Anda di halaman 1dari 24

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum lapangan Botani Tumbuhan Rendah disusun oleh : Nama Nim Kelas/Kelompok : Syarif Hidayat A. : 071 404 092 : B/VII

setelah diperiksa oleh asisten dan koordinator asisten maka dinyatakan diterima.

Makassar, Januari 2009 Dosen Penanggung Jawab Koordinator Asisten

Dra. Syamsiah NIP: 131864155

Iwan, S.Si

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Botani Tumbuhan Rendah merupakan disiplin ilmu yang mengkaji berbagai jenis tumbuhan berupa tallus, tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Dalam dunia botani tumbuhan rendah dikenal berbagai Divisio yang termasuk kedalam tumbuhan rendah antara lain: Schhyzophiyta (tumbuhan belah), Thallophyta (tumbuhan talhus), Bryophyta (tumbuhan lumut), Pterydophyta (tumbuhan paku). Botani Tumbuhan Rendah merupakan salah satu mata akuliah yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan studi pendidikan di Jurusan Biologi. Mata kuliah ini disajikan dalam bentuk teori dan praktikum. Alam mendalami suatu ilmu pengetahuan tidak cukup hanya dengan mengetahui secara eoritis tetapi perlu melakukan suatu simulasi dengan teori yang didapatkan. Karena dengan mempraktikkan langsung di lapangan, maka objek suatu ilmu pengetahuan akan lebih mudah dipahami, dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan demikian usaha mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya ilmu tentang tumbuh-tumbuhan dapat dilaksanakan. Untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang tumbuhan rendah khususnya tumbuhan yang banyak ditemukan didaerah pegunuman atau daratan tinggi, maka dipandang perlu adanya suatu konsep pengembangan ilmu pengetahuan, yang bersifat alamiah dengan tetap berorientasi pada etika lingkungan untuk menjaga kondisi sumber daya alam. Disamping tetap mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dibidangnya. Melalui praktikum lapangan dengan mengamati secara langsung objek tumbuhan

pada lingkungan habitatnya disertai dengan diskusi informasi sebagai struktur tubuh, habitat dan kondisi lingkungan habitat dari tumbuhan tersebut. Adapun gambaran umum tentang lokasi yang merupakan tempat praktkum lapangan Botani Tumbuhan Rendah adalah sebagai berikut:
1) Topografi

= + 800 m diatas permukaan laut. = + 70 kilometer dari pusat kota makassar =-

2) Letak wilayah

3) Letak geografis 4) Kelembapan = 5) Suhu

= 28o C =6

6) pH

B. Tujuan Praktikum Praktikum lapangan ini bertujuan untuk :


1. Mendeskripsikan ciri khas setiap jenis tumbuhan rendah yang ditemukan.

2. Menjelaskan habitat dari tumbuhan tersebut. 3. Melakukan identifikasi kemudian menyusun kedalam klasifikasi dari setiap jenis tumbuhan tersebut.

C. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Waktu Tempat : Sabtu/3 januari 2009 : Pukul 09.00 sampai selesai : Air Terjun Takappala, Malino, Kab. Gowa.

BAB II METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan a. Alat


1. Kamera digital

2. Alat tulis menulis 3. Kantong plastik 4. Cutter 5. Vakum box b. Bahan Berbagai spesimen yang termasuk ke dalam golongan tumbuhan rendah ang ditemukan di lapangan. B. Prosedur Kerja 1. Kegiatan pengamatan dan pengambilan spesimen

a. Sebelum turun ke lapangan menyiapkan terlebih dahulu alat-alat yang dibutuhkan. b. Mengukur suhu udara, pH tanah dan kelembaban tanah dan juga kelembaban udara. c. Memulai turun ke lapangan sesuai dengan kelompok dan berdasarkan petunjuk dari asisten kelompok masing-masing. d. Melakukan pengamatan dengan seksama terhadap setiap jenis tumbuhan yang ditemukan mulai daria awal hingga akhir kegiatan.
e. Mengamti habitat dan habitus Species yang ditemukan.

f. Mendokumentasikan objek-objek tersebut pada habitatnya. g. Mengambil maksimal satu tumbuhan dari setiap jenis tumbuhan kemudian memasukkannya kedaam kantong plastik yang telah disediakan. 2. Kegiatan pengidentifikasi a. Menyiapkan spesimen yang telah diambil dari lapangan.
b. Melakukan pengidentifikasian pada setiap specimen berdasarkan sumber

acuan.

Lampiran
1) Bryophyta
a. Parmelia acetabulum

d. Marchantia polymorpha

b. Andrea petrophylla

e. Pogonatum chirrtaum

c. Polytrichum commune

2) Pteridophyta
a. Adiantum capilis

d. Osmunda javanica

b. Polypodium trilobum

e. Pteris ensiformis

c. Blachnum capense

f. Marsilea quadrifolia

A. Pembahasan 1. Bryophyta a) Parmelia acetabulum DESKRIPSI Talusnya berupa lembaran-lembaran yang seperti kult yang menempel pada batu-batuan. Mempunyai apotasium pada bagian tengahnya. Apotasium pada Parmelia acetabulum berumur panjang berbeda debgab discomicetes yang berumur pendek. Parmelia bersifat seperti tulang rawan dan mempunyai askus yang berdinding tebal. Habitatnya biasanya permelia hidup melekat pad bebatuan atau pohon yang lembab dan basah umumnya pada daerah dataran tinggi. KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia : Plantae : Briophyta : Acholichenes : Pyronomycetales : Pyromiceae

Genus Species

: Parmelia : Parmelia acetabulum (Birsyam, 1992).

b) Andrea petrophylla DESKRIPSI Tumbuh diatas tanah gundul yang priodik mengalam kekeringan bahkan diatas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh. Dapat ditemukan diantara rerumputan pada daerah yang agak lembab. Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang dan terlihat seperti hifa cendawan yang berwarna hijau. Alat kelamin terkumpul pada bagian ujung batang atau cabang daun yang letaknya paling atas. Anteredium yang menghasilkan sperma dan arkegonium yang meghasilkan sel telur.

KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Briophyta : Musci : Andreales : Andreaceae : Andreae : Andreae petrophyllia (Birsyam, 1992).

c) Polytrichum commune DESKRIPSI Daunnya terdiri atas beberapa sel. Sel-sel lapisan atas mengandung banyak klorofil tersusun menurut poros panjang daun dan merupakan jaringa asimilasi. Di dalam ruang-ruang antar sel disimpan air. Habitatnya hidup pada daerah-daerah yang lembab dan basah. Terdapat alat kelamin sepeti anteredium yang menghasilkan sperma dan arkegonium yang meghasilkan sel telur. Lumut ini umumnya lebih dari setahun. Daun-daunnya sempit, pada sisi perut tulang daun seringkali terdapat lamella yang membujur. Kapsu; spora tegak dan mendatar KLASIFIKASI Kingdom Divisio : Plantae : Briophyta

Classis Ordo Familia Genus Species

: Musci : Polytrichales : Polytrichaceae : Poltrichum : Politrichum commune (Birsyam, 1992)

d) Marchantia polymorpha DESKRIPSI Talus seperti pita, lebarnya kurang lebih 2 cm, agak tebal, berdaging,bercabang mengarpu dan mempunyai susuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol. Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupa daun yang dinamakan sisik perut atau sisik ventral. Pada sisi bawah, terdapat sisik perut dan rizoid-rhizoid yang bersifat pototrof negative. Permukaan atas talus memunyai lapisan kutikula sehingga hampirmungkin dilalui oleh air. Sisa-sisa jaringan talus tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan, gametogonium dukung oleh suatu tabung talus. Habitatnya terdapat pada tempat yang mempunyai kelembapan yang tinggi dan basah seperti daerah dataran tinggi. KLASIFIKASI Kingdom Divisio : Plantae : Briophyta

Classis Ordo Familia Genus Species

: Hepaticae : Marcahntiales : Marchantiaceae : Marchantia : Marchantia polymorpha (Birsyam, 1992).

e) Pogonatum chirrtaum DESKRIPSI Lumut ini umumnya lebih dari setahun. Daun-daunnya sempit, pada sisi perut tulang daun seringkali terdapat lamella yang membujur. Kapsu; spora tegak dan mendatar. Daunnya terdiri atas beberapa sel. Sel-sel lapisan atas mengandung banyak klorofil tersusun menurut poros panjang daun dan merupakan jaringa asimilasi. Di dalam ruang-ruang antar sel disimpan air. Habitatnya hidup pada daerah-daerah yang lembab dan basah. Terdapat alat kelamin sepeti anteredium yang menghasilkan sperma dan arkegonium yang meghasilkan sel telur. KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia : Plantae : Briophyta : Musci : Polytrichales : Polytrichaceae

Genus Species 2. Pteridophyta

: Pogonatum : Pogonatum cirrhatum (Birsyam, 1992).

a) Adiantum cuneatum DESKRIPSI Tumbuhan ini menyukai tempat lembab dan ternaungi. Basanya hidup di pokok-pokok batang kelapa. Daun mejemuk dengan bermacam-macam cara kerap kali menyirip atau menyirip ganda. Sporanya terdapat pada semua tepi daunnya. Porongium berkelompok dalam sorus dengan dengan atau tanpa selaput insidium. Banyak digunakan sebagai tanaman hias pada rumah-rumah penduduk. KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Pteridophyta : Filicinae : -

: Polipodiaceae : Adiantum : Adiantum crenatum (Birsyam, 1992)

b) Polypodium trilobum DESKRIPSI

Paku epifit ini banyak ditemukan diatas pohin-pohon besar dan tua. Biasanya batangnya memponyai rhizome yang halus menjalar dan ditutupi oleh sisik-sisik kecil, spororngiumnya terkump[ul dalam sorus pada tepi daun yang sesil. Sorus terletak pada sisi bawah daun. Diantara spororngium sering terdapat parotisis dengan ujung yang membentuk kuncup atau goda sorus tanpa insidium, bulat atau memanjang. KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Pteridophyta : Filicinae : -

: Polipodiaceae : Polypodium : Polypodium trilobum (Birsyam, 1992)

c) Blachnum capense DESKRIPSI Paku epifit ini banyak ditemukan diatas pohin-pohon besar dan tua. Biasanya batangnya memponyai rhizome yang halus menjalar dan ditutupi oleh sisik-sisik kecil, spororngiumnya terkump[ul dalam sorus pada tepi daun yang sesil. Sorus terletak pada sisi bawah daun. Diantara spororngium sering terdapat parotisis dengan ujung yang membentuk kuncup atau goda sorus tanpa insidium, bulat atau memanjang.

Arkegonium yang masak akan membuka ujungnya dan spermatozoid dengan gerak kemotaksis masuk kedalam arkegonium menuju sel telur.

KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Pteridophyta : Filicinae : -

: Polipodiaceae : Blechnum : Blechnum capense (Birsyam, 1992)

d) Osmunda javanica DESKRIPSI Tersebar diseluruh dunia kebanyakan di daerah tropika yang mempunyai dua musim. Berupa tumbuhan darat. Batangnya pendek, kuat dan tumbuh tegak. Daunnya berhadapan dengan permukaan yang licin agak kaku dan tepi daunnyav lurus. Sporangium tidak tersusun berkelompok tidk bertangkai tanpa annulus tetapi mempunyai sekelompok sel berdinding tebal. Diantara spororngium

sering terdapat parotisis dengan ujung yang membentuk kuncup atau goda sorus tanpa insidium, bulat atau memanjang. KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Pteridophyta : Filicinae : -

: Osmundaceae : Osmunda : Osmunda javanica (Birsyam, 1992).

e) Pteris ensiformis DESKRIPSI Tumbuhan ini tumbuh di pokok-pokok pohon atau batang pohon. Bayu-bayu yang lembab atau tempat ternaung dari 0-1500 m dari permukaan laut. Ciri-ciri khasnya adalh herba, terna manahun, batang pendek atau tidak ada, berwarna coklat. Daun majemuk menyirip ganjil, helai daun runcing, permukaan licin, bersifat kaku, daunnya berwarna hijau dan serabut akar. Diantara spororngium sering terdapat parotisis dengan ujung yang membentuk kuncup atau goda sorus tanpa insidium, bulat atau memanjang. KLASIFIKASI

Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species

: Plantae : Pteridophyta : Filicinae : -

: Polipodiaceae : Pteris : Pteris ensiformis (Birsyam, 1992)

f) Marsilea quadrifolia DESKRIPSI Paku ini biasanya tumbuh pada tempat yang basah atau berair dan sering pula disebut semanggi. Akar menembus Lumpur sawah tepi kolam atau danau. Daunnya majemuk berbentuk jantung terbalik berjumlah empat. Batangnya lunak berwarna hijau dan akarnya serabut. Berwarna hijau mengandung klorofil a dan b berkembang biak secara vegetatif dengan pembebtukan tunas pada dekat induknya merupakan tumbuhan paku yang merambat dan pada setiap batan rambatnya akan ditumbuhi indivdu baru. Sering dikonsumsi sebagai sayuran atau kudapan.

KLASIFIKASI Kingdom Divisio Classis : Plantae : Pteridophyta : Filicinae

Ordo Familia Genus Species

: Marceliaceae : Marchelia : Marchelia crenata (Birsyam, 1992)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum yang telah kami lakukan, maka dapat kami simpulkan bahwa: Ada beberapa spesies dari phylum bryophyte dan beberapa spesies dari phylum pteridophyta. Dari phylum briophyta kami menemukan : 1. Marchantia polymorpha 2. Pogonatum cirrhatum 3. Parmelia acetabulum 4. Polytrichum commune 5. Andreaea petrophylla Dari Phylum Pteridophyta kami menemukan: 1. Polypodhium trilobum 2. Osmunda javanica 3. Pteris ensiformis 4. Marselia crenata 5. Adiantum crenatum 6. Blechnum capensis B. Saran Sebaiknya dalam melakukan praktikum lapangan, semua harus sudah disiapkan matang-matang dan alangkah baiknya jika pengerjaan herbarium dilakukan di lokasi praktek lapang agar tanaman yang akan diherbariumkan tidak layu. Dalam melakukan praktikum lapangan juga sebaikya praktikan harus lebih serius dan aktiftas lain selain belajar di minimkan dan tak terkecuali asisten pendamping yang seharusnya lebih mengarahkan praktikan untuk lebih belajar.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan 1. Marchantia polymorpha

2. Pogonatum cirrhatum

3. Parmelia acetabulum

4. Polytrichum commune

5. Andreaea petrophylla

1. Polypodhium trilobum

2. Osmunda javanica

3. Pteris ensiformis

4. Marselia crenata

5. Adiantum crenatum

6. Blechnum capensis