Anda di halaman 1dari 31

KEJANG PADA BBL

dr. Siti Komsiyah

Bukan suatu penyakit, gejala gangguan syaraf pusat, lokal, sistemik. Kejang yang timbul dalam masa neonatus atau dalam 28 hari sesudah lahir. Penting : mengenal kejang, diagnosa, therapi yang terarah.

patogenesa
EEG : sesuai dengan twiching dari muka, kedipan mata, menguap, nistagmus, tangis yang abnormal, perubahan vasomotor, lemas tiba-tiba, kaku tibatiba, gerakan tonik, apneu periodik. Tidak spesifik --- fit/seizure. Manifestasi beda --- morfologi dan organisasi kortex cerebri belum terbentuk sempurna.

pembagian
Bentuk kejang yang hampir tidak terlihat (subtle). Kejang klonik multifokal (migratory). Kejang tonik. Kejang mioklonik.

etiologi
Gangguan vascular. Gangguan metabolisme. Infeksi. Kelainan kongenital. Lain-lain : Narcotic withdrawal, Neoplasma

diagnosa
Anamnesa yang teliti. Manifestasi klinis berupa kejang atau fit. Pemeriksaan pediatrik dan neurologi. Pemeriksaan laboratorium.

Therapi
Perawatan bayi secara umum : - Atur suhu lingkungan. - Cegah infeksi. - Pemberian cairan yang cukup. - Pemberian oksigen. Medikamentosa.

medikamentosa
Ditujukan pada timbulnya bangkitan kejang. Hipoglikemia tanpa gejala : - Periksa dextrostix dan true glucose darah. - Hindari dingin, ASI (+)/PASI (10-15ml /kgbb). - Sesudah 1 jam --- ulangi pemeriksaan, jika < 45 mg % --- larutan dextrosa.

Hipoglikemia dengan gejala (+), dextrostix/ true glucose < 30 mg% --- peroral hentikan, pasang NGT/cairan IV. Bila kejang (+) --larutan glukosa 5 % 2-3 ml/kgbb bolus --larutan glukosa 10 % sebanyak 8-10/kb/jam (15 mg/kg/menit sampai dextrostix > 45 mg) diturunkan bertahap --- per oral. Setelah 12 jam < 45 mg % + hydrocortisone 5 mg/kg setiap 12 jam.

Hipokalsemia + kalsium glukonas 10 % 3 ml/kgbb IV perlahan-lahan - Gx (-) hentikan Gejala (+) --- hipomagnesemia --- larutan Mg So4 2 % sebanyak 2-6 ml atau larutan 50 % 1 ml, 1 kali/hari IM. Kejang diduga ketergantungan piridoksin -- piridoksin 25-50 mg IV. Infeksi --- AB.

antikonvulsan
Phenobarbital 20 mg/kgbb IV single dose. Phenitoin 20 mg/kgbb IV,kec0,5mg/kgbb/m Paraldehyde dengan larutan dextrose 5 % secara infus, kec 0,5-2 ml/kg/jam atau 150 mg/kg/jam selama 3 jam. Diazepam --- hindari.

PERAWATAN BBL

Persediaan alat-alat di kamar bersalin


Mucus extractor. Tabung oksigen + alat pemberi oksigen. Alat u cegah asfiksia. Alat pemotong, pengikat, perawatan tali pusat. Tanda pengenal bayi dan ibu. Tempat tidur bayi dan inkubator hangat. Stop-watch, termometer. Tempat resusitasi khusus, dll.

Pertolongan saat bayi lahir


Pembersihan lendir, cairan sekitar mulut dan hidung. Kelopak mata dibersihkan. Saat lahir dicatat dengan stop watch. Kedua kaki bayi dipegang dengan satu tangan, tangan lain megang kepala (lebih rendah, ekstensi). Isap lendir dan cairan dengan pengisap lendir. 30 detik --- menangis.

Penilaian bayi waktu lahir


Dinilai satu menit setelah lahir --- Apgar score: - Heart rate. - Respiratory effort. - Tonus otot/muscle tone. - Warna kulit/colour. - Respon to stimuli.

Identifikasi bayi
Dilakukan segera setelah bayi lahir, ibu masih di RB. Tanda pengenal bayi : cap jari/telapak kaki.

Perawatan tali pusat


Tali pusat dijepit dengan koker 5cm dan 7,5 cm dari pusat. Pemotongan dilakukan diantara kedua penjepit. Bayi diletakkan di atas kain bersih/steril. Pengikatan tali pusat. Antiseptik, tali pusat dirawat.

Pemeriksaan pertama
Dilakukan di RB. Bayi ditempatkan di atas tempat tidur hangat. Mengenal/menemukan kelainan. Menentukan bayi dapat di rawat gabung atau perawatan khusus.

Status/record
Status bayi harus lengkap. Riwayat perawatan antenatal. Riwayat persalinan. Obat-bat yang diberikan. Jumlah, warna, bau air ketuban. Bentuk, warna dan panjang tali pusat. Bentuk, besar, berat plasenta. Keadaan bayi sewaktu lahir (Apgar score).

Pemeriksaan lanjut
Sesudah bayi berumur 24 jam setelah bayi dipindahkan. Keadaan umum. Kepala. Telinga. Mulut. Leher. Dada, jantung. Abdomen, alat kelamin, tulang punggung, anggota gerak

Perawatan lanjutan
Kulit dibersihkan dengan larutan antiseptik. Tali pusat --- larutan 0,5 % Hibitane dalam spiritus 70 %, merkurukrom 2 % atau alkohol 70 %, tutup kasa steril, fiksasi plester. Pakaian katun. Tempat tidur hangat, posisi bayi. Perawatan mata : larutan nitras argenti 1 %.

Perubahan sesudah lahir


Gangguan metabolisme karbohidrat. Gangguan umum. Perubahan sistem pernafasan. Perubahan sistem sirkulasi. Perubahan pencernaan, hepar, ginjal dll.

Keadaan klinis bayi normal


Waktu lahir : sangat aktif. Kelanjutan aktif yang berlebihan. Bayi tenang --- tidur (beberapa menit-4 jam) Pertama kali bangun : mudah terangsang, frekwensi BJ >>, perubahan warna, keluar lendir dari mulut. Bayi stabil.

Rawat gabung (rooming in)


Bila keadaan bayi dan ibu mengizinkan. Bimbingan kepada ibu. Dokter --- lihat dan periksa bayi. Keuntungan : mencegah/mengurangi cross infection dan loving and tender care dapat diberikan ibu kepada bayinya sejak lahir.

Keadaan yang harus diawasi


Keadaan umum. Suhu tubuh, diukur satu kali sehari. Menimbang BB, setiap hari. Tinja. Air kencing. Perubahan warna kulit. Perubahan pernafasan, dll.

Perawatan sehari-hari
Mata bayi selalu diperiksa. Mulut diperiksa. Kulit, lipatan harus selalu dibersihkan. Tali pusat. Kain popok harus segera diganti setiap kali basah. Sebelum tali pusat lepas, bayi diseka saja.

Minuman bayi
On demand. Hari I : 60 ml/kgbb setiap hari. Hari ke 14 : 200 ml/kgbb sehari. Hari I BB turun 10 %. Hari ke 4-10 naik dan seterusnya.

AIR SUSU IBU


ASI pertama (kolostrum). Bayi yang minum ASI jarang menderita GE Lemak dan protein ASI mudah dicerna dan diserap. Kemungkinan kejang jarang. Mempererat hubungan ibu dan bayi. Alami dan lebih baik.

Kontra indikasi minum ASI


Cracked nipple yang hebat. Abscess mammae. Kanker payudara. Ibu dengan penyakit jantung berat. Ibu dengan penyakit jiwa.

Susu buatan
Menurut rasa. Menurut pH cairan. Menurut kadar nutrien. Menurut sumber protein. Menurut maksud penggunaan. Komposisi nutrien

BBLR diberi minum dalam waktu 2 jam sesudah lahir (susu ibu yang dipompa). Umur 1 hari : 60 ml/kg. Umur 2 hari : 90 ml/kg. Umur 3 hari : 120 ml/kg. Umur 4 hari : 150 ml/kg. Umur 10 hari : 180 ml/kg. Umur 14 hari : 200 ml/kg.