CARA MEMBACA HASIL SPSS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Standardized Residual N Normal Parameters
a,,b

33 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative .0000000 .96824584 .136 .115 -.136 .779 .578

Most Extreme Differences

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

Dari sini dapat terlihat jelas bahwa nilai signifikan > dari 0,05; maka tidak signifikan, dan apabila nilai tidak signifikan berarti data sama dengan rata-rata sehingga disebut normal.
Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Modal LDR B -.722 7.472E-8 .091 Std. Error .177 .000 .279 .869 .030
a

Standardized Coefficients Beta t -4.083 9.310 .326 Sig. .000 .000 .746

Collinearity Statistics Tolerance VIF

.970 .970

1.031 1.031

a. Dependent Variable: P

Dari tabel

di atas terlihat bahwa nilai VIF<10; maka tidak terjadi multikol

Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Modal B .462 -1.307E-8 Std. Error .093 .000

a

Standardized Coefficients Beta t 4.950 -.495 -3.086 Sig. .000 .004

Collinearity Statistics Tolerance VIF

.970

1.031

844. Dependent Variable: ABRES   Modal terjadi gejala heteroskedastisitas karena nilai p-value < 0.173 .120 .508 33 PM . (2-tailed) N 1 33 -.LDR .970 1. maka data ini berada pada daerah tidak ada autokorelasi.747 Adjusted R Square .026 .52880 Durbin-Watson 1. Correlations MODAL MODAL Pearson Correlation Sig.730 Estimate .508 33 1 33 ** LDR PM .864 .147 .05 Model Summary b Std. Error of the Model 1 R . Modal b.000 33 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. LDR.028 . Predictors: (Constant).031 a. Dependent Variable: PM Karena nilai uji 1.844 a.337 33 1 33 -.173 .000 33 .05 LDR tidak terjadi gejala heteroskedastisitas karena nilai p-value > 0.864 ** LDR -.120 .176 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.864 a R Square .337 33 .861 .

00 pada tingkkat 0.508 33 1 33 ** LDR PM . N menunjukkan jumlah data yang dimasukan sebanyak 33.120 .864 berarti berkorelasi sangat erat antara kedua variabel tersebut dengan tingkat signifikansi sempurna karena Sig. Korelasi antara variable modal dengan PM bernilai 0.Correlations MODAL MODAL Pearson Correlation Sig.000 33 -.389 33.01 (lihat tanda bintang). Dependent Variable: PM Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) MODAL LDR a. 000.05 maka korelasi tersebut signifikan.337 33 1 33 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.746 B -.864 . (2-tailed) N **.099 df 2 30 32 b Mean Square 12.182 Sig. 1 33 -. Angka 0.120 . Dependent Variable: PM a Coefficients Beta t -4.01 level (2-tailed).337 33 . Hal ini berarti bahwa ketika LDR naik maka PM akan turun.869 .864 ** LDR -.083 .722 7. Catatan: koefisien korelasi setinggi-tingginya +1 dan sekurang-kurangnya -1.864 dengan tingkat signifikasi 0. Perlu diingat bahwa Sig>0.05  Selanjutnya adalah antara variabel LDR dengan PM Menunjukan nilai korelasi -120 hal ini berarti berkorelasi negatif dan signifikan.000 33  Dari tabel ini kita dapat membaca matriks.000 .472E-8 . Predictors: (Constant).355 .091 Std.279 . sebaliknya korelasi tidak signifikan apabila Sig<0. MODAL b.326 Sig.280 F 44. Hal ini dapat dinyatakan bahwa ketika perusahaan menambah modal maka pada saat bersamaan PM akan meningkat.310 .173 .000 a a. Korelasi variabel modal dengan modal pasti 1.000 . LDR. .177 .  ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 24.710 8. Correlation is significant at the 0.173 .030 9.508 33 PM . Error . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .

Hasil Karya Adinda Siti Farida di 21:23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful