Anda di halaman 1dari 35

BAHAN GALIAN INDUSTRI

ABDUL HALIM FAUZI HILDA KHOFIFAH RHIZA DWI AYUNINGTIAS

PENDAHULUAN
bahan galian adalah semua produk dari pertambangan yang diperoleh dengan cara pelepasan dari batuan induknya didalam kerak bumi yang terdiri dari mineral. Klasifikasi bahan galian industri dapat ditentukan berdasarkan asal bahan galian, yaitu : Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Sedimen

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Gunung Api


Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Intrusi Plutonik Batuan Asam dan Ultra Basa Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Endapan Residu dan Endapan Letakan Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Proses Ubahan Hidrotermal Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Malihan

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Sedimen


a. Batu Gamping
Batu gamping adalah batuan fosfat yang sebagian besar tersusun oleh mineral kalsium karbonat (CaCo3). Bahan tambang ini biasa digunakan untuk bahan baku terutama dalam pembuatan semen abu/portland (yang biasanya digunakan sebagai perekat), industri keramik, obatobatan, dll.

Penambangan: tambang terbuka, dikupas tanah penutupnya dengan bulldozer/powershovel kemudian ditambang dengan pemboran peledakan atau secara sederhana dgn linggis, ganco dll. Pengolahan: Tanpa diolah dapat untuk semen jalan bangunan Dengan pemanasan untuk mendapatkan kapur tohor (CaO)3, kapur padam (Ca(OH))2 dan gas (CO2). Prosesnya disebut kalsinasi pada suhu 900-1000 C.

b. Dolomit
Dolomit termasuk rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau 30,4% CaO. Rumus kimia mineral dolomit dapat ditulis meliputi CaCO3.MgCO3, CaMg(CO3)2 atau CaxMg1-xCO3, dengan nilai x lebih kecil dari satu. Dalam mineral dolomit terdapat juga pengotor, terutama ion besi.

c. Kalsit (batu bintang)


Kalsit merupakan mineral utama pembentuk batugamping, dengan unsur kimia pembentuknya terdiri dari kalsium (Ca) dan karbonat (CO3), mempunyai sistem kristal Heksagonal dan belahan rhombohedral, tidak berwarna dan transparan. Penggunaan kalsit saat ini telah mencakup berbagai sektor yang didasarkan pada sifat fisik dan kimianya. Penggunaan tersebut, meliputi sektor pertanian, industri kimia, makanan, logam dan lainnya.

d. Marmer (Batu Pualam)


Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi.

e. Oniks

Batu oniks atau onyx ini tergolong kedalam batu kuarsa yang terdiri dari tiga macam warna, yaitu:
Yang berwarna hitam dan dasarnya putih disebut batu oniks biasa. Yang berwarna merah dan dasarnya putih dinamakan karneol onyx. Yang merah tua dan dasarnya putih diberi nama sardonyx.

f. Fosfat
Fosfat adalah unsur dalam suatu batuan beku (apatit) atau sedimen dengan kandungan fosfor ekonomis. Biasanya, kandungan fosfor dinyatakan sebagai bone phosphate of lime (BPL) atau triphosphate of lime (TPL), atau berdasarkan kandungan P2O5.

g. Gipsum
Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan.

h. Bentonit
Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Penamaan jenis lempung tergantung dari penemu atau peneliti, misal ahli geologi, mineralogi, mineral industri dan lain-lain.

i. Fire Clay
fire clay adalah istilah yang digunakan untuk berbagai tahan api tanah liat yang digunakan dalam pembuatan keramik , terutama bata api . The United States Environmental Protection Agency mendefinisikan fire clay yang sangat umum sebagai "agregat terdiri dari silikat hidro aluminium (Al 2 O 3 .2 SiO 2 .2 H 2 O) dengan atau tanpa silika bebas.

j. Zeolit
Zeolit adalah senyawa zat kimia aluminosilikat berhidrat dengan kation natrium, kalium dan barium. Secara umum, Zeolit memiliki molekular sruktur yang unik, dimana atom silikon dikelilingi oleh 4 atom oksigen sehingga membentuk semacam jaringan dengan pola yang teratur.

k. Diatomea
Diatomit atau tanah diatomea adalah suatu batuan sedimen silika, yang secara geologi terbentuk dari akumulasi dan pengendapan kulit atau kerangka diatomea (fosil tumbuhan air atau binatang kersik atau ganggang bersel tunggal) dan terendapkan di danau atau non marin.

l. Yodium Yodium (bahasa Yunani: Iodes - ungu), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol I dan nomor atom 53. Unsur ini diperlukan oleh hampir semua mahkluk hidup. Yodium adalah halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. Sebagai catatan, seharusnya astatin lebih rendah reaktivitasnya dan lebih elektropositif dari pada yodium, tapi kelangkaan astatin membuat sulit untuk mengkonfirmasikan hal ini. Yodium terutama digunakan dalam medis, fotografi, dan sebagai pewarna. Seperti halnya semua unsur halogen lain, yodium ditemukan dalam bentuk molekul diatomik.

m. Mangan
Mangan termasuk unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu.

n. Feldspar
Feldspar (KAlSi3O8 NaAlSi3O8 CaAl2Si2O8) adalah kelompok mineral tektosilikat pembentuk batu yang membentuk 60% kerak Bumi. Feldspar mengkristal dari magma pada batuan beku intrusif dan ekstrusif dalam bentuk lapisan, dan juga ada dalam berbagai jenis batuan metamorf. Batu yang hampir seluruhnya terbentuk dari feldspar plagioklas kalsium dikenal sebagai anortosit. Feldspar juga ditemukan di berbagai jenis batuan sedimen.

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Gunung Api


a. Perlit dan Obsidian
Perlit adalah batuan yang terbentuk oleh larva riolit. Pada waktu larva mengalir, bagian bawahnya bersentuhan dengan media air dan akibat beban diatasnya dan aliran larva yang tertahan akan terjadi pendinginan sangat cepat, maka terbentuklah perlitisasi. Sedangkan Obsidian merupakan batuan yang terbentuk oleh hasil kegiatan erupsi gunung api bersusunan asam hingga basa yang pembekuannya sangat cepat sehingga akan terbentuk gelas atau kaca daripada kristal dominan.

b. Purnice/Batu Apung
Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas volkanik silikat.

c. Belerang
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.

d. Trakhit
Batuan traktit terbentuk pada daerah vulkanik (karena merupakan batuan beku vulkanik), yaitu dengan pembekuan magma yang cenderung cepat sehingga mineral penyusunnya terlihat lebih kecil. Batuan Vulkanik atau biasa disebut dengan batuan Ekstrusi, ini terbentuk di Luar gunung berapi. Tetapi terbentuknya trachyte bukanlah akibat letusan gunung api yang eksplosif, yang terbentuk dari lava yang mengalir. Sehingga mempunyai kenampakkan tekstur yang khusus, yaitu tekstur trachytic.

e. Opal
Opal adalah bentuk amorfis dari silika yang berkaitan dengan kuarsa (bentuk mineraloid-nya, bukan mineral). 3% hingga 21% dari berat keseluruhannya berupa air, namun biasanya isinya antara 6% hingga 10%. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada di retakan setiap jenis batuan, umumnya ditemukan bersama limonit, batu pasir, riolit, marl dan basal. 97% opal berasal dari Australia dan merupakan batu permata nasionalnya.

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Endapan Residu dan Endapan Letakan
Lempung
Lempung atau tanah liat adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminum adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silika (SiO2) dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama

Intan
Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat, Intan termasuk dalam golongan batu yang memiliki tingkat kekerasan yang tinggi selain itu konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong (misal dalam pemboran) dan pemoles.

Zircon

Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zirkon/zirkonium silika (ZrO2.SiO2) dan baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO2). Kedua mineral ini dijumpai dalam bentuk senyawa dengan hafnium. Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya yang menyebabkan warna pada zirkon bervariasi, seperti putih bening hingga kuning, kehijauan, coklat kemerahan, kuning kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal monoklin, prismatik, dipiramida, dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna tidak beraturan, kekerasan 6,5 7,5, berat jenis 4,6 5,8, indeks refraksi 1,92 2,19, hilang pijar 0,1%. Kegunaann zirkon adalah untuk bahan baku elektronik, keramik.

Korondum
Korundum adalah kristalaluminium oksida dan merupakan salah satu mineralpembentuk batuan. Secara alami mineral ini jernih, tapi dapat memiliki warnayang berbeda dengan adanya zat pengotor. Spesimen yang transparan digunakan sebagai batu permata, yang disebut rubi jika berwarna merah dan safir jika berwarna selain merah.

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Proses Ubahan Hidrotermal


Barit Pada umumnya, barit (BaSO4) mengandung campuran unsur Cr, Ca, Pb, dan Ra, yang senyawanya mempunyai bentuk kristal yang sama. Unsur pengotor barit adalah besi oksida, lempung, dan unsur organik, yang semuanya dapat memberikan beragam warna pada warna kristal barit murni adalah putih atau abu-abu. Sebagai unsur Barium (Ba), barit juga dijumpai sangat terbatas mengandung feldspar (3% BaO), plagioklas (7,3% BaO), muskovit (9,9% BaO), dan biotit (6-8% BaO). Kerak bumi rata-rata mengandung unsur barium sekitar 0,05%. Barit juga dijumpai sebagai mineral ikutan (gangue mineral) terutama pada cebakan logam sulfida, seperti timah.

Pirofillit Piropilit adalah paduan dari alumunium silikat, yang mempunyai rumus kimia Al2O3.4SiO2H2O. Mineral yang termasuk piropilit adalah kianit, andalusit, dan diaspor. Bentuk kristal piropilit adalah monoklin serta mempunyai sifat fisik dan kimia yang mirip dengan talk.

Tawas
Tawas (Alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu. Kata lain dari tawas ialah alum

Bahan Galian Industri Yang Berkaitan Dengan Batuan Malihan


Batu Sabak (Slate) Batu Sabak dimasukkan kedalam jenis batuan metamorf atau batuan yang mengalami malihan. Batuan ini awalnya berasal dari batuan sedimen dari jenis lempung, karena mengalami pembebanan maka terjadi proses "metamorfisme" yaitu perubahan tekstur dan komposisi mineralogi batuan tanpa melalui fase cair. Kegunaan dari batu sabak ini antara lain sebagai bahan campuran dalam industri semen, papan tulis dan panel instrumen listrik.

Kuarsit
Kuarsit termasuk jenis batuan metamorfosa yang kaya akan mineralmineral kuarsa. Dapat terbentuk dari urat-urat kuarsa, batu pasir kuarsa atau batu pasir yang tersemen oleh silika dan kemudian mengalami proses metamorfosa akibat tekanan dan temperatur yang tinggi selama jangka waktu tertentu. Kuarsit bersifat sangat keras, kompak, masif dan kristalin.

Grafit
Grafit adalah suatu modifikasi dari karbon dengan sifat yang mirip logam (penghantar panas dan listrik yang baik). Di samping tidak cukup padat, grafit tidak terdapat dalam jumlah banyak di alam. Oleh karena itu,untuk keperluan peralatan teknik serta pembuatan elektroda, grafit harus dibuat secara sintetik.

Wolastonit