Anda di halaman 1dari 8

PEMODELAN PLTMH SKALA KECIL

DALAM MODEL ALIRAN 2 - TANGKI


DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB – SIMULINK 7.0.4

A. LATAR BELAKANG

Pemodelan merupakan upaya yang sangat penting baik untuk mengetahui

perilaku maupun untuk mengatur suatu sistem. Dengan model orang dapat

menjelaskan bagaimana suatu sistem berperilaku. Bahkan orang juga dapat

meramalkan apa yang akan terjadi pada sistem tersebut tanpa melakukan

simulasi pada sistem yang sesungguhnya. Dengan adanya model maka biaya

untuk menganalisa dan memperbaiki sistem menjadi sangat murah dan Jidak

beresiko tinggi.

Pada dasarnya pemodelan dilakukan untuk dua tujuan yang berbeda yaitu

pemodelan untuk mengetahui perilaku suatu sistem dan pemodelan untuk

perancang suatu system pengatur. Pemodelan untuk merancang suatu sistem

pengatur biasanya dilakukan dengan banyak penyederhanaan yang hanya

memperhatikan masukan, keluaran dan gangguan yang ada. Parameter-

parameter lain yang tidak berhubungan langsung dengan ketiga parameter

tersebut diabaikan atau dianggap konstan. Pemodelan untuk maksud ini

dilakukan melalui analisa dinamik atau melalui uji eksperimen dengan

mengukur masukan dan keluaran sistem.

Pemodelan untuk mengetahui perilaku sistem dibedakan menjadi dua yaitu

pemodelan skala dan pemodelan dengan simulasi komputer. Model skala

digunakan jika sistem yang dipelajari sangat komplek sehingga sulit

dirumuskan secara detail dan teliti. Pemodelan dari sistem yang lebih
sederhana dapat dinyatakan dalam bentuk rumusan matematik. Model ini

biasanya diselesaikan dengan simulasi komputer karena melibatkan banyak

perhitungan yang harus dilakukan (iterasi).

Perkembangan ilmu computer dengan berbagai inovasi telah memberikan

kontribusi yang cukup berarti bagi kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan

yaitu dengan adanya software – software yang dirilis, serta dapat membantu

para peneliti, perancang serta praktisi lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan

adanya beberapa perangkat lunak yang dikembangkan oleh perusahaan –

perusahaan untuk dapat digunakan sebagai pembuatan model sebuah

penelitian atau rancangan sebelum dilakukan atau diaplikasikan secara nyata.

Selain murah karena kita hanya melakukan dengan simulasi computer juga

praktis dan efisien walaupun terkadang ada penyimpangan dengan kondisi

nyata dilapangan, akan tetapi estimasi – setimasi yang dihasilkan dari

pemodelan cukup membantu untuk memberikan gambaran dalam poses nyata.

Salah satu software yang banyak digunakan untuk proses pemodelan adalah

MATLAB yang dirilis oleh perusahan MATWORK, sebuah perusahaan yang

banyak merilis software aplikasi sains.

Dalam makalah ini kami membuat sebuah model PLTMH dengan

mengasumsikan PLTMH sebagai model aliran 2 (dua) tangki seri yang

kemudian disimulasikan melalui Matlab Simulink.

B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

– Bagaimana model matematika sebuah PLTMH?

– Bagaimana model simulasi PLTMH dengan menggunakan Matlab

Simulink?

C. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

– Membuat model simulasi PLTMH skala kecil dengan menggunakan

Matlab Simulink serta melihat respon keluarannya.

D. BATASAN MASALAH

Mengingat kompleksnya sebuah system PLTMH, sehingga dalam makalah ini

kami membatasi subyek pemodelan PLTMH yaitu dengan melihat dan

mengasumsikan PLTMH sebagai sebuah model aliran tangki seri dengan dua

tangki.

E. DASAR TEORI

1. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Mikrohidro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil (bisa mencapai

beberapa ratus kW). Relatif kecilnya energi yang dihasilkan mikrohidro

(dibandingkan dengan PLTA skala besar) berimplikasi pada relatif

sederhananya peralatan serta kecilnya areal tanah yang diperlukan guna

instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu

keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Mikrohidro cocok diterapkan di pedesaan yang belum terjangkau listrik

dari PT PLN. Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang

memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Energi tersebut dimanfaatkan


untuk memutar turbin yang dihubungkan dengan generator listrik.

Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar,

misalnya dengan ketinggian air 2,5 m bisa dihasilkan listrik 400 W.

Potensi pemanfaatan mikrohidro secara nasional diperkirakan mencapai

7.500 MW, sedangkan yang dimanfaatkan saat ini baru sekitar 600 MW.

Meski potensi energinya tidak terlalu besar, namun mikrohidro patut

dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan listrik di seluruh pelosok

nusantara.

Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air dan ketinggian

jatuh (biasa disebut ‘Head’) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat.

Ini adalah sebuah sistem konversi tenaga, menyerap tenaga dari bentuk

ketinggian dan aliran, dan menyalurkan tenaga dalam bentuk daya listrik

atau daya gagang mekanik. Tidak ada sistem konversi daya yang dapat

mengirim sebanyak yang diserap dikurangi sebagian daya hilang oleh

sistem itu sendiri dalam bentuk gesekan, panas, suara dan sebagainya.

Dalam bentuk persamaan matematis, daya yang dapat dimanfaatkan dari


aliran air yaitu :
Ps = ρgQH
dimana :
Ps = daya sumber (W)
ρ = kerapatan massa air (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/dt2)
Q = debit aliran (m3/dt)

H = tinggi terjun (m)

Potensi listrik tenaga mikrohidro dinyatakan dengan daya hasil :


Ph = ht Ps
dimana :
Ph = daya hasil (W)
ht = effisiensi total PLTM (%)

Skema sederhana pembangunan sebuah PLTMH seperti pada gambar


berikut :

Skema PLTMH:
a. reservoir atau bak penenang,
b. Penstock ,
c. Rumah turbin atau pembangkit
Persamaan energi dalam sebuah aliran tertutup di berikan dalam bentuk
persamaan Bernouly :

Dengan : H1 : Total energy


h1 : head
P1 : tekanan
γ : berat jenis air
V1 : Kecepatan aliran
g : gravitasi

Dengan mempertimbangkan rugi – rugi aliran maka persamaan Bernouly

yang mengatur model aliran adalah :

Dimana hf dinyatakan :
dan f adalah factor gesekan ;

(ESHA : 2004)

2. Model Tanki Seri

Apabila sebuah PLTMH dimodelkan sebagai 2 tangki seri maka dapat

digambarkan :

Fungsi Transformasi Laplace yang mereprentasikan model aliran pada


tangki seri di atas adalah :

Dengan diagram blok :

3. MATLAB

MATLAB adalah bahasa canggih untuk pemrograman computer yang

diproduksi oleh The Matwork, Inc. Secara umum, MATLAB dapat

digunakan untuk :

• Matematika dan Komputasi


• Pengembangan Algoritma

• Pemodelan, simulasi dan pembuatan prototype

• Analysis data, eksplorasi dan visualisasi

• Pembuatan aplikasi, termasuk pembuatan antar muka grafis.

Prosedur perhitungan, visualisasi dan pemrograman dengan MATLAB

sangat mudah dilakukan karena variabelnya dinatakan dalam notasi

matematika biasa. Penamaan variable dalam MATLAB dilakukan secara

langsung tanpa melalui deklarasi seperti PASCAL, DELPHI dan

FORTRAN. Basis data dalam bentuk syntax tidak perlu dinyatakan secara

khusus, sehingga memudahkan proses dalam waktu yang lebih singkat

(Jamrud : 2008).

Untuk pemodelan dalam MATLAB , tool box yang digunakan adalah

simulink library yang menyediakan beragam bentuk model sesuai dengan

desain model yang diinginkan serta bentuk respon keluaran yang

dihasilkan. Dengan menggunakan pemodedalan Simulink ini akan sangat

membantu dalam praktek dilapangan walaupun dalam prosesnya ada

deviasi atau penyimpangan antara kondisi nyata dan model.

F. METODOLOGI

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode

kepustakaan (library research) untuk melihat sejumlah referensi acuan serta

melakukan perancangan model untuk PLTMH sebagai tanki seri dan

mensimulasikannya menggunakan Matlab Simulink. Dari proses pemodelan

kemudian akan dilihan respon dari parameter – parameter yang terlibat dalam
aliran tangki tersebut sebagai model dari PLTMH.Keseluruhan proses dalam

pemodelan seperti dalam diagram alur berikut :


2 TANKI
Tidak
Ya MODEL
PLTMH
Eksekusi
Model
SERI
Selesai
MATEMATIKA
Simulink
/ respon
Model PLTMH

G. DESAIN MODEL

1. Rancangan Model Matematika

2. Desain Model Simulink

H. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. KESIMPULAN