Anda di halaman 1dari 24

PENGERTIAN

Sebuah sikel yang memuat semua simpul suatu graf


disebut Sikel Hamilton.
Jika graf G memuat sikel Hamilton, maka graf G
disebut Graf Hamilton.
Sebuah lintasan yang memuat semua simpul graf
disebut Lintasan Hamilton.
Sebuah graf tidak Hamilton yang memuat lintasan
Hamilton disebut Graf Semi Hamilton.

CONTOH
Graf G berikut ini merupakan graf Hamilton, karena
memuat sikel Hamilton, yaitu: (A, B, C, E, D, A)






A
D
B
C
E
G
CONTOH
Graf G1 berikut ini merupakan graf Semi Hamilton,
karena memuat lintasan Hamilton, yaitu: (A, C, B, D)


A
B
D
C
G1
CONTOH
Graf berikut bukan graf Hamilton dan bukan graf semi
hamilton


A
B
C
D
E
Apakah graf berikut ini graf hamilton?
Sikel hamilton yang dibentuk
salah satunya adalah
a-b-c-d-h-m-i-o-j-p-f-k-q-r-t-u-s-l-
g-e-a
a
b
c
d
e
f
g
k
h i
j
l
m
o
p
q r
s t
u
BACK
Apakah graf berikut
graf hamilton????
a
b c
d
e
f
g
h
i j
k
APAKAH GRAF DI SAMPING
GRAF HAMILTON?
Jika tidak, APAKAH GRAF
DISAMPING GRAF SEMI
HAMILTON??
Graf di samping adalah semi
hamilton dengan jalur
d-a-h-k-j-g-c-f-b-e-i
BACK
Graf disamping bukan graf hamilton
dan bukan graf semi hamilton
Jika G graf sederhana dengan n 3 simpul dan
maka G graf Hamilton.
Teorema 5.1 (Teorema Dirac)
(Syarat Perlu)
( ) G V v
n
v d e > ,
2
) (
Syarat perlu
Anda harus sadar bahwa pernyataan dalam Teorema 5.1
itu adalah syarat perlu, bukan syarat perlu dan cukup.
Artinya, mungkin saja suatu graf G dengan n = 5 dan
d(v) = 2 untuk setiap v di G adalah graf Hamilton,
umpamanya segi lima dalam geometri adalah graf
dengan n = 5, dan d(v) = 2 < 5/2 untuk setiap v di G.
Bukti Teorema Dirac:
Bukti menggunakan induksi matematika atas banyaknya simpul n di
G.
Jika G mempunyai n = 3 dan d(v) > 3/2 untuk setiap v di G, maka
d(v) = 2 dan G = yang merupakan graf hamilton.
Jadi teorema benar untuk n = 3.
Teorema dianggap benar untuk n > 4.
Misalkan J adalah jalur terpanjang di G.
Misalkan J : seperti pada gambar dibawah ini :





Ini berarti bahwa J memuat simpul paling banyak yang mungkin
dimuat oleh J di G.

3
K
k
u u u ,..., ,
2 1

Karena tidak ada lagi jalur di G yang memuat simpul lebih
banyak daripada yang dimiliki J, maka setiap simpul yang
bertemu dengan harus berada di J. Selain itu, setiap simpul
yang bertemu (atau disebut juga berdekatan) dengan harus
berada di J. Karena paling sedikit berdekatan dengan n/2
simpul yang semuanya berada di J, maka J paling sedikit memuat
sebanyak 1 + n/2 simpul. Selanjutnya, haruslah terdapat simpul
di J, dengan , sedemikian rupa sehingga berdekatan
dengan dan berdekatan dengan .
k i < < 2
i
u
1 i
u
1
u
1
u
k
u
i
u
1
u
k
u
Akan tetapi oleh karena paling sedikit ada n/2 simpul-simpul
berdekatan dengan simpul , maka akan ada paling sedikit n/2
simpul-simpul tidak akan berdekatan dengan . Akibatnya

Hal ini sesuatu yang tidak mungkin sebab . Dengan
demikian, terdapat suatu simpul di J sedemikian rupa
sehingga dan kedua-duanya merupakan rusuk G
(periksa Gambar 3.18). Akibatnya adalah terdapat sikel S:
yang memuat semua simpul di J. Jika
semua simpul di G telah berada di S, maka S adalah sikel
Hamilton dan G adalah graf Hamilton.
i
u
1
u
1 i
u
k
u
( )
2 2
1 ) (
n n
n u d
k
< s
2
) (
n
u d
k
>
i
u
i
u u
1 k i
u u
1
1 2 1 1 1
,..., ,..., , , u u u u u u
k k i i +
Gambar 3.18
Misalkan ada suatu simpul w di G yang tidak berada di S.
Karena S memuat paling sedikit 1 + n/2 simpul, sebanyak
kurang dari n/2 simpul di G tidak berada di S. Karena
, simpul w harus berdekatan dengan suatu simpul
di S. Akan tetapi, rusuk dan S membangun jalur
yang banyaknya simpul 1 lebih banyak daripada simpul-
simpul yang berada di J, yang tidak mungkin terjadi sebab J
memuat simpul-simpul paling banyak. Kontradiksi ini
berakibat bahwa S memuat semua simpul di G, sehingga G
adalah graf Hamilton.
2
) (
n
w d >
j
u
j
uw
Teorema 5.2 (Teorema Ore)
Misal G graf sederhana dengan simpul. Jika
untuk setiap pasangan simpul v dan
w yang tidak berikatan, maka G graf Hamilton.

3 > n
( ) ( ) ( ) n v d u d > +
Bukti Teorema Ore:
Akan dibuktikan G hamilton.
Misal G bukan Hamilton yang memenuhi kondisi
Asumsikan bahwa titik di G dengan penambahan himpunan
sisi {u,v} akan membentuk graf Hamilton, untuk dua titik u,v
yang tidak bertetangga. Karena G bukan Hamilton dan G +
{ u, v } Hamilton, maka untuk setiap siklus Hamilton di G +
{ u,v } memuat siklus {u, v}. Sehingga pada G terdapat
lintasan Hamilton dengan dan .






u=u1 u2 uk-1 uk un-1 un=v
( ) ( ) ( ) n v d u d > +
n
u u u ,..., ,
2 1
n u =
1
v u
n
=
Sekarang jika setiap 2 < k < n, E(G) maka
E(G). Sebab kalau tidak , adalah siklus
Hamilton dari G, sehingga untuk setiap titik yang
bertetangga dengan titik v, akan terdapat titik lainnya tidak
bertetangga dengan v.
Jadi setiap bertetangga ke r titik dari maka
paling sedikit r titik, jadi jika , maka
sehingga .
Dengan demikian hipotesis .
(Terbukti).
e e } , {
1 k
u u } , {
1 n k
u u

n k k n k
u u u u u u ... ...
2 1 1
k
u
1
u
} ,..., , {
3 2 n
u u u
( ) r v d >
1
( ) ( ) ( )
1
1 v d n u d
n
>
( ) ( ) 1
1
> + n u d v d
n
( ) ( ) n u d v d
n
> +
1
Perlu diketahui bahwa belum ada algoritma efisien
untuk mendapatkan sebuah sikel Hamilton minimal di
graf bobot G. Sebagai pendekatan sederhana, biasanya
digunakan metode tetangga terdekat yang dikenal
dengan algoritma serakah Greedy Algirithm sebagai
berikut :
Pilih sebuah simpul v di graf G;
Pilih simpul G yang lain, y misalnya, yang
terdekat dengan v;
Pilih simpul G yang lain selain y dan v yang
terdekat dengan y;
Dan seterusnya sampai semua simpul terpilih.

Menghitung sikel Hamilton minimal di graf bobot G
Daftarlah semua sikel Hamilton pada graf berikut ini dan
tentukan masing-masing bobotnya.







Manakah yang merupakan sikel Hamilton dengan bobot
minimum? Selanjutnya gunakan algoritma serakah untuk
menentukan sikel Hamilton minimal pada graf di samping.
Apakah sama hasilnya?
5
A
D
B
C
10
2
6
5 4
Cara menentukan ada tidaknya sikel
Hamilton dalam suatu Graf:
Aturan 1
Jika simpul v berderajat 2, kedua rusuk yang bertemu di v harus
merupakan bagian dari sikel Hamilton.
Aturan 2
Tidak ada subsikel sejati, yakni, sikel yang tidak memuat semua
simpul di dalam grafnya, tidak dapat dibangun apabila
membangun sikel Hamilton.
Aturan 3
Segera setelah sikel Hamilton kita bangun melalui suatu simpul
w, semua rusuk lain (yang tidak digunakan) yang bertemu di w
dapat dibuang (karena mereka tidak dapat digunakan lagi
mengingat setiap simpul harus berderajat 2).
Contoh

Buktikan bahwa gambar di
samping bukan graf hamilton!
Bukti

c
a
b
d
e
g
i
h
k
f
j
Bukti
Menurut Aturan 1, simpul a, dan g harus masuk dalam sikel, sebab berderajat 2, sehingga
jalur : b, a, c dan jalur : e, g, i harus menjadi bagian dari sikel. Perhatikan simpul i. Kita telah
melihat bahwa rusuk gi menjadi bagian dari sikel. Karena rusuk gi simetri terhadap rusuk ij dan ik,
tidak masalah apakah kita memilih salah satu yang mana. Menggunakan Aturan 3, kita buang
rusuk ik, maka simpul k berderajat 2, sehingga menurut Aturan 1, jk dan hk harus menjadi bagian
dari sikel. Karena jk harus menjadi bagian sikel, maka menurut Aturan 3, rusuk jf harus dibuang.
Akibatnya derajat simpul f menjadi 2. Maka di f, fe dan fb harus menjadi bagian dari sikel. Dengan
penambahan fe, maka simpul e harus berderajat 2, jadi rusuk eh dan ed harus dibuang dari bagian
sikel (sebab rusuk eg telah ditetapkan ikut dalam sikel). Akibatnya simpul h berderajat 2, sehingga
rusuk kh dan hc harus menjadi bagian sikel. Sekarang terjadi kontradiksi. Lihat bahwa sekarang
simpul d telah berderajat 2. Kita harus menggunakan rusuk db dan dc sebagai bagian sirkuit.
Tetapi dengan demikian terjadilah subsikel sejati a, b, d, c, yang menurut Aturan 2 tidak
dibenarkan.