Anda di halaman 1dari 3

GURU SEBAGAI MENTOR

Written by : MGMP B.Inggris Wil. Manonjaya

Istilah mentor berasal dari kisah Odyssey yang ditulis oleh homer. Cerita ini menceritakan kisah seorang raja Yunani bernama Odysseus. Raja Odysseus hanya mempunyai seorang anak laki-laki bernama Telemachus. Telemachus diberikan kepada teman raja Odysseus yang bernama Mentor untuk membesarkan dan melatihnya. Mentor berarti seorang yang berhikmat, penuh rasa kasih, dan ada komitmen untuk melatih generasi berikutnya. Jadi mentor adalah (1) penasehat yang bisa dipercaya, (2) pemandu, (3) guru, (4) pelatih, (5) pemelihara jiwa untuk mentor. Mentoring berasal dari bahasa Inggris, yaitu mentor, yang berarti penasehat. Sementara mentoring sendiri dalam hal ini kita artikan sebagai Mentor-menurut Kamus Ilmiah Populer didefinisikan sebagai penasehat yang dipercaya, pembimbing, penunjuk jalan, pengasuh (

Maulana dkk., 2003 ). Dalam dunia pendidikan, mentor umumnya adalah seorang guru. Adapun guru adalah pendidik profesionaldengan tugas utama mendidik, mengajar,

membimbing,mengarahkan,melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Suatu usaha untuk mendapatkan bimbingan secara terus menerus dalam kurun waktu yang tidak terbatas untuk pencapaian suatu keberhasilan dalam rangka bidang kehidupan. Odell dan Hulling ( 2000 ) mendefinisikan mentoring sebagai Profesional practice that occurs in the context of teaching whenever an experienced teacher supports, challenges and guides novice teachers in their teaching practice (Carol A.bartell, 2005: 90). Definisi menurut Odell dan Hulling ini menunjukan bahwa mentoring merupakan praktek professional yang berlangsung antara guru senior dengan guru baru dalam konteks pembelajaran berdasarkan pengalaman guru senior. Jadi, arti guru sebagai mentor adalah seorang pendidik professional yang berusaha untuk menasaehati, membimbing, menunjukan jalan, serta mengasuh kawan seprofesinya dan anak didiknya agar tertuju kea rah yang benar. Berbagai literature dapat ditelusuri dan kebanyakan mengarahkan mentoring pada upaya pembinaan guru senior kepada guru yunior berdasarkan pengalaman yang dimilikinya. Apakah yang menjadi arah bagi proses pendidikan di Indonesia ?. Dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 3 di sebutkan bahwa pendidikan ditujukan pada pengembangan potensi manusia secara utuh (paripurna). Manusia peripurna berdasarkan pasal 3 di atas adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berahlak mulia, sehat, berilmu,cakap,kreatif, mandiri, dan menhjadi warga Negara yang demukratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, proses

mentoring merupakan bagian atau rangkaian proses pendidikan yang diarahkan kepada pembentukan manusia (guru dan siswa ) paripurna yang dicirikan oleh kepemilikan : 1. Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. Berahlak mulia, 3. Berilmu, 4. Sehat jasmani dan rohani, 5. Cakap, 6. Kreatif, 7. Mandiri, 8. Memiliki sikap demokratis sebagai warga Negara, dan 9. Memiliki rasa tanggung jawab. Khusus bagi guru, mentoring terutama untuk mengembangkan kompetensi guru menjadi pendidik yang professional. Fokus pengembangannya adalah pelayanan dalam pembelajaran terhadap peserta didik. Artinya proses mentoring harus mampu mengembangkan kemampuan actual guru dalam menangani pembelajaran dengan baik,sehingga guru baru ataupun yang belum lama menjadi guru memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

Syarat-Syarat Guru sebagai Mentor : 1. Bisa dipercaya 2. Memiliki Respect 3. Memiliki Knowledge yang Lebih Baik 4. Memiliki Skill yang Lebih Baik 5. Memiliki Semangat Tinggi (Self Motivated) 6. Memiliki Sikap Mental Positif 7. Memiliki Sikap Empati 8. Memiliki Kepedulian (Caring) 9. Pembuat Keputusan (Decision Maker )

Seorang guru sama seperti halnya seorang petani yang tidak akan pernah memaksa tanaman yang ditanamnya untuk tumbuh dan berkembang secara singkat. Namun, dengan kesabaran , ketekunan, dan keikhlasannya, petani menunggu tanamannya untuk tumbuh dan berkembang hingga berbuah.
Taken from CV Citra Praya Cepi Triana Edisi 1/ 2008