Teknik Sampling
Puri Ratna Kartini, S.KM., M.Epid.
Prodi Farmasi
Universitas PGRI Madiun
Pokok Bahasan:
Tekniksampling berdasarkan desain
penelitian
Non Random Sampling
Random Sampling
Definisi Teknik Sampling
Teknikpengambilan sample atau teknik
sampling adalah teknik pengambilan sampel
dari populasi.
Sampelmerupakan sebagaian dari populasi
yang akan kita teliti
Kemudian diteliti dan hasil penelitian
(kesimpulan) kemudian dikenakan pada
populasi (generalisasi)
Population - Sampel
Hubungan Populasi, Sampel dan
Sampling
Manfaat Melakukan Sampling
❖ Menghemat biaya penelitian.
❖ Menghemat waktu untuk penelitian.
❖ Dapat menghasilkan data yang lebih akurat.
❖ Memperluas ruang lingkup penelitian.
Hal yang perlu diperhatikan saat
akan melakukan sampling:
Syarat-syarat teknik sampling Teknik
sampling boleh dilakukan bila populasi
bersifat homogen atau memiliki karakteristik
yang sama atau setidak-tidaknya hampir
sama.
Bila keadaan populasi bersifat heterogen,
sampel yang dihasilkannya dapat bersifat
tidak representatif atau tidak dapat
menggambarkan karakteristik populasi.
Jenis Teknik Sampling
Jenis Sampling Non-acak
Convenience atau Accidental
Sampling
Metode yang proses pengambilan sampelnya cukup
dengan mengambil siapa saja yang kebetulan ditemui
oleh observer di lapangan sesuai kebutuhan studi.
Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel
yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan
secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi
peneliti saat pengumpulan data dilakukan.
Judgemental atau Purposive
Sampling
➢ Penarikan sampel secara purposif merupakan cara
penarikan sample yang dilakukan memiih subjek
berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti
berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah
diketahui sebelumnya.
➢Pelaksanaan pengambilan sampel yang menggunakan
teknik ini, mulamula peneliti harus mengidentifikasi
semua karakteristik populasi, maupun dengan cara lain
dalam mempelajari berbagai hal yang berhubungan
dengan populasi.
➢Setelah itu barulah peneliti menetapkan berdasarkan
pertimbangannya, sebagian dari anggota populasi
menjadi sampel penelitian.
➢Jadi teknik pengambilan sampel dengan pupossive
sampling berdasarkan pada pertimbangan pribadi
Quota Sampling
Teknik sampling ini dilakukan dengan cara
pertama-tama menetapkan berapa besarnya
jumlah sampel yang diperlukan.
Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah
subjek yang mudah ditemui sehingga
memudahkan pula proses pengumpulan data.
Kemudian menetapkan banyaknya jatah atau
quotum, maka jatah atau quotum itulah yang
dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel
yang diperlukan.
Anggota populasi manapun yang akan diambil,
tidak menjadi masalah, yang penting jumlah
quotum yang sudah ditetapkan dapat dipenuhi.
Snowball Sampling
Proses pengambilan sample dengan cara
sambung menyambung informasi dari unit satu
dengan unit lain sehingga menjadi satu kesatuan
unit yang banyak.
Penarikan sample pola ini dilakukan dengan
menentukan sample pertama. Sampel berikutnya
ditentukan berdasarkan informasi dari sampel
pertama, sampel ketiga ditentukan berdasarkan
informasi dari sample kedua, dan seterusnya
Probability Sampling (Random
Sampling)
Teknik
sampling yang dilakukan dengan
memberikan peluang atau kesempatan
kepada seluruh anggota populasi untuk
menjadi sampel.
Sampel
yang diperoleh diharapkan
merupakan sampel yang representatif.
Tekniksampling semacam ini dapat
dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
Simple Random Sampling
(Acak Sederhana)
Persyaratan:
Ukuran populasi harus terhingga, populasi yang bersifat
konseptual atau teoretis dapat dikategorikan pada populasi
tak terhingga.
Anggota populasi harus homogen, anggota populasi yang
mempunyai karakteristik yang dianggap sama atau pada
umumnya sama (homogen) samplingnya dapat dilakukan
dengan sampling acak.
Populasi yang anggotanya mempunyai karakteristik berbeda-
beda sampelnya tidak dapat diambil dengan cara sampling
acak.
Cara lain mengambil sampel secara acak ialah dengan
Systematic Random Sampling
Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara
mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian
dari daftar populasi.
Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak
interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara random
dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak
interval tertentu. Jarak interval misalnya ditentukan
angka pembagi 5,6 atau 10. Atau dapat menggunakan
dasar urutan abjad.
Syaratyang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah
adanya daftar semua anggota populasi
Samplingini bisa dilakukan dengan cepat dan
menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias
Cara Pengambilan Sampel pada
Systematic Random Sampling
➢ Suatu populasi yang mempunyai anggota 500 individu, akan
diambil sampelnya sebanyak 50 individu, Peneliti memberi
nomor urut pada setiap anggota populasi dengan urutan
nomor 1, 2, 3,….., 500.
➢ Dibuat interval pada nomor-nomor anggota populasi misalnya
dengan interval 10 angka, sehingga diperoleh 50 kelompok
bilangan (kelas interval).
➢ Setiap kelas interval secara acak ditetapkan bilangan mana
akan diambil anggotanya untuk dijadikan sampel yang
Lanjutan..
➢ Misalnya ditetapkan 7 sebagai nomor yang mewakili kelas
interval pertama ( 1 s.d. 10), maka selanjutnya akan didapati
17 untuk mewakili kelas interval kedua (11 s.d. 20).
➢ Selanjutnya 27 mewakili kelas interval ketiga, dan seterusnya,
sampai 497 untuk mewakili kelas interval terakhir atau kelima
puluh (491 s.d. 500).
➢ Dengan demikian diperoleh jumlah sampel sebanyak 50.
Cara Pengambilan Sampel pada
Stratified Random Sampling
Pertama mengidentifikasi karakteristik umum
anggota populasi, kemudian menentukan strata
atau lapisan dari jenis karakteristik unit-unit
tersebut.
Setelah ditentukan stratanya, baru dari masing-
masing strata diambil sampel yang mewakilinya.
Pengambilan sampel tahap kedua ini, biasanya
dilakukan dengan cara acak, karenanya disebut
stratified random sampling.
Lanjutan..
Agar perimbangan sampel dari masing-masing
strata memadai, maka dalam teknik ini sering pula
dilakukan perimbangan antara jumlah anggota
populasi berdasarkan masing-masing strata.
Apabila sampling memperhatikan daerah (sampling
area) maka dalam hal ini setiap wilayah harus
pulaterwakili dalam sampel.
Contoh pada Stratified Random
Sampling
Cluster Sampling
Adakalanya peneliti tidak tahu persis
karakteristik populasi yang ingin dijadikan
subjek penelitian karena populasi tersebar di
wilayah yang amat luas.
Untukitu peneliti hanya dapat menentukan
sampel wilayah, berupa kelompok klaster
yang ditentukan secara bertahap.
Teknik
pengambilan sampel semacam ini
disebut cluster sampling atau multi-stage
sampling.
Cara Pengambilan Sampel pada
Cluster
Elemen-elemen dalam populasi dibagi ke dalam
cluster atau kelompok, jika ada beberapa
kelompok dengan heterogenitas dalam
kelompoknya dan homogenitas antar kelompok.
Teknik cluster sering digunakan oleh para peneliti
di lapangan yang mungkin wilayahnya luas.
Sampling ini mudah dan murah, tapi tidak efisien
dalam hal ketepatan serta tidak umum
Terima Kasih