap 4 jam
Nadi : Tiap ½ jam
RR : Tiap 4 jam
Suhu : Tiap 4 jam
DJJ : Tiap ½ jam
His : Tiap ½ jam, lamanya berapa detik
PPV
Bundle Ring
Tanda- tanda Kala 2
SKENARIO 5:
Setelah 4 jam ibu ingin mengejan, vulva
anus membuka, perineum menonjol
INSTRUKSI :
Bagaimana Sikap anda ?
Jawaban Skenario 5 :
Sikap VT atas indikasi menilai kemajuan
persalinan, dan Pengawasan 9.
SKENARIO 6 :
VT :
Ølengkap , KK +, tidak teraba bagian berdenyut, tidak
ada bagian kecil
Bagian bawah H III +
UUK depan
Pengawasan 9 hasilnya:
Keadaan umum: kesadaran baik, ibu merasa kenceng-
kencengnya semakin sering,
T: 120/80mmHg, N: 70x/mnt, RR: 24x/mnt, t: 36,5ºC,
Djj: 12-12-12, His: 3x dlm 10 mnt lamanya 40dtk,
diikuti relaksasi. PPV: lendir darah +++, mekoneum -,
bundle ring -..
INSTRUKSI
Apa diagnosis sementara anda ?
Bagaimana sikap anda ?
Jawaban skenario 6
diagnosis sementara
G2P1A0, 29th, hamil 39 minggu,
Anak 1 hidup intrauterine
Letak kepala, kepala sudah masuk PAP,
puka,
Inpartu kala 2
Sikap:
Amniotomi, Pimpin mengejan bila ada
his, pengawasan 9
Skenario 7 :
Setelah melakukan amniotomi dan memimpin
mengejan saat his selama ½ jam ternyata bayi
belum lahir
Pengawasan 9 hasilnya:
Keadaan umum: kesadaran baik,
T: 120/80mmHg, N: 70x/mnt, RR: 24x/mnt, t:
36,5ºC, Djj: 12-12-12, His: 4x dlm 10 mnt
lamanya 40dtk, diikuti relaksasi. PPV: lendir darah
+++, mekoneum -, bundle ring -..
INSTRUKSI
Bagaimana sikap anda?
Jawaban skenario 7 : VT atas indikasi
menilai kemajuan persalinan
Skenario 8
VT :
Ølengkap, KK -, tidak teraba bagian
berdenyut, tidak ada bagian kecil
Bagian bawah H III +
UUK depan
INSTRUKSI :
Apa diagnosis sementara anda?
Bagaimana sikap anda ?
Jawaban skenario 8 :
Diagnosis sementara
G2 P1 A0, umur 29 tahun, hamil 39 minggu
Anak 1 hidup intra uterine
Letak kepala, kepala turun Hodge III + , puka
Inpartu Kala 2
Sikap
Pimpin mengejan jika ada his selama maksimal ½ jam
Catatan :
Untuk primi hanya boleh dipimpin mengejan maksimal selama
2 jam (120 menit), 1 jam pimpin mengejan kemudian
dievaluasi, 1 jam kemudian pimpin mengejan kemudian
dievaluasi lagi.
Untuk multi hanya boleh dipimpin mengejan maksimal selama
1 jam (60 menit), ½ jam dipimpin mengejan kemudian
dievaluasi , ½ jam kemudian pimpi mengejan dan dievaluasi
lagi
SKENARIO :9
Setelah dipimpin mengejan selama 15 menit, pengawasan 9 :
Keadaan Umum ibu : tampak kelelahan dan kesakitan
Tensi : 100/ 70 mm Hg
Nadi : 140 x/ menit isi dan tegangan cukup
RR : 30 x / menit
Suhu : 37 ºC
DJJ : 14 12 13
His : adekuat
PPV : darah lendir +++
Bundle Ring : teraba
Tanda khusus :
Urin : Berwarna kemerahan
VT :
Ølengkap, KK -, tidak teraba bagian berdenyut, tidak ada bagian kecil
Bagian bawah H III +
UUK depan
INSTRUKSI :
Bagaimana diagnosis sementara anda ?
Bagaimana sikap anda ?
Jawab skenario 9 :
G2 P1 A0, umur 29 tahun, hamil 39 minggu
Anak 1 hidup intra uterine
Letak Kepala, kepala sudah masuk Hodge III + ,puka
Inpartu Kala 2
Fetal Distres
Rupturi Uteri Iminen
Sikap :
Ibu miring ke kiri Rujuk, pengawasan 9 masih tetap
dilakukan ( kompetensi anda sebagai dokter umum )
Secara fantom :
Secara perabdominal
( Secara pervaginam resiko terjadinya ruptur sangat besar,
pada ekstraksi vakum dikawatirkan dengan pengejanan ibu
akan menyebabkan ruptur, dengan ekstraksi forceps
dikawatirkan pada pemasangan forceps akan terjadi
ruptur)