Anda di halaman 1dari 44

S ENSOR S H U

Oleh TMK 3B
Kelompok 1:
Angela Padma Dewi (2011-2-006)
Dewangga Bagus (2011-2-013)
Theodore Anton (2011-2-033)
Vincentius Yoga (2011-2-034)
Yoga Adi Susila (2011-2-035)
Jonatan Umbu (2011-2-037)
Company
LOGO
Sensor Suhu ??
Mendeteksi perubahan suhu

Mengubah menjadi sinyal


elektris
Pemilihan Jenis Sensor
Thermal
Hal yang perlu diperhatikan :
Level suhu maksimum dan minimum dari suatu substrat
yang diukur.
Jangkauan (range) maksimum pengukuran sensor.
Konduktivitas kalor dari substrat.
Respon waktu perubahan suhu dari suatu
substrat(kecepatan baca sensor terhadap perubahan suhu).
Linieritas sensor.
Temperatur Kerja Sensor
Thermal
Setiap sensor thermal memiliki temperatur kerja yang berbeda
1. Suhu disekitar kamar, yaitu antara -35 C sampai 150 C,
dapat dipilih sensor NTC, PTC, transistor, dioda dan IC
Hybrid.
2. Suhu menengah yaitu antara 150 C sampai 700 C, dapat
dipilih thermocouple dan RTD.
3. Suhu yang lebih tinggi sampai 1500 C, tidak
memungkinkan lagi dipergunakan sensor-sensor kontak
langsung, maka teknis pengukurannya dilakukan
menggunakan cara radiasi.
4. Suhu pada daerah sangat dingin dibawah 65 K
= -208 C dapat digunakan resistor karbon biasa
karena pada suhu ini karbon berlaku seperti
semikonduktor.

5. Untuk suhu antara -208 C sampai -35 C dapat


digunakan kristal silikon dengan kemurnian
tinggi sebagai sensor.
.
Thermistor

Thermokopel

RTD

Sensor Suhu IC LM 35 dan LM 34

Bimetal

Infrared Pyrometer

Dioda (IC Hybrid)


Thermistor
Thermistor dibentuk dari
bahan oksida logam campuran,
kromium, kobalt, tembaga,
besi atau nikel. Thermistor
Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan
temperatur sehingga sesuai untuk pengukuran, pengontrolan,
dan kompensasi temperatur secara presisi.
Umumnya tahanan termistor pada temperatur ruang
berkurang 6% untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 1 C.
Tidak sensitif terhadap shock dan vibrasi

Thermistor
Konfigurasi Termistor

Thermistor
Teknik Kompensasi termistor
Karakteristik termistor berikut memperlihatkan
hubungan antara temperatur dan resistansi.

Thermistor
Untuk pengontrolan perlu mengubah tahanan
menjadi tegangan.
Berikut rangkaian dasar untuk mengubah resistansi
menjadi tegangan.

Thermistor
Aplikasi Thermistor

Thermistor
Macam Thermistor
a. Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient)
PTC merupakan termistor dengan koefisien yang positif.
Jenis jenis PTC :
Jenis pertama terdiri dari thermally sensitif silicon resistors,
kadang-kadang disebut sebagai "Silistors". Device ini paling
sering digunakan untuk kompensasi terhadap device
semiconducting silicon dalam kisaran temperature antara -
60 C ke 150.
Jenis kedua merupakan polycrystalline bahan keramik yang
biasanya resistivitasnya tinggi tetapi terbuat dari
semiconduktor dengan penambahan dopants. Umumnya
dibuat dari campuran barium, timah dan strontium titanates
dengan tambahan seperti yttrium, manganese, tantalum
dan silika. Device ini memiliki daya tahan-suhu karakteristik
negatif yang sangat kecil. Koefisien suhu device ini hingga
mencapai suhu yang kritis, yang disebut sebagai "Curie",
Thermistor
b. NTC (Negative Temperature Coefficient)
NTC merupakan termistor yang mempunyai koefisient negatif.
Dimana bahannya terbuat dari logam oksida yaitu dari serbuk
yang halus kemudian dikompress dan disinter pada temperatur
yang tinggi. Kebanyakan pada material penyusun termistor
biasa mengandung unsur unsur seperti Mn2 O3, NiO,CO2,
O3,Cu2 O, Fe2 O3 TiO2, dan U2 O3.
Oksida-oksida ini sebenarnya mempunyai resistansi yang
sangat tinggi, tetapi dapat diubah menjadi bahan
semikonduktor dengan menambahkan beberapa unsur lain
yang mempunyai valensi yang berbeda disebut dengan doping
dan pengaruh dari resistansinya dipengaruhi perubahan
temperatur yang diberikan.
Thermistor logam oksida digunakan dalam daerah 200K
sampai 700K. Untuk digunakan pada temperatur yang sangat
tinggi, thermistor dibuat dari Al2O3 , BeO , MgO.

Thermistor
Beda Thermistor PTC dan NTC

1. Koefisien temperatur dari


thermistor PTC bernilai positif
hanya dalam interfal temperatur
tertentu, sehingga diluar interval
tersebut akan bernilai nol atau
negatif
2. Harga mutlak dan koefisien
temperatur dari termistor PTC jauh
lebih besar dari pada termistor NTC.
Thermistor
Thermokopel
Termokopel sebagai sensor temperatur
memanfaatkan beda panas jenis dua bahan metal.

Thermokopel
Prinsip Kerja

Thermokopel
Tipe kombinasi logam
penghantar

Tipe E (kromel-konstantan)

Tipe J (besi-konstantan)

Tipe K (kromel-alumel)

Tipe R-S (platinum-platinum rhodium)

Tipe T (tembaga-konstantan)
Thermokopel
Grafik tegangan
terhadap suhu

Thermokopel
RTD
Berfungsi untuk mengubah suhu menjadi
resistansi/hambatan listrik yang sebanding
dengan perubahan suhu
RTD terbuat dari sebuah kumparan kawat
platinum pada papan pembentuk dari bahan
isolator
Bahan tersebut antara lain : platina, emas, perak,
nikel, tembaga. Yang terbaik adalah platina
karena dapat digunakan menyensor suhu sampai
1500 C. RTD
Konstruksi RTD

RTD
Besarnya resistasi dapat
ditentukan dengan rumus

RTD
Besarnya resistansi pada suhu tertentu
dapat diketahui dengan rumus :

Keterangan :
R2 = resistansi pada suhu tertentu
R1 = resistansi pada suhu awal
T = perubahan suhu

RTD
Jembatan WheatStone dengan
RTD

RTD
Prinsip Kerja Rangkaian
Bila RTD berada pada suhu kamar maka
beda potensial jembatan adalah 0 Volt.
Keadaan ini disebut keadaan setimbang.
Bila suhu RTD berubah maka resistansinya
juga berubah sehingga jembatan tidak
dalam kondisi setimbang. Hal ini
menyebabkan adanya beda potensial antara
titik A dan B.

RTD
Keunggulan RTD
dibanding termokopel

1.Tidak diperlukan suhu referensi


2.Sensitivitasnya cukup tinggi, yaitu dapat
dilakukan dengan cara memperpanjang kawat
yang digunakan dan memperbesar tegangan
eksitasi.
3.Tegangan output yang dihasilkan 500 kali lebih
besar dari termokopel.

RTD
4.Dapat digunakan kawat penghantar yang lebih
panjang karena noise tidak jadi masalah.
5.Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian
elektronik pengolah sinyal menjadi sederhana dan
mudah.

RTD
LM 35
Berfungsi untuk mengubah suhu
menjadi tegangan tertentu yang
sesuai dengan perubahan suhu.

LM 35
Rangkaian Dasar IC LM35

LM 35
Tegangan keluaran rangkaian bertambah 10 mV/
C.
Dengan memberikan tegangan referensi negatif
(-Vs) pada rangkaian, sensor ini mampu bekerja

pada rentang suhu -55C 150C.

Tegangan keluaran dapat diatur 0 V pada suhu 0

C dan ketelitian sensor ini adalah 1C.

LM 35
Aplikasi LM 35

LM 35
LM 34
Jenis LM34 adalah sensor Fahrenheit
dan outputnya adalah sama dengan-
10mV per derajat Fahrenheit.

LM 34
Bimetal
Merupakan sensor suhu yang terbuat dari dua
buah lempengan logam yang berbeda koefisien
muainya () yang direkatkan menjadi satu.
Logam yang memiliki koefisien muai lebih tinggi
akan memuai lebih panjang begitu pula
sebaliknya. Dari perbedaan reaksi muai tersebut
maka bimetal akan melengkung ke arah logam
yang muainya lebih rendah.
Aplikasi : saklar NC dan NO, setrika listrik, lampu
dimmer. Bimetal
Bimetal
Infrared Pyrometer
Sensor cahaya menjadi sensor suhu.
Sensor inframerah memanfaatkan perubahan panas antara
cahaya yang dipancarakan dengan yang diterima pyrometer
terhadap obyek yang dideteksi.

Infrared Pyrometer
Dioda
Dioda ini adalah jenis dioda PN Junction
Dioda digunakan sebagai sensor temperatur
dengan memanfaatkan sifat tegangan junction.
Contoh rangkaian dengan dioda sebagai sensor
temperatur:

Dioda