Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

Kehamilan adalah suatu peristiwa alami dan fisiologis yang terjadi pada wanita yang didahului oleh suatu peristiwa fertilisasi yang membentuk zigot dan akhirnya menjadi janin yang mengalami proses perkembangan di dalam uterus sampai proses persalinan. Kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang terjadi dari ovulasi, migrasi, spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi pada uterus, pembentukan plasenta serta tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm. Masa kehamilan normal dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari atau 40 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan. Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. Gravida adalah seorang ibu yang sedang hamil. Primigravida adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali. Multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali. Pada ibu primigravida dan multigravida terdapat perbedaan perbedaan secara fisiologis. Contohnya pada ibu primigravida perutnya tampak tegang sedangkan pada ibu multigravida Perutnya terlihat longgar, menggantung dan banyak terdapat striae. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum kehamilan kali ini, si ibu sudah pernah hamil sebelumnya. Tidak hanya tanda tanda fisik psikologis seorang ibu yang hamil pertama kali maupun yang sudah

pernah hamil tampak berbeda. Biasanya ibu multigravida tampak lebih tenang dan lebih siap dalam menjalani kehamilannya terutama saat saat persalinan. Sebagai seorang dokter haruslah dapat melihat perbedaan antara ibu primigravida dan multigravida. Hal ini cukup berperan dalam perawatan si ibu. Ada beberapa penyakit yang insidensinya meningkat pada ibu primigravida seperti pada hyperemesis gravidarum, dan ada pula penyakit yang meningkat insidensinya pada ibu multigravida seperti atonia uteri. Dengan membedakan antara primigravida dan multigravida, dokter yang menangani dapat memberikan penanganan yang tepat serta cepat terhadap seorang pasien. Membedakan antara primigravida dan multigravida cukup penting manfaatnya karena itu pada telaah ilmiah ini kami akan membahas perbedaan perbedaan pada primigravida dan multigravida.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Kehamilan 2.1.1 Definisi Kehamilan Kehamilan adalah proses pertambahan janin dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) (Syaifuddin A, 2002:89). Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, yaitu trimester I ( 0-12 minggu), trimester II (12-28 minggu), dan trimester III (28-40 minggu). Selama kehamilan terdapat berbagai perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, respirasi, sirkulasi, darah, metabolisme, taktus urinarus serta perubahan psikologis. 2.1.2 Tanda Kehamilan Tanda-tanda kehamilan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Amenorhoe Nausea dan emesis Mengidam Tidak tahan bau-bauan Pingsan atau sinkope Tidak ada selera makan Lelah Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri Sering miksi kulit yaitu chloasma gravidarus sekitar dinding perut

10. Konstipasi 11. Pigmentasi dan payudara Tanda-tanda kemungkinan hamil : 1. Perut membesar dari rahim

2. Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi

3. Tanda hegar (Hipertrofi ishmus mengakibatkan menjadi panjang dan lunak) 4. Tanda Chadwick (Vagina dan vulva merah agak merah agak kebiruan

(livide))
5. Tanda Piscaseck (Uterus membesar kesalah satu jurusan) 6. Kontraksi kecil uterus bila dirangsang (Braxton Hicks)

7. 8.

Teraba Ballotement Reaksi kehamilan positif

Tanda pasti hamil :


1. Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian

janin 2. 3. Denyut jantung janin Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen

2.1.3 Fisiologi Kehamilan Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi pelepasan ovum. Fertilisasi yaitu pertemuan antara ovum dengan spermatozoa. Konsepsi sampai terjadi kehamilan disertai banyak perubahan. Perubahan tersebut diantaranya perubahan fisik, uterus, system sirkulasi darah, system pencernaan, sistem urinalis, metabolisme, respirasi, dan psikososial. 2.1.3.1 Perubahan Fisik a. Vagina Selama proses kehamilan, peningkatan valkularisasi dan hyperemia timbul di kulit dan otot-otot perineum serta vulva dan terdapat pelunakan jaringan ikat yang normalnya banyak terdapat pada struktur struktur ini, sekret yang banyak sekali dan warna ungu vagina (F. Gary Luningham, 2005:186). Sekret dalam vagina bertambah pada kehamilan. Sekret tersebut memiliki pH 3,5-6,0 yang disebabkan oleh terbentuknya audum lakhtum sebagai hasil penghancuran glikogen yang berada dalam sel-sel epitel vagina oleh bacilbacil doderlien. Sifat asam ini mempunyai sifat bakterisida (FK Unpad, 1983:143). b. Kulit

Selain striae gravidarum pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi antara lain pada areola Mammae, papilla mammae dan linea alba. Linea alba yang tampak hitam disebut linea nigra. Hiperpigmentasi yang terdapat pada kulit muka disebut Chloasma gravidarum (FK Unpad, 1984:146). c. Dinding perut Pada primigravida sering timbul garis-garis memanjang atau serong perut yang disebut striae gravidarum tetapi kadang pula terdapat pada payudara dan paha, pada primigravida warnanya membiru disebut striae livide sedangkan pada multigravida selain biru juga terdapat warna garis putih agak mengkilat seperti jaringan perut yang disebut linea albican (FK Unpad, 1983 : 143-144). d. Ovarium Pada salah satu ovarium dapat ditemukan corpus luteum gravidatatis, tapi setelah bulan IV Corpus Luteum menyusut (FK Unpad, 1984 : 143). e. Payudara Selama kehamilan payudara membesar disebabkan hypertrofi dari alveoli yang menyebabkan hypersensitifitas pada mammae, hyperpigmentasi areola mammae, grandula montgomery makin tampak, puting susu semakin menonjol dan pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin berfungsi ditambah oleh PIH tidak ada (Bobak dkk, 2004:III) 2.1.3.2 Uterus Untuk mengakomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar disebabkan oleh otot polos rahim hipertrofik dan hiperplasia. Serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua. Ukuran uterus pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 25 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc dengan berat naik dari 30 gr menjadi 1000 gram 2.1.3.3 Sistem Sirkulasi Darah Dalam kehamilan volume darah ibu bertambah secara fisiologi karena adanya pencairan darah yang disebut hidraemia. Volume darah akan

bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak 30%. Volume eritrosit yang mengalami peningkatan secara keseluruhan tetapi penambahan volume plasma juga jauh lebih besar hingga konsentrasi Hb dalam darah menjadi lebih rendah (Winkjosastro H, 1999).
2.1.3.4

Sistem Pencernaan

Dengan pengaruh dari hormon estrogen asam lambung meningkat yang menyebabkan hipersaliva, darah lambung terasa panas, morning sickness dan terjadi emesis gravidarum. Sedangkan pengaruh hormon progesteron menyebabkan gerakan usus menurun dan terjadi obstipasi.
2.1.3.5

Sistem Urinarius

Pada trimester pertama kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga sering timbul kencing. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya usia kehamilan, bila kepala janin mulai turut PAP, kadang kemih tertekan kembali dan keluhan sering kencing juga timbul. Ada gangguan progesteron menyebabkan pembesaran uterus kanan dan kiri akan tetapi uterus kanan lebih besar karena kurangnya tekanan dibandingkan dengan uterus kiri dan uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Disamping itu polluria disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah di ginjal sehingga filtrasi glomerosus juga meningkat sampai 69% tetapi reabsorbsi di tubuh tidak berubah (Hanifa Winkjosastro 2002:97).
2.1.3.6

Metabolisme

Terjadinya peningkatan BMR antara 15-20% mempengaruhi system endokrim yaitu somatromamotitoprin, peningkatan plasma insulin dan hormon-hormon adrenal akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan kalori dan sebagai manifestasinya menjadi lapar, sering haus, sering kencing seperti glukosuria. Keseimbangan asam basa berkisar 155 mEg/liter, peningkatan kebutuhan protein antara gr/kg BB sehingga terjadi peningkatan BB 6,5 16,5 kg, rata-rata 12,5 kg (Hanifa Winkjosastro, 2002 : 99)
2.1.3.7

Sistem Respirasi

Kebutuhan O2 meningkat selama kehamilan antara 20-25% disebabkan oleh pembesaran uterus sehingga diafragma menjadi kurang leluasa bergerak (Winkjosastro, H : 2002).
2.1.3.8

Perubahan Psikologis 1. Penerimaan keluarga khususnya pasutri terhadap kehamilannya 2. Perubahan sehari-hari 3. Mencari tanda kehamilan 4. Merasa tidak sehat dan membenci kehamilannya
5. Merasakan kekecewaan, kecemasan dan kesedihan

a. Pada trimester 1, yaitu :

6. Hasrat hubungan seks berbeda 7. Khawatir kehilangan bentuk tubuh 8. Ketidakstabilan mirip sindrom pra-haid : mudah marah, ayunan suasana hati, irasionalitas, cengeng. 9. Perasaan was-was, takut, gembira
b. Pada trimester 2, yaitu :

1. Ibu merasa sehat 2. Perut belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban 3. Sudah menerma kehamilannya 4. Mulai merasa gerak bayi 5. Merasaka kehadiran bayi sebagai seorang di luar dirinya 6. Merasa terlepas dari masa cemas dan tidak nyaman 7. Libido meningkat.
c. Pada trimester 3, yaitu :

1. Disebut periode menunggu dan waspada sebab merasa tidak sabar menunggu kelahiran 2. Gerakan bayi dan membesarnya perut
3. Kadang merasa bayinya lahir sewaktu-waktu

4. meningkatnya kewaspadaan timbulnya tanda dan gejala persalinan 5. Rasa tidak nyaman 6. Kehilangan perhatian yang didapatkan selama hamil

7. Semakin ingin menyudahi masa kehamilan 8. Tidak sabaran dan resah


9. Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya

2.2 Pemeriksaan Obstetri 2.2.1 Definisi Obstetri Obstetri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya (Oxford English Dictionary, 1933).Obstetri terutama membahas tentang fenomena dan penatalaksanaan kehamilan, persalinan puerperium baik pada keadaan normal maupun abnormal. Nama lain obstetri adalah mid wifery. Tujuan obstetri yaitu agar supaya setiap kehamilan yang diharapkan dan berpuncak pada ibu dan bayi yang sehat. Juga berusaha keras mengecilkan jumlah kematian wanita dan bayi sebagai akibat proses reproduksi atau jumlah kecacatan fisik, intelektual dan emosional yang diakibatkannya. 2.2.2 Pemeriksaan Fisik pada Kehamilan Menurut Sarwono (2002), kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, respirasi, sirkulasi, darah, metabolisme, traktus urinarius serta perubahan psikologis. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal, namun kadang tidak sesuai yang diharapkan. Sulit diprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu, antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Antenatal care adalah kegiatan pengamatan dan pengawasan secara seksama sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim, yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (Mochtar, 2006) Jadwal pemeriksaan Antenatal :

a. Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan b. Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan c. Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan d. Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan e. Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan (Saifuddin, 2002) Pemeriksaan Fisik a. Pemeriksaan umum meliputi: Keadaan umum Keadaan status gizi Keadaan jantung dan paru-paru Adanya oedema Reflek Berat badan Tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu badan, dan respirasi) b. Pemeriksaan status obstetrikus Inspeksi Pemeriksaan pandang seluruh tubuh meliputi muka, leher, dada, perut, vulva, ekstremitas atas dan bawah dan sebagainya. Palpasi a) Pemeriksaan janin dan lain-lain. b) Ibu hamil disuruh berbaring terlentang, kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil. Lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksaan payudara c) Palpasi perut untuk menentukan : Besar dan konsistensi rahim Bagian-bagian janin, letak persentasi raba untuk menentukan umur kehamilan dengan mengukur besarnya rahim, menentukan berat

Manuver palpasi menurut leopold : Leopold I

Pemeriksaan menghadap ke arah muka ibu hamil Menentukan TFU bagian janin dalam fundus Konsistensi uterus

Tabel 2 Ukuran Tinggi Fundus Uteri menurut Spiegelberg Umur kehamilan dalam minggu 22-28 minggu 28 minggu 30 minggu 32 minggu Tinggi Fundus Uteri dalam cm 24-25 cm diatas sympisis 26,7 cm diatas sympisis 29,5-30 cm diatas sympisis 29,5-30 cm diatas sympisis

34 minggu 36 minggu 38 minggu 40 minggu

31 cm diatas sympisis 32 cm diatas sympisis 33 cm diatas sympisis 37,7 cm diatas sympisis

Memantau Taksiran Berat Badan Janin (TBBJ) Taksiran berat badan janin ditentukan berdasarkan rumus Johnson-Tausak. perhitungan ini penting sebagai dasar pertimbangan memutuskan rencana persalinan pervaginam secara spontan. Rumus tersebut :
(TBBJ)= [TFU (cm) - N] x 155

Keterangan : N= 13 bila kepala belum melewati pintu atas panggul N= 12 bila masih berada diatas spina isciadica N= 11bila sudah berada dibawah spina isciadica (Tim dokter FK UI, 2001) Leopold II

Menentukan batas samping rahim kanan kiri Menentukan letak punggung janin Pada letak lintang tentukan dimana kepala janin Leopold III

Menentukan bagian terbawah janin Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk atau masih bisa digoyang Leopold IV

Pemeriksa menghadap ke arah ibu hamil Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan seberapa jauh sudah masuk pintu atas panggul - Gerakan janin - Kontraksi rahim Braxton-Hicks dan his Auskultasi Jantung janin merupakan observasi esensial tentang kesejahteraan janin dan harus diauskultasi pada setiap pemeriksaan abdomen dan setelah pemeriksaan apapun. Mengetahui presentasi dan posisi janin berarti mengetahui di bagian mana alat tersebut diletakkan di abdomen ibu agar dapat mendengar bunyi jantung janin. Jantung janin dikaji : keberadaannya, frekuensinya normalnya 120/160 x/menit, keteraturannya, dan variabilitasnya (Johnson, 2004).

2.3 Perbedaan Primigravida dan Multigravida berdasarkan Pemeriksaan Fisik

Obstetri 2.3.1 Definisi Primigravida dan Multigravida Istilah gravida digunakan untuk menyebut seorang ibu yang sedang hamil. Dibagi menjadi 2 macam berdasarkan riwayat kehamilannya, yaitu primigravida dan multigravida. Primigravida adalah seorang ibu yang sedang hamil untuk pertama kali. Sedangkan multigravida adalah seorang ibu yang hamil lebih dari 1 sampai 5 kali. Adapun menurut Manuaba (1998:158), multigravida adalah wanita yang pernah hamil dan melahirkan bayi genap bulan. 2.3.2 Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida No. 1 Primigravida Payudara tegang, Multigravida pembuluh Payudara kurang tegang,

darah terlihat, hiperpigmentasi menggantung, ada striae, puting jelas, sensitif dan terasa nyeri, susu mendatar 2 puting susu runcing Perut tegang, menonjol kedepan, Perut striae lividae, pusar menonjol albikan, 3 Labia mayora tampak bersatu Vulva tertutup 4 5 6 longgar, pusar menggantung tidak begitu

kedepan, banyak striae lividae dan menonjol Labia mayora terbuka Vulva menganga

Perineum tidak ada bekas luka Perineum bekas luka Vagina sempit dengan rugae utuh Vagina lebih lebar, rugae kurang menonjol Himen koyak (perforate) pada Himen mitformis, beberapa tempat Portio runcing dan tertutup dapat dilalui oleh satu ujung jari kurunkula

himenalis Portio tumpul, terbagi bibir depan/ Serviks bisa terbuka satu jari,

Serviks licin, bulat dan tidak belakang

kadang kala ada bekas robekan 7 Rahim tegang persalinan yang lalu Rahim agak lunak

Membedakan primigradi dan multigravida penting karena terdapat perbedaan yang cukup khas antar keduanya dan menjadi penentu sikap dalam pengambilan keputusan terakhir. Yang dimaksud dengan perbedaan primigravida dan multigravida adalah yang mempunyai risiko rendah yang dapat di jabarkan sebagai berikut. Untuk membedakan apakah multigravida murni dengan risiko rendah atau dengan resiko tinggi dapat dilakukan anamnesis yang cermat di antaranya :
-

Riwayat persalinannya yang terdahulu, apakah spontan, hidup, aterm jawaban demikian merupakan riwayat kehamilan dan persalinan dengan risiko rendah. Riwayat kehamilan dan persalinan dengan risiko tinggi : Pernah abortus, prematuritas atau lahir mati. Persalinan dengan tindakan atau persalinan disertai kelainan

Jumlah anak : Lebih dari 5 orang termasuk grandemultipara. Umur anak terkecil di atas 5 tahun tergolong sekunder primigravida Umur ibu saat ini : di atas 35 tahun termasuk primitua

BAB III PENUTUP


Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi pelepasan ovum. Fertilisasi yaitu pertemuan antara ovum dengan spermatozoa. Konsepsi sampai terjadi kehamilan disertai banyak perubahan.

Perubahan tersebut diantaranya perubahan fisik, uterus, system sirkulasi darah, system pencernaan, sistem urinalis, metabolisme, respirasi, dan psikososial. Antara primigravida dan multi gravida terdapat beberapa perbedaan, antara lain : pada primigravida di dapati : ujung jari Sedangkan pada multigravida tampak : Perut longgar, perut gantung banyak striae Pusat tidak begitu menonjol Rahim agak lunak Labia mayora terbuka Kurunkula himenalis Kurang tegang dan tergantung, ada striae Lebih lebar, rugae kurang menonjol Bisa terbuka satu jari, kadang kala ada bekas robekan Perut tegang Pusat menonjol Rahim tegang Labia mayora tampak bersatu Himen koyak pada beberapa tempat Payudara tegang Vagina sempit dengan rugae utuh Serviks licin, bulat dan tidak dapat dilalui oleh satu

persalinan yang lalu. Selain yang di sebutkan di atas masih banyak lagi perbedaan perbedaan pada primigravida dan multigravida. Membedakan primigravida dan multigravida cukup penting da nada banyak manfaatnya, sehingga tenaga medis dapat memberikan penanganan yang tepat dan dapat mengurangi komplikasi kehamilan yang mungkin terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Morgan, Gery & Carole, H. 2009. Obstetri dan Ginekologi Panduan Praktik Volume 2. EGC. Jakarta

2.

Mansjoer, arif, dkk. 2009. Kapita Selekta Kedokteran Volume 1. Media Aesculapius. Jakarta.

3. 4.

Rustam, Mochtar. 2007. Sinopsis obstetri. EGC. Jakarta. Prawirohardjo, sarwono. 2007. Ilmu Kandungan.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. Hal 246 250.

5.

Kurniawati, Desi & Hanifah Mirzanie. 2009. Obgynacea. Tosca enterprise. Yogyakarta Manuaba, I. A. Chandranita, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. EGC. Jakarta Morgan, Gery & Carole, H. 2009. Obstetri dan Ginekologi Panduan Praktik Volume 2. EGC. Jakarta Mansjoer, arif, dkk. 2009. Kapita Selekta Kedokteran Volume 1. Media Aesculapius. Jakarta. Hal 259 260. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta. Jakarta

6.

7.

8.

9.