Lampiran III Peraturan Menteri PU Nomor : 06/PRT/M/2008 Tanggal : 27 Juni 2008

FORMAT LAPORAN DAN CONTOH

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL
Jalan Raden Patah I / No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta 12110 Telp. (021) 7251539 Fax. (021) 72788184

Nomor : Lampiran : 1 (satu) berkas

Jakarta, tanggal, bulan dan tahun

Kepada Yth, Direktur Jenderal …..…..…..…..….. Departemen Pekerjaan Umum di JAKARTA

Perihal

:

Permintaan Tindak Lanjut hasil Pemeriksaan Konstruksi Inspektorat Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Tahun Anggaran……………

Bersama ini disampaikan dengan hormat Hasil Pemeriksaan Konstruksi Inspektorat Departemen Pekerjaan Umum pada : Nama Paket Kegiatan Nomor Kontrak Satker Provinsi : : : : .............................................. .............................................. .............................................. .............................................. : Tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan memenuhi asas taat, benar, lengkap, efisien, ekonomis, dan efektif. : Pemenuhan persyaratan tingkat risiko, perencanaan, pengadaan sampai dengan tahap pra kontrak, pengendalian pelaksanaan kontrak, pelaksanaan fisik konstruksi, administrasi keuangan dan umum, manfaat, kegagalan konstruksi dan kegagalan bangunan

Tujuan dan Sasaran Pemeriksaan

Lingkup Pemeriksan

. dimohon agar informasi tindaklanjut yang telah dilakukan disampaikan kepada kami selambat – lambatnya 2 (dua) bulan sejak diterimanya surat ini. 3. 2.Dst C. Atasan Langsung/Kepala Balai …………… . 8..……………. .Dst Guna keperluan evaluasi lebih lanjut. A. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan RI.. .. . Menteri Pekerjaan Umum (sebagai laporan). Sekretaris Inspektorat Jenderal Departemen PU. Kepala Bawasda. Departemen PU. . Badan Pemeriksa Keuangan RI.) NIP………………. 6.Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Direktur Jenderal ……… selaku Atasan Satker .. Direktur ………. rekomendasi/saran untuk segera ditindaklanjuti.…………….Dst B. 7. . Dst perlu kami sampaikan Sehubungan dengan hal tersebut diatas. 4. Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih INSPEKTUR JENDERAL Tembusan disampaikan kepada : 1. 5. Kepala Satker . 3. Kepala Satker……………………………….………. selaku Atasan Langsung Satker . …………….……………. Gubernur Provinsi …… cq.………………………………. kami mohon perhatian Saudara terhadap beberapa hal sebagai berikut : 1. (. Inspektur Wilayah ………. 2. 4. ……………. ……………..

......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI SATUAN KERJA SEMENTARA/SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU . DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL ...................................

........................ .... Tahun Anggaran : ............. TUJUAN SATUAN KERJA/SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU ......................... HASIL DESK AUDIT . PENDAHULUAN ...........PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI Nama Auditi : ....

............... Langkah pemeriksaan : 1..................... 3.. 2..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : .............. Tujuan : Menilai pemenuhan persyaratan setiap tingkat risiko penyelenggaraan pekerjaan konstruksi...... : .... Langkah-Langkah HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN DAN REKOMENDASI ...... : Pemenuhan Persyaratan Penyelenggaraan Pekerjaan Konstruksi terhadap Tingkat Risiko PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No Tujuan : Tujuan pemeriksaan konstruksi adalah ... Langkah kerja : A Pemenuhan persyaratan tingkat risiko........................

............ 2........ : Perencanaan PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No B Perencanaan Tujuan : Untuk mendapatkan kewajaran harga konstruksi......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ........ Langkah-Langkah HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI .............. ekonomis dan efektif Langkah pemeriksaan : 1... : ......... analisis pemilihan tipe atau jenis konstruksi dan perhitungan desain yang efisien.... Dst.....

.................... : . 2.... : Pengadaan Sampai Dengan Tanda Tangan Kontrak PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No C Langkah-Langkah Pemeriksaan terhadap pengadaan dengan tanda tangan kontrak Tujuan : Penilaian terhadap proses pengadaan sampai dengan penandatanganan kontrak dalam rangka mendapatkan harga dan penyedia jasa yang berkualifikasi (the lowest evaluated substantially responsive bid from responsible bidder) Langkah pemeriksaan : 1......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ........ Dst....................... sampai HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI .....

....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ... 2........... : .. Dst. dan efisiensi terhadap pengendalian kualitas............. : Pengendalian Pelaksanaan Kontrak PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No D Langkah-Langkah Pemeriksaan terhadap pelaksanaan kontrak Tujuan : Untuk memastikan ketaatan....... kelengkapan........... Langkah pemeriksaan : 1.. waktu dan biaya dengan memeriksa kebenaran pelaksanaan pengendalian atas instrumen pengendalian dan aplikasinya.......... pengendalian HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI . kebenaran.......

.... : Pelaksanaan fisik konstruksi PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI NO E LANGKAH-LANGKAH Pemeriksaan terhadap Pelaksanaan Fisik Konstruksi Tujuan : Pemenuhan ketaatan kelengkapan...DST HASIL PEMERIKSAAN ............ keselamatan dan kesehatan kerja a... Peralatan d... Perlindungan sosial tenaga kerja 4...... Keteknikan a................ efisiensi dan ekonomi dalam pelaksanaan fisik konstruksi 1.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ..... : ............. kebenaran..... .. Personil c.. b.... b........ .. Keamanan............... Keamanan.................. .DST 2........ Mutu Produk 2....... Metode Pelaksanaan b..................... .. keselamatan dan kesehatan kerja 3............. Keteknikan a... Mutu Bahan e..... Persyaratan tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup Langkah pemeriksaan : 1..

.. : ................. Persyaratan tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup a........ b.......... ... b............. ..................... ........... : Pelaksanaan fisik konstruksi PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI NO LANGKAH-LANGKAH 3........................................ ..............DST HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI .... Perlindungan sosial tenaga kerja a.....DST 4............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ...........

.. Dst.. : Administrasi Keuangan dan Umum PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No F Pemeriksaan Umum Tujuan : Menilai kebenaran pelaksanaan tertib administrasi keuangan dan umum dalam pelaksanaan pekerjaan Langkah pemeriksaan : 1................ Langkah-Langkah Administrasi Keuangan dan HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI ............ : ................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : . 2..................

Langkah-Langkah Pemeriksaan terhadap manfaat HASIL PEMERIKSAAN KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI ......... Dst......... Langkah pemeriksaan : 1.........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : ................... : ................ : Manfaat PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No G Tujuan : Untuk menilai manfaat yang dihasilkan dari suatu kegiatan berdasarkan manfaat sesuai perencanaan dan kemungkinan perkembangan baru yang timbul..... 2.

...... dan efisiensi terhadap pengendalian kualitas...... Dst........... KESIMPULAN TANGGAPAN SARAN/REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN Kepala SKS/SNVT Nama tempat. waktu dan biaya dengan memeriksa kebenaran pelaksanaan pengendalian atas instrumen pengendalian dan aplikasinya... kelengkapan........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM INSPEKTORAT JENDERAL Nama Auditi Tahun Anggaran Isu Pokok : .............. 2.... : Kegagalan Konstruksi dan Kegagalan Bangunan PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PEMERIKSAAN KONSTRUKSI No H Langkah-Langkah Pemeriksaan terhadap kegagalan konstruksi dan kegagalan bangunan Tujuan : Untuk memastikan ketaatan.. tanggal bulan tahun Tim Pemeriksa Nama MENTERI PEKERJAAN UMUM DJOKO KIRMANTO ......... Langkah pemeriksaan : 1..... kebenaran.. : ..

CONTOH .

NO 1 Item Kegiatan Desain Langkah Pemeriksaan a. gambar keperluan. Tindakan Analisis 1) Mendalami TOR untuk a)Gambarmengetahui tujuan. harga satuan perencanaan menurut biaya yang tersedia dan estimasi terakhir d)Informasi khusus seperti data historikal. ketentuan pemakai dll .BEBERAPA CATATAN/CONTOH UNTUK REKOMENDASI VALUE ENGINEERING. status perencanaan. apakah sudah memenuhi persyaratan standar konstruksi terkait (SNI). 2) Ada flexibilitas yang ketentuan2 maksimal untuk dan mengadakan peraturan2 perubahan tanpa yang berlaku menimbulkan biaya dan petunjuk untuk re-desain dari pemilik 3) VE harus mengikuti proyek dan tahap desain mulai ketentuan2nya dari pengembangan (TOR) desain dan final c) Besarnya desain. Periksa data masukan untuk perhitungan desain. biaya. skedul. dan terbaru yang kriteria-kriteria yang ada pada saat digunakan oleh studi dilakukan pemilik proyek b)Spesifikasi (pemerintah) teknik. dana.

b. 1) Angka keamanan/ koefisien d. Periksa hasil perhitungannya. 2) Mendalami perhitungan umur ekonomis konstruksi 1) Mendalami hasil perhitungan desain terhadap basic primary function dan secondary function e)Contact person untuk memperoleh informasi. Alternatif 1) Mendalami pemilihan desain. Periksa aplikasi 1) Bagian mana yang Pelaksanaan. Periksa kriteria desain (Design Note). c. harga jalan per km dsb. alternatif desain f. Periksa formula perhitungan desain. subsistem realistik dan dipelajari untuk dapat mementukan dilaksanakan. elemen2 dengan biaya tinggi: b) Apakah bagian itu mahal? Ingat hukum Pareto a) Analisis biaya indeks perencanaan : misal harga seluruh bangunan per m2. peningkatan guna dan metode kerja mencapai hasil secara Peralatan dan peralatan efisien yang digunakan. metode berpotensi besar untuk Metode Kerja pelaksanaan. petunjuk dan persetujuan f) Volume yang diketahui 2 e. 1) Mendalami acuan formula perhitungan yang digunakan 1) Mendalami penggunaan angka keamanan apakah berulang. a) Setiap sistem atau apakah logik. Pemilihan 2) Mendalami ketepatan bahan pemilihan bahan konstruksi konstruksi Metode a. b) Model analisis biaya c) Ringkasan effisiensi fungsional .

menghasilkan e) Harga satuan penghematan tertentu besar pada sekluruh proyek? e) Apakah menggunakan material yang kritis (khusus)? f) Apakah sulit untuk dilaksnakannya? g) Apakah nantinya biaya operasi dan pemeliharaan akan tinggi? h) Apakah memerlukan keahlian spesial untuk melaksanakannya? i) Apakah menggunakan material dan metode yang absolut? j) Apakah biayanya terlalu tinggi? k) Apakah perencanaannya dilakukan secara tergesa-gesa l) Apakah mengadung angka keamanan yang berulang-ulang? .c) Apakah d) Hukum keadaannya Pareto: 80% kompleks? dari harga d) Apakah bagian itu suatu bagian volumenya besar? terdapat pada Dapatkah 20% dari perubahan yang komponenmudah dari suatu komponenny bagian dapat a.

BULDOZER fungsi utama : memindah tanah fungsi sekunder: memadatkan Acoustic ceiling: fungsi utama meredam suara fungsi sekunder : menutup langit2 melindungi atap . Periksa 1) Tentukan fungsi penggunaan utama (dan fungsi peralatan sekunder) dari apakah sesuai peralatan: misal peruntukkannya.m) Apakah menggunakan perencanaan yang tradisional? n) Apakah persaingan menghasilkan suatu bagian dengan biaya yang rendah? o) Apakah pimpinan puncak menghendaki kemajuan? 2) Kontraktor dapat a) Harga satuan memberikan tertentu sumbangan yang efektif (bagian dari terhadap biaya proyek bangunan) melalui ”Value per m2 Engineering Incentive b) Diagram Clause” dimana pemilik FAST proyek dan kontraktor membagi hasil penghematan dari proposal yang diterima. b.

terowong d. 1) Manfaatkan sistem estimasi biaya (tabel harga satuan pekerjaan) yang ada a. Periksa apakah ada inovasi untuk penggunaan bahan alternatif sehingga dapat menimbulkan penghematan biaya. b. a. Jumlah murid utk sekolah. Jumlah mobil utk tempat parkir c. Jumlah bed pasien utk rumah sakit. Harga per m2 atau per m3 yang dapat diperoleh dari Direktorat Tata Bangunan Ditjen Cipta Karya . pipa. jumlah kamar utk hotel. Periksa pemilihan kombinasi alat apakah telah mempertimbang kan faktor efisien dan ekonomis.3 Bahan c. Biaya per km utuk jalan. Unit pemakai/unit fungsional : i. fasilitas yang direncanakan atau dibangun ditentukan berdasarkan kapasitas untuk melayani. Biaya per span untuk jembatan panjang e.

Harga berdasarkan contoh atau data historikal g. Harga penawaran dari konsultan/kontraktor .f.

1987.1732.1989 – F..73 (2) SNI No. Grafik CBR mempergunakan skala logaritma. Dapatkan data nilai CBR tanah dasar (diperoleh dari dokumen survai awal) 2.26. Akhir. Lintas Ekivalen Akhir (LEA) : n LEA =  LHR j (1 + i)UR x Cj x Ej J= 1 Catatan : i = perkembangan lalu lintas j = jenis kendaraan UR= Umur Rencana LHR= Lalu-lintas Harian Rata-rata C j = Koefisien distribusi Ej = Angka Ekivalen c Lintas Ekivalen Tengah (LET) : LEP + LEA . sedangkan grafik DDT mempergunakan skala linier.3.CONTOH PEMERIKSAAN DISAIN A. Tengah dan Rencana dengan menggunakan rumus : a.UDC = 625. Adalah sebagai berikut: 1. Dengan menggunakan nilai CBR yang diperoleh. 3. PEMERIKSAAN DISAIN PERKERASAN JALAN : Langkah pemeriksaan desain tebal lapisan perkerasan dengan mempergunakan metode Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan metode analisis komponen SKBI – 2. 5. tentukanlah CBR segmen. Dapatkan data LHR untuk setiap jenis kendaraan ( dari dokumen survai LHR) 6. Lintas Ekivalen Permulaan (LEP) : n LEP = LHR j x Cj x Ej J= 1 b. Lakukan forecasting perkembangan LHR untuk mendatpatkan nilai Lintas Ekivalen Permulaan. Tentukan nilai Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) yang diperoleh dengan mempergunakan grafik. 4.

adalah tebal masing-masing lapisan dalam cm untuk lapis permukaan (D1). Tentukan jenis lapisan perkerasan yang akan dipergunakan. FP = UR/10 UR = Umur Rencana 7. ITP dapat diperoleh dari nomogram dengan menggunakan LER selama umur rencana. Tentukan Indeks Permukaan akhir (IP) dari perkerasan rencana dengan menggunakan tabel 10. dan lapis pondasi bahwa (a3). a2. D3. D1. 11. B.LET = ----------------2 d. NFR x A Q = -------------------c dimana . lapis pondasi atas (D2). Lintas Ekivalen Rencana (LER) : LER = LET x FP LET = Lintas Ekivalen Tengah FP= Faktor Penyesuaian . dan lapis pondasi bawah (D3). lapis pondasi atas (a2). 13. Tentukan Indeks Tebal Perkerasan (ITP) dengan mempergu nakan nomogram. Tentukan Indeks Permukaan awal (IPo) dengan mempergunakan Tabel IPo yang ditentukan sesuai dengan jenis lapis permukaan yang akan dipergunakan. Tentukan koefisien kekuatan relatif (a) dari setiap jenis lapisan perkerasan yang dipilih 14. adalah kekuatan relatif untuk lapis permukaan (a1). a3. 12. Dengan menggunakan rumus : ITP = a1D1 + a2D2 + a3D3 dapat diperoleh tebal dari masing-masing lapisan dimana : a1. PEMERIKSAAN DISAIN SALURAN IRIGASI Dimensi saluran (Sumber: KP 03 .Kriteria Perencanaan Bagian Saluran) Debit Rencana c. Tentukan Faktor Regional (FR) (diperoleh dari tabel SNI) 8. D2. 9.

lt/det/ha A = luas daerah yang diairi. Saluran Tanah b. m b = lebar dasar. m1/2/dt m = kemiringan talut horizontal/vertical a. m3/det v = kecepatan aliran. m2 R = jari-jari hidrolis. Saluran Pasangan Kebutuhan air irigasi : Debit rencana saluran irigasi (Sumber: KP 05 -: Kriteria Perencanaan Bagian Petak Tersier) . NFR = kebutuhan bersih air di sawah. ha C = efisiensi irigasi keseluruhan v = k R 2/3 I 1/2 dimana R = A/P A = (b+mh)h P = b+2h √(m 2+1) Q=vA n = b/h dimana: Q = debit saluran. m P = keliling basah. m/det A = potongan melintang.Q = debit rencana (lt/det) c = koefisien pengurangan karena adanya sistem golongan. m n = kedalaman – lebar I = kemiringan saluran K = koefisien kekasaran Strickler. m h = tinggi air.

perkolasi dan rembesan 4.775 – 0.85 Dst. lt/det/ha A = luas daerah yang diairi. ha Ct = efisiensi irigasi di petak tersier Kebutuhan air di sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor: 1. kebutuhan air untuk tanaman 3. pergantian lapiran air 5. .NFR x A Qt = -------------------ct dimana Qt = debit rencana (lt/det) NFR = kebutuhan bersih air di sawah. curah hujan efektif. cara penyiapan lahan 2. Kehilangan air di jaringan irigasi tersier et = 0.