Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PINRANG

SATKER/SKPD : DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA NAMA PPK : Drs. H. MUH. RUSLAN. S, M.Si

NAMA PEKERJAAN : REHABILITASI SD INP GARESSI

TAHUN ANGGARAN 2012

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN : REHABILITASI SD INP GARESSI (TAHAP III)

1. LATAR BELAKANG

Sejalan dengan meningkatnya kegiatan dan layanan yang harus diberikan kepada masyarakat di Kab. Pinrang, maka dibutuhkan sarana fasilitas masyarakat yang lebih memadai khususnya dibidang sarana dan prasarana pendidikan, oleh karena itu diperlukan Ruang Kelas Baru yang akomodatif & representatif dari segi fungsi maupun estetika diharapkan mampu meningkatkan prestasi pendidikan Kab. Pinrang baik tingkat regional, nasional maupun internasional yang berawal dari pendidikan. Ruang Kelas adalah pembangunan prasarana belajar dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana fisik baik secara kualitas maupun kuantitas yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan belajar dan mengajar sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan Ruang Kelas SD INP GARESSI yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan belajar dan mengajar yang memadai sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. a. Maksud Maksud dari pengadaan pekerjaan konstruksi Ruang Kelas SD INP GARESSI b. Tujuan Tujuan dari pengadaan pekerjaan konstruksi : Rehabilitasi Ruang Kelas SD INP GARESSI : Rehabilitasi

2. MAKSUD DAN TUJUAN

3. TARGET/SASARAN 4. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA

Target/ sasaran yang ingin dicapai dalam pengadaan pekerjaan konstruksi : Rehabilitasi Ruang Kelas 6 RKB + Kantor. : Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga PPK Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah

5. SUMBER DANA DAN BIAYA

a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan pekerjaan konstruksi : DAU PERKIRAAN b. Total perkiraan biaya yang diperlukan : Rp. 350.000.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

6. RUANG LINGKUP, a. Ruang lingkup/batasan lingkup pengadaan pekerjaan konstruksi LOKASI PEKERJAAN, : Rehabilitasi Gedung Sekolah FASILITAS b. Lokasi pengadaan pekerjaan konstruksi/pekerjaan konstruksi PENUNJANG yang akan dilaksanakan : Jln. Pettana Rajeng Kel. Penrang Kecamatan Watang Sawitto Kab. Pinrang

7. JANGKA WAKTU Jangka waktu pelaksanaan pengadaan pekerjaan konstruksi 150 PELAKSANAAN (Seratus Lima Puluh) hari kalender, terhitung sejak Bulan Mei s/d September 2012. 8. TENAGA AHLI Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi : 1. STM 2. SMA/SMK Keluaran/produk yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi : Gedung Sekolah. pengadaan

9. KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN 10. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI

pengadaan

A. Pekerjaan Persiapan Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain : Pekerjaan persiapan adalah pengaturan penyediaan bahanbahan dan peralatan yang diperlukan untuk pembuatan suatu konstruksi atau pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya tepat dan memerlukan teknis pendukung agar dapat terlaksana. Pekerjaan Pembongkaran Atap, Lantai, plafond dan dinding Jika diperlukan dalam persiapan pembangunan tersebut harus dipergunakan sarana jalan untuk pengangkutan bahan material maka harus dibuat timbunan tanah sementara yang dipadatkan agar gerobak yang mengangkut bahan material dapat sampai ke lokasi pembuatan konstruksi bangunan. B. Pekerjaan Plesteran Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain : Setelah Pasangan batu pecah 15/20 dilanjutkan dengan pekerjaan Plesteran Saluran. Perbandingan yang dimaksud adalah 1 Pc : 3 Pc dengan Plesteran 15, mm C. Pekerjaan Konstruksi Beton Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain : Bahan-bahan untuk konstruksi beton bertulang ataupun tidak bertulang digunakan pasir beton kualitas balk dengan butiran kasar, tidak tercampur lumper, menggunakan air yang bersih dan tidak bergaram dan kerikil dan split atau batu pecah cipping 2 - 3 cm. Ketentuan kualitas bahan seperti yang tercantum pada Pasal 2 Kualitas Bahan. Beton Cor untuk kanstin, jalan beton, maupun untuk plat duiker menggunakan adukan I pc: 2 Ps: 3Krl. Perawatan setelah pengecoran harus disiram dengan air setiap hari 2 - 3 kali sehingga mutu beton menjadi keras dan mudah retak Terakhir setelah cetakan beton dibuka dilakukan plesteran transram dengan adukan 1 PC: 3 Psr, untuk seluruh permukaan bagian atas dan tepi yang masih. kelihatan, harus rata dan lurus serta tidak bergelombang. Pembuatan bekisting atau ma! menggunakan multiplex atau kayu kias II papan atau balok yang tunis dan kuat, sehingga

kekuatan kayu tidak muda berubah, untuk menghasilkan bentuk konstruksi yang baik dan tidak mudah berubah. Pada saat pemasangan bekesting hams diberi perlakuan mendasar dan menyilang secukupnya untuk menghindari terjadinya pergerakan yang tidak diinginkan selama dalam pelaksanaan akibat beton berat rapat dan tidak bocor sisinya sehingga adukan air semen dapat keluar. Pada pekerjaan beton bertulang sebelum diadakan pengecoran maka terlebih dahulu pembesian harus mendapat persetujuan oleh pihak direksi atau konsultan pengawas setelah diadakan pemeriksa Sebelum diadakan pengecoran, pemborong terlebih dahulu hams memberitahukan kepada pihak direksi atau pengawas waktu pengecoran. Pengecoran beton hams menggunakan alat pencampur beton / molen dengan benar-benar memperhatikan bagian yang sedan: dicor, ditusuk-tusuk atau dengan menggunakan mesin penggetar untuk menghindari terjadinya sarang beton I lubang dan agar dperoleh hasil pengecoran yang sempurna. Pembongkaran bekisting untuk kolom minimal 7 hari untuk lantai yang menggunakan perancah/pendukung minimal D. Pekerjaan Dinding Batu Bata Pasangan batu bata pada pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan adukan 1 pc : 4 pasir yang digunakan untuk saluran bagian dalam sejajar permukaan lantai, pasangan dinding kamar, pasangan lainnya. Semua pekerjaan pemasangan dinding batu tersebut harus sesuai dengan yang disyarakan menurut petunjuk direksi lapangan. E. Pekerjaan Lantai Pada Pekerjaan lantai akan digunakan acian lantai dengan menggunakan semen pc dengan ukuran 1 : 2 air tanpa ada campuran pasir atau kerikil. Pada Pekerjaan lantai akan digunakan tegel keramik dengan ukuran 30 x 30 cm putih yang akan dipasang pada bagian dalam dan luar ruangan. Pemasangan tegel dilaksanakan dengan menggunakan semen putih sesuai dengan warna tegel, dengan ukuran nat 2 3 mm F. Pekerjaan Pintu dan Jendela Untuk mengefesiensikan waktu pelaksanaan pekerjaan maka untuk jenis pintu dan jendela tidak akan dibuat di lokasi akan tetapi dikerjakan secara tersendiri. Nanti setelah pekerjaan dinding hampir selesai maka kusen, pintu dan jendela akan segera dibawa ke lokasi. Semua jenis kayu dan persyatan lainnya akan mengacu kepada ketentuan yang telah ditetapkan. G. Pekerjaan Kap dan Plafond Pekerjaan rangka kap menggunakan balok kayu kelas II ukuran 5 x 7 cm dan 4/6 cm untuk timpalaja dengan kayu yang lurus. Untuk pekerjaan kuda-kuda menggunakan kayu kelas I, bayam dengan kaso mengunakan kayu kelas II kapur. Semua ketentuan tentang kap dan plafond akan mengacu kepada ketentuan yang

ditetapkab oleh direksi. Untuk beberapa lokasi pekerjaan digunakan Rangka Atap Baja Ringan dengan menggunakan spesifikasi sesuai dengan dipersyaratkan oleh direksi pekerjaan. H. Pekerjaan Pengecetan Untuk pengecatan dinding / tembok yang tidak dilapis keramik, serta untuk pengecetan plafond. Untuk dinding dilakukan dua kali olah dengan menggunakan cat jenis metrolite sesuai dengan yang ditentukan. Sebelum dicat dinding terlebih dahulu diplamur kemudian diamplas halus, setelah itu kemudian dilakukan pengecetan. Untuk atap maka akan digunakan cat jenis AGA sesuai dengan yang ditentukan dengan dengan pengecetan 2 kali jalan. I. Pekerjaan Instalasi Listrik Pekerjaan instalasi listrik dilakukan setelah seluruh pekerjaan hampir selesai. Khusus untuk pemasangan pipa untuk jalur kabel akan dipasang sebelum dilakukan pekerjaan plasteran. Untuk pekerjaan instalasi listrik akan dikerjakan dengan bekerjasama dengan rekanan. Semua jenis kabel, lampu dan peralatan lainnya akan mengacu kepada yang telah ditetapkan dalam prosedur pelaksanaan kerja atau ditentukan lain oleh direksi lapangan.

J.

Pekerjaan Penyelesaian Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain :

Pekerjaan penyelesaian meliputi pembersihan lokasi dan pengumpulan sisa-sisa material dilakukan setelah pekerjaan konstruksi selesai dikerjakan dan diterima oleh direksi lapangan, yaitu mengangkut bahan material / pecahan material yang masih sisa dan tidak digunakan lagi termasuk sisa-sisa galian dan peralatan lainnya. Pembersihan bahan / material tersebut harus diangkut keluar lokasi pekerjaan sehingga bersih dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Kontraktor harus membuat gambar as-built drawing, dan diserahkan kepada Pihak Pertama selambat-lambatnya sebelum penyerahan pertama pekerjaan. K. Pekerjaan Perbaikan dan Pemeliharaan Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain : Apabila terjadi kerusakan sebelum penyerahan I (pertama) maka segera diadakan perbaikan sebagaimana keadaan semula. Apabila terjadi kerusakan selama masa pemeliharaan, maka harus diadakan perbaikan pekerjaan sebagaimana keadaan semula dengan aturan/cara pelaksanaan sebagaimana yang telah disebutkan diatas dengan biaya dan pihak direksi (pemborong).

L. Dokumentasi dan Laporan Hal-hal yang diperhatikan dalam pekerjaan ini antara lain : Pembuatan dokumentasi dan pelaporan adalah pembuatan dokumentasi dan pelaporan yang dilakukan sejak dan kegiatan persiapan dan pengukuran hingga path akhir pelaksanaan proyek selesai. Untuk pengambilan foto pelaksanaan, pengambilan foto mulai foto not hingga foto 100 % dilaksanakan/diambil path tempat yang sama untuk beberapa tempat yang dianggap perlu. Dokumentasi data pelaporan tersebut dibuat untuk semua jenis kegiatan pekerjaan dan sudah harus diserahkan kepada pihak proyek direksi paling lambat sebelum pemeriksaan untuk penyerahan pertama pekerjaan. Pinrang, April 2012 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

Kabid Kualitas Konstruksi dan Andal Ko

Drs. H. MUH. RUSLAN. S, M.Si NIP.19630306.199003.1.010