Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

I.

KONSEP OKSIGENASI A. PENDAHULUAN Oksigen yaitu suatu zat atau gas yang tidak berwarna, serta tidak ada rasa dan mudah terbakar yang di gunakan dalam metabolism untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel dalam tubuh. Oksigen merupakan kebutuhan dasar manusia dan digunakan untuk mendukung kehidupan. Ada dua organ yang paling penting dalam pemenuhan kebutuhan oksigen ke dalam tubuh dan sel, organ tersebut adalah paru dan jantung, paru sebagai tempat pertukaran gas (O2 dan CO2) dari dan ke dalam menghantar atau lebih tepat sebagai pemompa darah. (Anatomi fisiologi untuk mahasisw keperawatan, Drs.H.Syaifudin, Amk. 1997). B. DEFINISI Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :

1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. 2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke selsel tubuh. Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :

1. Respirasi / Pernapasan Dada - Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut - Tulang rusuk terangkat ke atas - Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan. 2. Respirasi / Pernapasan Perut - Otot difragma pada perut mengalami kontraksi - Diafragma datar - Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru. Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus

selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara. Bunyi pernafasan Bunyi pernafasan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu normal dan abnormal. Bunyi Normal 1. Bunyi Bronchial 2. Bunyi pernafasan bronchial dihasilkan saat udara mengalir melalui trakea dan bronki. 3. unyi bronchial cukup keras terdengar, dengan nada yang cukup tinggi, dan suara terdengar jelas dengan bantuan stetoskop 4. Bunyi Vesikular 5. Bunyi pernafasan vesikular dapat terdengar apabila udara memasuki alveoli. Suara pernafasan vesikular terdiri atas fase inspirasi yang terdengar lemah (suara pelan) yang diikuti oleh fase ekspirasi yang hampir tidak terdengar. Suara pernafasan ini terdengar di sekitar peripheral dari daerah paru-paru. Pada saat keadaan istirahat, suara pernafasan ini tidak akan terdengar sama sekali. Keras suara pernafasan yang dapat terdengar banyak dipengaruhi oleh fisik tiap individu, keadaan pernafasannya, dan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Bunyi Abnormal 1. Crackles (dedas, meretih, gemercik) Crackle adalah ketidaklanjutan, suara yang tidak bernada, suara singkat yang biasanya terdengar saat melakukan inspirasi. Suara ini dapat dikategorikan sebagai halus (nada tinggi, lembut/halus, sangat singkat) atau kasar (nada rendah, lebih keras, tidak terlalu singkat). Saat mendengar crackle, harus diperhatikan pada kekerasan, nada, lama waktu, jumlah, waktu pada siklus respirasi, tempat, pola dari nafas ke nafas, perubahan setelah batuk atau perubahan posisi. 2. Wheeze (bunyi menciut-ciut atau mendesah)

Wheeze adalah suara yang berkelanjutan, dengan nada tinggi, suara tersebut biasanya terdengar saat ekspirasi tetapi kadangkala juga terdengar saat inspirasi. Suara pernafasan ini dihasilkan saat udara mengalir melalui saluran pernafasan yang menyempit. 3. Stridor Pada keadaan ini, suara terdengar seperti wheeze pada saat inspirasi dan terdengar paling jelas pada trakea selama proses inspirasi berlangsung. Stridor dapat terjadi apabila terdapat gangguan trakea, atau laring, yang harus ditangani secara medik dengan segera. 4. Pleural Rub (Gesekan Pleural)

Suara yang terdengar dihasilkan ketika permukaan pleural terjadi inflamasi atau terjadi gesekan satu sama lain. Suara yang terdengar dapat berkelanjutan atau tidak berkelanjutan. Tempat terdengar suara biasanya pada daerah khusus sekitar dada dan terdengar selama fase inspirasi dan fase ekspirasi.

C. KONSEP DASAR
1. Anatomi dan fisiologi saluran pernafasan

A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung Terdiri atas bagian eksternal dan internal Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung anan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus enerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan sili

Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena resep tor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Faring

Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring) Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif

3. Laring Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adams apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing. 4. Trakea Disebut juga batang tenggorok

Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri erbagi menjadi 9 bronkus segmental Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf 2. Bronkiolus Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar

Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan. 2. Fisiologi Pernafasan a. Ventilasi Adalah proses masuknya oksigen ke dalam paru (inspirasi) dan pengeluaran karbondioksida ke udara (ekspirasi). Faktor yang mempengaruhi ventilasi adalah : 1. Keadekuatan atmosfer 2. Kebersihan jalan napas 3. Regulasi pernapasan Jumlah udara pernapasan : 1. Volume respirasi 2. Kapasitas respirasi b. Difusi Adalah proses perpindahan gas dari alveoli ke kapiler paru, difusi berlangsung di alveoli. Faktor yang mempengaruhi difusi, yaitu : 1) Ketebalan membrane

Semakin tebal membrane semakin sulit udara masuk) 2) Luas permukaan membrane Semakin luas permukaannya semakin banyak udara 3) Koefisiensi difusi 4) Tekanan parsial Sangat tergantung pada perfusi jaringan vaskuler paru-paru jika terjadi gangguan pada proses difusi. Peningkatan ketebalan membrane dalam proses difusi terjadi pada klien dengan : 1) Edema pulmonary 2) Pulmonary infiltrate (penyusupan atau terkumpulnya zat yang tidak normal) 3) Efusi pulmonary (proses masuknya cairan) Penurunan ketebalan membran atau perubahan membrane alveolar kapiler juga bisa disebabkan oleh : 1) Penyakit kronis (ex : emphysema) 2) Penyakit akut (ex : pneumothorax) 3) Proses pembedahan (ex : lobektomy) Faktor yang mempengaruhi transportasi yaitu : 1) Cardiac output Adalah jumlah darah yang dikeluarkan dari jantung selama 1 kali sistol 2) Jumlah eritrosit 3) Exerase Adalah latihan atau aktivitas yang dilakukan jika aktivitas meningkat, kebutuhan akan oksigen juga meningkat 4) Hematokrit Adalah viskositas atau kekentalan darah jika meningkat, jumlah aor dalam darah akan sedikit sehingga darah semakin pekat dan memperlambat aliran darah dan berarti darah mengandung sedikit oksigen. c. Regulasi

Adalah proses dimana hanya melibatkan syaraf, khususnya medulla oblongata dan unsur kimiawi yang sangat mempengaruhi adalah CO2 dan HCO3 dalam darah (Kozier,2003). Respirasi pernafasan terdiri dari : 1. Tidal volume (TV) volume tidal nilainya 500 ml Adalah jumlah udara yang masuk atau keluar pada kondisi rileks, santai dan tanpa paksaan atau juga disebut sebagai volume normal 2. Inspiratory reserve volume (IRV) volume ekspirasi cadangan nilainya 3000 ml. 3. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reseve volume = ERV) Adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan berekspirasi sekuat-kuatnya (maksimum) pada saat akhir ekspirasi normal, biasanya volume ini kira-kira 1100 ml. 4. Volume residu (residual volume = RV) Adalah volume udara yang masih tinggal di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi maksimum. Volume residu ini rata-rata 1200 ml. Kapasitas pernafasan terdiri dari: 1. Kapasitas total udara pernafasan.
Kemampuan paru-paru orang dewasa dalam keadaan normal dapat menampung udara pernafasan 5000 cc. 2. Kapasitas tidal (udara pernafasan) Sedangkan volume udara dalam keadaaan tubuh beraktifitas normal yaitu sekali udara masuk (inspirasi) atau sekali udara keluar (ekspirasi) mencapai 500 cc. 3. Udara residu Pada saat kita sedang tidur atau istirahat udara yang keluar atau masuk paru-paru hanya sekitar 0,5 liter. sebanyak 1000 cc (1liter). Namun saat kita menghembuskan udara pernafasan kuat-kuat, ternyata di dalam paru-paru masih dapat bertahan

1. MACAM GANGGUAN PERNAFASAN YANG SERING MUNCUL 1. Hipoxia (kekurangan oksigen)

a. Etiologi : menurut kadar hemoglobin, menurunnya konsentrasi oksigen inspirasi, gangguan pada proses difusi dan menurunnya perfusi jaringan. b. Tanda : 1) Kelemahan 2) Cemas 3) Pusing 4) Meningkatnya tekanan darah 5) Menurunnya konsentrasi 6) Cyanosis (kebiruan) 7) Dyspnoe (sesak napas) 8) Menurunnya konsentrasi 9) Irama jantung tidak teratur 2. Hypercapnoe (kelebihan oksigen) a. Etiologi : obstruksi jalan napas, hipoventilasi, PPOM (Penyakit Paru Obstruksi Menahun) b. Tanda : 1) Meningkatnya nadi 2) Meningkatnya respirasi 3) Meningkatnya tekanan darah 4) Gangguan mental gelisah 5) Sakit kepala 3. Hiperventilasi a. Etiologi 1) Kecemasan 2) Infeksi 3) Obat-obatan 4) Ketidakseimbangan asam basa 5) Hipoksia b. Tanda 1) Sesak napas 2) Nyeri dada 3) Menurunya konsntrasi

4) Dizzing / pusing 5) Pandangan kabur 6) Kejang 4. Hipoventilasi Terjadi bila ventilator alveolar tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau ada pembatasan kecukupan karbondioksida sehingga ventilasi menurun dan PaCO2 elevasi. a. Tanda 1) Dizzing / pusing 2) Kelelahan 3) Menurunnya konsentrasi 4) Kejang 5) Koma 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN
Faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi pernafasan meliputi: nutrisi, latihan fisik, merokok, penyalahgunaan substansi. 1. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru, gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang, diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosclerosis 2. Exercise (olahraga berlebih) :Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Merokok : nikotin dapat menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah perifer dan korone. 4. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin, alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Faktor Lingkungan 1. Tempat kerja (polusi) 2. Suhu lingkungan 3. Ketinggian tempat dari permukaan laut 6. Faktor Psikologi Stres adalah kondisi di mana seseorang mengalami ketidakenakan oleh karena harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dikehendaki (stresor).

3. PENANGANAN

1. Cara Latihan Nafas Dalam


Teori relaksasi nafas dalam : a. Klien menarik nafas dalam dan me-nahannya di dalam perut. b. Secara perlahan lahan keluarkan udara dan rasakan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyamannya hal tersebut. c. Pasien bernafas beberapa kali dengan irama normal. d. Pasien menarik nafas dalam lagi dan menghembuskannya perlahan lahan dan membiarkan hanya kaki dan telapak kaki yang kendor. Perawat minta pasien untuk mengkonsentrasikan pikiran pasien pada kakinya yang terasa ringan dan hangat. e. Pasiem mengulang langkah 4 dan mengkonsentrasikan pikiran pada lengan, perut, punggung dan kelompok otot otot yang lain. f. Setelah pasien merasa relaks, pasien dianjurkan bernafas secara pelan pelan.

2. Pursed Lip Breathing 1. Tarik napas perlahan melalui hidung hingga paru penuh terisi udara. 2. Posisikan bibir anda seperti akan bersiul. Kemudian keluarkan napas perlahan.

3. Pernapasan Diafragma Latihan pernafasan diafragma memperbesar pengembangan rongga paru sehingga udara lebih banyak masuk.Cara: 1.Duduk yang nyaman dengan bahu relaks . 2. Letakkan satu tangandi atas perut. Kemudian tarik nafas perlahan melalui hidung. (Gerakkan perut mengembung saat menarik nafas) 4. Kemudian kerutkan otot perut dan keluarkan napas melalui mulut dengan tehnik pursed-lip. (Rasakan gerakan perut mengempis ).

II.

ASUHAN KEPERAWATAN OKSIGENASI A. PENGKAJIAN 1. RIWAYAT KEPERAWATAN Meliputi : a. Fungsi kardiopulmoner saat normal b. Fungsi respirasi dan sirkulasi saat mengalami perubahan atau gangguan c. Pengukuran penggunaan oksigen secara optimal

Kaji : a. Masalah respirasi b. Masalah penyakit c. Adanya batuk dan penanganan d. Kebiasaan merokok e. Nyeri f. Masalah kardiovaskuler g. Rasionalisasi penggunaan medikasi h. Stressor yang di alami i. Status/kondisi kesehatan

Faktor resiko yang memperberat masalah oksigenasi a. Rasionalisasi hipertensi sakit jantung atau cerebro vaskuler asadent b. Merokok c. Obesitas d. Diet tinggi lemak e. Meningkatnya kolesterol Anamnesa riwayat kesehatan, Masalah bernafas : a. Nyeri dada b. Dyspnoe c. Hipoventilasi d. Batuk e. Hiperventilasi f. Cyanosis Riwayat psikososial a. Kebiasaan merokok b. Riwayat tumbuh kembang c. Tanggapan terhadap penyakit d. Alcohol Faktor resiko a. Obesitas b. Gangguan syaraf (CVA)

2. PEMERIKSAAN FISIK