Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK

Kelompok Hari / Tanggal Tempat Waktu Jumlah pesarta

: Wisma 4 Putri : Senin, 25 April 2010 : Taman Pansos Bina remaja : Pukul 14.00 15.30 WIB : 3 orang, yaitu ; 1. Susi Aprita 2. Devi Lismiati 3. Novel Yana Chandra

Konselor Pertemuan Jenis Bimbingan Sifat Topik

: Sonalia Fhatri : Kesatu : Bimbingan Kelompok : Topik Bebas

Tahap-Tahap Kegiatan / Pelaksanaan 1. Pembentukan Ucapan Selamat Datang Pemimpin kelompok dengan keramahannya menerima anggota kelompok dan mengucapkan selamat datang serta ucapan terima kasih kepada anggota kelompok, karena telah bersedia hadir untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Kelompok. Berdoa Bersama Pemimpin kelompok mengajak anggota kelompok untuk berdoa bersama-sama sebelum memulai kegiatan selanjutnya dan doa yang dipimpin oleh pemimpin kelompok. Pengertian Bimbingan Kelompok Pemimpin kelompok menjelaskan pengertian Bimbingan kelompok

dihadapan para anggota kelompok, Bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara berkelompok untuk mengaktifkan dinamika

kelompok dan membahas sebuah topik-topik umum yang lagi hangat dan aktual yang ada di lingkungan sekitar kita Tujuan Bimbingan kelompok Pemimpin kelompok menjelaskan tujuan dari bimbingan kelompok bagi anggota kelompok, yaitu: 1. Dapat melatih anggota kelompok dalam berbicara dihadapan orang atau anggota kelompok. 2. Melatih anggota kelompok untuk berkomunikasi dengan lancar dan jelas. 3. Melatih anggota kelompok untuk mengeluarka ide, pendapat, saran, tanggapan serta perasaan kepada orang banyak. 4. Untuk menciptakan suasana hangat dan akrab diantara semua anggota kelompok. Menjelaskan Cara pelaksanaan Bimbingan kelompok Pemimpin kelompok menjelaskan tata cara pelaksanaan bimbingan kelompok, yang dimulai dengan cara duduk melingkar yang bertujuan agar anggota kelompok dapat terfokus pada topik yang dibicarakan dan suasana akrab dan hangat dalam kelompok dapat tercipta serta bagi anggota kelompok sendiri untuk mengikuti aturan yang di tetapkan dalam kelompok. Menjelaskan asas-asas dalam Bimbingan kelompok Pemimpin kelompok menjelaskan asas-asas yang harus ditetapkan bimbingan kelompok yang meliputi asas : - Kerahasiaan Dimana anggota kelompok diminta untuk menyimpan dan merahasiakan apa saja keterangan atau data yang didengar dan dibicarakan dalam kelompok, terutama hal-hal yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain di luar kelompok. - Keterbukaan Anggota kelompok bebas dan terbuka mengeluarkan pendapat, ide dan saran mengenai topik pembahasan dan apa saja yang dirasakannya dan

dipikirkannya. Tidak merasa takut atau malu-malu dan bebas bicara tentang apa saja. - Kesukarelaan Diharapkan anggota kelompok secara sukarela datang dalam kegiatan bimbingan kelompok tanpa paksaan dari orang lain, dan anggota kelompok juga harus secara sukarela mengeluarkan pendapat, ide, perasaan serta pikiran mereka selama kegiatan bimbingan kelompok berlangsung. Perkenalan dan permainan untuk pengakraban Pemimpin kelompok mengajak anggota kelompok untuk

memperkenalkan diri secara mendalam yang dimulai dari pemimpin kelompok dan selanjutnya diteruskan oleh anggota kelompok secara sukarela untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Setelah perkenalan, untuk lebih akrab lagi pemimpin kelompok mengajak anggota kelompok untuk melakukan sebuah permainan yang bertujuan agar suasana dalam bimbingan kelompok menjadi hangat dan nyaman atau suasana yang tadinya tegang menjadi rileks kembali, permainan dilakukan juga untuk melatih kosentrasi para anggota kelompok. Adapun permainan yang dialkukan, yaitu Menebak Nama Hewan sesuai dengan Abjad.

2. Peralihan Menjelaskan kembali dengan singkat kegiatan yang akan dijalani Pemimpin kelompok menanyakan kembali kepada anggota kelompok sekilas tentang Bimbingan kelompok, tujuan, cara pelaksanaan serta asas-asas dalam bimbingan kelompok. Melakukan tanya jawab untuk memastikan kesiapan anggota kelompok Pemimpin kelompok menanyakan kepada anggota kelompok mengenai hal-hal yang belum dipahami serta kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Mempelajari suasana yang terjadi dalam kelompok Pemimpin kelompok kembali mengamati satu persatu anggota

kelompoknya dan memastikan apakah anggotanya benar-benar sudah siap

untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. Dan terlihat anggota kelompok sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

3. Kegiatan Menjelaskan masalah yang akan dibahas Topik yang dibahas dalam bimbingan kelompok ini adalah topik bebas, jadi pemimpin kelompok memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk menentukan masalah apa yang akan dibahas. Setelah berunding, akhirnya masalah yang dibahas mengenai Pernikahan Dini. Tanya jawab hal yang belum dipahami Pemimpin kelompok memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk bertanya mengenai hal yang belum dipahami berkaitan dengan kegiatan yang akan dijalani. Membahas masalah sampai tuntas Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok secara sukarela dan aktif menyumbangkan ide-ide/pendapat berkenaan dengan topik yang akan dibahas. Dimulai dari pengertian dari pernikahan dini sampai dengan bagaimana caranya supaya terhindar dari pernikahan dini. Adapun pengertian dari pernikahan dini menurut para anggota kelompok yaitu : 1. Susi Aprita Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi diusia muda 2. Devi Lismiati Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi sangat cepat diusia muda 3. Novel Yana Chandra Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi diusia belia dan belum matang secara fisik.

Selanjutnya pemimpin kelompok menyimpulkan pendapat dari anggota kelompok mengenai pengertian dari pernikahan dini. Dan setelah itu dilanjutkan

dengan bahasan penyebab dari pernikahan dini, adapun pendapat yang dikemukakan oleh para anggota kelompok, yaitu :

1. Susi Aprita Pernikahan dini terjadi karena pengaruh lingkungan tempat tinggal, karena biasanya di daerah pelosok atau desa-desa ada budaya pemuda-pemudinya menikah cepat. 2. Devi Lismiati Pernikahan dini terjadi karena melakukan seks diluar nikah 3. Novel Yana Chandra Pernikahan dini terjadi karena pengaruh pergaulan yang bebas Pemimpin kelompok kembali menyimpulkan pendapat dari seluruh anggota kelompok mengenai mengapa pernikahan dini sampai terjadi atau penyebab-penyebab dari pernikahan dini itu sendiri. Dan selanjutnya pemimpin kelompok kembali meminta kesukarelaan anggota untuk

mengemukakan akibat dari pernikahan dini itu sendiri. Adapun pendapat yang dikemukakan oleh anggota yaitu: 1. Susi Aprita Akibat dari pernikahan dini yaitu ketergantungan ekonomi dengan orang tua sebab suami belum mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga menambah beban orang tua. 2. Devi Lismiati Akibat dari pernikahan dini yaitu rumah tangga tidak dapat dibina dengan baik karena kebanyakan dari mereka masih banyak menghabiskan waktu untuk main bersama dengan temanya. 3. Novel Yana Chandra Akibat dari pernikahan dini yaitu terjadinya perceraian karena pemikiran mereka belum matang. Pemimpin kelompok menyimpulkan dampak atau akibat dari pernikahan dini. Selanjutnya, pemimpin kelompok meminta kesukarelaan pada anggota

kelompok untuk mengemukakan bagaimana cara agar terhindarnya dari pernikahan dini. Adapun pendapat yang dikemukakan oleh anggota kelompok yaitu sebagai berikut; 1. Susi Aprita Cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari pernikahan dini yaitu menyibukkan diri dengan bekerja. 2. Devi Lismiati Cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari pernikahan dini yaitu melanjutkan sekolah. 3. Novel Yana Chandra Cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari pernikahan dini yaitu sekolah dengan baik dan bekerja.

Pemimpin kelompok menyimpulkan tentang cara pencegahan agar terhindar dari pernikahan dini. Menyampaikan komitmen yang akan dilakukan setelah membahas topik tersebut. Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok secara sukarela untuk berkomitmen berkenaan dengan topik bahasan . Adapun komitmen yang didapat dari anggota kelompok, yaitu : 1. Susi Aprita Mengingat usia saya sudah termasuk usia menikah, namun saya akan memberikan informasi kepada adik saya supaya jangan menikah diusia dini. 2. Devi Lismiati Saya akan menghindari diri dari pernikahan dini dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. 3. Novel Yana Chandra Saya tidak akan melakukan pernikahan dini. 4. Pengakhiran Menjelaskan bahwa kegiatan Bimbingan kelompok akan berakhir

Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan diakhiri mengingat hari sudah sore dan pokok bahasan sudah tuntas dibahas. Memberikan kesempatan kepada anggota kelompok menyampaikan pesan dan kesan. Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok untuk mengemukakan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan bimbingan kelompok. Adapun kesan dan pesan dari anggota kelompok, yaitu : 1. Susi Aprita Kesan : Senang mengikuti kegiatan bimbingan kelompok karena dapat menambah wawasan dan semakin terjalinnya keakraban sesama teman. Pesan : Supaya kegiatan ini dapat diteruskan.

2. Devi Lismiati Kesan : Saya juga senang mengikuti bimbingan kelompok karena dapat melatih saya untuk berani mengemukakan pendapat. Pesan : Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan. 3. Novel Yana Chandra Kesan : Saya senang mengikuti kegiatan ini karena dapat menambah wawasan. Pesan : Semoga kita semua dapat terhindar dari pernikahan dini.

Menyepakati kegiatan berikutnya Pemimpin kelompok menanggapi beberapa usulan dari anggota

kelompok untuk melakukan Bimbingan kelompok lanjutan. Selanjutnya tercapailah kesepakatan antara konselor dan seluruh anggota kelompok untuk melakukan kegiatan yang sama dengan topik yang lain. Mengucapkan Terima kasih Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok karena telah bersedia untuk hadir dan aktif mengikuti kegiatan bimbingan kelompok sampai selesai. Berdoa

Pemimpin kelompok mengajak anggota kelompok berdoa bersama-sama untuk menutup kegiatan. Dan selanjutnya pemimpin dan anggota kelompok saling bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan. HASIL Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan bimbingan kelompok ini diantaranya anggota kelompok semakin menyadari manfaat dari pelayanan bimbingan kelompok. Setelah selesai pertemuan pertama mereka dengan sadar meminta agar kegiatan bimbingan kelompok itu dapat dilanjutkan dan mengusulkan agar mengadakan kegiatan konseling kelompok. Hasil yang lain yaitu bertambahnya wawasan pengetahuan anggota kelompok mengenai Pernikahan Dini sehingga mereka selalu berupaya agar terhindar dari pernikahan dini dan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman mereka.