Anda di halaman 1dari 15

Fisika penyelaman

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyelaman: tekanan air (faktor terpenting !!) gaya apung temperatur air viskositas air sifat gelombang suara pancaran cahaya pengaruh visual isyarat proprioseptif

TEKANAN
Definisi : Gaya per satuan luas Mis. Newton per meter2 TABEL KONVERSI UNIT TEKANAN 1 atm = = = = = = 10,08 (10) msw 33,07 (33) fsw 1,033 kg/cm2 1,013 (1) bar 760 mmHg 101,3 kilo Pascals (kPa)

Tekanan pada penyelam terdiri dari 2 unsur 1. Tek. karena air itu sendiri 2. Tek. karena atmosfir di atas air

1. Tek. Atmosir (Pressure Atms. / PA) Berat atmosfir pada permukaan tubuh Dianggap konstan : 760 mmHg ( 1 atm ) 2. Tek. Air (Pressure Water / PW ) Berat air di atas permukaan tubuh Meningkat secara linier dgn kedalaman Menyelam RUMUS : PW = D (fsw) / 33 atau

PW = D (msw) / 10
TEKANAN ABSOLUT (PB) = jumlah dari tek. air dan tek. atms.

PB = PW + PA
Atau

PB = ( D/10 ) + 1

(msw)

- Tek. Absolut sering dinyatakan sebagai


ATMOSFIR ABSOLUT ( ATA ) - Pada kedalaman air makin bertambah Pada ketinggian (altitude) makin Berkurang

TEKANAN DAN LARUTAN


Prinsip PASCAL : Tek. yang diberikan pada benda cair / larutan akan disebarkan merata .

TEKANAN DAN GAS


Tek. yang diberikan pada suatu gas menyebabkan perubahan yang berarti pada volume gas dan temperatur. Hm BOYLE : bila temperature dipertahankan konstan, volume gas berbanding terbalik dengan tekanan P1 X V1 = P2 X V2 Volume gas saat tekanan Volume gas saat tekanan - Pada penyelaman, volume terbesar terjadi saat mendekati permukaan ketika naik (ascent) proses dekompresi. Hm CHARLES : bila vol. gas konstan, tek. gas berhubungan langsung dengan temperaturnya.

P1 / T1 = P2 / T2

Hm DALTON : tek. campuran (total pressure) 2 gas atau lebih yg berada pd suatu ruang = jumlah tek. gas masing2 (partial pressure) yg ada dalam ruang tersebut. P abs. = P gas A + P gas B + P gas C - Hubungan antara tek. dan jumlah gas yang larut dalam suatu larutan dijelaskan oleh Hm HENRY : volume gas yg larut ( Q ) = hasil dari tek. parsial gas (P gas) dan suatu angka dari henry ( K ). Q = K X P gas

Fisiologi penyelaman
-Tubuh manusia secara fisiologis sesuai dengan Lingkungan di atas permukaan tanah, jika masuk dalam air dgn penambahan tekanan, akan mengalami perubahan2. - Tubuh manusia : 60-70 % adalah cairan, jadi berdasarkan Hm Pascal, efek langsung dari tekanan adalah minimal. Problem yang timbul adalah pada rongga2

udara (air spaces), terutama pada : - Sinus - Telinga - Paru Terutama pada telinga, khususnya telinga tengah (auris media/ cavum tympani), mempunyai hubungan dgn dunia luar lewat tuba eustachi yg bermuara di nasofaring. Tuba eust. pada tekanan normal : tertutup. tek. negative dalam cav. Tympani akan mempersulit pembukaan tuba tek. positif dalam cav.tympani akan dgn mudah membuka tuba untuk mengeluarkan udara ke nasofaring. Jika tekanan di luar tubuh lebih tinggi (mis. Saat menyelam) maka perlu proses penyeimbangan (EKUALISASI) melalui tuba eustachi, yaitu dengan cara : - melakukan gerakan menelan atau menggerak-gerakkan mandibula - menjepit hidung dan memaksa udara masuk lewat tuba dikombinasikan dgn gerakan menelan MANUVRA VALSAVA - Perubahan tekanan juga akan mempengaruhi gas-gas dalam udara pernapasan, dan juga mempengaruhi panas tubuh. NITROGEN : - pada tek. tinggi ( 4 ata) akan berefek anestesi (bius) nitrogen narcosis - pada saat naik (ascent) akan cepat keluar dari larutan terjadi nitrogen bubble

OKSIGEN : pada tekanan tinggi dapat berefek toksik (keracunan oksigen)


kelainan dan penyakit pada penyelaman

1. BAROTRAUMA 2. PENYAKIT DEKOMPRESI 3. DYSBARIC OSTEONECROSIS BAROTRAUMA Adalah kerusakan jaringan akibat ketidakseimbangan anatara tek. udara rongga udara fisiologis dalam tubuh dengan tekanan di sekitarnya. - berkaitan erat dengan Hm Boyle. - dapat terjadi pada waktu turun (barotrauma descent), maupun pada waktu naik (barotrauma ascent) BAROTRAUMA DESCENT : - tek. sekitar naik, tek. udara dalam rongga2 Fisiologis menjadi relatif negatif menimbulkan kerusakan pd jaringan lunak dalam rongga. BAROTRAUMA ASCENT : - terjadi penurunan tek. sekitar udara dlm rongga mengembang jika ada obstruksi, udara terperangkap tek. dalam rongga meningkat nyeri mendadak.

Gejala klinik yang terjadi tergantung pada lokasi organ yang terkena : sinus, telinga, paru, gigi , wajah (masker), intestinal, kulit (pakaian selam) Terapi : - tergantung lokasi organ - simptomatik

BAROTRAUMA PARU - Bt descent : - terjadi pada selam tanpa alat


(tahan napas) - terjadi kerusakan jaringan Paru sampai timbul perdarahan Tx : - O2 100 % - general supportive care - bronkodilator - Bt Ascent : - manifestasi Hm Boyle Saat ascent, ekshalasi terhambat udara yg mengembang terperangkap (retensi) vol paru bertambah (overdistension) tek. intrapulmonal bila melewati batas elastisitas paru RUPTUR PARU Fedmonds dkk : 4 kemungkinan akibat Bt ascent Paru : 1. Kerusakan jaringan Paru 2. Emfisema surgikalis 3. Pneumotorak 4. Emboli udara Terapi : tergantung gejala klinik tersebut

di atas.

Penyakit dekompresi Bends, Cassion disease, Divers palsy, Aeroembolism. Definisi : suatu penyakit yg disebabkan pelepasan dan mengembangnya gelembung2 gas dari fase larut dlm darah atau jaringan akibat penurunan tek. sekitarnya. PATOGENESA - gejala yg timbul berhubungan dgn kecepatan lepasnya gas NITROGEN dr fase larut menjadi tidak larut dlm bentuk gelembung gas (bubbles) pada waktu proses dekompresi. Hm Henry : banyaknya gas yg melarut dlm cairan adalah sebanding dgn tek. gas tersebut di atas cairan. - Gelembung gas terbentuk dlm darah (intravaskuler), dlm jaringan (ekstravaskuler), dan dalam sel (intraseluler). = gel. Gas ekstravaskuler : menimbulkan distorsi jaringan dan kerusakan sel2 sekitar. = gel. Gas intravaskuler : ada 2 akibat : a. Akibat langsung (akibat mekanis), menimbulkan iskemia/kerusakan jaringan sampai infark jaringan.

b. Akibat tdk langsung (akibat sekunder): terjadi fenomena hipoksia seluler - Perubahan pd jaringan tubuh dlm mencapai saturasi (kejenuhan) dgn nitrogen, tergantung pd : 1. Kecepatan aliran darah ke jaringan 2. Daya larut nitrogen dalam jaringan. GAMBARAN KLINIK : Akut Kronis Bentuk Akut : - Kelainan neurologis (68 %) - Kelainan osteoartikuler (bends: 29 %) - Kelainan bentuk lain, seperti gangguan pernapasan, ggn koroner (3%) Bentuk Kronik (delayed manifestation) : Berupa Dysbaric Osteonecrosis - Berdasarkan gejala : 2 tipe a. tipe I disebut juga pain only bends - nyeri sendi dan otot2 sekitar : mendadak atau berangsur-angsur. - paling sering pada sendi bahu, kemudian sendi siku, pergelangan tangan, sendi paha, sendi lutut dan pergelangan kaki. Gejala lain : kelelahan yg berlebihan, mengantuk, gatal dan rash pada kulit. b. tipe II lebih SERIUS : yg terserang adalah system saraf pusat atau kardiopulmoner.

GEJALA KLINIS : 1. Gejala neurologis : tergantung pada bagian Mana yang terserang. - pd otak : seperti gejala stroke - pd cerebellum : jalan sempoyongan, tremor, ggn bicara. - pd medulla spinalis : paling sering pd daerah lumbal nyeri belakang, paraesthe si, paraparese/paralysis, ggn b.a.k/b.a.b. 2. Gejala dari paru dan jantung : chokes gejala ggn pernapasan : sesak napas, batuk non produktif, nyeri dada 3. Gejala Gastrointestinal : mual, muntah, kejang usus, diare, muntah/berak darah. DIAGNOSIS ditegakkan lewat evaluasi riwayat penyelaman dihubungkan dgn gejala klinis yang ada. Menurut data US Navy diving manual 1996, waktu timbulnya gejala (onset) setelah sampai di permukaan : - 42 % kasus dalam 1 jam - 60 % ,, ,, 3 jam - 83 % ,, ,, 8 jam - 98 % ,, ,, 24 jam Bila timbul setelah 48 jam kemungkinan bukan penyakit dekompresi. TERAPI Dengan cara oksigenasi dan rekompresi dalam tabung hiperbarik Tx Oksigen Hiperbarik dengan menggunakan Tabel Rekompresi.

- tujuan oksigenasi : 1. melawan hipoksia jaringan 2. mempercepat larutnya kembali gelembung2 Gas Nitrogen (nitrogen bubbles) - tujuan Rekompresi : 1. memperkecil ukuran gelembung gas 2. melarutkan lagi gelembung gas nitrogen ke dalam darah atau jaringan. - TABEL REKOMPRESI : - time table 5 us navy - time table 6 us navy TT 6 USN : saat ini dianjurkan sebagai terapi awal Untuk semua tipe peny. Dekompresi. TT 5 USN : sebagai terapi lanjutan setelah terapi awal. Bisa juga hanya untuk tipe I, dimana gejala akan hilang setelah 10 menit terapi.

Dysbaric osteonecrosis Dianggap sebagai menifestasi lambat (delayed manifestation) dari penyakit dekompresi - terjadi nekrosis pada tulang-tulang panjang, Seperti Humerus, Femur, Tibia. - Diagnosa biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan

Radiologis. - Terapi : konservatif, sirurgis

PENGGUNAAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK DALAM KLINIK DASAR PEMIKIRAN : 1. Pemakaian tekanan memperkecil volume gas, dan penggunaan oksigen hiperbarik akan memperce pat resolusi gelembung gas. 2. Tempat2 yang iskemik atau hipoksik akan menerima Oksigen dengan maksimal. 3. Oksigen hiperbarik merangsang pembentukan pembuluh darah kapiler baru. 4. Oksigen hiperbarik menghambat pertumbuhan Man, baik gram positif maupun gram negatif. 5. Oksigen hiperbarik mendorong pembentukan Fibroblast dan meningkatkan efek fagositosis dari lekosit. PENYAKIT2 YANG DAPAT DIOBATI DENGAN HBO : 1. Penyakit Dekompresi 2. Emboli udara

3. Aktinomikosis 4. Anemia krn kehilangan banyak darah 5. Insufisiensi arteri perifer akut 6. Infeksi Bakteri 7. Crush Injury 8. Keracunan karbon monoksida (CO) 9. Keracunan Sianida 10. Gas gangrene 11. Ulkus Diabetik 12. Graft kulit 13. Osteo-radionekrosis 14. Radionekrosis jaringan lunak 15. Osteomielitis 16. Ujung amputasi yang tidak sembuh 17. Luka baker 18. Inhalasi asap KONTRAINDIKASI HBO 1. Kontraindikasi Absolut : Pneumotorak 2. Kontraindikasi Relatif : - ISPA - Sinusitis kronis - Riwayat kejang - Emfisema - Panas tinggi - Riwayat operasi dada - Riwayat operasi telinga - Infeksi virus - Kerusakan paru yang asimptomatik - Riwayat neuritis optic KOMPLIKASI DAN EFEK SAMPING HBO

1. Barotrauma 2. Oxygen toxicity (keracunan oksigen) 3. Klaustrofobia 4. Perubahan refraksi 5. Gangguan gastrointestinal