P. 1
Manual Plasenta

Manual Plasenta

|Views: 159|Likes:
Dipublikasikan oleh Kuntum Putri Unzila

More info:

Published by: Kuntum Putri Unzila on Jul 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Laporan Kasus

P3A0 Post Partum spontan 4 jam (di luar) Dengan Perdarahan Pasca Persalinan Dini e.c Retensio Plasenta + Anemia Sedang

Oleh : Fatimah Syakirah, S.Ked Kuntum Putri Unzila, S.Ked Ikhsan Kurniawan, S.Ked Fatimah Tuzahra, S.Ked 04124705041 04124705024 04091401041 04091401054

Pembimbing : dr. Taufik Firdaus, SpOG

DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SEKAYU 2013

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... BAB I REKAM MEDIK .................................................................................. LAPORAN MANUAL PLASENTA ............................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... BAB III PERMASALAHAN .......................................................................... BAB IV ANALISIS MASALAH .................................................................... BAB V KESIMPULAN ................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

c Retensio Plasenta + Anemia Sedang Disajikan oleh: Kuntum Putri Unzila Fatimah Syakirah Ikhsan Kurniawan Fatimah Tuzahra 04124705024 04124705041 04124708041 04124708072 Pembimbing: dr. Palembang. SpOG . Leliana Carolina Telah diterima dan dilaksanakan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti KEPANITERAAN KLINIK SENIOR periode 3 Juni-29 Juni 2013 di Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/ RSUD Sekayu. Taufik Firdaus Tahir.HALAMAN PENGESAHAN Presentasi Kasus dengan judul: P3A0 Post Partum spontan 4 jam (di luar) Dengan Perdarahan Pasca Persalinan Dini e. 19 Juni 2013 Penguji. Dr.

28 hari : 5 hari : Biasa ::: Baik : Tidak ada kelainan :- Gerakan anak dirasakan Periksa Hamil :- Riwayat Persalinan Dikirim oleh His mulai sejak tanggal Darah lendir sejak tanggal : Bidan ::- Rasa mengedan sejak tanggal : - . Suku Bangsa :Indonesia f. IDENTIFIKASI a. Nama b. ANAMNESIS (autoanamnesis) Anamnesis Umum (14 Juni 2013) Riwayat kehamilan sekarang Haid Lamanya Banyaknya HPHT Taksiran Persalinan Nafsu makan Miksi dan defekasi : Teratur. Umur c.BAB I REKAM MEDIK I. MRS : 14 Juni 2013 II. Alamat d. Status : Marlina Binti Asnawi :32 tahun :Desa II Bumi Ayu :Menikah e.

Ketuban belum/ sudah pecah : - Riwayat perkawinan Riwayat sosial ekonomi Riwayat gizi : 1x. PEMERIKSAAN FISIK a. ditolong bidan. 30 menit kemudian. 2004. ditolong bidan. 2002. ditolong bidan. 3000g. cukup bulan.5C . 2008. hidup : Habis melahirkan dengan tembuni tidak lahir III. 3000g. 2800g. spontan. lahir spontan dan langsung menangis. hidup 4. Bayi. cukup bulan. cukup bulan. ♂. lamanya 11 tahun : cukup : cukup Anamnesis Khusus Keluhan utama RPP ± 4 jam SMRS os melahirkan di bidan. 2006. R/ Persalinan Anak ke : 1. 2013. hidup 3. cukup bulan. ♂. Os mengeluarkan banyak darah sehingga dibawa ke RSUD Sekayu. spontan. ditolong bidan. Status Present Keadaan Umum Konjungtiva pucat Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Temperatur : Sedang : +/+ : Compos Mentis : 110/70 mmHg : 81x/m : 21x/m : 36. ♀. spontan. ♂. tetapi tidak diikuti dengan lahirnya tembuni. ditolong bidan. 3000g. hidup 5. cukup bulan. ♀. 3000g. ♀. tembuni tidak juga lahir. hidup 2. spontan. spontan.

E/L/P Pemeriksaan dalam : portio lunak. tampak tali pusat keluar dari OUE. Status Obstetri    Pemeriksaan Luar : FUT 2 jbpst. Leukosit 13. fluor. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darah Hemoglobin : 7. b. payudara hiperpigmentasi +/+ Jantung Paru-paru wheezing -/Berat Badan Tinggi Badan Edema pretibia : 55 kg :156 cm : -/: gallop (-). Diff count 0/1/0/10/4/85 V. darah aktif. ronkhi -/-. fluxus. OUE terbuka.000/mm3. varises -/-. teraba tali pusat dimuara OUE. DIAGNOSIS KERJA P5A0 post partum spontan 4 jam (di luar) dengan perdarahan pasca persalinan dini ec retensio plasenta + anemia sedang . kontraksi jelek. refleks patologis -/-. tanda lepas plasenta (+) IV.3 gr/dl. murmur (-) : bising nafas vesikuler normal. tampak tali pusat di muara OUE terpasang klem.Hati dan limpa tidak teraba Edema -/-. Trombosit 179. tanda lepas plasenta (+) Inspekulo : portio livide. refleks fisiologis +/+.100/mm3.

kontraksi dan perdarahan R/ manual plasenta IVFD 2 line RL-NaCl gtt xx/m O2 5l/m Drip oksitosin 20 IU dalam 500cc asering gtt xx/m Cek laboratorium darah rutin. PROGNOSIS a.VI. Quo ad vitam : dubia b. PENATALAKSANAAN Informed consent Observasi TVI. urin rutin Injeksi Cefotaxime 2x1g IV (ST) R/ tranfusi whole blood 500cc 2 kantong . Quo ad functionam : dubia VII.

implantasi korpus depan Setelah dilakukan eksplorasi.LAPORAN MANUAL PLASENTA 14. Sp.o. kontraksi. BP 500g . plasenta adhesiva Instruksi post manual plasenta Observasi tanda vital ibu. lalu dilahirkan Plasenta lahir lengkap.o. Jamal/dr. perdarahan   Tiap 15” pada 1 jam pertama Tiap 30” pada 1 jam selanjutnya Asam mefenamat 3x500 mg tab p. tidak ditemukan adanya diskontinuitas jaringan Keadaan umum ibu post partum baik. Retensio plasenta + anemia sedang D/ Pasca tindakan: P5A0 post manual plasenta ec. Taufik Firdaus.OG Pukul 16.06. perdarahan aktif (-) Pukul 16. .40 WIB Tindakan selesai D/ Pra tindakan P5A0 post partum spontan 4 jam (di luar) dengan perdarahan pasca persalinan dini ec.30 WIB Tindakan dimulai Pasien diinjeksi tramadol Pasien ditidurkan dalam posisi litotomi dan narkose Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah vulva dan sekitarnya Kandung kemih dikosongkan dengan kateter Dilakukan pemasangan doek steril Tangan kanan dimasukkan secara obstetric ke dalam vagina menulusuri tali pusat. Ciprofloxacin 2x500 mg tab p. PP 50cm. tangan kiri menekan fundus uteri Plasenta dilepaskan secara manual dari marginal ke tengah sampai seluruh plasenta terlepas dari kavum uteri.2013/dr.

- Folaplus 2x1 tab p. Mobilisasi (jalan) Vulva hygiene (setiap setelah BAB. dan mandi) ASI sesuai kebutuhan Tranfusi WB 2 kolf Cek Hb post manual plasenta . BAK.o.

plasenta sebaiknya dikeluarkan dengan segera. Hampir sebagian besar gangguan pelepasan plasenta disebabkan oeh gangguan kontraksi uterus.BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. II. Retensio plasenta adalah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga atau melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir. perforasi. Manual plasenta dilakukan karena indikasi retensio plasenta yang berkaitan dengan: 1. Bila setelah 30 menit plasenta belum lepas sehingga belum dapat dilahirkan atau jika dalam waktu menunggu terjadi perdarahan yang banyak. dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir dan tali pusat putus. setelah persalinan buatan yang sulit seperti forsep tinggi. Definisi Manual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasinya pada dinding uterus dan mengeluarkannya dari kavum uteri secara manual yaitu dengan melakukan tindakan invasi dan manipulasi tangan penolong persalinan yang dimasukkan langsung kedalam kavum uteri. Etiologi Indikasi pelepasan plasenta secara manual adalah pada keadaan perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih 400 cc yang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase. versi ekstraksi. Pada umumnya ditunggu sampai 30 menit dalam lahirnya plasenta secara spontan atau dengan tekanan ringan pada fundus uteri yang berkontraksi. Plasenta belum lepas dari dinding uterus dikarenakan: . retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir.

Plasenta inkarserata. 4.a. Retensio plasenta tanpa perdarahan dapat diperkirakan 5. Kemungkinan implantasi plasenta terlalu dalam. Manual plasenta dalam keadaan darurat dengan indikasi perdarahan di atas 400 cc dan terjadi retensio plasenta (setelah menunggu ½ jam). Plasenta akreta yaitu implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan miometrium c. Terjadi perdarahan postpartum melebihi 400 cc c. . yaitu tertahannya plasenta di dalam kavum uteri yang disebabkan oleh konstriksi ostium uteri. b. penderita retensio plasenta dapat dikirim ke puskesmas atau rumah sakit sehingga mendapat pertolongan yang adekuat. d. Plasenta adhesive yaitu kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta b. Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan. Plasenta belum lahir setelah menunggu selama setengah jam. Plasenta inkreta. Darah penderita terlalu banyak hilang 6. Manual plasenta dapat segera dilakukan apabila : a. akan tetapi belum dilahirkan dan dapat terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya 3. Pada pertolongan persalinan dengan narkosa. yaitu implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus. e. Plasenta perkreta. Plasenta sudah lepas. Dalam melakukan rujukan penderita dilakukan persiapan dengan memasang infus dan memberikan cairan dan dalam persalinan diikuti oleh tenaga yang dapat memberikan pertolongan darurat. Terdapat riwayat perdarahan postpartum berulang. yaitu implantasi jonjot korion placenta hingga mencapai/memasuki miometrium d. 2. Seandainya masih terdapat kesempatan.

meliputi pertanyaan tentang periode prenatal. Tanda dan Gejala Retensi Plasenta a) Anamnesis. serta riwayat multipel fetus dan polihidramnion. Prostaglandin)  Cairan NaCl 0.III. Ketamin Hcl 0. IV. meminta informasi mengenai episode perdarahan postpartum sebelumnya.Ergometrin. Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan.5 mg/kg BBT. c) Perdarahan yang lama > 400 cc setelah bayi lahir. plasenta tidak ditemukan di dalam kanalisservikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam uterus.55 mg/ml  Uteretonika (Oksitosin. paritas. Persiapan Sebelum Tindakan 1) Pasien a) Cairan dan selang infus sudah terpasang. b) Pada pemeriksaan pervaginam.9% dan RL  Infuse Set  Larutan Antiseptik (Povidon Iodin 10%)  Oksigen dengan regulator . sarung kaki dan penutup perut bawah d) Medikamentosa  Analgetika (Phetidin 1-2 mg/kg BB. d) Placenta tidak segera lahir > 30 menit. Serta riwayat pospartum sekarang dimana plasenta tidak lepas secara spontan atau timbul perdarahan aktif setelah bayi dilahirkan. Tramadol 1-2 mg/kg BB)  Sedative (Diazepam 10 mg)  Atropine Sulfas 0.25-0. b) Uji fungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi c) Siapkan kain alas bokong.

Spuit 5 ml dan jarum suntik no 23G  Mangkok tempat plasenta : 1  Kateter karet dan urine bag : 1  Benang kromk 2/0 : 1 rol  Partus set V. Mengeringkan tangan dengan handuk bersih lalu pasang sarung tangan DTT/ steril. Pencegahan Infeksi Sebelum Tindakan Sebelum melakukan tindakan sebaiknya mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air yang mengalir untuk mencegah infeksi. Anestesi ini berguna untuk mengatasi rasa nyeri. penderita disiapkan pada posisi litotomi. Operator berdiri atau duduk dihadapan vulva . atau diinfus NaCl atau Ringer Laktat. Keadaan umum penderita diperbaiki sebesar mungkin. Tindakan ini tidaklah selalu berhasil dan tidak boleh dilakukan secara kasar. uterus dipencet di antara jari-jari tersebut dengan maksud untuk melepaskan plasenta dari dinding uterus dan menekannya keluar.2) Penolong a) Baju kamar tindakan. masker dan kaca mata : 3 set b) Sarung tangan DTT/steril : sebaiknya sarung tangan panjang c) Alas kaki (sepatu boot karet) : 3 pasang d) Instrument  Kocher: 2. dan dengan meletakkan 4 jari dibelakang uterus dan ibu jari didepannya. pelapis plastic. Teknik Manual Plasenta Untuk mengeluarkan plasenta yang belum lepas jika masih ada waktu dapat mencoba teknik menurut Crede yaitu uterus dimasase perlahan sehingga berkontraksi baik. Sebelum mengerjakan manual plasenta. Anestesi diperlukan kalau ada constriction ring dengan memberikan suntikan diazepam 10 mg intramuskular. VI.

Setelah tangan yang di dalam sampai ke plasenta. ini dapat diatasi dengan mengembangkan secara perlahan-lahan jari tangan yangmembentuk kerucut tadi. Sementara itu. telusurilah permukaan fetalnya ke arah pinggir plasenta. Jika pada waktu melewati serviks dijumpai tahanan dari lingkaran kekejangan (constrition ring). Gambar 1.dengan salah satu tangannya (tangan kiri) meregang tali pusat.Meregang tali pusat dengan jari-jari membentuk kerucut Dengan ujung jari menelusuri tali pusat sampai plasenta. biasanya telah ada bagian pinggir plasenta yang terlepas. Pada perdarahan kala tiga. tangan kiri diletakkan di atas fundus uteri dari luar dinding perut ibu sambil menahan atau mendorong fundus itu ke bawah. . tangan yang lain (tangan kanan) dengan jari-jari dikuncupkanmembentuk kerucut.

Mengeluarkan plasenta Setelah plasenta berhasil dikeluarkan. selipkan bagian ulnar dari tangan yang berada di dalam antara dinding uterus dengan bagian plasenta yang telah terlepas itu. plasenta dapat dilepaskan seluruhnya (kalau mungkin). tangan kiri diletakkan di atas fundus Melalui celah tersebut. Dengan gerakan tangan seperti mengikis air.Gambar 2. Dengan demikian. Gambar 3. sementara tangan yang di luar tetap menahan fundus uteri supaya jangan ikut terdorongke atas.Ujung jari menelusuri tali pusat. lakukan eksplorasi untuk mengetahui kalau ada bagian dinding uterus yang sobek atau bagian plasenta . kejadian robekan uterus (perforasi) dapat dihindarkan.

Lakukan inspeksi dengan spekulum untuk mengetahui ada tidaknya laserasi pada vagina atau serviks dan apabila ditemukan segera di jahit. dilanjutkan dengan pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per-oral. Kuretase harus dilakukan dirumah sakit dengan hati-hati karena dinding rahim relatif tipis dibandingkan dengankuretase pada abortus. Pada waktu ekplorasi sebaiknya sarung tangan diganti yang baru. Jika tindakan manual plasenta tidak memungkinkan. Komplikasi Kompikasi dalam pengeluaran plasenta secara manual selain infeksi/ komplikasi yang berhubungan dengan transfusi darah yang dilakukan. Jika disadari adanya plasenta akreta sebaiknya usaha untuk mengeluarkan plasenta dengan tangan dihentikan dan segera dilakukan histerektomi dan mengangkat pula sisa-sisa dalam uterus. segera berikan uterotonik (oksitosin) satu ampul intramuskular. Pada umumnya pengeluaran sisa plasenta dilakukan dengan kuretase. Dalam hal ini villi korialis menembus desidua dan memasuki miometrium dan tergantung dari dalamnya tembusan itu dibedakan antara plasenta inakreta dan plasenta perkreta. Setelah selesai tindakan pengeluaran sisa plasenta. dan lakukan masase uterus. ialah apabila ditemukan plasenta akreta. jaringan dapat dikeluarkan dengan tang (cunam) abortus dilanjutkan kuret sisa plasenta. Jika setelah plasenta dikeluarkan masih terjadi perdarahan karena atonia uteri maka dilakukan kompresi bimanual sambil mengambil tindakan lain untuk menghetikan perdarahan dan memperbaiki keadaan ibu bila perlu. VII. gunakan kedua tangan untuk memeriksanya. Setelah plasenta keluar. . Pemberian antibiotika apabila ada tanda-tanda infeksi dan untuk pencegahan infeksi sekunder. Plasenta dalam hal ini tidak mudah untuk dilepaskan melainkan sepotong demi sepotong dan disertai dengan perdarahan. multiple organ failure yang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan perfusi organ dan sepsis.yang tersisa.

Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? 2. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat? 3. Apakah penanganan kala III pada kasus ini sudah baik? .BAB III PERMASALAHAN 1.

Diagnosis tersebut ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis. R/ transfusi whole blood 500cc 2 kantong. E/L/P (-/-/-). injeksi cefotaxime 2x1 g IV (skin test). 30 menit kemudian. tampak tali pusat keluar dari OUE. ♂. Inspekulo : portio livide. OUE terbuka. observasi TVI. . Kadar hemoglobin Ny M 7. kontraksi dan perdarahan.BAB IV ANALISIS KASUS 1. tampak tali pusat di muara OUE terpasang klem. selain itu diberikan drip oksitosin 20 IU dalam 500 cc asering gtt xx/m. dan obstetrik. pemeriksaan fisik. R/ manual plasenta. darah aktif. kateter menetap catat input dan output. spontan dan langsung menangis. teraba tali pusat dimuara OUE. kontraksi jelek. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat? Penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat yaitu informed consent. tanda lepas plasenta (-). urin rutin. tetapi tidak diikuti dengan lahirnya tembuni. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? Diagnosis pada kasus ini „P5A0 post partum spontan 4 jam (di luar) dengan perdarahan pasca persalinan dini ec retensio plasenta + anemia sedang‟ sudah tepat.3 gr/dl sehingga dapat diinterpretasikan sebagai anemia sedang. stabilisasi keadaan ibu dengan pemasangan IVFD 2 line RL-NaCL gtt XX/m. dan pemeriksaan dalam : portio lunak. Hasil anamnesis diketahui os melahirkan bayi. cek laboratorium darah rutin. fluor(-). 2. fluxus(+). Dan pada pemeriksaan obstetrik didapatkan pemeriksaan luar : FUT 2 jbpst. Os mengeluarkan banyak darah sehingga dibawa ke RSUD Sekayu. tanda lepas plasenta (-). O2 5l/m.

berupa: Injeksi oksitosin 10 IU (IM 1/3 paha luar) Masase fundus uteri Peregangan tali pusat terkendali Dengan penanganan kala III yang tepat.3. Apakah penanganan kala III pada kasus ini sudah baik? Pada kasus ini penanganan kala III sudah baik. seharusnya perdarahan pasca persalinan dapat dicegah. .

dan obstetrik. . Pada kasus ini penanganan kala III sudah baik. 3. Diagnosis pada kasus ini „P5A0 post partum spontan 4 jam (di luar) dengan perdarahan pasca persalinan dini ec retensio plasenta + anemia sedang‟ sudah tepat.BAB V KESIMPULAN 1. Diagnosis tersebut ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis. Penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat. pemeriksaan fisik. 2.

Jakarta: EGC. . F. 3. Ilmu Kebidanan. ObstetriWilliams Vol. Ilmu Kebidanan. 2004. 1. 1. Sarwono. 2008. Gary Cunningham. Kenneth J. Leveno. Palembang: FK Unsri. 4.DAFTAR PUSTAKA Modul “Safe Motherhood” Dalam Kurikulum Inti Pendidikan Dokter di Indonesia. Gant. et all. 1985. 2. Norman F. 1997. Jakarta: Konsorsium Ilmu Kesehatan Depdikbud & Depkes &WHO. Hal: IID-7 – IID-10. Prawirohardjo. Jakarta: Bina Pustaka. Supono.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->