P. 1
Analisis Morfometri Menggunakan Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Sub Das Prioritas

Analisis Morfometri Menggunakan Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Sub Das Prioritas

|Views: 84|Likes:
Dipublikasikan oleh digi_ngalam13

More info:

Published by: digi_ngalam13 on Jun 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta, 30 Juni 2012

ISSN: 1979-2328

ANALISIS MORFOMETRI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN SUB DAS PRIORITAS (Studi Kasus Mitigasi Bencana Banjir Bandang di DAS Garang Jawa Tengah)
Henky Nugraha1)Ahmad Cahyadi2), Jurusan Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada 2 Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1 Email: nugrahahenky@gmail.com
1

Abstrak Banjir bandang merupakan bencana yang sering terjadi di DAS Garang Jawa Tengah, dengan rata-rata kejadian 2 kali dalam setahun. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian terkait mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang agar risiko di masa mendatang dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk memahami karakteristik hidrologi DAS Garang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan subDAS prioritas berdasarkan parameter morfometri sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data vektor jaringan sungai dan peta topografi skala 1 : 25.000 terbitan Bakosurtanal. Metode yang digunakan adalah analisis morfometri DAS yang terdiri dari Bifurcation Ratio (Rb), Drainage density (Dd), Stream Frequency (Fs), Texture Ratio (T), Basin Relief (Bh), Relief Ratio (Rh), Ruggedness Number (Rn), Form Factor (Rf), Length of Overland Flow (Lof), dan Constant Channel Maintenance (C) menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Penentuan hubungan antar parameter morfometri ditentukan dengan analisis korelasi menggunakan software SPSS 18. Parameter morfometri terkait kemampuan menahan air ditumpangsusun untuk memperoleh nilai prioritas pengelolaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subDAS Garang menjadi prioritas pertama untuk dikelola, dikuti dengan subDAS Kreo dan subDAS Kripik dalam upaya mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang. Kata Kunci: Banjir Bandang, Mitigasi, Morfometri, Sistem Informasi Geografis (SIG), Sub DAS Prioritas 1. PENDAHULUAN Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu satuan unit ideal untuk pengelolaan sumberdaya alam seperti lahan dan air terkait konservasi sumberdaya alam dan mitigasi bencana dalam rangka pembangunan berkelanjutan (Cahyadi, 2012). Analisis kuantitatif dari sistem DAS penting untuk dilakukan agar karakteristik DAS dapat diketahui. DAS Garang merupakan DASsering mengalami banjir bandang, tercatat rata-rata kejadian banjir bandang 2 kali dalam setahun (Suhandini, 2012). DAS Garang terdiri dari 3 sub DAS yaitu Garang, Kreo dan Kripik dengan luas ±206 km2 yang memanjang dari Gunungapi Ungaran hingga Pantai Utara Jawa. DAS garang melintasi wilayah dengan elemen risiko yang tinggi seperti permukiman padat di Kota Semarang sehingga memiliki risiko banjir bandang yang tinggi. Analisis morfometri dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan DAS. Interaksi antara kondisi geomorfologi dengan karakteristik hidrologi dapat dicerminkan dari kondisi morfometri DAS. Akhir-akhir ini banyak peneliti menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai alat yang sangat bermanfaat untuk melakukan analisis morfologi DAS, misalnya Chakraborty (2002), Sreedevi (2009), dan Shinde (2010). Salah satu aplikasi dari paramater mofometri DAS adalah untuk menduga respon hidrologi terhadap curah hujan di kawasan tersebut. Penentuan subDAS prioritas dilakukan untuk memberikan penilaian pada tiap subDAS sehingga dari peringkatnya dapat ditentukan subDAS mana yang harus diprioritaskan untuk dikelola terkait dengan konservasi sumberdaya alam dan mitigasi bencana banjir bandang. Sebagai salah satu upaya mengurangi risiko akibat banjir bandang, maka analisis morfometri perlu dilakukan. Analisis morfometri dapat menjadi langkah awal dalam memahami dinamika suatu DAS. Selain itu, morfometri dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui proses dan karakteristik dari suatu DAS (Mesa, 2006 dan Triatmodjo, 2009) serta memudahkan dalam memahami karakteristik geologi dan hidrologinya (Strahler, 1964). Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik hidrologi DAS A-1

30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 Garang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan subDAS prioritas berdasarkan parameter morfometri sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang . Penelitian ini dilakukan di DAS Garang Jawa Tengah (Gambar 1). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis morfometri DAS menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan yaitu data jaringan sungai dan data topografi yang diperoleh dari peta Rupa Bumi Indonesia skala 1: 25. Bh =Basin relief. Nu+1= Jumlah segmen sungai orde yang lebih tinggi Jarak vertikal antara titik tertinggi dengan titik terendah DAS Rh=Bh/Lb dimana.000 yang diterbitkan oleh Bakosurtanal. Nu= Jumlah segmen sungai orde . Dd= Drainage Density A-2 Referensi Strahler(1964) Horton(1945) Strahler(1964) Horton(1945) Schumn(1956) Schumn(1956) Schumn(1956) Schumn(1956) RELIEF . Gambar 1. Bh= Basin relief. 2. Lu1=Jumlah panjang sungai orde yang lebih rendah Rb=Nu/Nu+1 dimana.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. Lu= Jumlah panjang sungai orde'u' . dimensi maupun bentuklahannya (Thornbury. 1969). Lb=Basin length Rn= Bh x Dd dimana. Peta Lokasi DAS Garang Tabel 1.METODE PENELITIAN Morfometri merupakan ukuran dan analisis matematis konfigurasi permukaan bumi baik bentuk. Metode untuk Menghitung Parameter Morfometri Parameter Rumus Morfometri Orde Sungai Peringkat hierarki Panjang Sungai Panjang sungai (Lu) LINEAR Rata-rata panjang sungai (Lsm) Stream length ratio (RL) Bifurcation ratio (Rb) Basin relief (Bh) Relief ratio (Rh) Ruggedness number (Rn) Lsm= Lu/Nu dimana. Nu=Jumlah segmen sungai orde u RL=Lu/Lu-1 dimana. Lsm=rata-rata panjang sungai Lu=Jumlah panjang sungai orde.

Adp= Luas lingkaran dengan keliling Pb (km) Rc= 2*(A/π)0. Parameter yang paling berpengaruh diberi bobot tinggi. A=Luas DAS (km2).) Parameter yang digunakan antara lain: Bifurcation Ratio (Rb). relief dan aerial (Tabel 1. Basin Relief (Bh). DAS Garang dibagi menjadi 3 subDas utama yaitu Kreo. Stream Frequency (Fs).25 Rb + 0.05 C Tabel 2. dan Constant Channel Maintenance (C). Penentuan subDAS prioritas dilakukan berdasarkan kapasitas menahan air dengan analisis morfometri seperti yang dilakukan oleh Rekha (2011). Sungai orde 3 dibentuk dari pertemuan 2 alur sungai orde 2. Lu= Jumlah panjang semua sungai .2 Fs + 0.5/Lb A=Luas DAS (km2). Kripik dan Garang. dan selanjutnya untuk orde sungai yang lebih tinggi. Relief Ratio (Rh). 30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 Drainage density (Dd) Stream frequency (Fs) Texture ratio (T) AERIAL Form factor (Rf) Circularity ratio (Rc) Elongation ratio (Re) Length of Overland Flow (Lof) constant channel maintenance (C). Sungai orde satu adalah sungai yang terkecil dan tidak memiliki cabang lagi. P= Keliling DAS Rf=A/(Lb)2 dimana. Lb= Basin length Lof = 1/2 Dd dimana. Zona Prioritas = 0. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data peta topografi dan data vektor jaringan sungai. Zona prioritas pengelolaan subDAS dihitung menggunakan rumus berikut. Analisis morfometri DAS dilakukan menggunakan software ArcGIS 10. Length of Overland Flow (Lof). A=Luas DAS (km2) T = N1/P dimana . Bobot untuk parameter prioritas Parameter Drainage density (Dd) Bifurcation Ratio (Rb) Stream Frequency (Fs) Texture Ratio (T) Length of Overland Flow (Lof) Constant Channel Maintenance (C) Bobot 30 25 20 15 10 5 A-3 .1 Lof + x 0. Texture Ratio (T). A=Luas DAS (km2) . Parameter morfometri seperti yang sudah ditentukan dihitung pada masing-masing subDAS. sedangkan parameter yang paling tidak berpengaruh diberi bobot rendah (Tabel 2).3 Dd + 0. A=Luas DAS (km2) Fs=Nu/A dimana. Drainage Density (Dd). N1= Jumlah sungai orde 1. Parameter yang digunakan dibagi menjadi 3 aspek yaitu linear. Nu=Jumlah segmen sungai orde u. Dd= Drainage density Horton(1932) Horton(1932) Horton(1945) Horton(1932) Cooke dan Dornkamp (1974) Schumn(1956) Horton(1945) Horton(1945) Orde sungai dibuat menggunakan hukum Strahler. Lb= Panjang DAS Rc= A/Adp dimana. Ruggedness Number (Rn). Sungai orde dua adalah sungai yang menjadi pertemuan dua alur sungai orde 1.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. Dd=Lu/A dimana.15 T + 0. Hasil tersebut kemudian diolah menggunakan software SPSS untuk menentukan hubungan antar parameter morfometri. Pembagian subDAS dilakukan dengan digitation on screen batas atau pemisah topografis yang memisahkan antara subDAS satu dengan subDAS lainnya. Form Factor (Rf). Dd= Drainage density C = 1/Dd dimana.

dan (3) perumusan subDAS prioritas. (2) perhitungan parameter morfometri. Selain itu. Drainage density atau kerapatan aliran merupakan ekspresi kedekatan antar saluran. Nilai Dd yang tinggi mengindikasikan daerah tersebut tersusun atas material bawah permukaan yang kedap (impermeabel). Morfometri DAS Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai dari drainage density mulai dari rendah dan stream frequency dari tiga subDAS di DAS Garang rendah (Tabel 3). nilai frekuensi sungai (Fs) di semua subDAS juga rendah. daerah bergunung dengan vegetasi yang jarang. vegetasi yang jarang dan relief bergunung-gunung. A-4 . a. 1964) atau dalam artian kontrol geologi dominan.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. 30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 3. Nilai bifurcation ratio (Rb) mendekati 4 (subDAS Kripik) mengindikasikan bahwa aliran air mengalir pada batuan yang resisten terhadap erosi. 1964). Gambar 2. Nilai Rb antara lebih dari 3. rendahnya nilai drainage density di DAS Garang berkaitan dengan kondisi material bawah permukaan yang kedap air. Peta Orde Sungai DAS Garang Nilai Rb yang tinggi mengindikasikan bahwa daerah tersebut memiliki pelapisan batuan dengan lereng yang terjal dan jarak antara lembah yang sempit dibatasi oleh dinding yang terjal pula (Strahler.HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu.5 (subDAs Kripik dan Kreo) mengindikasikan bahwa struktur geologi tidak menjadi faktor pengaruh terhadap pola pengaliran di daerah tersebut (Strahler. Nilai Fs yang rendah akan menyebabkan aliran permukaan yang dihasilkan tinggi. Hal ini erat kaitannya dengan permeabilitas yang rendah. (1) penentuan orde sungai dengan cara Horton. kapasitas infiltrasi rendah dan bantuan yang kedap air pada masingmasing subDAS. Sebaliknya nilai Rb yang rendah mengindikasikan kontrol geologi yang tidak dominan.

92 2. Nilai tekstur ratio di seluruh DAS Garang rendah karena memiliki nilai kurang dari 1.171 .858 -. Total panjang sungai berkorelasi negatif dengan stream frequency (-0.884 C .983 .953 1.18 1.9 4 3.000 1 -.977 .171 -. begitu juga sebaliknya.884 -.013 .999 .184 .985 .071 -. drainage density berkorelasi dengan texture ratio (-0. Nilai korelasi positif (+) berarti kenaikan nilai pada parameter satu akan membuat kenaikan nilai pula A-5 .998 .941) . Tabel 4.858 Nu .951 P .972 . kapasitas infiltrasi dan aspek relief medan.998 .999 .968 -.000 -.224 -.884 Fs -.000 -.985 -.999 1 . Nilai Lof pada semua subDAS sangat kecil. Length of overland flow (1. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai C di semua subDAS rendah sehingga berdasarkan faktor ini air lebih banyak menjadi aliran permukaan.985 .265 .000 -.53 Fs 1.42 0.884 .27 C 0.968 .137 1.991 -.967) dan Length of overland flow (-0.67 1.137 1 -. Parameter Morfometri subDAS di DAS Garang SubDAS Garang Kreo A 105 65.938 Lu .39 Kripik 36.985 -.118 1 .32 1. Hubungan antar parameter dianalisis dengan analisis korelasi menggunakan matrik korelasi Pearson.999 -.3 312 Sumber: Hasil Analisis Texture ratio (T) merupakan faktor penting dalam analisis morfometrik drainase yang tergantung pada litologi yang mendasarinya.463 1 -.990 Lsm .415 -.118 -.463 -.78 3.998 1.905 -.953 1 -. Nilai yang rendah pada constant channel maintenance (C) pada tiap subDAS mengindikasikan bahwa aliran permukaan (runoff) lebih besar dari permeabilitasnya.991 -.951 -.584 .953 .794 -.084 .971 -.972 -.184 .922 .359 -.985) pada level 1%.953).9 Lsm 4.887 -.3 P 736 475 Lu 202 155 91.941 -.851 Rb -.887 .917 -. Constant channel maintenance menunjukkan seberapa km2 dari luas DAS yang dibutuhkan untuk konservasi dan keberlanjutan sungai sepanjang 1 km.851 1 Sumber: Analisis statistik dengan menggunakan software SPSS 18 Analisis statistik dapat mempermudah dalam memahami hubungan antar parameter morfometri.981 .998 .053 .985 -.941 -.13 0.37 2.700 .265 -.938 -.967 -.137 -.28 5.6 Dd 1.922 .31 Nu 176 86 63 Rb 2. Matrik Korelasi Parameter Morfometri A A P Lu Lsm Dd Fs T Lof C Nu Rb 1 .084 -. Hal ini berarti akan menyebabkan aliran akan semakin cepat menuju saluran dan potensi banjir bandang akan tinggi.74 T 0.967 -.905 .968) dan Length of overland flow (0.971 -.917 . Nilai korelasi negatif (-) berarti kenaikan nilai pada parameter satu akan membuat nilai parameter lain semakin turun.999 1 1.13 Lof 0.013 -.224 .053 -.999).941 .00) dan constant channel maintenance (-0.137 .975 .304 . 30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 Tabel 3.118 .990 -.359 T . Constant channel maintenance berkorelasi dengan texture ratio (0.985 . Texture ratio (T) tinggi mengindikasikan potensi erosi dan aliran permukaan yang tinggi pula.171 -.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. Hal ini berarti air hujan yang jatuh ke permukaan cenderung menjadi aliran permukaan daripada meresap ke dalam tanah.991 .941 -.96 1.983 .794 -. Luas DAS memiliki korelasi positif dengan total panjang sungai (0.071 -.700 Lof -.953 .999 -.999).977 1 .415 1 -.981 -.975 .118 -. Length of overland flow (Lof) merupakan panjang air dipermukaan tanah sebelum terkonsentasi pada saluran. Hal ini berarti bahwa berdasarkan faktor ini jumlah erosi dan aliran permukaan akan sedikit.17 0.52 0.991 -.304 -.584 Dd -.171 .

stream frequency rendah. Length of overland flow dan elongation ratio rendah. sedangkan peta subDAS prioritas pada DAS Garang dapat dilihat pada Gambar 3. Peta Zona Prioritas Pengelolaan Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa SubDAS yang termasuk kategori prioritas pertama untuk dikelola adalah subDAS Garang. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya beberapa parameter morfometri yang memiliki hubungan korelasi yang tinggi (ditunjukkan oleh warna kuning pada Tabel 4) a. kemiringan lereng tinggi. Prioritas Pengelolaan SubDAS Garang Kreo Kripik Drainage density 1 2 3 Bifurcation Ratio 3 1 2 Stream Frequency 2 3 1 Texture Ratio 1 2 3 Length of Overland Flow 1 2 3 Constant channel maintenance 3 2 1 Total 11 12 13 Prioritas 1 2 3 Gambar 3.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. Penentuan subDAS prioritas dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10 yang dikelaskan menjadi prioritas satu. dua. Kelas prioritas dapat dilihat pada Tabel 5. Penentuan subDAs Prioritas Penentuan subDAS Prioritas dilakukan dengan menggunakan metode yang pernah digunakan oleh Rekha (2011). Tabel 5. Parameter A-6 . SubDAS tersebut memiliki drainage density rendah. 30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 pada parameter yang berkorelasi. Data parameter morfometri diberi bobot sesuai dengan metode tersebut seperti yang telah dijelaskan dalam metode penelitian. dan tiga.

. New York. dan Ahmed.N. pp. dan Doorkamp. Hal ini terkait dengan Analisis morfometri dari masing-masing subDAS. 130-136. M. M. Makalah dalam Seminar Nasional Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis 2012. Thornbury.Kajian Permasalahan Daerah Aliran Sungai Juwet Kabupaten Gunungkidul dan Usulan Penanggulangannya. S. DAFTAR PUSTAKA Cahyadi. 13.A. 2008. Journal Geological Society of India Vol. Schumm. pp. 543-552. Environmental Research. Hidrologi Terapan.. Principles of Geomorphology. P. 22 Maret 2012. A. John Wiley and Sons.M. R. 2006. 52-56. Sreedevi. 2(3). D. 1235-1242. Oxford. Physics.. D. Evolution of Drainage Systems and Slopes in Badlands at Perth Amboy. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.Hill Book Cooperation. A.1 Mesa. sedangkan yang ketiga adalah subDAS Kripik. 1932. Morphometric Analysis of a Watershed of South India Using SRTM Data and GIS. dan kecepatan aliran tinggi. pp. Vol. 2011.C. Triadmodjo. H. Tiwari. H. Banjir Bandang di DAS Garang. dan Rita. Strahler. B.A Case Study. 2012. Rekha. A. Hal ini tentu saja akan memberikan potensi banjir yang lebih tinggi dibandingkan subDAS lainnya sehingga subDAS ini diprioritaskan untuk kelola. W. J. D. Kerala. Jawa Tengah. South India. Khan. dan Chandrasekharan. L. K. Drainage Basin Characteristics. hasil analisis menunjukkan bahwa subDAS prioritas kedua adalah subDAS Kreo.73. infiltrasi dan permeabilitas rendah akibat adanya lapisan bawah permukaan yang kedap air. 4. Journal Agric. Quantitative Geomorphology of Drainage Basins and Channel Networks. Cooke. Semarang. Geomorpology in Environment Management.D. dan Singh. Prioritization of Micro Watersheds on the Basis of Soil Erosion Hazard Using Remote Sensing and Geographic Information System. the Manimala River Basin. S. Argentina). Tansactions of American Geophysical Association. N. Geological Society of America. 350-36. Duttn.. B. 2009. R. Surakarta.U. 50. No. 30 Juni 2012 ISSN: 1979-2328 morfometri yang demikian mengindikasikan bahwa kondisi sub DAS Garang memiliki karakteristik bergununggunung. An Introduction. Makalah dalam Seminar Nasional Informasi Geospasial untuk Kajian Kebencanaan dalam Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan dan Pengembangan Kecerdasan Spasial Masyarakat. Yogyakarta: Beta Offset. No. S. George. Handbook of applied hydrology. 1956. tingginya limpasan permukaan. Hasil menunjukkan bahwa subDAS Garang menjadi prioritas pertama untuk dikelola terkait mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang.Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012) UPN ”Veteran” Yogyakarta. V.1. 1964. Owais. New Jersey. V. Morphometric Analysis and Micro-watershed Prioritization of Peruvanthanam Sub-watershed. 2002. 2010. Environmental Geology.67.. Chakraborty. 21 Januari 2012. Clarendon Press. KESIMPULAN Prioritas pengelolaan DAS merupakan aspek yang penting dalam perencanaan dan pengelolaan suatu DAS. A-7 . 6-14. 2011. H. International Journal of Water Resources and Environmental Engineering Vol. Selain itu. Engineering and Management. pp. 2.E. Morphometric Analysis of a Subtropical Andean basin (Tucuman. V. 1974. Vol . New York Suhandini. pp. P. pp. 2012.1969. Shinde. McGraw. Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Sebelas maret. Horton. Morphometric Analysis of a Watershed Using Remote Sensing and GIS . 3(57).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->