Anda di halaman 1dari 6

Tambahan kalo mw dimasukin World Health Organization (WHO) memperkirakan insidens Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara

berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15% -20% pertahun pada golongan usia balita. Menurut WHO, 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di Negara berkembang, dimana pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian dengan membunuh 4 juta anak balita setiap tahun (Nana, 2012). .. Latar belakang Sosial Ekonomi Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sanitasi, polusi udara, keadaan social ekonomi, dan pengetahuan ibu rumah tangga. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang berasal dari luar dan dapat diperbaiki, sehingga dengan memperbaiki faktor resiko tersebut diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian ISPA pada balita (Eka, 2010) . Salah satu faktor yang dianggap selalu berhubungan dengan ISPA adalah keadaan social ekonomi keluarga. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FKM UNAIR tentang Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Penyakit ISPA Non Pneumonia pada Anak Balita di Puskesmas Krembangan Selatan Surabaya menunjukkan bahwa ada hubungan antara kejadian ISPA non pneumonia dengan sosialekonomi keluarga dengan p value 0,004 pada alpha 5 % (Retha, 2008). Penelitian tentang kejadian ISPA yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas Blahbatu, Bali menunjukkan besarnya risiko untuk terjadinya ISPA pada anak Balita yang mempunyai pendapatan kurang sebesar 0,245 kali lebih besar dibandingkan dengan keluarga anak Balita yang berpendapatan tinggi (Agung dan Lilis, 2006). Tingkat pendidikan ibu juga mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Sebagaimana penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Kelurahan Selokaton wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar , bahwa pendidikan Ibu pada tingkat SMP/SMA/PT berisiko 0,4 kali lebih kecil pada anak balitanya menderita ISPA dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan SD/tidak sekolah (OR = 0, 40; CI 95% = 0,18 - 0,93) (Skripsi Keperawatan dan Kesehatan, 2005).

Penelitian dilakukan di Puskesmas Boyolali II untuk mengetahui Hubungan Pendidikan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan Ibu dengan kejadian ISPA pada balita (P value 0,016) dan hubungan kejadian ISPA pada balita dengan status ekonomi (Nana, 2012). Degan demikian
permasalahan permasalahan social seperti tingkat pendidikan dan status ekonomi merupakan berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita.

Keaslian Penelitian (Masukin di BAB I ya ti)

Dari berbagai penelitian yang telah ada, banyak mengkaji mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan Ibu, serta social ekonomi keluarga trhadap kejadian ISPA pada balita. Tabel 1.1 Rangkuman Berbagai Penelitian Yang Mendukung Kerangka Konsep Penelitian No 1. Nama Tahun Judul Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2010 Hubungan Episode Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan Pertumbuhan Bayi Umur 3 Sampai 6 Bulan di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Rancangan Peneitian Cross Sectional Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pendidikan ibu, status ekonomi, status gizi balita, jenis kelamin balita, dan status imunisasi balita berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita usia 12-60 bulan. Bayi yang tidak sering menderita ISPA laju pertumbuhan lebih tinggi 0,330 SD dibandingkan bayi yang sering menderita ISPA.

Hariyani 2011 Sulistyoningsih

2.

Erna Kusuma Wati

2005

Observasi Longitudinal

3.

Nana S & Tinah

2012

4.

Sugiarto

2004

5.

MuchlisRiza Sherly Shobur

2009

6.

Djumijati

2008

Hubungan Pendidikan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita Hubungan antara Faktor Pengetahuan Sikap dan Praktik Ibu dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut(Ispa) Pada Balita di Desa Tratebang Kecamtan Wonokerto Kabupaten Pekalongan Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di IRNA Anak di RSMH Palembangtahun 2008 Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Ispa Dengan Frekuensi Kejadian Ispa Pada Balita Rawat Jalan Di Puskesmas Pulo Kulon I Kabupaten Groboga Tahun

Cross Sectional

Cross Sectional

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Chi-Square bahwa ada hubungan antara ISPA dengan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga. Ada hubungan antara pengetahuan dangan sikap (p=0,000), dan ada hubungan antara praktik dengan sikap ibu balita (p=0,001) di Desa Tratebang Kecamtan Wonokerto Kabupaten

Cross Sectional

Ada hubungan antara Pengetahuan Ibu, Sikap dan Tindakan Ibu dengan kejadian Pneumonia pada balita di IRNA Anak di RSMH Palembangtahun 2008

Cross Sectional

Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan ISPA dengan frekuensi kejadian ISPA dengan taraf signifikan 0,000.

2006 7. Hidayati M. Nur 2004 Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Survei & Cross Diperoleh Ada Sectional hubungan berrnakna kejadian ISPA dengan nilai probabilitas < 0,05 yaitu status gizi , ventilasi, kepadatan human, kelembaban relatif kayu bakar, kebiasaan merokok anggota keluarga, obat anti nyamuk bakar. Tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga, umur balita, jenis kelamin balita, status imunisasi

Gambaran buat kerangka konsep Sosial Ekonomi ya:

Pendidikan Ibu Sosial Ekonomi Jenis Kelamin Status Ekonomi


Definisi Operasional
No 1. Variabel Pendidikan Ibu Definisi Status pendidikan terakhir yang ditempuh ibu Cara Ukur Wawancara dengan kuisioner Alat Ukur Kuisioner Hasil Ukur - SD & SMP : rendah - SMA: menengah - Diploma/Pergu ruan Tinggi: Tinggi Skala Ukur Nominal

2.

Jenis Kelamin Balita Status Ekonomi

Jenis kelamin balita responden

3.

Kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan (Kartono dalam Suparyanto, 2010)

Wawancara dengan kuisioner Wawancara dengan kuisioner

Kuisioner

1. Laki-laki 2. Perempuan

Nominal

Kuisioner

1. Tipe Kelas Nominal Bawah (< Rp 1.000.000). 2. Tipe Kelas Menengah (Rp 1.000.000 2.000.000). 3. Tipe Kelas Atas (> Rp 2.000.000) (Saraswati dalam Suparyanto, 2010)

Kuisioner: Jenis kelamin balita: 1. Laki-laki 2. Perempuan Pendidikan terakhir Ibu : 1. SD/ SMP 2. SMA 3. Diploma/ Perguruan tinggi Berapakah pendapatan keluarga saudara per bulan : 1. < Rp 1.000.000 2. Rp 1.000.000 -2.000.000 3. > Rp 2.000.000

Daftar Pustaka Agung dan Lilis. 2006. Determinan Sanitasi Rumah dan Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian ISPA pada Anak Balita serta Manajemen Penanggulangannya di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 3; Nomor 1, Juli : 49 58 Anggrita, Retha. 2008. Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Penyakit ISPA Non Pneumonia pada Anak Balita di Puskesmas Krembangan Selatan Surabaya. Tesis Unair: Surabaya.

Anonim. 2005. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya ISPA pada Balita di Kelurahan Selokaton Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar. Skripsi Keerawatan dan Kesehatan diakses dari http://www.downloadskripsigratis.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi.html Djumijati. 2008. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Ispa Dengan Frekuensi Kejadian Ispa Pada Balita Rawat Jalan Di Puskesmas Pulo Kulon I Kabupaten Groboga Tahun 2006. LKTI Unimus: Semarang Nana & Tinah. 2012. Hubungan Pendidikan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita Jurnal Kebidanan, Vol. IV, No. 01, Juni: 1 10 Nur, Hidayati M. 2004. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Diakses dari http://www.researchgate.net/publication/42356067_FaktorFaktor_Yang_Berhubungan_Dengan_Kejadian_Penyakit_Ispa_Pada_Balita_Di_Kelurahan _Pasie_Nan_Tigo_Kecamatan_Koto_Tangah_Kota_Padang Sugiarto. 2004. Hubungan antara Faktor Pengetahuan Sikap dan Praktik Ibu dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut(Ispa) Pada Balita di Desa Tratebang Kecamtan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Skripsi Sulistyoningsih, Hariyani. 2011. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2010. Seminar Nasional Peran Kesehatan Masyarakat dalam Pencapaian MDGs di Indonesia Unsil. Suparyanto. 2010. Konsep Dasar Status Ekonomi diakses dari http://drsuparyanto.blogspot.com/2010/07/konsep-dasar-status-ekonomi.html Riza, Muchlis & Sherly Shobar. 2009. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di IRNA Anak di RSMH Palembangtahun 2008 Jurnal Pembangunan Manusia volume. 8, Nomor 2. Wardhani, Eka dkk. 2010. Hubungan Faktor Lingkungan, Sosial-Ekonomi, dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) pada Balita di Kelurahan Cicadas Kota Bandung. Seminar Nasional Sains dan Teknologi III: Lampung. Wati, Erna Kusuma. 2005. Hubungan Episode Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan Pertumbuhan Bayi Umur 3 Sampai 6 Bulan di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Tesis Undip: Semarang.