Anda di halaman 1dari 8

Fasa Kesetimbangan

1.Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini,diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian kurva baku dan kurva kesetimbangan. Menggambarkan kurva baku. Melaksanakan praktikum untuk memperoleh data. Menghitung dan mengolah data yang didapat.

2.Dasar teori. 2.1 Fasa kesetimbangan Fasa kesetimbangan umumnya adalah dasar teori dan praktek pokokpokok pemisahan panas.Tanpa mengenal hukum dasar untuk pemisahan campuran biner.Maka tidak akan mungkin mengerti rektifikasi atau distilasi Azootrop. Bila campuran dipisahkan dengan menggunakan proses thermal,panas dan zat biasanya diantara fasa yang saling kontak satu sama lain.Suatu fasa ditentukan sebagai bagian dari suatu sistim dengan sifat-sifat makroskopik homogenous yang dipisahkan dari bagian lain oleh lapisan fasa.Suatu sistim dikatakan setimbang bila tidak ada perubahan yang terjadi pada kondisi eksternal.Semua perpindahan zat dan energi melalui lapisan reversible phase.Fasa dari suatu campuran heterogenous dikatakan seimbang bila tidak ada perbedaan tekanan maupun temperatur. 2.2 Skema gambaran dari fasa kesetimbangan. Biasanya sifat-sifat dari komposisi fasa kesetimbangan oleh sejumlah Zat (fraksi mol) dengan titik didih yang rendah,pada waktu ti,nilai Xi,Yi,dan Pi barulah diperoleh tergantung kesetimbangan. Xi = Yi =

2.3 Percobaan penentuan fasa kesetimbangan Bila suatu campuran bersifat ideal,Yi bisa dihitung jika kurva dan tekanan uap komponen murni Xi diketahui.Penggunaan hukum Renault untuk campuran gas ideal adalah : P1 P2 Ket : P1,P2 P10,P20 X1,X2 = Tekanan Parsial = Tekanan uap partisi = Fraksi mol dari liquid = P1,0 . X1 ............................................................... ..(Pers.1) = P2,0 . X2 ..................................................................(Pers.2)

Dengan menggunakan hukum dalton P tot = P1 +P2 Substitusi persamaan 1 dan 2 kedalam persamaan (3) P tot = P1,0 . X1 + P2,0 . X2 Ptot = P1,0 P2,0 . X1 + P2,0 Susun kembali persamaan 4,maka diperoleh : X1 = Dengan mengambil tekanan parsil P1,0 dalam perhitungan didapatkan : Y1 = Untuk menghitung tekanan uap P1,0 menggunakan persamaan Clausius Claptyron,Selanjutnya di integrasikan pada kondisi tertentu : = = { -

3.Alat dan Bahan. 3.1 Alat yang digunakan -Refraktometer - Tabung reaksi dan rak -Gelas kimia -Pipet ukur 3.2 Bahan yang digunakan - Aseton - Air

4.Langkah Kerja. 4.1 Kurva Baku - Membuat campuran Aseton dengan Air dari (0-0,995) Sebanyak 3 ml didalam tabung reaksi. - Menghitung Fraksi volume Aseton. - Mengukur indeks bias masing masing campuran menggunakan refraktometer. - Membuat kurva baku antara fraksi volume dan indeks bias.

5.Data pengamatan. Fraksi Volume 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 0,995 Campuran,3 ml Aseton (ml) Air (ml) 0 3 0,3 2,7 0,6 2,4 0,9 2,1 1,2 1,8 1,5 1,5 1,8 1,2 2,1 0,9 2,4 0,6 2,7 0,3 3 0 Indeks Bias 1,33266 1,34266 1,34366 1,348683 1,353683 1,356683 1,361683 1,362683 1,361683 1,3597 1,3547 Temperatur 29,7 29,7 29,7 29,7 29,7 29,7 29,7 29,7 30 30 29,9

6.Perhitungan -Membuat larutan Aseton 0 0,9 M (Fraksi mol) sebanyak 3 ml dari aseton 0,995 1.Untuk fraksi volume 0,1 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 0,3 ml

2.Untuk fraksi volume 0,2 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 0,6 ml

3.Untuk fraksi volume 0,3 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 0,9 ml

4.Untuk fraksi volume 0,4 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 1,2 ml

5.Untuk fraksi volume 0,5 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 1,5 ml

6.Untuk fraksi volume 0,6 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 1,8 ml

7.Untuk fraksi volume 0,7 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 2,1 ml

8.Untuk fraksi volume 0,8 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 2,4 ml

9.Untuk fraksi volume 0,9 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 2,7 ml

10.Untuk fraksi volume 0,995 V1.M1 = V2.M2 V1 = = 3 ml.

Grafik perbandingan fraksi volume terhadap indeks bias


1.37 1.365 1.36 Indeks bias 1.355 1.35 1.345 1.34 1.335 1.33 0 0.2 0.4 0.6 Fraksi volume 0.8 1 1.2 Series1 Linear (Series1) y = 0.0245x + 1.3403

7.Analisa data Pada praktikum ini dilakukan percobaan fasa kesetimbangan,dengan tujuan mengetahui kurva baku dan kurva kesetimbangan.Pengertian fasa kesetimbangan adalah teori atau pokok pemisahan panas.Praktikum ini dimulai dari menentukan fraksi mol dari larutan yang kemudian akan dilakukan pengenceran,misalnya larutan aseton (0,1 M) sebanyak 3 ml dari aseton 0,995,kemudian diteruskan kepersamaan V1.M1 = V2.M2, V1 = = 0,3

ml,Pengencaran tersebut dilakukan sampai fraksi mol 0,995 M larutan aseton yang diencerkan dengan air tersebut ditempatkan kedalam tabung reaksi,yang kemudian akan dilakukan pengecekan dari indeks biasnya. Dari data yang didapat.Sebagai contoh pada konsentrasi 0,1 M,dengan volume hasil pengenceran 0,3 ml aseton dan 2,7 ml air.Indeks bias yang didapat 1,34266 pada temperatur 29,7 oC.Indeks bias tersebut naik seiring naik juga fraksi volumenya,namun turun kembali pada konsentrasi 0,9 dan 0,995 M,yaitu 1,35947 dan 1,3547.Data tersebut kemudian dikonversikan pada bentuk grafik (terlampir) seperti penjelasan sebelumnya,mula-mula grafik tersebut naik seiring kenaikan fraksi volume,namun turun pada fraksi volume 0,8 sampai 0,995 M. Indeks bias suatu zat adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam hampa udara terhadap kecepatan cahayadalam zat tersebut atau perbandingan sinus sudut bias.Harga indeks bias berubah-ubah tergantung pada panjang gelombang cahaya dan suhu. Alat yang digunakan dalam penentuan indeks bias adalah refraktometer yaitu alat yang digunakan untuk mengukur kadar/konsentrasi bahan

terlarut,misalnya : Gula,garam,protein,dan sebagainya.Prinsip kerja dan dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi cahaya.

8.Kesimpulan Setelah melakukan percobaan,dapat disimpulkan : -Kurva kesetimbangan pada praktikum fasa kesetimbangan merupakan perbandingan indeks bias dengan fraksi volume. -Pada kurva kesetimbangan yang didapat,menunjukkan kenaikan grafik seiring naiknya fraksi volume, namun turun kembali pada fraksi volume 0,8 0,995 M. - Fasa kesetimbangan adalah dasar teori dan praktek pokok pokok pemisahan panas.

9.Daftar Pustaka. - JOBSHEET,PETUNJUK PRAKTIKUM TEKNOLOGI MINYAK BUMI,2012.POLSRI : PALEMBANG.