Anda di halaman 1dari 1

Tujuan : ketuban pecah dini (PPROM) adalah salah satu penyebab paling penting dari kesakitan dan kematian

perinatal. Tujuan dari penelitian ini adalah survei hasil kehamilan pada ketuban pecah dini dengan indeks cairan ketuban <5 dam > 5. Metode : penelitian prospektif kohort dilakukan pada 137 wanita hamil dengan ketuban pecah dini dengan umur kehamilan 28-34 minggu selam oktober 2006 sampai oktober 2008. Pasien dibagi menjadi dua kelompok menurut indek caitan amnion ; AFI < 5 (77 kasus), AFI (60 kasus). Uji Chi-Squared untuk varaibel kualitatif dan test T- Student untuk variabel kuantitatif digunakan untuk menganalisis kasus. Hasil : hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal jumlah kehamilan, usia kehamilan saat ketuban pecah dan berat lahir antara dua kelompok. Namun hasil menunjukan bahwa pasien dengan AFI < 5 menunjukan periode laten secara signifikan lebih pendek (p=0.049), tingkat sesar yang lebih tinggi karena gawat janin (p=0.008), APGAR skor neonatal rendah pada menit pertama (p=0.0127) dan tingkat kematian neonatal yang tinggi selama minggu pertama (p=0.045) Kesimpulan : secara keseluruhan, ketuban pecah dini dan oligohidroamnion berkaitan dengan masa laten yang lebih pendek, tingakt sesar yang tinggi, kematian dini neonatal dan APGAR neonatal rendah.

Pengenalan Ketuban pecah dini (PPROM) terjadi pada 3% dari kasus kehamilan dan 25-30% penyebab dari prematur.